Babad Jawa

Babad Jawa
Chapter 22 Menyentuh Jiwa



alunan musik abirama menghibur siapa saja yang mendengar permainan serulingnya di sekitar penginapan. separuh lagi lagu dimainkan oleh abirama membuat pendengarnya terbius oleh kisah masalalunya.


kemampuan mereka berkamuflase dengan lingkungan sangat bagus belum lagi katana dan suriken yang dibawa mereka membuat kemampuan sergap mereka salah satu yang terbaik.


abirama dan abimanyu melindungi tuan putri sedangkan brawijaya maju dengan sebuah pedang pusaka miliknya yang merupakan senjata andalanya.


tiga orang melawan brawijaya sekaligus kemampuan mereka setara dengan pendekar tingkat mandraguna namun tehnik bertempur mereka cukup asing.


para ninja menggunakan aliran taijutsu semacam ilmu beladiri yang perpaduan tangan kosong dan penggunaan senjata mematikan seperti pedang dan suriken.


"tehnik benang jurus suriken benang" dua buah suriken tertaut ke tali menyerang brawijaya. suriken ini seperti sebuah yoyo yang dilempar menyamping namun karena bentuknya yang tidak simetris suriken ini bergerak melengkung dan dapat diarahkan.


beberapa suriken menyerang dengan tambahan elemen angin membuat jangkauan serangannya lebih lebar dan lebih tajam.


brawijaya menghindari serangan dengan bersalto dan bermanuver di udara namun tali yang benang yang sangat kuat membuat pergerakan brawijaya semakin sulit.


"kalian memaksaku untuk serius" brawijaya meloncat di atas pepohonan menuju puncak.


"jurus pemanggilan, ki jalasedra aku butuh bantuanmu" pedang brawijaya bercahaya warna ungu dan munculah seekor macan putih dengan loreng berwarna ungu bercahaya.


"ki jalasedra bantu aku mengalahkan mereka"


"baik brawijaya" macan itu berputar cukup cepat menebas pepohonan menuju salah satu ninja.


dua ninja lain memasang benang berbentuk jaring untuk menahan serangan ki jalasedra. namun naas pepohonan yang menopang benang itu tertarik karena kuatnya serangan ki jalasedra.


satu ninja terkena serangan ki jalasedra membuat tubuhnya terbelah dua dan tewas seketika.


dua ninja lain bersiap menghadapi serangan brawijaya, yang kini berada di hadapan mereka berdua, mangsa telah berubah menjadi pemangsa.


sebuah bom dilemparkan ke arah brawijaya membuatnya kehilangan pengelihatan untuk sejenak dua buah suriken di lemparkan kearahnya dan menggores baju yang dikenakanya.


"tehnik ilusi jurus bayangan berganda" para ninja mengeluarkan beberapa bayangan dan mengeluarkan katana untuk menyerang brawijaya dan ki jalasendra.


ninja-ninja ini memiliki kemampuan yang mengagumkan dan sangat berbahaya mereka kuat cepat dan terlatih dalam benak brawijaya.


di lain tempat dua ninja mengepung abirama dan abimanyu mereka saling bertukar serangan namun masalahnya adalah, target mereka sesungguhnya adalah menangkap tuan putri. bom asap di lemparkan ke merela berdua sehingga jarak pandang mereka menjadi terbatas.


"sial mereka melemparkan bom asap untuk mengecoh kita, tuan putri jangan menjauh dari kami atau mereka akan mencelakaimu" abirama berkata sambil mengamati sekitarnya.


setelah asap mulai menghilang mereka terkejut karena ada 3 orang putri di belakang mereka.


"kau bagaimana bisa" abimanyu terkejut dengan jurus yang digunakan oleh para ninja.


"abimanyu jurus apa ini, bagaimana kita membedakanya?"


