
ardhan sedang memancing bersama dengan monyet-monyetnya dengan santai hal mengejutkanpun terjadi Lintang muncul dari dasar danau dengan baju robek sehingga membuat ardhan kaget, seingat dia lintang sedang melakukan semedi di dalam ruang rahasia namun tiba-tiba dia berada di hadapannya.
"ku kira siluman, kok bisa muncul dari dalam danau apa kau punya ilmu teleportasi?? "
"maaf guru ceritanya panjang kalau kuceritakan, aku mau ganti baju kalau boleh aku mau pinjam punya guru "
"pakai saja yang mana saja, kau bebas memilihnya"
lintang segera menuju ke ruang bawah tanah untuk berganti baju. di dalam ruang bawah tanah ada rak baju yang cukup besar baju-baju disini cukup usang namun karena bahannya bagus pakaian-pakaian ini tetap bertahan.
salah satu pakaian yang ditemukan oleh lintang adalah baju dari padepokan teratai emas. teratai emas benar-benar terasa asing di telinga lintang, dari sekian banyak buku yang dia baca baru kali ini dia bertemu mendengar tentang teratai emas.
lalu dia mencoba memakai baju itu dan ternyata memang cocok dengan tubuh lintang. baju ini sepertinya berusia cukup tua melihat dari ukuranya jika dibandingkan dengan ukuran tubuh ardhan sekarang baju ini kira-kira dipakai ketika ardhan masih remaja.
lintang sudah lama tidak bertemu gurunya yang masih bersemedi. namun surya masih dalam keadaan yang sama dari kali terakhir bertemu. akhirnya lintang memutuskan untuk beristirahat sejenak dikamarnya.
***
Dibalik pintu besar itu terlihat seorang pendekar yang sedang bersemedi, abirama dan anjani mengelilingi tubuh pendekar itu hingga abirama memperoleh kesimpulan. Pendekar ini belum mati namun ruhnya sedang tidak ada di sini.
“sepertinya benar yang dikatakan oleh ronggowarsito, kita tidak bisa membebaskanya”
“apa menurutmu kita bisa membawa tubuhnya saja”
“hmm… kurasa itu ide yang kurang baik, mungkin suatu saat ruhnya kembali maka dia tidak akan menemukan tubuhnya”
“ku rasa ruhnya sedang terperangkap di suatu tempat di dunia ruh”
“merepotkan juga jika demikian”
Kebingungan mereka adalah menemukan bagaimana cara membawa jasad werkudara tanpa diketahui oleh penjaga. Hal ini cukup sulit mengingat werkudara cukup besar untuk ukuran manusia biasa.
“rengka gunung”
sebuah serangan mengarah ke arah mereka menggetarkan bumi
“ini jurus milik mahesasura” kata abirama
Melihat siapa yang menggunakan jurus ini mereka terkejut bukan mahesasura yang mereka lihat melainkan adalah gitasena yang telah mempelajari ilmu dari kitab raja kegelapan
“kau bagaimana bisa…. “
Sebuah rantai menyerang abirama membuatnya tidak bisa meneruskan kata-katanya. Anjani bersiap untuk menyerang namun hujan anak panah dari pasukan yang dibawa gitasena membuatnya harus menghindar.
“kalian bagaimana bisa berada di bawah sini” dengan topeng yang dikenakan abirama dan anjani membuat gitasena tidak mengetahui identitas dari kedua penyusup itu.
Booom…. Booom….
Booom….
anjani menggunakan bom asap untuk mengacaukan pasukan pemanah yang di bawa gitasena, abirama masuk kedalam asap itu dan membawa jasad werkudara keluar ruangan. Dengan ilmu bayanganya abirama dengan mudah mengecoh pasukan dan situasi yang gelap benar-benar mempermudah pekerjaanya.
Sampai di luar bangunan banyak prajurit yang berjaga namun tentunya prajurit ini bukan tandingan mereka berdua, penjaga-penjaga itupun di habisi dengan mudah sembari melarikan diri dan melompat ke atap. Berada di atas atap dengan membawa werkudara tentunya bukan hal yang mudah, beberapa kali abirama harus menjaga keseimbanganya karena anak panah yang menghujani mereka.
Sampai diluar tak jauh dari markas seorang pendekar bercaping telah menunggu mereka.
“aku tidak bisa membiarkan kalian membawa werkudara dari sini mohon maaf” tubuh pendekar itu membungkuk memberi hormat.
Anjani tanpa basa-basi langsung meninju pendekar itu namun dengan mudah ditangkis, kali ini tendangan mengarah ke perut dilancarkan anjani lagi-lagi di tahan dengan mudah.
