
Indira jatuh kearah pepohonan di hutan dan segera bangun dan mengejar rombongan. padepokan pedang langit mewariskan tehnik pedang pengait ke beberapa muridnya indira sebenarnya salah satu murid yang berhak mempelajarinya namun karena cukup susah indira jarang menggunakanya.
namun kali ini situasi berkata sebaliknya dia harus menggunakan tehnik pedang pengait untuk bisa naik kembali ke punggung badak trianggulum.
"baiklah indira kau bisa melakukanya" ucap indira menenangkan kepesimisanya dalam menggunakan jurus ini.
di atas punggung badak kinanti bertempur dengan sengit dengan beberapa perampok sekaligus. bajunya koyak dibeberapa bagian membuat para perampok semakin ganas karena nafsu.
kabut makin tebal sementara jeritan utina terdengar karena sedang diikat maman dan sulawi tidak dapat berbuat banyak karena keduanya tidak mungkin bertarung.
indira menggunakan tehnik pedang pengait dan mengayun dari pundak raksasa itu dengan cepat menyambar beberapa perampok yang sedang mencoba mengikat utina. dua kepala perampok itu terlepas dari leher membuat suasana jadi mencekam
para perampok tidak melihat siapa yang menyerang mereka sampai sambaran kedua menyerang mereka dari samping kiri badak. kali ini suara teriakan terdengar karena indira gagal memotong leher perampok itu.
suara decitan tali baja yang tergulung disertai teriakan penuh rasa sakit memecah tawa para perampok yang merasa berada di atas angin, kini bagai tikus yang diincar seekor elang.
sambaran ketiga menyerang perampok yang berada di atas kepala siluman raksasa yang merupakan pengguna jurus kabut. dan kabutpun perlahan-lahan mulai menghilang karena pengguna jurus kabut telah di habisi oleh indira.
"kau tua bangka, waktumu hidup kurasa sudah habis" teriak kinanti ke arah ucup keling
"apa kau bilang beraninya, kelompok pemanah incar wanita itu" perampok yang berada di tubuh raksasa melesatkan anak panah ke arah kinanti.
salto dan manuver pengelakan dilakukan kinanti dengan mudah sambil mendekati ucup keling.
kesempatan ini tidak disia-siakan oleh indira dan segera membebaskan utina yang terkena jerat serta sulawi dan maman yang telah diikat oleh perampok.
"kau pikir jurusku hanya sebatas cakram ini saja, kau salah besar"
sebuah kapak dilemparkan utina dari tasnya
"tehnik kapak buas" jurus kapak kinanti memang jarang digunakan kecuali dalam keadaan yang terpojok seperti ini.
lima perampok menyerang kinanti mereka beradu senjata dengan kinanti. satu persatu dari mereka merasakan tebasan dari kinanti hingga tersisa ucup keling.
memahami dirinya sedang terpojok ucup keling segera melompat menuju ke arah
"tehnik kapak jurus pengoyak hutan" lemparan kapak kinanti seperti melempar cakram yang biasa digunakannya disertai pisau angin menebas tubuh raksasa menjadi dua bagian dan terus berputar
ucup keling berusaha kabur ke arah hutan namun indira dengan tehnik pedangnya segera menebasnya tanpa ampun seperti sepotong buah.
perampok yang tersisa segera melarikan diri karena mengetahui pimpinanya telah di kalahkan.
***
beberapa bulan berlalu kini lintang telah mencapai penguasaan ilmu roh tingkat menengah. selama itu juga surya telah bertapa untuk memulihkan keadaanya.
