
Di sebuah semesta yang lain dari bumi terdapat begitu banyak realitas yang berbeda dengan sejarah yang berbeda dan masa depan yang berbeda.
Ada satu realitas yang menarik karena pada masa itu banyak sekali hal yang ajaib dan luar biasa terjadi pada realitas ini. Cerita ini adalah tentang babad jawa pada realitas yang berbeda dengan dunia saat ini.
Di dunia persilatan terdapat berbagai macam ilmu. Ilmu-ilmu ini meliputi ilmu fisik dan tenaga dalam ilmu fisik berkaitan dengan jurus dan tehnik-bertarung yang dapat dipelajari oleh manusia. Yang kedua adalah ilmu tenaga dalam tidak semua manusia memiliki tenaga dalam dan belum tentu dapat mengendalikan tenaga dalam yang dimilikinya.
Tingkatan tenaga dalam ada 5 tingkat dimana setiap tingkat membutuhkan tehnik penguasaan yang berbeda. Untuk menguasai ilmu berkaitan dengan tenaga dalam manusia harus berguru dan berlatih dengan baik dalam waktu yang cukup lama.
Selain jurus dan ilmu tenaga dalam ada ilmu yang menggabungkan penggunaan kedua ilmu ini disebut dengan ajian. Ajian adalah ilmu yang mengkombinasikan penggunaan jurus maupun tehnik untuk menghasilkan kemampuan unik untuk bertarung maupun sebagainya.
Di dunia ini selain manusia juga terdapat entitas lain yang hidup berdampingan dengan manusia seperti siluman, jin bahkan entitas manusia yang mencapai tingkatan yang lebih tinggi.
***
Desa Kaliwungu adalah sebuah desa yang indah dan damai, pada suatu malam di rumah salah satu warga terdengar suara teriakan wanita yang sedang berjuang melahirkan bayinya.
"istriku kamu harus kuat supaya anak kita bisa lahir dengan sehat" seorang pria yang merupakan suami dari wanita itu
Wanita yang sedang melahirkan adalah Puspa Wulan merupakan pendekar wanita dan seorang putri dari kerajaan Antareja, sedangkan suaminya Abimanyu adalah seorang pendekar yang telah berhenti dari dunia persilatan karena memilih untuk berkeluarga
Tidak jauh dari rumah seorang pendekar sedang mengamati sebuah rumah yang memancarkan aura tidak biasa.
Pendekar yang sudah terlihat adalah Abirama dalam dunia persilatan dia dikenal dengan pendekar pedang bayangan, Abirama salah satu pendekar yang disegani karena ilmu silatnya yang tinggi.
Pendekar itu kemudian menuju penginapan sambil mengamati apa yang sedang terjadi. Melihat pertanda langit malam ini sepertinya hari ini akan terjadi hal menarik dalam pikirnya.
Tidak berapa lama kemudian 8 orang memasuki desa. Mereka membawa golok dan pedang dan didepannya ada seseorang yang berwibawa membawa keris yang disarung dan menaiki kuda tanda bahwa dia adalah seorang bangsawan.
Kartasura adalah seorang bangsawan dari kerajaan Pangelingan dimasa lalu dia mencoba melamar Puspa Wulan tapi ditolak yang menyebabkan Kartasura begitu dendam. Kejadian setelah itu menyebabkan hubungan Pangelingan dan Antareja menjadi renggang dan Puspa Wulan di usir dari kerajaan.
Kartasura telah lama mencari keberadaan Puspa Wulan namun baru kali ini mereka berhasil menemukan keberadaannya dan berniat membalas dendam.
Menjelang tengah malam Kartasura berteriak di depan rumah Abimanyu.
"keluar kau Abimanyu sudah lama aku ingin membuat perhitungan denganmu"
"ada apa kalian ke rumahku" kata Abimanyu
"aku akan membuat perhitungan dengan kalian atas apa yang kalian lakukan, biar pukulan ini bicara"
"sombong sekali bicaramu apa kau lupa siapa terakhir kali bertarung siapa pemenangnya"
"kemarin aku boleh kalah tapi hari ini akan kucabut nyawamu beserta istri dan anakmu, banyak bicara"
Akhirnya mereka bertarung, jurus demi jurus saling beradu akhirnya Kartasura terdesak, namun ketika sudah terpojok Kartasura mengeluarkan keris pusaka yang dibawanya.
"keris nagabayu"
Seketika angin yang sangat kuat berhembus memutari tubuh Kartasura. Kartasura melayang di udara dan tubuhnya menjadi ringan, pukulan Kartasura menjadi lebih cepat dan kuat.