“aku sudah meminta dengan baik-baik namun begini cara membalasmu” pendekar itu meloncat kebelakang
“tutup mulutmu dan mari bertarung” anjani menunjuk langsung ke arah pendekar didepannya
pendekar itu memasang kuda-kuda bersiap menyerang anjani. Abirama mengerti isyarat dari anjani ini adalah pengecohan agar abirama bisa membawa werkudara meninggalkan daerah itu.
Pendekar itu mulai menyerang tusukan tangan mengarah keleher anjani anjani mengelak membalasnya dengan tehnik menyangga namun di tangkis dengan siku. Tangan anjani terasa sakit pendekar itu tidak memberinya kesempatan dia segera melancarkan pukulan bertubi-tubi kearah anjani.
Anjani mundur beberapa langkah dengan beberapa pukulan mengenai perutnya. Anjani mengambil nafas, kali ini sebuah tendangan mengarah ke kaki di berikan anjani pendekar itu meloncat ke udara sambil memberikan pukulan anjani menangkap tanganya dan bersiap membantingnya namun kuncian kaki ke lehernya membuat anjani ikut jatuh ke tanah.
Anjani dikunci dengan kakinya membuat dia sesak nafas.
“kau mau menyerah atau nyawamu harus ku cabut??”
“apa kau sudah gila hal seperti ini tidak akan menjatuhkanku” anjani menjawab dengan nafas tersengal - sengal
“dasar sombong, ku cabut nyawamu”
Anjani berusaha mengumpulkan tenaga dalam di tangannya, kuncian ini membuat anjani tidak bisa menyerang pedekar itu namun dia punya ide yang cukup cemerlang.
“Tehnik Harimau, Tapak penghancur gunung” pukulan keras di arahkan ke tanah membuat mereka berdua berada di udara segera anjani memanfaatkan situasi ini untuk melepas kuncian dari pendekar itu.
Pendekar itu segera mundur, karena waspada dan mengamati wajah anjani tersingkap karena topengnya telah hancur.
“pukulan yang mengerikan, ternyata kau lah pendekar harimau yang selama ini dicari teratai hitam”
“sekarang kita mulai dengan serius”
“tunggu dulu kurasa aku yang salah disini “
“apa kau takut hahh…. “ anjani menyerang dengan kekuatan penuh pendekar itu namun dengan mudah dihindari oleh pendekar itu, anjani semakin marah
“kalau kalian tidak memakai topeng pasti aku tidak akan mengganggu kalian”
“mau menipuku, dasar pendekar jancukers…..” anjani semakin menambah kecepatan dalam menyerang pendekar itu
“aku serius sepertinya ini hanya salah paham”
“salah paham kau mencekikku sampai hampir mati masih berani bilang salah paham asyuuu....” kali ini anjani menghentikan seranganya
“siapa kau sebenarnya?”
“maaf atas kelancanganku aku adalah adi sucipto, aku adalah murid dari guru werkudara ”
“ohhh…. begitu apa buktinya ?”
“hmmmm…. benar juga ya, bagaimana aku membuktikanya, apa kau akan percaya jika aku bisa mengunakan salah satu jurus milik guru ??”
“coba saja “
“tehnik naga putih, tinju petir” tangan adi sucipto dialiri petir berwarna putih
“baiklah aku akan percaya untuk saat ini, jika kau berbuat mencurigakan aku akan langsung menyerangmu”
Mereka berdua segera menyusul abirama yang telah meninggalkan pertarungan untuk membawa werkudara.
Di dalam markas gitasena memerntahkan setiap pasukan untuk mememeriksa keberadaan mereka namun hal itu sia-sia karena abirama dan anjani telah meninggalkan markas mereka sejak tadi. Ilmu bayangan abirama memang bermanfaat sekali disituasi-situasi seperti ini.
Gitasena segera mengerahkan pasukan siluman serigala untuk menemukan keberadaan kedua penyusup. sekelompok penunggang serigala terdiri dari 5 orang dikerahkan untuk menemukan keberadaan mereka, kecepatan mereka lebih tinggi dari seekor kuda dan penciuman yang sangat tajam membuat mereka tidak pernah gagal menemukan mangsanya.
Abirama tersusul oleh anjani dan adisucipto. Akhirnya anjani menceritakan peristiwa yang mereka alami namun hanya dibalas senyuman oleh abirama. Keheningan malam di pecah oleh suara lolongan serigala yang dilepaskan oleh gitasena. Dari jarak belasan kilometer suara mereka terdengar membuat mereka semakin waspada.
“pasukan serigala teratai hitam, apa kalian pernah mendengarnya” ucap anjani
“aku belum pernah mendengarnya” ucap abirama
“pasukan ini hanya dikeluarkan untuk menangani penyusup atau mencari orang yang kabur dari teratai hitam”
“seperti pasukan anjing dong?” usap adi
“ini sama sekali berbeda jauh, penciuman mereka 10 kali lebih tajam dan ukuran mereka sebesar harimau dengan kecepatan yang sangat tinggi, jarang ada yang bisa lolos dari pasukan serigala ini”
“apa kau sudah punya antisipasi untuk serangan pasukan ini/kita harus memakai cara lama?” ucap abirama
“kali ini hanya bisa dengan cara lama, karena kemampuan membedakan bau mereka sangat luar biasa”
tak lama berselang bayangan hitam menghampiri mereka bertiga. lolongan keras bergema sepertinya memanggil anggota yang lain bahwa posisi mangsa telah ditemukan.
