Babad Jawa

Babad Jawa
Chapter 4 Kota Kalisewu



Perjalanan anjani dan abirama dimulai dengan perbekalan seadanya mereka menuju hutan bambu hitam. Ketika melintasi lereng gunung tujuan pertama mereka adalah kota kalisewu untuk mengumpulkan kebutuhan seperti makanan maupun obat-obatan.


Setengah jam perjalanan dari rumah abirama mereka telah sampai di pintu gerbang, ada paijo dan wagino sedang menikmati singkong rebus.


"Kalian asik sekali makan singkong rebusnya"


"Wah abirama ada apa ke kota malam-malam seperti ini?" Sahut wagino


"Kami hanya numpang lewat aja " Jawab abirama


"Kalian emang nggak takut malem-malem gini ada isu tentang hantu di kota ini" Sahut paijo


"Nggak lah paling juga kabar angin, ya sudah kami mau masuk kota " Jawab abirama sambil melangkah menuju kota


"Mereka nyari penginapan kali ya jo... " Sahut wagino


"Husss... Kalo ngomong jangan sembarangan abirama adalah pendekar sakti bisa putus lehermu ditebasnya" Sahut paijo


Di dalam kota kalisewu mereka segera menuju warung pendekar untuk membeli barang-barang yang mereka butuhkan.


Disuasana kota yang begitu sunyi, suara jangkrik terdengar begitu nyaring bulan purnama yang indah tampak untuk menunjuki jalan menuju pusat kota membuat suasana semakin romantis. Keduanya menjadi begitu canggung untuk memulai pembicaraan.


Sebenarnya anjani ingin sekali mengobrol dengan abirama namun entah mengapa situasi malam hari ini membuat nyali anjani menjadi ciut. Sedangkan abirama karena dia kurang peka terhadap perasaan perempuan menganggap bahwa anjani sedang tidak ingin bicara.


Tak berapa lama kemudian terdengar suara pertarungan dari sebuah rumah. Mereka berdua segera menuju rumah tersebut.


Pintu gerbang terbuka dan beberapa penjaga tewas karena luka tusukan dileher dan tergorokan, menuju ke dalam terlihat seorang pendekar yang sedang bertarung dengan 3 pendekar lain berbaju hitam.


Dengan pakaian hitam dan bermotif teratai mereka segera tahu bahwa ketiga pendekar ini berasal dari teratai hitam. Keduanya kemudian bergabung dalam pertarungan.


"Siapa ki sanak dan nyi sanak ini kenapa kalian ikut campur pertarungan kami" Kata ulung sambil menatap abirama.


"Kami kebetulan sedang berada di dekat sini saat kalian sedang membantai penjaga"


"Kalau kalian sayang nyawa lebih baik segera tinggalkan tempat ini" Sahut salah satu pendekar teratai hitam


"Seharusnya aku yang berkata demikian" Kata anjani


"Jurus angin ajian naga angin" Ulung mengeluarkan hembusan angin dari mulutnya yang membuat benda-benda di ruang tamu terlempar ke arah abirama dan anjani.


Abirama terhempas ke luar ruangan sedangkan anjani menghindari puing-puing benda yang berterbangan.


**


Pramudya segera menyerang salah satu pendekar teratai hitam. Mereka beradu pukulan namun karena ilmu silat pramudya tidak begitu tinggi akhirnya dia kewalahan, terlebih lawannya adalah pendekar dengan kemampuan yang tinggi.


Beberapa pukulan menghujam tubuh pramudya sehingga dia jatuh tersungkur di lantai. Ketika pembunuh itu hendak menusukan pedangnya tiba-tiba sebuah tendangan dari samping mengenai perut pembunuh sehingga dia terdorong ke belakang.


**


Anjani setelah melewati puing-puing bersiap menghadapi ulung dan satu lagi pembunuh yang tersisa.


"Pukulan harimau" Anjani memasang kuda-kuda bersiap untuk menyerang. Posisi kuda kuda anjani seperti harimau yang bersiap untuk menerkam. Membuat lawanya menjadi waspada, kemudian terdengar suara hentakan kaki yang keras dan sebuah pukulan ke arah dagu mengenai pembunuh itu.


Belum sempat bereaksi karena begitu cepat pukulan kedua telah mendarat di perut kemudian diikuti dengan hujan pukulan dari anjani, pukulan harimau berfokus pada tenaga sehingga pukulannya sangat kuat dan ketika di tangkis masih akan berdampak. Pembunuh itu pun terlempar ke arah dinding dan tewas seketika.


