Babad Jawa

Babad Jawa
Chapter 12 Kematian Sang Raja



untuk luka yang di derita oleh sulawi tabib sebenarnya punya obat khusus yang dapat mereka beli di toko ramuan di kota ini hanya saja harganya cukup fantastis yaitu 30 keping emas. harga ini sangat mahal dan sesuai dengan khasiatnya obat ini begitu sulit diperoleh.


uang yang dimiliki oleh mereka tidak cukup untuk membeli pil tersebut namun ada ide terbesit dalam pikiran kinanti, dikota ini ada pelelangan yang diadakan bertepatan dengan malam ini, disana mereka dapat melelang barang yang cukup bagus untuk memperoleh uang.


anjani dan kinanti menghabiskan sore itu di sebuah restoran yang ada di kota. lama tak bercengkrama ternyata senja telah lewat berganti malam, lampion-lampion warna warni menghiasi sudut-sudut jalan membuat malam yang dingin terasa hangat, pemain musik jalanan dengan syahdu memainkan angklung menghiasi malam pasar pringharjo.


malam ini akan di adakan pelelangan besar di pasar ini. kinanti yang sudah tahu akan hal ini mengajak anjani untuk masuk ke dalam acara ini.


syarat untuk mengikuti pelelangan ini adalah menggunakan topeng untuk melindungi pembeli ataupun untuk menutupi identitas dari peserta, beberapa kejadian di masalalu pembeli diserang setelah keluar dari kota karena identitasnya terungkap. ini juga melindungi pembeli dari orang kerajaan yang mungkin telah menyusup ke acara pelelangan.


anjani membeli topeng berbentuk burung hantu sedangkan kinanti membeli topeng berbentuk jalak bali keduanya segera memasuki tempat pelelangan.


tempat pelelangan adalah sebuah rumah joglo dengan aula yang cukup luas dan terdiri dari 3 lantai. peserta yang telah masuk mendapatkan nomor unik sebagai identitas.


di dalam aula ada banyak sekali pendekar dengan berbagai macam topengnya, suasana di dalam aula bagaikan sebuah festival topeng namun di dalam aula aura kekuatan memancar dari berbagai penjuru membuat siapapun selalu waspada.


sebuah gong dibunyikan menandakan dimulainya acara pelelangan.


benda pertama yang dilelang adalah sebuah perisai


"perisai sisik trenggiling baja, adalah sebuah perisai yang terbuat dari kulit siluman trenggiling baja lentur tapi sangat kuat mampu menahan pedang bahkan yang telah di aliri tenaga dalam harga pembuka 20 keping emas"


para peserta antusias bahkan perisai itu terjual seharga 50 keping emas.


"benda kedua adalah kapak beruang gunung adalah kapak yang di tempa di gunung bromo dapat di aliri tenaga dalam elemen angin yang mampu membuat ketajamanya berkali-kali lipat, harga pembuka adalah 100 keping emas"


kali ini penawaran begitu riuh bahkan harga jual benda itu menjadi 300 keping emas.


ada begitu banyak benda di lelang namun belum ada yang membuat kinanti maupun anjani merasa tertarik.


"barang terakhir adalah boomerang raksasa dari suku selatan senjata ini dilengkapi dengan mata pisau yang sangat tajam, dapat menghasilkan angin puyuh yang sangat kuat jika penggunanya menggunakan elemen angin dan tentu saja kalian bisa menggunakan elemen api maupun listrik untuk meningkatkan daya rusak boomerang ini, harga jual dibuka 200 keping emas"


cukup menggiurkan namun untuk 200 keping emas kurasa itu terlalu mahal ucap anjani dalam hati.


hal yang paling di tunggu dalam acara ini adalah lelang bebas yang dilakukan oleh peserta yang telah mendaftar, sebutan pasar gelap sejatinya adalah karena acara lelang ini. setiap pendekar dapat melelang benda yang dimilikinya dengan syarat 10% uang yang diperoleh diberikan sebagai uang administrasi panitia.


"acara lelang bebas segera di mulai para peserta yang ingin menjual barang daganganya silahkan mendaftar di bagian belakang"


kinanti yang pekerjaannya adalah seorang assasin memiliki banyak benda yang dia simpan. kinanti datang kesini selain untuk mencari barang yang dia inginkan dia juga bertujuan menjual benda-benda yang dia peroleh dari buruannya.


"oke ini yang aku tunggu aku akan menjual beberapa barang kau temenin aku ya barangkali ada yang berbuat onar kita bisa unjuk gigi"


"oke teman" ucap anjani dengan antusias


merekapun menuju ke tempat panitia dan bersiap menjual barang


dan kebetulan sekali mereka dapat nomer pertama


"baiklah sebagai moderator acara malam ini benda pertama yang dijual oleh sang burung hantu adalah sabit besi ungu adalah sabit yang terbuat dari baja beracun jika di aliri tenaga dalam harga pembukaan 50 keping emas"


sambutan cukup antusias dari peserta hingga sabit itu terjual seharga 70 keping emas.


di dalam aula ada pendekar naga merah mengenakan topeng gagak, dia mengenali senjata itu senjata itu adalah milik bawahannya, dengan kepala dingin naga merah menahan anak buahnya agar tidak terpancing.


"barang kedua dari gadis burung jalak bali adalah 5 set kunai dengan berbagai bentuk, biasa digunakan oleh ninja untuk menghabisi buruannya, dijual dengan harga 5 keping emas untuk setiap kunai"


dari barang barang yang dijual kinanti, dia memperoleh banyak uang untuk membeli obat dan menyimpan sisannya.


merekapun segera meninggalkan tempat pelelangan.


tiba-tiba seorang pendekar loncat menghadang mereka, seketika itu anjani dan kinanti menjadi waspada.


