
Setelah ucup keling dikalahkan mereka melanjutkan perjalanannya. kepala ucup keling disimpan untuk ditukar dengan uang hadiah.
maman sangat berterimakasih dengan mereka mengingat jika bukan karena jasa keponakannya sudah pasti nyawanya tinggal kenangan.
sedangkan sulawi merasa puas dengan apa yang indira lakukan, dengan ini penerus jurus pedang pengait ada penerusnya. jurus ini begitu sulit dikuasai karena melibatkan kecakapan yang cukup tinggi dalam penggunaanya.
perjalanan berjalan dengan semestinya karena kabar dikalahkanya ucup keling membuat perampok lain harus berpikir lebih jauh jika ingin menyerang.
subuh mulai menyongsong benang merah di cakrawala menyeruak di antara pegunungan embun pagi bersama angin segar menghapus bau darah pertempuran sengit tadi malam.
kinanti bercengkrama dengan maman sedamgkan indira memapah sulawi yang kepayahan karena lukanya. sedangkan utina membuka perbekalan mereka mencari barang yang mungkin dapat dimakan.
"barang apa yang kau jual, sampai ucup keling mati-matian mencegat perjalanan kita"
"ini adalah barang dari timur, obat-obatan untuk penyakit tertentu seperti tanaman sarang semut selain itu ada madu langka dan barang-barang sejenisnya"
"sarang semut, benar-benar langka dan berkasiat"
"kalau kau punya orang yang membutuhkan obat-obatan ini kau dapat menghubungi aku dan kupastikan harga bagus untukmu"
sulawi dan indira sedang melihat matahari terbit di belakang mereka.
"sepertinya ini adalah perjalanan terakhirku sebagai pendekar"
"guru pasti bisa pulih"
"luka ini aku melihat sendiri tingkat keparahanya, andai aku bisa sembuh sekalipun aku tidak akan bisa sempurna menggunakan tehnik pedang pengait"
"tapi guru kita belum selesai membalaskan dendam"
"kurasa dendam widura tidak akan terbalaskan oleh aku, kau lah yang akan menjadi harapan kami" ucapan ini diucapkan oleh sulawi untuk membuat indira mengeluarkan potensinya
"baiklah aku akan berlatih lebih giat lagi"
hari ini indira mendapat motivasi yang sangat besar untuk menjadi pendekar yang lebih kuat lagi, dan lebih kuat lagi melampaui kedua gurunya.
pagi itu mereka sampai ke kalingga dengan selamat, indira dan sulawi segera melanjutkan perjalanan ke padepokan pedang langit.
namun sebelum berpamitan maman memberikan apa yang di janjikannya yaitu upah yang pantas atas apa yang mereka lakukan.
mereka diberikan masing-masing sekantung emas. lebih dari itu di kalingga ada toko obat yang sangat terkenal bernama sungai emas. dan memberikan mereka masing-masing mendali untuk jika mereka berada di tokomanapun cabang dari sungai emas mereka akan mendapat diskon dan perlakuan khusus.
kinanti dan utina segera ke warung pendekar untuk menukar kepala ucup keling dengan uang hadiah. selain itu mereka mencari informasi mengenai keberadaan ronggowarsito.
di dalam warung pendekar ada beberapa pendekar yang sedang ngopi dan makan beberapa makanan, ketika masuk kinanti menyerahkan kepala ucup keling ke bagian pencatatan tugas.
suasana menjadi tegang ketika kepala di serahkan ke bagian pencatatan tugas, membasmi perampok ucup keling adalah misi yang telah lama terbengkalai melihat orang asing menyelesaikan misi itu tentusaja membuat beberapa orang menjadi waspada.
kepala ucup keling dihargai 20 keping emas harga yang cukup tinggi untuk ukuran perampok.
kinanti sudah terbiasa dengan dunia pendekar, dimana yang terkuatlah bertahan terkadang sangat penting untuk menunjukan seberapa kuat dirimu dimata lawanmu terlebih jika kau adalah seorang wanita.
perut kinanti dan utina sudah berteriak sejak tadi merengek meminta makanan akhirnya dengan uang yang cukup berlimpah mereka menyantap banyak hidangan untuk menambah energi, tanpa menghiraukan pandangan dari orang disekitarnya.
belum habis mereka makan datanglah lima orang menggunakan golok, dan palu di punggungnya dengan tergesa-gesa. dari percakapan mereka diketahui mereka adalah orang pangelingan. kebetulan mereka mengambil tempat duduk di belakang kinanti.