"kita hanya membedakannya dari informasi sepesifik yang hanya diketahui oleh kita"


"aku yang asli" kata putri 1


"diam akulah yang asli" kata putri 2


"apa mata kalian buta jelas aku yang asli" kata putri 3


"diammmm..... kalau kalian bertingkah mencurigakan aku tidak akan segan untuk membunuh kalian" ucap abimanyu


"sepertinya aku akan menanyaimu mengenai informasi spesifik yang hanya putri yang asli yang tahu"


"pertanyaan pertama dimana tempat dilahirkanya putri puspa arum, kau yang jawab??"


"istana selatan di kota kaliweling" ucap putri 2


"jawabanmu benar" abirama bersiap menebas kedua putri yang tersisa


"tunggu dulu beri kami kesempatan, siapapun tahu tempat kelahiranku kalau mereka mengincarku"


"anjeerrrr kau benar" ucap abirama


"giliranku pertanyaanya adalah siapakah nama ayahmu?" ucap abimanyu


"gembelll.... kegampangan itu, lagian siapa yang tidak tahu nama raja antareja" abirama heran dengan kakak seperguruanya ini.


"ya udah ku ganti, siapa guru yang mengajarimu berpuisi? kau jawab"


"dia adalah ramadhika adalah pembuat puisi terkenal yang telah pensiun beberapa tahun yang lalu" ucap putri 1


"jawabanmu benar" ucap abimanyu


"abimanyu aku punya ide untuk mengetahui siapa di antara mereka putri yang sesungguhnya"


"kali ini aku akan menanyakan satu kali saja dari kalian yang akan menjawab jika salah akan kami penggal dan jika benar 2 putri yang lain akan langsung kami penggal"


"pertanyaanya adalah apa yang kamu senangi sebagai seorang putri?" tanya abirama


"aku mau jawab" putri kedua maju dan menjawab


"menjadi putri adalah pekerjaan terburuk yang pernah ada"


"bagaimana abirama??"


"pegangi dia aku akan menebas dia"


"tidak.... jangannnnn.... teriak putri ke 2"


sebuah tebasan bersinar menumbangkan kedua putri yang palsu.


"kau mau menipu kami tapi kami lebih pintar"


"bagaimana kalian bisa tahu" ucap salah satu ninja


"anggap saja kami beruntung"


kedua ninja itu meregang nyawa dengan sebuah luka tebasan di masing-masing leher mereka.


pertarungan brawijaya dan dua orang ninja berakhir tidak lama kemudian, bekas pertempuran yang cukup parah terlihat di berbagai tempat namun mereka semua berakhir menjadi santapan ki jalasedra.


mereka sampai di ujung hutan dan hendak memasuki ibukota mereka harus melewati sebuah sungai yang cukup lebar dengan jembatan dari kayu jati kemudian mereka akan sampai.


ketika mereka berada di atas jembatan tak jauh dari sana terlihat dua orang ninja berdiri di atas sungai.


mereka saling bertatapan dan terjadilah perbincangan di antara mereka.


"kalian selamat berarti anak buahku sudah mati"


"kau pasti utusan dari cakra api"


"kau benar namaku sasule dan dia adalah najuto. kami utusan dari pemberontak cakra api"


"kalian para pemberontak akan dihabisi ketika putri sampai di kerajaan" ucap abimanyu


"jurus ilusi tehnik seribu bayangan" najuto mengeluarkan banyak sekali bayangan mereka bertiga bersiap menghadapi serangan.


"wawww.... yang ini sepertinya guru dari ninja sebelumnya " ucap brawijaya


"banyak banget " komentar tuan putri


"siap... " ucap mereka


belum sampai najuto menyerang sasule melepaskan jurus kedua


"ajian air tehnik naga air " seekor naga raksasa dari air muncul dari sungai.


dua bola air menghancurkan jembatan. cipratan air memenuhi udara membuat mereka basah kuyup mereka segera meloncat ke puing-puing kayu di atas air. sedangkan putri di gendong oleh abirama


"abirama bawa tuan putri ke tempat yang aman kami akan melindungimu" teriak brawijaya.


namun ketika hendak mencari jalan ke pinggir sungai bayangan najuto menghadang mereka dan baku hantampun terjadi. dengan gesit abirama menyerang dan menghindari serangan najuto. namun karena jumlahnya banyak banyak pukulan mengenai abirama sedangkan abimanyu pun dalam keadaan yang kurang lebih sama.