Tak berapa lama kemudian ulung menyerang anjani, ulung memiliki tenaga dalam yang besar, dan ketahanan yang besar membuat pukulan biasa tidak akan terlalu berpengaruh terhadap tubuh ulung. Setelah beberapa pukulan anjani dirasa tidak berpengaruh anjani menggunakan ajian.


"Jurus harimau ajian cakar angin" Disela-sela jari anjani muncul angin yang berbentuk cakar yang runcing. Melihat hal ini ulung mengetahui bahwa anjani merupakan pendekar harimau yang sedang di cari oleh kelompok teratai hitam.


Ulung mundur beberapa langkah dan bersiul, untuk memanggil kawanya yang masih bernyawa. Namun kawannya tidak datang karena mereka telah dikalahkan oleh abirama.


"Mau kemana kau bedebah, kemana kesombonganmu yang tadi" Ucap anjani


"Kau ternyata adalah pendekar harimau" Kata ulung dengan kesal


"Ternyata kau cukup terkenal" Kata abirama sambil melirik anjani yang berada di belakangnya


Kemudian anjani menyerang ulung, namun ulung mengeluarkan sebuah bom peledak di tangannya.


Duarrr.....


"Sial dia kabur dengan tehnik ilusi" Kata anjani dengan kesal


"Sudahlah kita tolong orang itu dulu" Abirama menunjuk pramudya.


Kemudian mereka menghampiri pramudya


"Kisanak siapa? Kenapa menolongku?" Ucap pramudya sambil memegangi perutnya


"Kami hanya pendekar yang kebetulan lewat, kami dari perguruan agra leksana, sepertinya ada orang yang mau mencelakaimu sehingga mengirim tiga orang pembunuh" Kata abirama sambil mengalirkan cakra


"Mereka sepertinya kiriman seorang yang cukup kaya, mengingat harga fantastis untuk menggunakan jasa mereka" Ucap anjani sambil berfikir


"Aku sepertinya tahu siapa yang mengirim mereka kepadaku, dia adalah sugiarto pedagang kaya yang tempo hari pernah kucampuri urusanya" Kata pramudya


"Sepertinya lebih aman kalau kau menyewa beberapa pendekar untuk beberapa saat untuk menjaga nyawamu" Kata anjani


"Apakah kisanak mau menjadi pelindungku untuk beberapa saat?" Tanya pramudya


"Aku tidak bisa membantumu, tapi jika kau ke perguruanku ku yakin akan dapat beberapa orang yang membantumu" Kata abirama


"Ngomong-ngomong kau tahu rumah sugiarto yang kau ceritakan ini" Tanya anjani


"Kalian akan menemukan rumah besar di sebelah barat kota ini, sebagai ucapan terimakasih terimalah uang ini" Pramudya memberikan sekantung uang


"Ya sudah aku saja yang menerima " Potong anjani


Kemudian abirama menatap anjani dengan melotot, memberi isyarat untuk mengembalikan uang tersebut.


Melihat hal ini anjani mengambil sebagian dan mengembalikan sisanya ke pramudya.


"Ini terlalu banyak, ini aku kembalikan sisanya" Kata anjani sambil memberikan kantung uangnya


"Tidak apa-apa, ini untuk pendekar semua, aku masih punya banyak uang" Sambil menunjukan beberapa kantung lagi.


Melihat hal ini ajani gantian melotot kearah abirama, dan abirama jadi sedikit menyesal mengingat mereka membutuhkan uang untuk perjalanan ini.


"Sepertinya ada tempat yang harus kita singgahi abirama, mungkin kita akan menemukan sedikit petunjuk disana"


"Aku setuju saja, mungkin sugiarto dapat memberikan informasi mengenai organisasi teratai hitam" Kata abirama antusias


Perlahan kesedihan abirama berkurang karena tugas yang dia terima membuatnya dapat melupakan sejenak bebannya dan melampiaskan sedikit amarahnya.


***


Di goa siluman rubah, surya membawa lintang menuju bagian dalam goa, di bagian dalam goa ternyata memiliki udara yang segar. Namun yang lebih mengejutkan adalah di dalam goa ada sebuah taman yang cukup luas ada banyak sekali tanaman langka di dalam goa.


Taman ini mendapat cahaya dari bagian kubah yang terbuat dari kaca alami, di bagian atas kubah adalah sebuah danau yang beracun sehingga tidak ada yang berani menyelam di danau tersebut namun karena begitu jernih cahaya dari luar menembus masuk ke dalam bagian dalam goa.