Perlahan-lahan Abimanyu terpojok karena tidak dapat mengimbangin kecepatan dan kekuatan Kartasura. Dalam pikiranya ternyata kekuatan keris itu membuat dirinya kewalahan, ditambah lagi dengan luka dalam yang diterimanya ini akan sulit.
“Bagaimana Abimanyu lebih baik kau menyerah saja biar ku gorok lehermu tanpa rasa sakit”
“Boleh juga pusakamu sepertinya aku harus menggunakan jurus andalanku juga”
"ilmu memperkuat tubuh ajian air terjun membelah batu"
Pergerakan Abimanyu tiba-tiba menjadi lebih cepat dan sangat kuat meskipun ditahan pukulan yang telah mengenai tubuh tetap meninggalkan bekas dan membuat Kartasura terdorong kebelakang.
Tidak berapa lama kemudian akhirnya Kartasura terpojok akhirnya mengerahkan pengikutnya untuk ikut menyerang, namun karena perbedaan ilmu yang cukup tinggi para pengikutnya terpental satu persatu. Hingga akhirnya tersisa Kartasura hal yang tidak terduga pun terjadi.
Kartasura berhasil menusuk punggung Abimanyu, namun tanpa menghiraukan lukanya Abimanyu melepaskan pukulan yang sangat kuat sehingga Kartasura terpental kebelakang.
Dengan kondisi sekarang ditambah luka dalam yang dideritanya akhirnya Abimanyu tersungkur darah segar mengalir dari mulutnya dan tenaganyapun habis. Mengetahui kondisinya Kartasura segera melemparkan pisau yang menghujam jantung Abimanyu akhirnya Abimanyu mengembuskan nafas terakhirnya.
Abimanyu masa dimasa mudanya adalah pendekar yang sangat berbakat. Abimanyu ketika masih kecil menjadi korban perampokan seluruh keluarganya di bunuh menyisakan dirinya karena diselamatkan oleh pendekar yang kebetulan lewat.
Abimanyu dijuluki pendekar cahaya karena ketika dia menggunakan kekuatanya kecepatanya sangat tinggi hingga sulit untuk dilihat dan pedangnya yang bersinar adalah tehnik yang dia gunakan.
Dengan bakat yang amat tinggi Abimanyu berkelana mencari pengalaman hingga dirinya bertemu Puspa Wulan yang sedang di hadang oleh sekawanan perampok, Abimanyu pun mengalahkan para perampok dan membebaskan Puspa wulan.
Ketika mengantar kembali Puspa Wulan ke kerajaan perlahan-lahan perasaan cinta muncul di antara keduanya, sadar bahwa Puspa Wulan adalah orang yang dicintainya akhirnya ada niatan Abimanyu untuk melamar Puspa wulan.
Tak disangka ternyata Kartasura yang merupakan salah satu bangsawan Pangelingan terlebih dahulu melamar Puspa wulan, namun karena Puspa Wulan telah terlanjur jatuh hati kepada abimanyu maka ditolaklah lamaran dari Kartasura.
Maka pulanglah Kartasura dengan penuh kebencian ingin membalas dendam karena merasa telah dipermalukan. Tak lama kemudian Kartasura mengetahui bahwa yang menyebabkan lamarannya ditolak adalah kehadiran Abimanyu maka timbulah niat Kartasura membunuh Abimanyu.
Maka di utuslah beberapa pembunuh bayaran untuk membunuh Abimanyu namun selalu gagal karena kesaktian Abimanyu. Hingga akhirnya Kartasura sendiri berhadapan dengan Abimanyu.
Jurus dan ajian dikerahkan untuk melukai satu sama lain hingga akhirnya Abimanyu keluar sebagai pemenang dan Kartasura tidak lagi mengganggu hubungan mereka.
Abimanyu akhirnya menikah dengan Puspa Wulan namun tidak disetujui oleh raja karena Abimanyu bukan merupakan bangsawan. Dengan berat hati keduanya menjalani masa pengasingan dan hidup jauh dari kerajaan.
Setelah membunuh Abimanyu, Kartasura menuju menuju ke rumah Abimanyu. Berniat membunuh Puspa wulan, di dalam rumah sedang menahan rasa sakit karena sedang melahirkan.
Brakkk...
Terlihat nenek dan kakek tersungkur karena berusaha menghentikan Kartasura
Sampai di dalam Kartasura kaget karena tidak menemukan Puspa wulan, pintu belakang rumah terbuka menandakan Puspa Wulan meninggalkan rumah menuju ke hutan.