"siapa yang menyerang mata-mata kita" ucap pemimpin mereka
"kudengar mereka adalah pasukan pisau emas yang dibentuk oleh raja"
"ku dengar kesaktian mereka sangat tinggi meski kalah jumlah mereka tidak akan menyerah"
"apa ada kabar ronggowarsito?"
"menurut kabar angin dia berlatih di hutan bambu hitam namun akan ke kalingga dalam waktu dekat"
"ku harap dia segera datang aku yakin jika pasukan pisau emas yang menyerang regu mata-mata maka kemungkinan besar mereka juga akan menyerang kita"
"satu-satunya jalan adalah kita memperoleh perlindungan dari teratai hitam"
mereka tidak sadar bahwa kedua wanita di depanya adalah pemburu hadiah yang sedang mencari ronggowarsito.
informasi ini tidak disia-siakan oleh kinanti dan utina. setidaknya ada 2 informasi penting pertama adalah ada hubungan ronggoarsito dengan orang ini
dan yang kedua adalah dalam waktu dekat ronggowarsito akan muncul. namun yang disesalkan adalah seharusnya mereka mengikuti anjani dan abirama untuk menyerang teratai hitam mungkin saat itu ada kesempatan untuk menangkapnya atau membunuhnya.
dua orang berjubah emas bertopeng dengan motif daun jati memasuki ruangan.
kelima orang itu dengan sigap memasang kuda-kuda bersiap untuk menyerang.
dua anak panah melesat dari jendela mengenai kepala dua dari pendekar itu.
"kalian mata-mata teratai hitam menyerahlah"
"aku tidak akan menyerah sampai titik darah penghabisan" ucap pemimpin rombongan itu
"baik kalau itu mau kalian, akan aku kabulkan"
"tehnik pedang cahaya, tebasan berkilau"
adu juruspun terjadi namun dalam waktu yang sangat singkat sekali langkah nyawa ketiga pendekar itu sudah ditangan kedua pendekar misterius dengan jubah emas.
tehnik pedang berkilau adalah jurus yang diciptakan padepokan agra leksana hanya segelintir orang yang mampu menguasai jurus itu.
kedua orang itu pasti dari agra leksana pikir kinanti, lebih baik aku tidak ikut campur urusan mereka pikir kinanti.
setelah membunuh kelima orang itu mereka memberikan uang kepada penjaga warung untuk mengurus mayat mereka. dan segera meninggalkan tempat itu
***
lintang yang terkena racun es di bawa ke sebuah penjara di kerajaan mataram.
kerajaan mataram adalah kerajaan di dunia ruh kerajaan ini dihuni oleh berbagai jenis ruh dan jin dengan berbagai latar belakang. selain itu juga ada manusia yang berada di sini dengan berbagai tujuan.
kerajaan mataram sedang dalam kondisi berperang dengan kerajaan pasundan kedua kerajaan ini memiliki sejarah panjang dan sering berperang sejak dulu, hanya saja kali ini masalahnya lebih parah karena meninggalnya putra mahkota dari pasundan yang menurut rumor didalangi oleh pihak mataram.
"ahhh.... kenapa aku diikat, oh iya aku bertarung dengan seseorang"
lintang bersila untuk mengumpulkan tenaga dalam, anehnya adalah ternyata tenaga dalam tidak dapat terkumpul ketika berada di dalam sangkar.
"hahaha tak kusangka akan bertemu dengan mu di tempat ini"
"bukankah aku pernah bertemu denganmu?"
dia adalah sosok yang kutemui di istana terbang dan menjatuhkan mahkota nagaswara ucap lintang dalam hati
"ingatanmu bagus juga, apa yang kau lakukan di tempat ini" mahluk berjubah biru itu mengitari sangkar lintang.
"aku hanya ingin berpetualang di dunia ruh"
"hahahahaha..... dasar manusia melihat dunia ruh bagaikan taman bermain mereka, mereka pikir bisa keluar masuk seenaknya"
"memangnya ada yang salah dari yang aku lakukan?"
"sebenarnya sih tidak itu kebebasan kalian. ngomong-ngomong namaku aldo siapa namamu?"
"namaku lintang.... apa kau bisa melepaskanku?"
"itu perkara mudah bagiku, tapi apa untungnya bagiku?"
"hmmm.... oke masuk akal,...., bagaimana kalau aku akan memberimu benda yang kau inginkan?"
