
Gitasena dan hutasena berada di markas teratai hitam beberapa pendekar tidak bisa menuju ke kerajaan teratai hitam karena terluka.
"meski sudah membaik kau belum bisa bertarung"
"ini semua gara-gara pendekar bajindul itu"
"kurasa kau terlalu meremehkan kemampuannya, sampai keadaanmu seperti ini"
hutasena terdiam menyadari kesalahannya.
"aku akan berlatih bagian kitab raja kegelapan selagi menunggumu sembuh, asalkan kau sudah sembuh membunuhnya adalah perkara mudah"
"sudah berapa lama aku tidak sadarkan diri?"
"hampir 3 hari kau tidak sadarkan diri, guru memberikanmu banyak pil karena lukamu cukup dalam"
"dimana guru?"
"guru berada di kerajaan teratai hitam"
"apa maksudmu kerajaan teratai hitam"
"mahaguru sailendra telah berhasil menaklukan samudra pasai dua hari yang lalu"
"luar biasa master kita"
gitasena dan hutasena menuju ke lapangan di belakang markas teratai hitam untuk berlatih kitab raja kegelapan.
***
pagi itu di tempat restoran sulawi dan indira memesan cukup banyak makanan di restoran. kemudian anjani, kinanti dan utina bergabung dalam meja tersebut.
"sepertinya kalian sedang pesta" ucap kinanti
"hahaha.... guru sulawi sudah 3 hari tidak makan jadi dia menebus porsi makanya" indira tersenyum geli
"aku juga mau pesan makanan " ucap utina
"melihat utina memesan makanan, aku jadi punya pengalaman buruk" ujar kinanti
"hahaha.... yang di restoran sukasari ya kak, yang kakak pesan sop akar mangga ya..." celetuk utina dengan nada sedikit mengejek
"ohhhh... disitu aku juga pernah makan disana, makanan ditempat itu memang absurd aku pernah pesan bubur kayu jati dan memang enak" ucap anjani
kinanti dan utina saling melihat dengan ekspresi yang tercengang tidak percaya bagaimana mungkin kayu dimakan oleh sahabatnya itu.
"sukasari adalah desaku dan kebetulan pengelola restoran itu adalah kakakku" kata sulawi
kali ini mulut kinanti dan utina terbuka lebar saking terkejutnya. dalam benak kinanti untung kami belum bilang macam-macam, sungguh mengejutkan ternyata dunia ini cukup sempit.
"kau adik kandung kendra?"
"bukan saudara kandung sih, tapi kami diadopsi oleh orang tua angkat kami, aku dan kakaku hidup cukup keras, kakak memutuskan menjalankan usaha ayah kami yang sudah cukup tua dan ide gilannya adalah membuat makanan yang cukup gila agar restoran keluarga kami jadi viral"
"tak kusangka kakak seperguruanku begitu baik hatinya, kusangka dia hanya bocah nakal padepokan angin timur"
tak lama kemudian abirama datang. dengan wajah yang masih terlihat lipatan tanda tidur diwajahnya.
"teganya kalian meninggalkanku sendiri" ucap abirama
setiap orang dimeja itu tersenyum.
"mari duduk disini" sulawi mengarahkan abirama untuk duduk di kursi yang masih kosong disampingnya.
"sepertinya petualangan kali ini memberikan banyak pelajaran dan membuka silaturahmi dengan kawan baru" ucap abirama dengan tersenyum
"tapi misi kita belum selesai abirama, mahaguru mengirimku untuk menyusup ke markas dan menyelamatkan seseorang"
"aku tahu anjani hehehe..... tapi setidaknya kita sudah dekat dengan markas teratai hitam"
"rencana kalian setelah ini bagaimana sulawi?" anjani bertanya
"sepertinya besok kami harus pulang ke padepokan terlebih dahulu untuk beberapa urusan" sulawi menjawab sambil melihat indira
"baiklah jika demikian kalian harus berhati-hati karena cederamu belum pulih" ucap abirama
"kau bagaimana kinanti dan utina?" tanya anjani
"kami akan ke kota kalingga karena informasi terakhir buronan kami berada di sana"
"tapi bukannya pangeran telah di bunuh, apa tidak sebaiknya kalian batalkan misi ini??"
"aku akan menyelesaikan misi ini apapun yang terjadi" ucap kinanti dengan yakin.
"ngomong-ngomong jika kalian ke kalingga maka kita sejalur, kita mungkin bisa berangkat bersama-sama dan aku juga tahu rute tercepat menuju kesana" ucap indira
"terimakasih, kami mohon bantuannya " kinanti menyahut tanda menyetujui usulan mereka.
