Babad Jawa

Babad Jawa
Chapter 19 Pengemis Ampunan



ki Jaran edan berada di desa ngabluk di kerajaan pangelingan bagian selatan dekat dengan laut. beberapa hari ini rumah ki jaran edan sering dikunjungi oleh penduduk.


konon ki jaran edan mampu menyembuhkan penyakit parah yang diderita seorang wanita. ki jaran edan datang ke desa ngabluk sekitar 2 bulan yang lalu. sejak kabar sembuhnya wanita itu ki jaran edan ramai di datangi oleh penduduk sekitar.


ki jaran edan memberikan cindramata ke semua orang yang datang berupa cincin perak yang katanya mampu melindungi diri dari pengaruh roh jahat.


dalam beberapa dua bulan hampir seluruh penduduk desa mendapatkan cincin perak itu, di mata penduduk ki jaran edan benar-kenar seorang pahlawan.


pagi itu seorang pengemis bercaping memasuki desa, pengemis ini heran dengan keadaan di desa dimana setiap orang memiliki cincin perak yang menurutnya mengandung sihir jahat.


para penduduk tidak sadar bahwa energi kehidupan mereka di rampas perlahan-lahan. para penduduk di desa ini hanya merasa lebih cepat lelah saat bekerja.


malam hari udara terasa lebih berat dari biasanya. angin malam yang kesepian berhembus membawa ditemani hawa dingin menembus celah-celah dinding. kabut tebal mulai turun menyelimuti desa ngabluk menandakan suhu turun dengan cepat.


bagi orang biasa tidak mungkin melihat aliran energi yang keluar dari tubuh penduduk desa tapi pengemis itu dapat melihat aliran energi menandakan dia bukanlah manusia biasa.


melihat keanehan ini pengemis itu penasaran mengikuti kearah mana energi terkumpul. di lihatnya sebuah rumah yang tidak lain adalah rumah ki jaran edan.


mendekati rumah dia melihat 3 mahluk gaib berada di atas rumah ketiganya menyerupai bayangan hitam pekat yang mengerikan.


gelak tawa terdengar dari dalam rumah


"Hahahaha..... malam ini setelah beberapa puluh tahun penantian aku akan mendapatkan keabadian"


"jaran edan di depan ada pendekar misterius" ucap sugali


"siapa kau, sepertinya kau bukan penduduk desa ini"


"aku hanya pengemis yang kebetulan lewat"


"gembellll.... ternyata cepat pergi dari desa ini kalau kau masih sayang nyawamu" ucap jaran edan dengan arogan


"hentikan perbuatan jahatmu dan ketiga mahluk terkutuk di belakangmu"


"kau... ternyata kau bukan orang sembarangan bisa melihat ketiga kawanku, ku bunuh kau malam ini"


tongkat berkepala tengkorang di lempar menuju pengemis itu. pengemis itu menghindarinya dan segera mengambil kuda-kuda untuk menyerang.


sebuah caping melesat menuju jaran edan namun dapat dihindarinya, caping itu kembali ke tangan pengemis.


terlihat wajah pengemis itu dengan rambut gimbal ala anak reggae dan gigi hitam menghiasi wajahnya.


"kau siapa kenapa sepertinya aku mengenalimu" ucap jaran edan


"aku siapa tidaklah penting hentikan perbuatanmu, jika tidak penduduk desa akan mati"


"itu bukan urusanku kalau mereka mati itu karena mereka lemah, orang lemah ditakdirkan untuk menjadi budak sudah suratan takdir"


pengemis itu melompat ke arah jaran edan dan menendangnya hingga tersungkur.


"apa kau sudah sadar sekarang"


"hahaha.... sadar katamu aku sudah tercerahkan" tubuh jaran edan melayang di udara dan kekuatan besar mengalir di tubuhnya.


wah gawat sepertinya dia menggunakan ilmu sihir untuk memperkuat dirinya pikir pengemis itu.


bayangan hitam memasuki tubuh jaran edan, matanya menyala merah dengan pupil berbentuk seperti ular suaranya berubah.