***


kerajaan samudra pasai mendapat kabar buruk karena raja mereka telah wafat. masalah sesungguhnya adalah perebutan kekuasaan antara dua pangeran yang membuat kerajaan menjadi dua kubu.


sang raja di serang ketika melewati alas roban. menurut saksi mata puluhan pendekar mengepung mereka seolah telah menunggu kedatangan raja. pasukan yang ada kalah jumlah sehingga raja terdesak dan akhirnya terbunuh.


desas desus mengatakan bahwa pelaku penyerangan ini adalah salah satu putra mahkota.


para pendukung masing-masing pangeran bersikeras untuk menjadikan pangeran yang didukung mereka menjadi raja yang sah sehingga konflik kerajaan merembet keberbagai ranah termasuk militer dan perekonomian hal ini membuat kerajaan menjadi semakin lemah.


***


kota karang taruna memiliki sebuah toko alat musik, merasa sedikit bosan abirama memutuskan berkeliling untuk melihat toko alat musik tersebut, di dalam toko ada gamelan ada kecapi dan berbagai macam alat musik yang ada, namun yang membuat abirama tertarik adalah sebuah seruling bambu hitam yang terletak di sebuah wadah khusus.


"ada yang bisa ku bantu kisanak" ucap seorang pria sepuh yang merupakan pemilik toko musik tersebut


"oh maaf kan aku, namaku abirama salam kenal, aku berniat membeli seruling ini" abirama menunjuk ke arah seruling


"oh begitu namaku adalah sutejo salam kenal juga, seruling itu tidak ku jual namun jika kau bisa memainkan seruling itu dengan baik akan aku berikan kepadamu"


"baiklah biarkan aku memainkan seruling itu"


abirama memainkan seruling itu dengan sangat baik nada-nada yang dinyanyikan begitu menyentuh hati dan membuat siapapun yang mendengarnya terbius oleh merdunya nada yang dilantunkan.


"sangat baik sekali, benar-benar menyentuh sampai kedalam jiwa, akan ku berikan seruling itu beserta sebuah kitab nada pencerah jiwa, kitab ini berisi ilmu untuk mengusir roh jahat dengan bantuan seruling ini"


"sepertinya aku tidak pantas untuk ini kisanak"


"tidak, tidak kitab ini telah lama aku mencari pewaris yang pantas namun baru aku temukan sekarang, ku harap kau mau menerima kitab itu, anggap saja kau berbuat baik pada orang tua ini"


"apa menurutmu aku pantas mendapatkan kitab ini"


"lagu yang kau nyanyikan tadi adalah bukti nyata seberapa baik hatimu"


"baiklah jika demikian, terimalah beberapa koin emas ini sebagai rasa terimakasihku atas kebaikanmu kisanak"


abirama pun meninggalkan toko itu dan memberikan sekantung uang yang dimilikinya.


***


lintang bersama surya menggunakan tenaga dalam untuk membuka bebatuan yang menutupi goa perlahan-lahan batu mulai berpindah tidak lagi menutupi goa. akhirnya setelah sekian lama lintang menghirup udara luar.


begitu sejuk dan menyegarkan sudah beberapa tahun dia meninggalkan padepokan, lintang menjadi teringat keadaan guru dan teman-temannya. namun lintang menahan diri untuk tidak kepadepokan dulu hingga gurunya mengijinkan untuk meninggalkan goa.


"kau pasti rindu dengan teman-temanmu tapi tahan dulu, setelah menyelesaikan misi ini kau boleh kembali ke padepokan" sambil tersenyum surya menawarkan.


"baik guru murid akan patuh"


"murid pintar"


memandang ke arah tangkuban prahu lintang teringat dengan dua kawanya arum dan danis mungkin sudah beberapa tahun ini mereka tidak berjumpa, dan tentu saja yang paling dia kangenin adalah ayah angkatnya abirama.


tujuan mereka adalah sebuah danau di kalingga, danau ini begitu luas hingga jika orang yang berada di tengah danau seolah-olah berada di laut.


butuh waktu sekitar 3 hari dengan berjalan santai tapi jika berlari dengan ilmu meringankan tubuh akan butuh waktu 1 hari bahkan bisa kurang.


"baiklah ini salah satu latihan nyata, kita akan menggunakan ilmu meringankan tubuh dan secepat mungkin sampai ke kota kalingga aku sudah tahu tempatnya kau bisa mengikutiku "


"baik guru"


ilmu surya begitu tinggi hingga kecepatan maksimal yang digunakan lintang hampir tidak mampu mengimbangi surya.


surya selalu mengambil jalan yang jauh dari pemukiman manusia karena akan menyusahkan jika sosoknya di kenali manusia, hal ini membuat mereka terkadang menempuh rute yang cukup terjal untuk dilalui.


dalan benak surya muridnya ini mungkin menguasai lingkungan goa namun untuk menggunakan stamina di lingkungan yang luas seperti ini dia rasa harus di benahi, dan dalam pertarungan stamina adalah hal yang wajib dimiliki.


***


pasukan yang bergerak dalam kelompok-kelompok kecil bergerak keluar dari hutan bambu hitam menuju ke arah samudra pasai, pasukan ini dipimpin oleh pendekar-pendekar sakti yang dimiliki oleh teratai hitam. pergerakan mereka terlihat seperti rombongan pengembara yang sedang mencari tempat persinggahan.


banyak dari mereka adalah buronan atau pembunuh bayaran yang bergabung di teratai hitam.


sedangkan di markas rahasia ada beberapa pendekar sakti yang sedang berlatih tanding disaksikan oleh pendekar misterius, disampingnya ada ronggowarsito sedang mengamati latih tanding tersebut.