"baiklah hari ini kita rayakan pertemuan kita aku harap kita bertemu lagi di lain tempat"
suasana ceria menghiasi suasana makan siang itu meskipun mereka akan segera berpisah tapi masing-masing optimis akan bertemu kembali lain waktu.
***
ardhan adalah master di bidang ruh, kemampuanya dalam menggunakan energi ruh tak diragukan lagi. karena itulah surya sampai jauh-jauh menemuinya untuk mengetahui keadaan ruhnya.
meski baru pertama kali memiliki murid namun dia mencoba mengingat bagaimana gurunya mendidiknya.
"latihan hari ini adalah melakukan proyeksi dari ruh, seperti ini contohnya"
ardhan bersemedi dari dalam tubuhnya muncul sesosok bayangan yang menyerupai bentuk seperti ardhan dan terlihat ada dua ardhan secara bersamaan.
"perhatikan baik-baik ini adalah proyeksi dari kesadaranku terbentuk menggunakan energi dari ruh, tidak seperti wujud fisik yang solid proyeksi tubuh ini bersifat seperti sebuah gas dan dapat berubah bentuk sesuai dengan yang kamu inginkan. namun ada batas dari penggunaan proyeksi dari ruh ini yaitu energi yang digunakan semakin besar ketika jauh dari raga penggunanya"
ardhan kembali ke raganya.
"untuk melakukan proyeksi ruh terkadang manusia tidak sengaja melakukan hal ini seperti pada lucid dream atau orang yang sedang sekarat yang melihat tubuhnya sendiri. yang harus kau lakukan adalah memfokuskan diri membayangkan gambaran dirimu kuncinya adalah fokus kemudian alirkan tenaga dalam ke kepalamu karena ini akan menguras banyak energimu.
lintangpun mencoba bermeditasi dan memfokuskan pikiranya.
***
dewangga berada di madukara penduduk disana mayoritas adalah pedagang dan pelaut. madukara sendiri adalah pulau terpisah dengan dukungan armada laut yang bagus.
jika harus bertarung habis-habisan maka akan sangat menguras tenaga dan memperlemah kekuatan teratai putih.
penguasa daerah madukara adalah nilam sari adalah wanita yang pernah memimpin armada untuk menghabisi para perompak. kemampuanya untuk mengatur strategi sangat bagus sehingga dipercaya untuk memimpin madukara.
menuju ke balaikota dewangga prajurit yang berjaga tidak dapat berbuat banyak karena kesaktian dewangga begitu tinggi.
"aku mencari nilam bawa aku menemuinya segera" dewangga mencekik salah seorang penjaga
"baik tuan" penjaga itu mengantarkan dewangga ke tempat nilam.
di dalam aula nilam sedang bersama suaminya dan anaknya, sedang bercengkrama tiba-tiba suara keras pintu didobrak terdengar.
"lancang sekali masuk daerah kekuasaanku siapa kau"
"aku adalah dewangga utusan dari kerajaan teratai hitam untuk mengambil ketegasan darimu mau bergabung atau dienyahkan"
"lebih baik aku mati daripada bergabung dengan kalian para penjahat perang"
"pertimbangkan baik-baik kau mungkin siap mati tapi bagaimana dengan anak-anakmu"
tak berapa lama pasukan bersenjata panah bergabung bergabung dengan nilam.
"anaku kau pergi dulu ke nanti ibu dan ayah menyusul" nilam memberi kode pada prajurit kepercayaanya untuk membawa anaknya ke tempat yang aman.
"kalian keras kepala, tidak akan ku biarkan siapapun lolos"
"regu panah bidik sasaran....... lepaskan anak panah"
puluhan anak panah menghujani dewangga dengan kesaktianya dewangga mampilu menghindari puluhan anak panah tersebutf dengan baik.
pertarungan pun tidak dapat dihindari. anak dari nilam dibawa penjaga kepercayaanya menjauhi balaikota untuk keselamatanya.
sebenarnya nilam dan suaminya sudah menakar kekuatan mereka terhadap dewangga namun jika mereka lari pasti seluruh keluarganya akan habis. mereka bertarung untuk memberi waktu bagi anaknya untuk meninggalkan madukara dengan aman.
pertarungan hari itu dimenangkan oleh dewangga sehingga madukara sekarang sudah berada di bawah kekuasaan teratai hitam.