"lintang apa yang aku ajarkan kepadamu adalah sebuah ilmu mentah kau harus mengasahnya dengan pengalamanmu untuk mengetahui seberapa jauh kekuatanmu dapat berkembang"
"baik guru hari ini aku akan menjelajahi dunia ruh dengan kekuatanku sendiri, sambil meningkatkan kemampuanku"
"hmmm seperti itu aku mendukungmu jika demikian, pastikan kau ingat-ingat jalan kembali"
"baik guru"
lintang pun memasuki dunia ruh kali ini dia akan menuju kesuatu tempat yang dia baca di perpustakaan milik ardhan yaitu istana terbang.
istana terbang sesungguhnya adalah reruntuhan kastil kuno yang mengambang di udara disana banyak sekali ruh yang hidup dan tinggal di tempat itu.
menyusuri jalan-jalan yang ada membuat lintang membayangkan bagaimana rasanya berjalan di kota seperti ini ketika masih masa jayanya. berjalan lebih jauh lintang melihat sebuah prasasti dengan tulisan tangan manusia. bertuliskan
; negri terbang milveda tempat bernaung dari teriknya dunia adalah permata di dunia ruh tertanda Alexander Agung;
siapa alexander agung ini sepertinya dia adalah manusia yang bersinggah di tempat ini pikir lintang.
berjalan lebih jauh dia menemui mahluk-mahluk ruh dengan wujud seperti hewan dan tumbuhan. mereka merasa takut dengan kehadiran manusia.
tak jauh dari sana ada dua mahluk yang saling bercengkrama dengan jubah berwarna merah dan yang lain berwarna biru yang yang menutupi kepalanya.
"kau membawa mata-mata"
"apa maksudmu aku tidak ....."
"perjanjian kita batal" sosok yang memakai jubah merah segera menghilang
tak lama kemudian sosok ber jubah biru memandangi lintang, matanya seperti mata seekor ular berwarna kuning dengan kelopak mata berwarna hitam. dari tubuhnya terlihat dia adalah seorang perempuan. sosok biru itupun memghilang.
sebelum menghilang sosok biru menjatuhkan sebuah mahkota berwarna emas secara tidak sengaja.
"yahhhh.... asal memghilang saja mereka" lintang pun memungut benda itu. dan membawanya kali ini lintang akan menuju ke tempat berikutnya. yaitu sebuah kota ruh yang hidup waljinah.
waljinah adalah sebuah kota gaib yang cukup ramai. disini juga ada pasar gaib bukanlah pasar seperti biasa disini ada manusia, siluman bahkan jin berada pasar ini menggunakan mata uang yang berbeda yaitu batu energi.
batu energi adalah sesuatu yang dapat menambah energi penggunanya batu energi dapat digunakan oleh siapapun dan akan meningkatkan energinya. batu energi dapat dibuat dengan memadatkan energi dalam ke bentuk sebuah kristal energi inilah yang dimaksud dengan kristal energi.
lintang tidak punya batu energi karena dia memang belum bisa membuatnya.
berjalan-jalan di kota waljinah terlihat banyak sekali hal yang aneh dan belum pernah dia lihat sebelumnya. atraksi yang memukau, benda-benda ajaib seolah lintang berada di dalam mimpi.
tak jauh dari tempatnya berdiri ada toko makanan yang buka, lintang heran bagaimana ruh bisa makan sedangkan ruh sendiri bukan wujud fisik. setelah masuk baru lintang paham ruh diberi makan dengan pengetahuan terlihat disana ada papan informasi yang berisi kenangan dan pengetahuan. hal ini menjadi makanan untuk ruh dan membuatnya semakin kuat.
maju lebih jauh lagi lintang mendapati sebuah toko barang antik disana terlihat barang-barang yang kurang lebih sama dengan yang ada di dunia nyata. penjaga toko yang baik segera mempersilahka ya masuk, karena penasaran lintang menanyakan apa benda yang barusan dia temukan.
tak disangka apa yang ditunjukanya membuat penjaga toko menjadi berubah ekspresi ketakutan.
"ini adalah mahkota nagaswara, mahkota ini adalah milik raja monyet sun wukong, benda ini harusnya sudah musnah ratusan tahun yang lalu bersama lenyapnya sang raja monyet"
"ada orang yang tidak sengaja menjatuhkanya dan aku memungutnya, apa yang kau maksud sun wukong yang mempelajari kitab raja kegelapan?"