Lintang terpana dengan apa yang dilihatnya bahkan di dalam goa ini hidup hewan - hewan yang unik. Karena ekosistem goa ini yang unik menciptakan mahluk hidup yang unik juga, dan mungkin hanya di temui disini.


"Lintang hari ini guru akan mengajarkanmu tentang pemahaman dunia persilatan dengarkan baik-baik"


"Baik guru"


Di dunia persilatan ini ada 3 hal yang perlu kau dalami untuk menguasai dunia persilatan.


jurus


Jurus adalah keahlian yang berupa keterampilan fisik yang dapat dilatih ketika menggunakan tehnik-tehnik bertarung / gaya bertarung.


Jurus sangat bervariasi dan bergantung pada kondisi fisik dari penggunanya. Jurus juga membuat kekuatan fisik meningkat.


ajian


Ajian adalah keterampilan menggunakan tenaga dalam dapat digunakan untuk banyak hal seperti bertahan, menyerang, menyembuhkan. Namun tidak semua orang mampu mempunyai tenaga dalam.


Ada tingkatan-tingkatan dalam penguasaan tenaga dalam yang menunjukan seberapa terampil seseorang menggunakan tenaga dalamnya.


pusaka


Pusaka adalah senjata yang mempermudah pemiliknya untuk menyerang, bertahan dan lain sebagainya.


Pusaka ada begitu banyak jenisnya dan mempunyai beragam kelebihan, pusaka memiliki kualitas yang berbeda-beda tergantung cara penempaanya dan bahan pembuatannya


Ketika kau menguasai salah satu ketiganya maka kau layak disebut sebagai pendekar. Pendekar memiliki tingkatan-tingkatan yang berbeda sesuai dengan tingkat keahlian masing-masing


Pendekar


Adalah pendekar yang menguasai salah satu dari 3 ketrampilan


Pendekar sakti


Adalah pendekar yang menguasai dua dari 3 keterampilan


Pendekar mandraguna


Adalah pendekar yang menguasai 3 keterampilan dan mampu mengkombinasikan keterampilanya


Pendekar betara


Adalah pendekar yang mampu menguasai 3 keterampilan dan mampu memanipulasi tenaga dalan ke tingkat ahli mampu mengendalikan tenaga dalam untuk memperpanjang hidup, mengobati penyakit, menawarkan racun dan lain sebagainya.


Pendekar brahmana


Adalah pendekar yang telah mencapai tahap pencerahan, pendekar yang mampu menggunakan tenaga alam semesta menjadikanya sumber tenaga yang tak terbatas.


Pendekar langit


Adalah tingkatan pendekar dalam legenda mampu mengendalikan alam seolah bagian dari tubuhnya, pendekar yang memahami ilmu alam ini dan bahkan mampu berpindah antar semesta. Mengendalikan ruang dan waktu itu sendiri.


Selain hal di atas ada hal yang lebih penting untuk dipelajari yaitu tentang karakter dan akhlak. Dua hal ini akan menentukan dirimu menjadi orang yang bermanfaat bagi dunia ini atau malah menjadi racun yang berbahaya bagi dunia ini.


Banyak pendekar akhirnya jatuh kedalam kebinasaan dan mendapati begitu banyak musuh disepanjang jalan, dan hidup jauh dari ketenangan, padahal kunci hidup yang sebenarnya adalah ketenangan jiwa.


Ilmu silat sebenarnya adalah seperti sebuah pisau di tangan yang benar dia akan bermanfaat tapi di tangan yang salah dia akan sangat berbahaya.


Ketika kamu memahami esensi dari kehidupan dan terus memegangnya sepanjang hidupmu maka kau akan tahu mana yang benar dan mana yang salah terlepas dari posisimu.


Aku tahu hal ini terlalu dini untuk kau pahami untuk usiamu yang masih sangat muda. Namun tidak ada salahnya jika kau renungkan apa yang kau dengar hari ini.


----------×××××-------------


***Maaf para pembaca sekalian mohon bantuanya untuk konfirmasi dengan like atau jempolnya sukur-sukur bisa di vote, author sedang mempertimbangkan untuk menyelesaikan novel ini jika memang sedikit peminatnya hal ini karena kesibukan dan lain sebagainya di dunia nyata.


konfirmasi yang saya maksud adalah untuk memastikan jika memang para pembaca benar-benar menikmati atau menginginkan kelanjutan dari novel ini***.


mohon maaf sebelumnya