di malangbatu ulung menjadikan seluruh keluarga penguasanya sebagai contoh, dia memenggal mereka dan memajang kepala mereka di pintu masuk kota sebagai peringatan bagi siapapun yang membelot akan bernasib sama.
sedangkan di kendari di kalahkan tanpa perlawanan karena pemimpinnya sadar tidak ada untungnya membelot atau melawan teratai hitam saat ini.
di ruang tahta kerajaan teratai hitam, sailendra sedang terlihat sedang bersemedi. namun itu adalah raganya. ruh dari sailendra sedang berada di alam gaib.
di alam gaib aturan ruang dan waktu sangat abstrak. benda-benda di alam gaib memiliki bentuk yang tidak lazim bahkan warna langit ataupun benda yang lazimnya ditemui di alam manusia dengan sifat yang tidak sama.
sailendra berada dalam sebuah goa yang sangat besar, di alam gaib.
"guru sailendra mengunjungimu"
"kau beraninya melakukan ini pada gurumu sendiri orang yang mendidikmu"
seekor mahluk raksasa di rantai dengan rantai sangat besar yang tidak terlihat ujungnya
"maaf guru murid melakukan hal ini karena menurutku kekuatan yang besar harus digunakan dengan baik, guru terlalu naif dalam menggunakanya"
"beraninya kau menceramahi gurumu...., kenapa tidak kau bunuh saja gurumu ini"
"tidak guru kau akan melihat keberhasilanku kau adalah inspirasiku"
"Graaaaa......ahhhhh "
auman yang sangat kuat menggema di segala penjuru.
"murid pamit guru" sailendra membungkukan tubuhnya
kembali ke raganya di istana. seorang prajurit membawa rombongan kirana dan hadiwijaya dari teratai hitam.
"memberi hormat kepada kaisar" rombongan memberi hormat
"selamat datang, kenapa mata kalian sembab??"
"sebenarnya kami mendapat sedikit masalah paduka, ketika kami melewati sebuah desa ada pendekar gila yang ilmu akupunturnya sarafnya begitu tinggi. menyerang kami dan membuat kami dua hari dua malam menangis tanpa henti tanpa sebab yang jelas jancroookk.... "
"apakah desa nyengiran?"
"iya bagaimana paduka bisa tahu??"
"pendekar itu di kenal dengan nama bocah tua gokil"
"apa kami boleh membentuk pasukan untuk membunuhnya paduka?"
"kurasa itu hal yang mustahil bahkan oleh aku sekalipun akan kesulitan kirana. andai bukan karena kegilaanya ku jamin dia akan menjadi pendekar yang diperhitungkan. menurut legenda ilmunya mampu menghilangkan kemampuan silat mencuri tenaga dalam bahkan mampu memanipulasi gerakan musuhnya"
"jika paduka berkata demikian kami patuh"
"hadiwijaya bagaimana pasukan teratai hitam"
"dalam beberapa hari mereka akan sampai paduka, sesuai yang aku perhitungkan pasukan bergerak dalam kelompok kecil agar tidak memancing banyak perhatian"
"kerja bagus hadiwijaya...., kirana di sekitar istana ini sudah dikubur banyak sekali mayat dalam peti yang diawetkan. mulai hari ini kau adalah pelindung istana ini kau bisa menggunakan ilmu persemian bunga kematian ketika dibutuhkan.
"baik mahaguru, malsudku kaisar"
"maaf paduka raja saya menyampaikan kabar dari ronggowarsito, katanya selamat atas keberhasilan paduka dalam menaklukan samudra pasai" kata hadiwijaya
"sepertinya aku yang seharusnya berterimakasih, jika bukan karena sangkuriang bawahanya pasti penaklukan tidak akan semudah ini"
"maaf paduka saya juga ada hal yang harus disampaikan berkaitan dengan meninggalnya destrajaya"
"destrajaya dibunuh kalian sepertinya terlalu meremehkan mereka atau kalian yang terlalu lemah"
"maaf paduka jebakan kami di hutan bambu hitam gagal karena muncul dua pendekar asing yang membantu mereka"
"siapa mereka??"
"maaf paduka saya kurang begitu tahu "
brakkk...
sailendra menggebrak pegangan singgasana.
"dari dulu mereka selalu mempersulitku orang-orang padepokan agra leksana. suatu saat akan aku buat perhitungan kau brawijaya" kata sailendra geram
brawijaya meski jarang tampil dalan dunia persilatan namun pengaruhnya melalui padepokan cukup besar mengingat dia adalah mahaguru agra leksana.