"benar sekali .... itu adalah sosok yang sama"
"jika tidak ada lagi yang ingin kamu tanyakan aku mau menutup tokoku dulu ya"
melihat gelagat pemilik toko yang tidak baik lintang segera meninggalkan toko itu.
didepan toko ada sepasukan manusia dengan kepala berbentuk ular piton. menghadang jalan lintang.
"kau serahkan mahkota itu atau kau akan mati disini"
"seenaknya saja kau mau membunuh orang, memang apa salahku?"
"kau masih berani mengelak, kau dengan lancang mencuri mahkota nagaswara"
"aku tidak mencurinya"
"banyak cingcong serang...." pasukan ular itu menyerang lintang.
penduduk yang melihat kejadian ini segera memyingkir karena takut terlibat dengan urusan mereka.
dengan kemampuanya beberapa pasukan seperti ini dapat dikalahkanya tanpa keringat namun lintang hanya menghajarnya dan tidak mencabut nyawanya.
"aku bahkan tidak tahu siapa kalian?"
"ampum tuan kami hanya menjalankan perintah"
"aku tanya siapa kalian??"
"kami dari kerajaan mataram tuan, apa tuan sama sekali tidak tahu?? "
"sejujurnya aku baru pertama kali ke kota ini, namun aku pernah mendengar kerajaan gaib mataram"
"jangan bunuh kamk tuan"
"aku tidak akan membunuh kalian, kalau kalian meninghalkan tempat ini dalam 3 hitungan"
"satu.... dua..... " belum sampai hitungan ketiga para prajurit telah lari tunggang langgang
seorang berambut panjang berwarna abu-abu dan berbaju hijau tua mengamati pertarungan lintang.
"nak siapa namamu?" orang itu bertanya
"aku lintang, apa kau juga mau bertarung seperti mereka?"
"tidak-tidak aku hanya kebetulan lewat, namaku tubagus anumerta kalau boleh aku akan mentraktirmu di kedai kopi di dunia nyata"
"iya mungkin kapan-kapan kita bisa berjumpa lagi"
lintang meninggalkan laki-laki itu dan memasuki portal ke tempat lain. tinggalah laki-laki itu belum beranjak
"aku sepertinya tidak salah orang, tapi dia terlihat jauh lebih muda" gumam tubagus
tak lama kemudian banyak pasukan segera muncul untuk mencari keberadaan lintang.
ketika kembali ke dunia nyata sebuah tato muncul di telapak tangan lintang. lintang pun menceritakan tentang mahkota nagaswara kepada ardhan.
kemudian dia menjelaskan bahwa mahkota itu menurut legenda adalah sebuah kunci untuk membangkitkan raja monyet, dan sedang menjadi perebutan beberapa kerajaan.
benda-benda di dunia ruh tidak dapat dibawa secara langsung ke dunia nyata atau fisik namun akan tersimpan dalam beberapa bentuk diantaranya tato, ataupun kalau itu adalah bawaan lahir akan muncul sebagai tanda lahir.
mungkin kamu pernah mendengar sosok yang ketika lahir disertai dengan gejala alam hal itu karena kemungkinan si bayi membawa benda ruh di tubuhnya.
dengan antusias lintang mendengarnya. petualangannya hari ini berhasil memberinya banyak sekali pengetahuan dan pengalaman. seperti pepatah pengalaman adalah guru terbaik.
*untuk para pembaca cerita ini saya buat dengan alur yang berbeda dengan novel biasa saya mebuatnya seperti sebuah puzzle yang akan tersusun menjadi gambaran besar.
saya membuat beberapa daerah atau karakter dengan nama yang lokal supaya penghargaan atas tokoh daerah menjadi lebih dominan untuk memperkenalkan bahwa nama lokal sama baiknya dengan nama asing
salam kepada pembaca yang memberikan komentar baik sebagai motivasi atau komentar pedas sebagai introspeksi diri dan menjadi penulis yang lebih baik saya selalu bersyukur dengan komen2 para pembaca sangat menyenangkan dan saya harap para pembaca dapat memberi saya inspirasi
terimakasih banyak*