
di dalam goa ternyata ada kehidupan yang tidak kalah luar biasa dibandingkan dengan di permukaan, di dalam goa ternyata tidak semati yang di bayangkan di dalam goa ada banyak tanaman seperti bunga lentera ungu bunga ini amat sangat langka dan menyala dalam gelap.
terbentang bunga lantera ungu disekitar goa selain itu ada kunang-kunang 5 warna yang telah lama punah. warna ungu menghiasi goa itu dengan wangi ditambah dengan wangi bunga ini seperti mawar dan lavender membuat siapapun yang berada di tempat ini merasa seperti di dunia ruh.
tak lama kemudian ada mahluk kecil bergerak di antara bunga-bunga. bentuknya seperti jamur dengan bertotol warna warni.
"kau siapa kenapa berada di kebun bunga kami"
"ohhh.... maaf namaku lintang aku dari permukaan "
para siluman jamur ini sepertinya jarang melihat manusia, sehingga kehadiran lintang membuat mereka sedikit terkejut.
ekspresi bingung terlihat jelas diwajah mereka campuran antara rasa takut dan rasa aneh karena melihat manusia.
"ohhh .... maaf aku sedikit melamun, namaku tobi dan ini temanku jodi"
"tapi kenapa kalian bisa berbicara menggunakan bahasa kami?"
"ada yang memgajari kami, beberapa ratus tahun yang lalu pernah ada manusia yang datang kemari dan mengajari kami cara berbicara" kata tobi
"maaf apakah ada cara keluar dari goa ini "
"hmmm... satu-satunya cara untuk keluar dari goa ini adalah melalui sebuah celah yang berada di dasar danau, kedalaman danau itu kira-kira 100 m lebih mustahil manusia melewatinya dengan selamat tapi ada satu cara" kata jodi
"cara bagaimana caranya? " lintang terdengar antusias
"kau bisa memakan tanaman insang untuk mendapatkan kemampuan bernafas sementara selama 20 menit di dalam air" ucap tobi
"bagaimana aku dapat mendapatkanya?" lintang sendiri baru pertamakali mendemgar ada tanaman seperti itu
"tanaman itu di jual di kota jamur tiram, namun harga untuk tanaman itu adalah 20 keping kerang merah"
"hmmm... kerang merah? dimana aku dapat mendapatkanya?"
"kerang merah hanya hidup ada di sekitar kawah gunung air di sebelah utara danau" ucap tobi
"jika aku punya 20 keping kerang merah apakah kalian mau membantuku"
"tentusaja asalkan aku dapat beberapa kerang juga" ucap jodi
"baiklah tidak masalah aku akan mengambilkanya untuk kalian juga"
lintang pun segera beranjak dari sana menuju ke kawah gunung air
"apa aku lupa memberitahunya kalau gunung itu beracun" ucap tobi
"hmmm.... kurasa kita melakukan kesalahan besar" seru jodi sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal
kawah gunung air adalah tempat yang merupakan gunung berapi aktif yang mengeluarkan gas beracun seperti sulfur meski sudah tidak terlalu aktif namun karena akumulasi sulfur selama ratusan tahun membuat danau itu beracun.
karena membaca cukup banyak buku sebenarnya lintang tahu betul keadaan ini bahwa bau sulfur yang khas adalah pertanda bahwa tempat itu berpotensi berbahaya. selain kandungam sulfur yang tinggi suhu ekstreem yang mungkin dialami oleh lintang juga faktor lain bahwa mencari kerang ini sangatlah berbahaya.
sampai di sebelah utara danau kilauan warna merah membuat danau itu begitu indah, setelah dilihat lebih dekat ternyata sumber cahaya berwarna merah itu adalah kerang yang hidup di dasar.
lintang menyusuri bibir danau sebelah utara untuk menemukan cara efektif untuk mengambil kerang itu, setelah menyusuri bibir danau lintang mendapati bahwa kerang suka berkumpul di dekat tulang belulang.
lintangpun mendapatkan ide lintang mengambil beberapa tulang belulang mahluk yang dia temui dan menumbuknya kemudian menaburkanya di sekitar bibir danau. menunggu hingga 5 jam ternyata hal ini tidak berpengaruh akhirnya lintang mencari cara lain.