"sss......koe wani ngelawan aku......s.ssss tak pateni kowe....sss "


(kamu berani melawan saya ku bunuh kau)


sugali masuk ke tubuh jaran edan sebuah cemeti keluar berbentuk tulang ular yang sangat panjang.


sugali mengayunkan cemetinya ke arah pengemis itu. namun pengemis itu segera menghindari ayunan cemeti yang di arahkan kepadanya.


gerakan-gerakan sulit dilakukannya tanpa masalah yang berarti. namun makin lama makin cepat. hingga ayunanya cemetinya sangat sulit untuk dilihat.


anehnya adalah pengemis itu dapat menghindari ayunan cemeti itu seolah dia tahu akan digerakan kemana cemeti itu.


merasa kesal sugali mengumpat


"jancrukers....sss ilmu opo seng mbok gunake bajingun susah nemen di antem"


( treeettttt..... ilmu apa yang kau gunakan kenapa susah di pukul)


sugali menghentikan serangannya


"kalo cuma segini mending kamu tobat aja ku ajarin cara menggunakan cemeti yang baik dan benar" ucap pengemis itu sambil mengupil dengan tujuan mengejek jaran edan.


sebuah caping mengenai kepala jaran edan


"kok kowe nyerang aku" dia sugali terkejut


"lhaahhhhh.... kan lagi berantem ki...." ucap pengemis itu dengan ringan


"bajindulll kowe bocah ngajak gelut"


(dasar bajigur anak-anak berani melawanku)


dengan nada marah sugali berteriak. kali ini sugriwa dan susena masuk ke tubuh jaran edan kekuatanya menjadi berkali-kali lipat.


suara yang terdengar dari mulut mereka seperti beberapa orang dalam satu tubuh.


jaran edan menyerang dari jarak dekat. setiap pukulanya memiliki tenaga yang dahsyat dan menghasilkan aliran angin yang kuat.


pengemis itu menghindari serangan-serangan yang dilancarkan oleh jaran edan dengan baik meski tenaga dan kecepatanya luar biasa.


"yeee.... elah segini aja ilmu kalian, mending kalian jualan bubur aja lah.... nggak usah muluk-muluk" ejekan kembali di lontarkan pengemis itu.


"aswwww..... " kemarahan yang sangat namun mereka tidak dapat berbuat banyak. ki jaran edan pun mundur.


"ajian keabadian, rawarontek"


aura hitam kemerahan merembes melalui tubuh dan menyedot energi dari penduduk desa membuat mereka sekarat. aura itu membentuk bola disekitar tubuh jaran edan dan mengubah tubuh jaran edan menjadi lebih muda, rambutnya sekarang menjadi hitam pekat seperti seorang laki-laki muda.


"kau sudah terlambat gembel.... aku sudah menghisap habis energi kehidupan penduduk desa"


"kenapa kau lakukan itu, lantas apa untungnya ilmu itu bagimu?"


"dengan keabadian ini aku akan memguasai dunia dan mendapatkan apapun yang ku mau"


"sungguh sia-sia hidupmu jaran edan ratusan tahun kau hidup dalam keadaan tersesat, sungguh disayangkan"


"tutup mulutmu terimalah ajalmu"


kali ini kekuatan dari jaran edan 100kali lebih kuat dari kekuatan semula.


sebuah pukulan yang amat dahsyat mengenai perut jaran edan melemparnya ke udara. belum sempat bereaksi tendangan yang sangat kuat dari samping menghempaskanya ke rumah.


ki jaran edan benar-benar terkejut dengan apa yang terjadi. namun karena ilmu rawaronteknya dia segera bangkit seperti sediakala.


"bagaimana kau mendapat kekuatan sebesar itu, kau pikir bisa mengalahkan ilmu rawarontek yang sudah sempurna"


"hahaha... kau belum sadar juga ya.... kau pikir aku tidak bisa menghilangkan sihirmu"


"ajian sapu jagad" cahaya putih memancar dari tangan pengemis itu menyapu semua mahluk gaib yang ada disana dan menghilangkan ilmu rawarontek milik ki jaran edan.


"masih belum tobat juga kau, koplak..... hidup ratusan tahun belum dapat mencapai pencerahan dasar tak berguna" kaki pemgemis itu menahan ki jaran edan.


