Babad Jawa

Babad Jawa
Chapter 26 Perpustakaan



petualangan lintang mencari kitab seribu perubahan bukanlah perkara mudah, labirin tak tertembus sebenarnya adalah sebuah perpustakaan yang sangat besar. disebut labirin tak tertembus karena posisi dari rak buku terus berubah menyesatkan ingatan siapapun yang masuk kedalamnya.



selain itu ada penjaga perpustakaan misterius yang hanya dilihat oleh segelintir orang.


untuk mencapai tempat itu lintang hanya harus masuk ke labirin itu, semua orang bisa masuk namun untuk menemukan kitab itu tidak ada yang pernah bisa.


masuk kedalam ratusan buku berterbangan dari satu rak ke rak yang lain. tidak hanya itu rak buku bergerak dengan bebas kesegala penjuru dengan pola yang tidak dapat ditebak. labirin tak tertembus lebih mirip sebuah perpustakaan dengan luas yang luar biasa seolah tak berujung.


labirin ini konon tercipta dari ingatan dari ruh dewa pengetahuan yang hendak berbagi pengetahuan bagi siapapun yang layak. namun karena begitu besarnya perpustakaan itu menjelma seperti sebuah labirin.


lintang masuk kedalam labirin formasi dari rak buku segera berubah dan menampilkan buku-buku dengan informasi yang lintang inginkan. berjalan lebih jauh lintang menjumpai semakin banyak buku yang menarik tanpa sadar jalan kedatangan lintang sudah tidak ada lagi tertutup oleh rak buku.


semakin ke dalam tidak hanya buku bahkan rak buku dan warnanya ikut berubah dan membuat lintang semakin terkaburkan mengenai tujuannya. bau kertas dan tinta memenuhi ruangan tak sengaja lintang menginjak tengkorak dan belulang berbentuk siluman bersamanya ada banyak sekali buku yang terakhir dia baca berserakan.


mendadak semuanya menjadi gelap karena matahari tiba-tiba tidak menampakan dirinya, hawa dingin disertai kabut segera mengisi udara lintang pun menjadi waspada.


pasukan tengkorak mengepungnya dengan senjata berkarat dan perisai dari kayu mereka menyerang lintang. segera lintang menghajar mereka semua


tendangan dan sikuan yang mengenai mereka langsung menghancurkan tubuh mereka namun malah semakin banyak tengkorak yang berdatangan.


tak berapa lama semua tengkorak itu menghilang dari pandangan, seolah tak pernah ada. seekor ular berwarna hitam sepenuhnya muncul, gerakan yang lincah dan cepat di antara rak buku membuat lintang semakin waspada.


yang tak terduga ular lain membelit lintang dan menjatuhkanya ke lantai, belitan semakin kuat nafas lintang semakin pendek dan bunyi gemeretak tulang terdengar seperti kripik.


"ajian musang tehnik aura api" api muncul dari tubuh lintang


api yang yang ada di tubuh lintang membakar ular itu memaksanya melepas belitanya ular lain menerkam dari arah samping namun lintang mengelak dan mendengkul ular itu ke udara.


kali ini ular itu juga menghilang dari pandangan posisi rak buku kembali berubah. dan udarapun kembali seperti semula dan matahari kembali menampakan cahayanya.


seorang wanita muncul dengan pedang tersarung rapi di pinggang dan rambut berwarna hitam.


"kau siapa?" ucap gadis itu sambil memasang kuda-kuda


"kau sendiri siapa, lain kali sebutkan namamj dulu baru berkenalan"


"aku adalah dian aku tersesat di labirin ini "


"namaku lintang aku juga tersesat disini"


mendengar jawaban dari lintang dian segera menyarungkan pedangnya.