lintang memggunakan tulang utuh dan memasangnya di sekitar pinggir danau namun setelah di tunggu pun hal ini tidak berhasil. lelah menunggu lintang pun memejamkan matanya untuk istirahat sejenak.
terlelap hingga beberapa saat seekor kelelawar mendekati lintang. cakarnya yang tajam merangkak meskipun tidak biasa digunakan. begitu lapar membuat kelelawar itu terlihat kurus, membuatnya terlihat sangat menakutkan dan buas.
reflek lintang yang cukup cepat karena adanya hawa pembunuh yang mendekatinya membuat lintang menendang kelelawar itu ke danau, seketika teriakan yang kuat terdengar namun hawa panas dan racun di gunung air membungkam kelelawar itu dengan cepat.
mayat kelelawar itu tenggelam dengan cepat, keanehan terjadi dimana cahaya merah segera berkumpul di jasad kelelawar itu dan memakannya.
melihat kejadian ini lintang dapat ide, segera lintang berburu beberapa siluman kelelawar dan mengikatnya dengan tali, lintang ingin menggunakan jasad kelelawar untuk memancing kerang.
dan benar saja tidak perlu menunggu terlalu lama dalam waktu beberapa jam saja jasad kelelawar itu telah dikerubuti kerang. dengan beberapa kali memancing lintang sudah mendapatkan cukup banyak kerang.
lintang segera menuju ke tempat tobi dan jodi untuk menukar dengan tanaman insang.
sampai di taman bunga tobi dan jodi sedang memetik bunga untuk di jual.
"hai tobi, jodi aku mendapatkan kerang yang kau minta" lintang menunjukan kerang yang dia punya namun dengan mata terbelalak
"ini hargannya jauh lebih mahal ini adalah kerang biru dan ada mutiara ini lebih dari cukup"
"sukurlah kalau begitu ku kira masih kurang"
mereka pun menuju ke kota jamur tiram, di dalam kota setiap orang terkejut dengan kehadiran manusia seperti lintang. bahkan ada beberapa manusia jamur memandang lintang dengan sedikit takjub.
kota jamur tiram lebih mirip seperti desa besar, warna-warna neon menghiasi berbagai sudut kota, hewan-hewan dan tumbuhan disana hidup dengan memancarkan cahaya. udara dihiasi dengan kunang-kunang dan serangga yang memancarkan cahaya membuat tempat itu terang seperti malam yang dihiasi seribu bintang.
sampai ke sebuah bangunan seperti jamur raksasa yang dikunjungi banyak orang, banyak orang berlalu lalang untuk membeli sesuatu di toko itu.
"maaf tuan namaku geo ada yang bisa saya bantu?"
"hmmm... aku butuh tanaman insang apa kau punya?"
"aku punya namun harganya 23 keping kerang"
"oke aku beli 3 buah kembalianya buatmu" transaksipun berhasil dan lintang memperoleh tanaman insang.
mereka bertiga berjalan pulang, selama perjalanan tobi bercerita bahwa dulu ada pendekar tua yang pernah tinggal di desa ini dan mengajari berbagai hal tentang manusia dan mengajari bagaimana berkomunikasi. hal ini menyebabkan peradaban siluman jamur segera berkembang.
namun lambat laun pendekar itu sakit karena lingkungan disini tidak cocok dengan kondisi tubuh manusia. manusia itu akhirnya mati dan peninggalanya tersimpan dengan baik di museum kota jamur dan dijaga dengan baik hingga sekarang.
sampai di tepi danau lintang bersiap menggunakan tanaman itu.
"bagaimana cara menggunakan tanaman ini?"
"hmmm... benar jg aku sendiri malah tidak tahu"
"apa.... " raut wajah lintang sedikit kesal
"bercanda hehehe, kau bisa mengunyahnya dalam 5 menit paru-parumu akan menjadi insang dan kau akan tahu dari sesak nafas ketika di darat" ucap jodi
"ini untuk kalian, kalian bisa membuat alat-alat sederhana untuk mempermudah kehidupan kalian" lintang menyerahkan kerang yang dia punya dan sebuah buku tentang membuat peralatan sederhana yang dia bawa
"terimakasih semoga kita bertemu lagi" ucap jodi. dalam hati lintang jangan sampai lah aku terjebak di sini, lintang bingung harus memjawab apa.