"hmmm sebenarnya aku tertarik dengan tawaranmu tapi ada seseorang yang ingin bertemu denganmu"
cplakkkk...
aldo menjentikan jari dan seketika mereka berada di sebuah kerajaan yang sangat jauh. di depannya ada sesosok mahluk berkepala elang dan bertubuh manusia mengenakan perhiasan dari emas dengan ukuran tubuh setidaknya 5 kali manusia normal.
"kau manusia baumu sangat tidak asing bagi kami, apakah kau pendekar cahaya?"
"aku tidak tahu tapi selama aku di dunia ruh kalian adalah orang kedua yang berkata demikian"
"hahaha mungkin aku yg salah, namaku adalah horus"
"ngomong-ngomong bisakah kalian melepaskan tali yang mengikatku"
"aldo lepaskan dia"
"baik tuan" aldo pun melepaskan tali yang mengikat tangan lintang
"namaku lintang, aku kesini untuk berpetualang dan aku tidak mau mencampuri urusan kalian"
"hahaha.... kau pikir semudah itu, manusia, siluman dan jin semuanya terikat oleh takdir dan kau punya takdir yang menarik"
"jika tidak ada urusan aku mau pergi" lintang mencoba membuka portal namun tidak bisa
melihat kejadian ini sontak seluruh ruangan tertawa dengan keras. namun lintang tidak berhenti sampai disitu dia mencoba membuka kembali namun hasilnya nihil semua orang tertawa dengan gelinya bahkan horus sendiri sampai menangis.
lintang memasang ekspresi marah namun tidak dapat berbuat apa-apa.
"kau benar aldo dia memang amatiran"
"dia bahkan tidak tahu ada segel pengunci di tubuhnya"
"apa yang kalian lakukan padaku?"
"kami tidak melakukan apapun yang memberikan segel pengunci adalah orang mataram, kau harus menemukan pendekar itu hanya dia yang bisa, aldo kembalikan dia ke mataram" ucap horus
cplakk....
dalam sekejap lintang sudah berada di dalam penjara seperti semula. beberapa saat kemudian 4 orang penjaga mengankat kurungan membawanya bertemu sosok dengan wajah seekor serigala dengan berwarna merahdan tubuh manusia namun berwarna hitam sepenuhnya.
"Paduka dia adalah mata-mata pasundan"
"apakah benar kau mata-mata pasundan" mata merah menyala terarah ke lintang
"aku kesini untuk berpetualang" mulut lintang menjawab tanpa kendalinya. kemampuan raja mataram saat ini adalah mampu membuat siapapun berkata jujur jika melihat ke matanya.
"hmmm manusia gegabah selalu bertindak seenaknya"
tak berapa lama wirapto muncul
"paduka jika dia bukan mata-mata mungkin lebih baik kita lepaskan dia "
"tidak aku akan menghukum dia karena telah sembrono mengacau di wilayah mataram"
"apa .... aku .... tidak melakukan apapun"
"kau memasuki wilayah mataram tanpa ijin, menyerang penjaga di kota waljinah apa kau mau mengelak....."
"lintang hanya bisa terdiam"
mata raja dapat melihat tidak hanya kejujuran bahkan tentang ingatan akhirnya lintangpun tidak dapat mengelak
"hukumanmu adalah kau harus menemukan pusaka yaitu kitab seribu wujud di labirin tak tertembus, bawa dia keluar dari sini"
lintangpun di bawa keluar dari ruang tahta mataram.
merasa frustasi dan tak bisa berbuat apa - apa sementara dia memang bersalah, hal ini adalah sebuah pelajaran yang tidak banyak pendekar mendapatkan pelajaran ini.
kebanyakan pendekar setelah ilmunya tinggi mereka menjadi sombong dan apatis terhadap peraturan yang ada. semakin lama orang kuat menjadi angkuh dan tak mau disalahkan peristiwa ini adalah pembelajaran penting bagi lintang dimasa hidupnya yang masih panjang.
----------×××××-------------
***Maaf para pembaca sekalian mohon bantuanya untuk konfirmasi dengan like atau jempolnya sukur-sukur bisa di vote, author sedang mempertimbangkan untuk menyelesaikan novel ini jika memang sedikit peminatnya hal ini karena kesibukan dan lain sebagainya di dunia nyata.
konfirmasi yang saya maksud adalah untuk memastikan jika memang para pembaca benar-benar menikmati atau menginginkan kelanjutan dari novel ini***.
mohon maaf sebelumnya s