Terengah-engah Puspa Wulan berlari menuju hutan disisa-sisa tenaganya berusaha menyelamatkan bayinya
“Malang benar nasibmu nak, kamu belum sempat bertemu dengan ayahmu kata” Puspa sambil menangis.
***
Tak jauh dari rumah Abirama mendengar suara pertarungan segera menuju ke arah keributan.
Sesampainya di rumah terlihat beberapa pendekar telah tergeletak di tanah, kemudian Abirama mendekati salah satu pendekar yang merupakan Abimanyu.
“Tak kusangka kau akan gugur disini, andaikan aku tahu aku pasti membantumu” kata Abirama dengan nada yang sedih
Tak lama kemudian terdengar suara perempuan berteriak.
Tolong....
Mendengar suara itu Abirama bergegas menuju ke asal suara dan mengamati seorang wanita yang dikepung oleh beberapa lelaki. Abirama segera menengahi perkelahian ini
“Kisanak kenapa kalian mengeroyok wanita ini, tidakkah kalian punya harga diri??”
“Diam kau jika tidak mau nyawamu melayang lekas tinggalkan tempat ini, sahut Kartasura dengan suara lantang”
“Tidak aku tidak akan meninggalkan tempat ini dan berdiam diri dengan tingkah laku kalian”
“Kalau begitu biar pukulanku yang membungkam mulutmu” ucap Kartasura dengan angkuhnya
Kemudian keduanya beradu jurus dan pukulan namun karena kesaktian Abirama tanpa menggunakan pedang sekalipun Kartasura sudah terpojok.
Kemudian Kartasura mengerahkan 4 pendekar yang tersisa untuk membantu menghadapi Abirama.
Pukulan demi pukulan dihindari dan satu persatu pendekar yang di bawa Kartasura tumbang akhirnya tersisalah Kartasura sendiri.
Kartasura menggunakan pusaka keris nagabayu dan melawan Abirama namun itu tidak terlalu berpengaruh bagi Abirama
“Ajian pedang bayangan”
Seketika itu sosok Abirama menghilang dari pandangan dan mendadak banyak sayatan muncul di tubuh Kartasura. Kartasura segera mengerahkan kekuatanya
"ajian ragabayu"
Kartasura menjadi diselimuti angin yang menghalau serangan yang datang padanya. Namun tetap saja masih ada luka yang diterimanya.
Mengetahui dirinya akan kalah Kartasura menggunakan kekuatan terakhirnya untuk lari dari pertarungan.
Kemudian Abirama menghampiri Puspa Wulan yang nafasnya telah di ujung tenggorokanya
"kakak seperguruan aku adalah Abirama adik seperguruan dari Abimanyu kita pernah bertemu sebelumnya, maaf datang terlambat"
"Mungkin ini sebuah takdir, aku mohon kepadamu jagalah anak ini karena sepertinya aku tidak akan bertahan lebih lama."
" aku akan menjaga anak ini sampai dia bisa melindungi dirinya sendiri, sebagai penebusanku karena tidak bisa berbuat lebih untuk menolong kalian"
"terimakasih banyak, jasa baikmu tidak dapat kami balas di kehidupan ini kuharap kehadiranya dapat menjadi penghibur hidupmu"
Kemudian Puspa Wulan menghembuskan nafas terakhirnya.
Anak yang belum sempat diberi nama ditangan Abirama diberikan nama lintang samudra. Di hari kelahiran anak ini bintang bersinar lebih cerah dan terlihat kumpulan bintang yang seolah mengalir seperti sungai menuju samudra.
Dalam benak Abirama mungkin inilah pertanda yang dimaksud, anak ini sepertinya memiliki takdir yang luar biasa. Aku akan menjadikanya murid untuk menebus kesalahanku.
Maaf jika tulisan author masih membingungkan author berusaha memperbaiki kesalahan yang ada, silahkan komentar jika ada yang salah author sesegera mungkin memperbaikinya.
***Maaf para pembaca sekalian mohon bantuanya untuk konfirmasi dengan like atau jempolnya sukur-sukur bisa di vote, author sedang mempertimbangkan untuk menyelesaikan novel ini jika memang sedikit peminatnya hal ini karena kesibukan dan lain sebagainya di dunia nyata.
konfirmasi yang saya maksud adalah untuk memastikan jika memang para pembaca benar-benar menikmati atau menginginkan kelanjutan dari novel ini***.
mohon maaf sebelumnya salam sehat selalu