lintang pun segera menelan rumput itu, rasanya pahit seperti brotowali dan bertekstur seperti daun mangga membuat lindah ingin memutahkanya.
lima menit kemudian nafas lintang tersengal-sengal dan segera menceburkan diri ke sungai. di dalam air lintang ternyata tidak hanya mampu bernafas di dalam air tetapi dia mampu melihat di dalam air seperti ikan.
lintang kembali terkejut dengan pemandangan di dalam danau banyak ikan berenang dan tentusaja menyala tubuhnya. semua kehidupan di goa ini mempunyai ciri khas yaitu tubuh yang mampu menyala seperti neon.
lebih dalam lintang menyelam air semaki dingin membuat lintang sedikit kedinginan namun lintang merasakan arus air menuju ke suatu tempat. di kedalaman ini tidak ada lagi cahaya yang menuntun lintang hanya ada kegelapan air dan arus air yang dia ikuti.
sesekali lintang melihat cahaya menyilaukan yang jika diperhatikan lebih baik adalah seekor ikan dengan ukuran yang luar biasa besar. dalam hati lintang dia berfikir kalau harus menghadapi mahluk ini di dalam air maka itu sangat mustahil, mengingat kemampuan apinya sama sekali tak berguna dan dia tidak memggunakan senjata.
tak terasa 20 menit berlalu lintang mulai kesulitan bernafas dan dia segera memakan tanaman keduannya, namun rasa takut lintang mulai muncul karena sampai sekarang dasar dari danau itu belum terlihat.
kegelapan menyelimuti lintang disertai rasa dingin yang menusuk diperparah dengan tekanan air yang mulai meningkat membuat lintang mulai mengikis kesadarannya.
lintang melihat cahaya berwarna hijau menghampirinya dengan cepat, lintang memasang kuda-kuda bersiap untuk menyerang.
cahaya itu berubah menjadi seorang kakek-kakek.
"anak muda apa yang kau lakukan disini?"
"aku hanya sedang mencari jalan keluar kek"
"hmmm... kurasa kau salah jalan nak"
"kau harusnya lewat sana" kakek itu menunjuk ke sebuah palung, di palung pusaran air yang besar yang menyedot air sangat kuat
"apa kau bercanda kek"
"aku tidak bercanda"
"kenapa kau membantuku kek?"
"ku lihat kau memberi dua orang manusia jamur tadi sebuah buku yang bermanfaat jadi aku putuskan untuk membantumu"
tak disangka kebaikan kecilnya membuatnya keluar dari masalah hidup dan mati, pelajaran berharga dimana kebaikan-kebaikan kecil mungkin membawamu pada kebaikan lebih besar.
lintangpun segera menuju ke arah pusaran air tersebut.
setelah lintang jauh kakek itu bergumam
"semoga kau beruntung nak, aku dulu lebih memilih tinggal di kota jamur tiram daripada mengambil kesempatan keluar"
ternyata arwah itu adalah pendekar manusia yang dulu pernah tinggal di ceritakan oleh jodi dan tobi.
aliran air yang sangat kuat membuat lintang tertarik ke pusat dari pusaran air itu, sebuah terowongan membawanya lebih dalam seperti sebuah perosotan tak berujung beberapa menit berlalu lintang melihat ujung dari terowongan itu.
lintang berada di dasar danau namun dengan pemandangan berbeda, langit biru menghiasi danau permukaan danau lintang segera menuju ke permukaan danau.
namun anehnya dia belum bisa bernafas, lintang tersadar mungkin karena efek dari tanaman insang belum hilang, lintang menghabiskan waktu dengan mengamati sekitarnya ternyata begitu indah pemandangan didanau itu.
----------×××××-------------
***Maaf para pembaca sekalian mohon bantuanya untuk konfirmasi dengan like atau jempolnya sukur-sukur bisa di vote, author sedang mempertimbangkan untuk menyelesaikan novel ini jika memang sedikit peminatnya hal ini karena kesibukan dan lain sebagainya di dunia nyata.
konfirmasi yang saya maksud adalah untuk memastikan jika memang para pembaca benar-benar menikmati atau menginginkan kelanjutan dari novel ini***.
mohon maaf sebelumnya