
dengan membawa kitab seribu perubahan ke raja mataram maka lintang akan dibebaskan dari mantra pengikat yang membuatnya tidak bisa meninggalkan dunia ruh. hal ini membuat lintang bergegas menuju kerajaan mataram.
di depan pintu gerbang lintang segera dikawal oleh penjaga untuk menemui raja mataram. kali ini mereka tidak menyerang lintang karena mengetahui lintang diberikan hukuman langsung dari raja.
sampai di ruang aula lintang segera memberi hormat kepada raja.
"kau sudahkan menemukan kitab seribu perubahan yang aku inginkan?"
"sudah raja ini dia" lintang menunjukan kitab yang diperolehnya dari benteng tak tertembus
"bagus hukumanmu telah terlaksana, ngomong-ngomong sepertinya aku belum memperkenalkan siapa namaku aku adalah anubis penguasa mataram"
"terimakasih baginda atas kebaikanmu, namaku adalah lintang "
"hmmm demikian aku akan melepas mantra pengikatmu"
cahaya berwarna merah kehitaman muncul dari tangan anubis dan menyelimuti tubuh lintang dan melepaskan segel yang ada ditubuhnya dengan demikian lintang bisa leluasa meninggalkan dunia ruh.
"terimakasih paduka saya pamit dulu"
lintang menuju ke tempat kedatanganya dan segera kembali ke tubuhnya berada
Lintang kembali ke dunia nyata namun keanehan terjadi karena dia tidak benar-benar merasa lapar hanya saja dia merasa tubuhnya lebih ringan. orang yang pertama kali dia cari adalah ardan karena peristiwa ini. tak disangka di ruang ardhan ternyata dia sedang bersemedi sepertinya dia juga sedang mengunjungi dunia ruh. akhirnya lintang mengurungkan niatnya dan mencari makanan di hutan dengan wawa.
di hutan sebenarnya ada begitu banyak siluman yang tinggal dengan tingkat yang bervariasi namun karena kekuatan ardhan yang tinggi mereka enggan mendekati wilayah ini. lintang sedang namun kerena penasaran lintang mencoba menyusuri pulau lebih jauh.
hutan hijau yang lebat dan udara yang sejuk membuat hari itu terasa menyenangkan, tak terasa lamunan membawanya ke ingatan masa lalu tentang padepokan agra leksana bersama kedua sahabatnya, terlintas bayangan bagaimana mereka biasa bersaing dan bertengkar untuk hal-hal yang sederhana. sangat rindu adalah satu kata yang menggambarkan keadaan hatinya. dalam hatinya "aku akan kembali segera ke padepokan setelah berhasil menyelesaikan tugas dari guru surya" sebenarnya sekarang dia bisa melarikan diri dan menuju ke padepokan namun melihat apa yang dilakukan gurunya selama ini ditambah dengan luka yang dideritanya maka sangat tidak mungkin baginya meninggalkan gurunya.
tak lama kemudian terdengar suara yang cukup keras seperti sebuah batu yang jatuh dari tempat tinggi, setelah diamati ternyata seekor mahluk berkepala kambing dan bertubuh manusia gemuk menggunakan godam dari batang pohon jati mendekat ke arahnya. ternyata suara batu jatuh tadi adalah bunyi serudukan siluman kambing itu
"siluman kambing "
tanpa aba-aba kambing itu berusaha menyeruduk lintang. lintang berusaha menghindari kambing dengan meloncatinya serudukan kambing itu mengenai sebuah pohon besar dan menumbangkan pohon besar itu. melihat hal ini lintang menjadi waspada.
"wedus gembelll.....l" lintang meninju kepala kambing itu. namun tinjunya di hindari oleh kambing itu, sebuah ayunan godam mengarah ke pinggang lintang, lintang menghindarinya dan menendang tangan yang memegang godam itu sehingga siluman itu melepaskan godamnya. siluman itu semakin marah dan memegang kaki lintang dan memutarnya di udara untuk di banting ke tanah.
siluman kambing itu segera membanting lintang namun kakinya mengunci kepala siluman itu dan membuat lehernya terkunci. siluman itu tercekik dan mencoba memukul lintang dengan tangan kanannya namun lintang segera meloncat dan pukulan itu mendarat di kepala siluman kambing. tak menyia-nyiakan kesempatan ini lintang mensiku kepala siluman kambing itu dari udara hingga tanah di sekitar kambing itu membentuk cekungan dan meruntuhkan tanah yang dipijak lintang.