"ampun pendekar aku akan bertobat"


kemudian pengemis itu mengambil seluruh energi yang dicuri jaran edan dan mengembalikannya kepada penduduk desa ngabluk.


"dengarkan aku baik-baik kita hidup didunia ini adalah sebagai pengemis jadi kau tidak akan menjadi kaya karena merebut milik orang lain karena pemilik sejatinya akan membuat perhitungan denganmu"


pengemis itu meninggalkan ki jaran edan dalam kondisi tidak sadarkan diri. penduduk yang tadinya sudah tidak bernyawa akhirnya siuman setelah energi kehidupanya dikembalikan.


sosok sebenarnya dari pengemis itu adalah brahmana adi sucipto, salah satu dari sedikit pendekar yang mencapai tingkat brahmana kemampuanya memanipulasi energi dalam adalah bukti kekuatannya.


***


ardhan kembali memberikan pelajaran kepada lintang kali ini dia menceritakan bagaimana kondisi alam gaib.


"lintang sebelum aku mulai cara memasuki alam gaib, ada baiknya ku jelaskan dulu kondisinya"


"baik guru murid mendengarkan"


pertama alam gaib berbeda dengan alam fisik. di alam gaib segala sesuatu akan terlihat aneh dan asing, aku contohkan di sana tidak ada definisi arah mata angin karena alam memiliki aturan yang berbeda


kedua mahluk yang yang tinggal disana sebagian besar akan mengacuhkanmu namun ada beberapa mahluk yang lebih baik kau hindari dan tidak berurusan dengannya.


ketiga pastikan kau tidak terbunuh disana, matinya ruhmu akan membuatmu kehilangan nyawa.


keempat wujud ruh belum tentu sama dengan wujud fisik jadi hati-hatilah ketika berbicara pada orang asing bisa jadi dia adalah musuhmu di alam fisik.


"apa kau mengerti?"


"mengerti guru"


"untuk memasuki alam gaib yang perlu kau lakukan adalah menemukan gerbangnya di alam fisik. gerbang ini tak dapat dilihat namun kau bisa merasakan energi yang diserap oleh gerbang akan membuat daerah dimana gerbang itu lebih dingin dari lingkungan disekitarnya."


seperti ini proyeksi ruh dari ardhan mengeluarkan semacam energi dari telapak tangan dan membuatnya menghilang dari pandangan.


lalu lintang mencoba melakukan yang dilakukan ardhan.



pemandangan yang belum pernah di saksikan oleh lintang benar-benar membuatnya takjub.


"guru ardhan anda dimana"


"sudah setengah jam aku menunggumu disini" seekor kura-kura hijau raksasa muncul di depan lintang


"guru apa itu kau"


"tentusaja" ardhan kembali ke wujud manusianya.


"perasaan kita baru terpisah sekitar 5 menit guru"


"ini yang aku jelaskan mengenai perbedaan waktu ikuti aku"


ardhan menjelaskan banyak hal salah satunya adalah setiap gerbang sebenarnya terkait satu sama lain hanya saja ruang waktu yang menghubungkan ruang cukup rumit sehingga kemungkinan besar untuk kembali lagi ke tempat semula akan sangat kecil. maka disarankan tidak sembarangan berkeliling alam gaib jika tidak benar-benar paham rutenya.


di alam gaib terdapat kota dan tempat-tempat layaknya alam fisik hanya saja penghuni tetapnya dan penguasanya dari golongan jin. dan tidak semua penguasa daerah adalah jin yang baik.


ada satu kerajaan yang paling membenci manusia dari golongam jin itu adalah kerajaan iblis atau sang pembangkang atau yang terkutuk. ardhan berpesan untuk jangan pernah berhubungan dengan mereka karena akan sangat merepotkan jika harus berurusan dengan mereka.


kemudian ardhan mengajarkan lintang cara untuk kembali ke alam fisik.


untuk kembali ke alam fisik yang harus dilakukan adalah menemukan gerbang untuk kembali ke tempat semula atau ke alam fisik, kau tidak akan bisa melepas proyeksi ruh mu di alam gaib. hal ini karena sejatinya ruhmu telah berpisah dari tubuh, berbeda dengan alam fisik dimana proyeksi ruh dapat dianggap sebagai kepanjangan tangan dari ruh itu sendiri.