"tehnik pedang cahaya jurus pedang panjang" cahaya yang sangat terang seperti sebuah laser berwarna putih memancar dan memotong semua benda yang berada didepannya.


belasan bayangan di sekitar abimanyu tertebas berubah menjadi asap, namun makin banyak bayangan yang menyerang ke arahnya.


hal ini membuat bayangan yang menghadang abirama menjadi sedikit lenggang dan memungkinkan untuk membawa putri ke tempat yang aman.


sasule melawan brawijaya berlangsung sengit. ilmu berjalan di atas sasule benar-benar sangat bermanfaat sedangkan brawijaya harus berada di atas puing-puing jembatan atau dia akan tenggelam.


sasule mengeluarkan katana dan memanfaatkan naga air yang dia cipatakan untuk menyerang brawijaya. beberapa kali guratan pedang mengenai brawijaya darah segar mengalir bersama luka dibeberapa bagian membuat konsentrasi brawijaya terganggu.


ilmu sasule benar-benar tinggi dan cukup sulit untuk dihadapi serangan jarak jauh maupun jarak dekat sama baiknya.


"jurus pemanggilan dewondaru aku butuh bantuanmu" seekor kura-kura raksasa berkepala 3 muncul dengan tempurung berwarna merah.


"wahhh.... kau punya jurus pemanggilan, mari kita adu " ucap sasule


"jurus air tehnik bola air" bola air berukuran besar dikeluarkan oleh naga dan menghantam kura-kura yang baru saja dikeluarkan oleh abimanyu.


"bagaimana cukup keras kan?" ucap brawijaya menantang.


dewondaru menyerang naga air yang dikeluarkan oleh brawijaya sehingga naga milik sasule tidak dapat membantunya, brawijaya segera beradu pedang dengan sasule.


desingan pedang terdengar karena kuatnya tenaga masing-masing dalam mengayunkan pedangnya, gerakan yang cepat dan bertenaga serta tehnik yang unik membuat keadaan brawijaya kurang begitu bagus.


namun brawijaya punya ide untuk mengalahkanya yaitu menggunakan tehnik pedang andalan yang di simpanya.


"tehnik pedang agra leksana jurus bangau air" pergerakan brawijaya menjadi lincah seolah melompat diantara teratai air.


abirama berhasil membawa puspa arum ke tempat yang aman, abirama segera membantu abimanyu untuk bertarung dengan najuto.


kali ini abimanyu benar benar terdesak dengan banyaknya bayangan yang najuto hasilkan.


abirama segera bergabung dengan abimanyu


"lama sekali kau"


"aku harus memyelamatkan tuan putri dan membawanya ke tempat aman"


"bayangan ini seolah tak pernah habis ketika ku tebas"


"bukankah kau juga punya jurus bayangan seperti ini?"


"kau bicara apa bayanganku adalah ilusi cahaya, bayanganya adalah benar-benar bisa menyerang"


"kita pakai tehnik yin dan yang saja lah"


"oke kita mulai"


"tehnik pedang yin " pedang bayangan milik abirama muncul


tehnik pedang yang" pedang cahaya milik abimanyu mulai bersinar


mereka bertarung seolah satu tubuh dengan dua pedang bayangan-demi bayangan fi tebas tak bersisa hingga tersisa sosok asli najuto.