siluman itu langsung tewas namun lintangpun terjatuh ke reruntuhan goa yang cukup dalam, lintang jatuh untuk waktu yang cukup lama hingga beberapa menit terjatuh lintang masih belum mencapai dasar, semakin dalam udara semakin dingin dan gelap sampai di dasar lintang tercebur ke sebuah danau yang cukup besar. begitu gelap dan suara gemericik air terjun dari langit-langit goa memenuhi tempat itu.
cahaya biru terang bersinar tepat di bawah Lintang tiba-tiba seekor ikan menyala berwarna biru seukuran buaya dewasa menyambar lintang namun lintang berhasil menghindar. tak lama kemudian kelelawar dengan mata hijau menyala menyambar ikan itu ukuran kelelawar dua kali lebih besar dari ikan itu sehingga mudah baginya mengangkat ikan itu.
lintang segera mengeluarkan ilmu meringankan tubuh untuk berdiri diatas air, namun apa yang ada dihadapan adalah sesuatu yang mengerikan, ratusan pasang mata hijau terbangun di langit-langit goa, suara kepakan sayap menderu di dalam goa memecah kesunyian. lintang segera memasang kuda-kuda untuk menyerang.
"jurus musang api tehnik beladiri musang " lintang menggunakan beladiri musang untuk menyerang kumpulan kelelawar itu, tinju lintang menyala dan mengeluarkan tenaga yang besar. lima ekor kelelawar menghampiri lintang satu kelelawar dia tinju hingga terpental jauh. kelelawar berikutnya datang lintang mensiku kelelawar itu kali ini dua kelelawar sekaligus menyerang lintang. satu kelelawar dihabisi menggunakan tumit dan segera salto menghadapi dua kelelawar sisanya dengan tendangan berputar. setiap serangan yang dilancarkan lintang mengeluarkan lecutan api. namun hal ini tidak membuat lintang senang karena masih ada ratusan lagi kelelawar di sana.
kali ini mereka menyerang dalam kelompok besar membuat lintang tidak mungkin menggunakan ilmu bealdiri.
"ajian musang api tehnik nafas api " semburan api keluar dari mulut lintang dengan ukuran yang sangat besar membuat barisan depan kelelawar tidak dapat menghindarinya, puluhan kelelawar terpanggang hanya tersisa badannya karena hangus. bau rambut yang terbakar tercium di udara membuat kelelawar - kelelawar itu ketakutan dan meninggalkan tempat. dengan api yang baru saja disemburkanya lintang mengamati ada sebuah goadi tepi sebelah barat.
lintang segera berlari ke tepi menuju goa tersebut karena bisa jadi ada siluman atau monster lain yang menyerangnya. di goa itu ternyata adalah sebuah lorong menuju ke tempat lain, suara perut lapar terdengar lintang yang begitu lapar menemukan siluman kambing yang dikalahkanya di awal dan memanggangnya. lumayanlah daripada mati kelaparan atau makan bangkai kelelawar.
suasana di dalam lorong itu mengingatkan lintang dengan goa milik gurunya di gunung tangkuban prahu membuat lintang mudah beradaptasi dengan lingkungan goa, namun goa disini lebih kotor dan bau kotoran kelelawar membuat lintang ingin segera meninggalkan goa ini.
***
sailendra memulai penaklukan di daerah sekitar kerajaan teratai hitam kabar ini tentusaja sangat cepat tersebar dan menimbulkan kepanikan di daerah-daerah yang dekat dengan teratai hitam. sihir dari trisusetya menghasilkan terror yang mencekam membuat prajurit atau pendekar yang melawan ciut nyalinya. bagi desa yang telah ditaklukan laki-lakimuda akan dijadikan prajurit sedangkan orang tua akan dipaksa kerja di ladang bersama dengan para wanita hasil dari panen mereka sebagian akan diambil oleh teratai hitam sedangkan sisanya untuk mereka.
namun tidak semua orang melihat ini sebagai bencanasebagian orang menganggap penaklukan ini sebagai kesempatan untuk memperbaiki nasib ataupun untuk membuktikan kemampuan diri biasanya merekaadalah orang yang tidak puas dengan kerajaan samudra pasai dan benci dengan politik mereka. maka mereka menggap momen ini sebagai game changer hal ini tentunya akan memudahkan pasukan teratai hitam dalam penaklukannya.
kabar penaklukan ini membuat geram kerajaan pangelingan merekapun segera mengirim pasukan untuk menjaga perbatasannya karena semakin lama semakin mendekati daerah pangelingan. hal ini tentusaja membuat raja menjadi geram. selain itu pangelingan kabarnya melakukan perekrutan pasukan besar-besaran bersiap untuk perang terbuka antara teratai hitam dengan pangelingan.
pangeran kartasura menemui seorang pendekar dengan topeng berwarna merah.