"aku sudah 3 hari ditempat ini tanpa hasil"


"hmmmm.... demikian, aku mencari kitab seribu wujud"


"aku... mencari kitab penyembuhan total untuk mengobati saudariku yang sedang sakit keras"


"sepertinya kita bisa saling membantu untuk menemukan kitab itu sama-sama"


"baiklah mungkin kita bisa menyusuri ribuan rak buku disini bersama-sama, bagaimanapun berdua lebih baik daripada seorang diri" ucap dian dengan semangat


selama menyusuri rak buku mereka menemukan banyak sekali pengetahuan dan tentusaja monster berdatangan silih berganti. hingga mereka menemukan sebuah aula yang sangat luas seperti ruang baca dengan banyak sekali koleksi benda-benda yang tidak lazim.


diruangan itu terlihat berbagai macam mahluk yang diawetkan dengan berbagai pose dan bentuk yang aneh, beberapa bahkan sangat mengerikan.


ratusan tiang muncul dari lantai mengurung mereka berdua tiang-tiang itu begitu kuat hingga tidak dapat dibelah dengan menggunakan pedang milik dian. maka terjebaklah mereka di aula.


auman yang sangat keras terdengar dari arah barat, auman ini tidak pernah didengar lintang. dari suaranya terdengar mahluk ini begitu besar.


dari dinding paling barat seekor monster raksasa dengan bentuk seperti kelabang namun berkepala seperti seekor kadal ada 3 pasang tangan di tubuhnya.


ukuran yang begitu besar sangat berbeda dari monster-monster yang sebelumnya membuat dian dan lintang harus bersembunyi dulu untuk mengetahui batas kekuatan monster itu.


"sepertinya kita harus berpencar, kalau kita bersama akan sulit untuk menyerangnya" ucap dian


"kau benar kesempatan kita adalah menggunakan elemen kejutan untuk mengalahkanya"


merekapun berpencar, lintang ke sebelah utara dan dian berada di sebelah selatan. dengan aba-aba dari lintang mereka menyerang monster itu.


"ajian musang api tehnik nafas api" api besar membakar monster itu diikuti dengan tebasan pedang untuk memotong kepala monster itu.


namun rencana itu tidak berjalan dengan baik karena ketika kepala terputus dari badanya tiba-tiba muncul kepala lain dari bekas potongan yang dilakukan dian. selain itu kepala yang terpotong menumbuhkan badan serupa dengan kalajengking dengam sengat.


belum selesai satu monster di tanggani monster berikutnya telah muncul dengan wujud yang berbeda kali ini mirip dengan seekor ayam dengan sebuah tanduk di kepalannya jika di perhatikan lebih baik tubuhnya di tutupi oleh ribuan duri seperti landak. monster itu berlari ke arah mereka melintasi beberapa rak buku dalam sekali loncatan.


"ajian musang api tehnik 12 bola api" dua belas bola api menyerang berturut-turut menyerang monster kelabang dan membakarnya menjadi abu.


dian berlari ke arah monster ayam mengayunkan pedangnya ke arah leher namun ayam itu merunduk, kepala ayam itu segera memanjang menyerang lintang, dengan sigap dia berhasil menghindar. ayam itu membelah menjadi 2 kemudian menjadi 4 dalam sekejap.


banyaknya ayam berukuran besar dan berduri membuat pukulan fisik sama sekali tidak efektif. namun dian punya ide yaitu membakar mereka sekaligus belum selesai monster ayam dikalahkan muncul lagi monster lain berbentuk kelelawar dengan sayap seperti belati.


"baiklah aku akan urus ayam sialan ini kau bisa mengatasi monster kelelawar itu?"


"akan ku usahakan" jawab dian


dian melompat ke arah kelelawar bersiap untuk menebasnya. namun kelelawar itu bisa menghindari serangam itu dengan mudah. dian melempat beberapa pisau kali ini di tangkis dengan gelombang suara yang dihasilkan kelelawar itu. dian mundur mengambil jarak.


ayam-ayam ini memiliki paruh setajam pedang membuat lintang harus sangat hati-hati dalam menghindar, serangan mendadak kearah kaki berasal dari kepala monster kelabang membuat kaki lintang tidak mampu menahan tubuhnya tidak disia-siakan oleh monster ayam itu serangan paruh menghujani lintang membuatnya terlempar ke arah dian.


"monster disini sangat tangguh dan banyak hal tak terduga yang mereka simpan cukup sulit memprediksi pergerakan mereka" ucap lintang seperti kehabisan napas karena sejak tadi menggunakan tenaga dalam


"kau benar kurasa kita harus bekerja sama untuk mengalahkan mereka" satu lawan satu bukan pilihan karena jumlah mereka lebih banyak.