"ajian angin tehnik bola angin " dua bola angin berukuran 40 cm berada di kedua telapak najuto


mereka pun beradu ilmu, cukup sengit pertempuran terjadi bola angin yang berada di tangan najuto mampu menghapus benda yang dilaluinya seperti batu, pohon dan sebagainya akan sangat berbahaya jika terkena serangan ini.


tehnik yin dan yang adalah perpaduan antara pertahanan dan penyerangan tehnik milil najuto dapat dipatahkan dan najutopun terkena serangan mereka. namun hal yang mengejutkan terjadi ternyata sosok didepanya bukanlah najuto asli melainkan sebuah bayangan. firasat abirama menjadi tidak bagus dan segera menuju ke arah tuan putri dan benar saja tuan putri sedang di sandra oleh najuto dengan sebilah pisau.


"kalian mau dia mati, jatuhkan senjata kalian" ucap najuto


abirama dan abimanyu tidak dapat berbuat banyak akhirnya mereka menjatuhkan senjatanya.


sebuah bayangan najuto muncul mengambil pedang yang abimanyu.


"kalian akan mati" bayangan menyerang abirama yang tidak bersenjata melihat hal ini tuan putri tidak mau menjadi beban.


tuan putri menikam dirinya dengan pisau yang ada di lehernya tuan putripun tersungkur.


melihat hal ini abirama menjadi murka.


"tehnik kegelapan jurus pedang tak berjarak " sebuah lubang hitam muncul di depan abirama disertai dengan pedang hitam yang berada di tangan kanannya. abirama menusuk lubang itu seketika muncul lubang lain disekitar najuto dan pedang dari berbagai arah muncul dan menikam najuto.


tamatlah riwayat najuto kali ini dan bayangan yang membawa pedang abimanyu pun menghilang. dan abirama segera menuju ke arah puspa arum.


"kau kenapa melakukan hal ini"


"aku tidak mau melihat orang yang aku cintai harus mati karena aku harus hidup"


abirama tak bisa berkata-kata dan air mata keluar dari matannya. untuk pertama kalinya dia merasa nyaman dengan hadirnya seorang wanita.


"andai kita bertemu di lain kehidupan ku harap kau adalah pasanganku"


"apa kau mencintaiku....."


"hari ini aku mencintaimu tapi besuk kurasa aku akan lebih mencintaimu"


"dasar buaya pemalu..... terimalah ini" sebuah cincin berwarna merah muda diberikan kepada abirama, puspa arum pun tersenyum namun pandanganya menjadi lebih kosong dari malam hari tanpa bintang.


hari itu abirama merasakan jatuh cinta dan patah hati dalam waktu yang bersamaan penyesalan yang mendalam karena gagal melindungi yang tercinta membuatnya matirasa dengan perempuan.


brawijaya muncul tidak lama kemudian setelah mengalahkan sasule, dia menenangkan muridnya yang merasa sangat gagal dalam melindungi tuan putri.


abimanyu menceritakan semua hal kepada brawijaya dan diapun menenagkan abirama.


"abirama mungkin ini takdir yang telah ditentukan tuhan untuk kita. tidak ada yang salah di antara kita karena kita telah melakukan semaksimal mungkin. apa yang terjadi hari ini adalah pelajaran yang berharga kematian tuan putri adalah alasan untuk kalian tetap hidup, penghargaan tertinggi atas pengorbananya adalah hidup sebagai orang yang baik"


berakhirlah lagu yang dimainkan abirama banyak penduduk meneteskan air mata entah bagiamana rasa sedih yang tidak dapat dijelaskan tiba-tiba terasa di hati para pendengar.


dari kejauhan sutejo mengamati permainan seruling abirama. "benar-benar merdu dan tanpa cacat tak salah aku menurunkan ilmuku"


----------×××××-------------


***Maaf para pembaca sekalian mohon bantuanya untuk konfirmasi dengan like atau jempolnya sukur-sukur bisa di vote, author sedang mempertimbangkan untuk menyelesaikan novel ini jika memang sedikit peminatnya hal ini karena kesibukan dan lain sebagainya di dunia nyata.


konfirmasi yang saya maksud adalah untuk memastikan jika memang para pembaca benar-benar menikmati atau menginginkan kelanjutan dari novel ini***.


mohon maaf sebelumnya