"apa kau membawakan baju zirah yang kau janjikan" ucap kartasura
"tentusaja harga 700 keping emas adalah harga yang murah untuku"
"baiklah ini dia " sebuah peti berisi baju zirah batara ireng diberikan kepada kartasura
"dengan ini kesaktianku akan meningkat dan tidak ada senjata yang mampu menenbus baju ini "
"pelanggan yang puas adalah kesuksesan sesungguhnya" pendekar itu segera pergi
kartasura mempunyai kesaktian yang tinggi ditambah dengan keris naga bayu yang dia punya hanya sedikit orang yang mampu mengalahkanya di tambah darah kesatria kalingga yang mengalir di darahnya hal ini membuat kesombonganya begitu tinggi.
diantara ketiga saudaranya saat ini yang paling sakti adalah kartasura mampu mencapai pendekar batara di usia sekarang adalah bukti nyata pencapaianya namun sifat kartasura yang suka main perempuan dan bermabuk-mabukan membuat raja sedikit ragu untuk menunjuknya sebagai pewaris.
setelah mendapatkan baju zirah itu kartasura mencoba kesaktianya dengan menuju hutan, kartasura mencari siluman yang cukup kuat untuk mengukur kekuatannya, salah satu hutan yang paling angker di kalingga adalah hutan godong areng hutan ini di huni oleh siluman sakti bernama, jenar baplang konon kekuatanya setara dengan pendekar batara.
jenar baplang adalah siluman yang sering memangsa manusia sehingga kekuatanya terus meningkat selama berpuluh-puluh tahun. siluman ini sangat sulit untuk dikalahkan dan selalu berhasil lolos manakala sedang dikepung. tidak ada yang pernah berhasil selamat setelah mengetahui wujudnya sehingga tidak ada orang yang benar-benar tahu wujud asli siluman ini.
berjalan selama 3 hari di hutan kartasura menemukan sebuah batu bertuliskan
"nyawamu adalah 10 langkah ke depan" membaca tulisan ini membuat kartasura penasaran apa maksud sebenarnya dari kata-kata itu, dan memperaktikan apa yang dimaksud 10 langkah.
setelah 10 langkah kedepan sebuah gempa kecil mengguncang tempat itu membuat kartasura bersiaga, sebuah tangan muncul dari dalam tanah mencoba mencekik kartasura namun dia memotongnya.
"siapa kau tunjukan wujudmu?
sesosok siluman cacing keluar dari dalam tanah seperti sebuah bunga yang bermekaran namun berwajah seorang laki-laki
"aku dalah jenar baplang akan mewakili malaikat maut untuk mengantarmu ke surga"
"bajindal sombong sekali, hari ini kau akan kehilangan nyawamu "
"hahaha.... kita buktikan saja kalau demikian"
sebuah tubuh keluar dari mulut cacing itu menggunakan pecut dari tulang belakang manusia. tak mau kalah darinya kartasura mengeluarkan keris naga bayunya. adu kesaktian pun terjadi.
dengan kecepatannya kartasura menghalau serangan dari jenar baplang memotong pecut yang dia bawa hingga tak bersisa. kali ini jenar langsung mengeluarkan senjata lain yaitu pisau tulang rusuk manusia. bagaikan sebuah pisau tulang-tulang itu menghujani kartasura membuatnya dalam posisi bertaha.
namun dari belakang kartasura beberapa tangan membawa tulang rusuk mencoba menikamnya kali ini kartasura tidak menyadarinya.
"tamat riwayatmu dasar manusia jahanam"
namun keanehan terjadi karena pisau-pisau itu justru patah saat bersentuhan dengan tubuh kartasura.
"hmmm.... menarik" serangan pisaunya tidak dapat menembus baju zirah ini
"ajnian cacing tanah tehnik pengubur jasad"
masih melamun karena kagum kaki dan tangan kartasura di genggam oleh beberapa tangan dan menariknya kedalam tanah.
"bangkai dasar siluman cacing kau mau menguburku rupanya" semakin lama tubuh kartasura terbenam kedalam tanah tanpa bisa bebrbuat banyak.
berada di dalam tanah jenar baplang merasa di atas angin. namun tiba-tiba hal menarik terjadi.
"ajian naga bayu, jurus udara tekanan tinggi" sebuah ledakan yang cukup keras membuat tanah menjadi berlubang dan menghancurkan tangan yang tadi menahannya.
"sosok jenar baplang menghilang dari pandangan mungkin karena ledakan yang ku buat"
ledakan yang cukup keras membuat jenar baplang memutuskan untuk tidak lagi melanjutkan pertarungan namun kartasura yakin dia terluka parah. selain itu kartasura menjadi lebih percaya dengan kemampuan dari baju zirahnya karena dia sama sekali tidak terluka.