"kita mulai"


"ajian musang api tehnik nafas api "


api yang besar menuju monster ayam namun di halau oleh kelelawar dengan sigap dian melempar kan pisaunya untuk melukai kelelawar, kali ini cukup efektif karena monster kelelawar sedang menahan api lintang.


akhirnya monster ayampun terbakar untuk memastikan kematianya lintang menambah tenaga untuk menghabiskan jasad ayam itu.


hal tak terduga kembali terjadi dari kedua jasad monster muncul mutiara yang bersinar berwarna merah keduanya menuju kemonster kelelawar membuatnya berubah bentuk menjadi gabungan ketiga monster itu


seekor monster dengan sayap kelelawar 2 pasang kepala ayam dan badan seperti kelabang yang panjang. tidak hanya itu monster itu segera membelah menjadi 4 ekor dalam waktu singkat.


"anjirrrrr....... benar-benar tiada habisnya" ucap dian dengan kesal.


"aku mau mencoba tehnik yang aku pelajari dari buku, bisakah aku pinjam pedangmu"


"silahkan.... "


"setelah ini aku harus istirahat karena ini akan menguras tenaga dalamku, dan jika tidak berhasil maka riwayat kita pasti tamat menjadi santapan monster-monster itu"


"ya... tidak ada ruginya mencoba" ucap dian


"tehnik pedang pedang tak berwujud, tebasan tenaga dalam" energi dalam berkumpul di pedang yang di tangan lintang, energi dalam membentuk proyeksi pedang membuat ukurannya menjadi lebih besar beberapa kali namun seringan pedang biasa.


meski surya tidak pernah mengajarkan tehnik pedang namun abirama pernah mengajari tehnik pedang bayangan meski tidak sampai ahli namun lintang cukup mahir menggunakanya.


pedang di tangan lintang menebas monster-monster itu meski ukuranya cukup besar dengan tenaga dalam mata pisau menjadi berkali-kali lipat lebih tajam dan kuat sehingga cukup mudah untuk mengiris monster-monster itu.


pertarunganpun selesai.


lintang segera duduk karena tenaga dalamnya terkuras hampir habis. dian segera menghampirinya.


"kita berhasil"


"sukurlah merek tidak bangkit lagi" ucap lintang dengan lega.


dua buah kotak harta karun muncul di tengah aula.


bertuliskan kitab seribu wujud dan satu lagi kitab penyembuhan total.


suara misterius menggema di ruangan itu


"pilih salah satu kitab itu, kitab yang lain akan hilang"


merekapun saling bertatapan.


"dian saudaramu harus disembuhkan secepatnya "


"tidak bisa demikian kaulah yang membunuh monster itu tanpamu aku sudah mati"


"tak apa, aku tidak terlalu membutuhkan kitab itu"


"tapi lintang, sudah tidak apa-apa salam untuk saudarimu. lintang berteriak aku memilih Kitab penyembuhan total"


"maka kitab seribu perubahanpun menghilang"


lonceng yang sangat kencang berbunyi


Teng.... teng.... teng.....


"selamat kau berhasil lulus" ucap dian,


wujud dian berubah menjadi seorang yang berbeda.


telinganya runcing dan membawa tongkat dengan kristal berwarna merah.


"perkenalkan namaku adalah dionisia sang penjaga perpustakaan tak berujung"


"kau... ternyata ruh dewa "


"ya... ya... ya... aku memang ruh dewa kau sungguh menarik tidak semua orang sebodoh dirimu berkorban untuk orang lain. tapi aku sungguh tersanjung memberikanmu kitab seribu perubahan padamu"


"terimakasih, apa aku masih boleh memanggilmu dian"


"hmmm.... baiklah, hanya untukmu. kau bisa kemari jika ingin mencari informasi atau apapun, sekarang pergilah aku mau istirahat kedatanganmu beberapa bulan ini membuatku sulit tidur"


dian mengayunkan tanganya dan formasi rak buku terbuka dan menuntun lintang keluar dari perpustakaan itu.


lintang segera menuju mataram, ternyata sudah 1 bulan lintang di dunia ruh yang artinya tubuhnya pasti sudah sangat lapar.