***
kinanti menunggu di bar cukup lama kedatangan ronggowarsito, sosok misterius ini adalah pembawa kehancuran bagi samudra pasai, namun kinanti belum mengetahui fakta dibaliknya.
siang hari yang panas di kalingga banyak sekali pendekar berdatangan membicarakan tentang penyerangan teratai hitam. ke benteng gunung sewu.
selain banyak pendekar ada juga pedangang yang berlalu lalang disekitar kota, penyebab utamanya adalah peperangan yang akan pecah antara pangelingan dan teratai hitam. membuat para pedagang mencari tempat yang lebih aman sementara waktu.
seorang pendekar bertopeng warna merah memasuki penginapan dari gelagatnya dia sepertinya cukup kaya karena dia memesan beberapa makana mahal sekaligus. tak berapa lama beberapa orang berpakaian hitam menghampirinya.
dari bentuk tubuhnya anjani yakin bahwa dia adalah ronggowarsito, namun dia tidak mau gegabah bisa jadi dia adalah orang lain. anjani dan kinanti makan sambil menunggu perkembangan situasinya.
beberapa orang berpakaian hitam itu menyerang pendekar bertopeng merah.
"kalian pikir bisa mengelabuhiku hah"
"ronggowarsito kau adalah buronan kerajaan antareja menyerahlah"
"apa maksudmu bukankah samudra pasai selaku yang memperkarakan buronanku telah hancur tidak ada lagi urusanku dengan antareja"
"diammm.... menyerahlah atau kami pisau emas akan melumpuhkanmu"
"kaliannnn melumpuhkanku??, jangan mimpi kalian cecunguk hanya akan menjadi korban pedangku"
ternyata orang-orang perpakaian hitam adalah orang-orang pisau emas yang menyamar.
segera terjadi perkelahian adu silat pun terjadi, meja ditendang oleh ronggowarsito sehingga dia terdorong ke belakang. menjauhi orang-orang itu.
tau dirinya kalah jumlah ronggowarsito berlari keluar menuju ke barat. namun anggota lain yang berjaga di luar mengejarnya.
"tehnik pedang cahaya, jurus pedang panjang" pemimpin pisau emas mengeluarkan jurus pedang yang memanjang untuk menyerang ronggowarsito
anjani dan utina mengikuti dari belakang dengan hati-hati agar tidak dicurigai.
empat orang di belakang ronggowarsito mencoba mnyerangnya dengan anak panah namun dia dapat menghindarinya dengan mudah. kali ini ronggowarsito berbalik arah dan menyerang keempat orang di belakangnya.
"tehnik pedang terbalik" berlari merunduk kemudian menebas satu-persatu pendekar dibelakangnya tanpa ragu.
benar-benar seorang ahli pedang pendek, keempat orang pengejarnya langsung tumbang dengan luka tebasan di tubuhnya
regu berikutnya menyusul kali ini pemimpinya berada di depan.
"kau beraninya, kau tidak akan selamat dari sini"
"bukan kau yang tentukan, aku memancing kalian kesini agar tidak ada orang lain yang ikut campur"
"******** terlalu angkuh bisa membunuhmu"
"tehnik pedang cahaya, tebasan berkilau" lima orang menebaskan energi cahaya ke arah ronggowarsito namun dihindari dengan mudah.
"segini saja kemampuan kalian" biar aku tunjukan tehnik pedang yang sesunggguhnya"
"tehnik pedang pendek, pemanen anggur"
dengan kecepatan tinggi ronggowarsito melompati bahu mereka seperti sedang memetik anggur kepala pasukan itu satu persatu lepas dari leher.
"kalian keluarlah, aku kesini karena dari tadi kalian memnuntutiku"
anjani dan kinanti keluar dari belakang pohon.
"gaya bertarungmu sangat asing untuk ukuran orang samudra pasai"
"kau sepertinya adalah pemburu hadiah"
"aku kesini untuk menghabisimu"
"lagi-lagi orang aneh mau membunuhku, apa hari ini adalah hari bebas membunuh"
"hahaha... jangan sombong para anggota pisau emas yang tadi sepertinya orang-orang yang tidak lulus belajar tehnik pedang cahaya, aku tidak akan mengecewakanmu" sambil tersenyum anjani menantang ronggowarsito.
"kenapa tidak kita mulai saja"
ronggowarsito menyerang anjani dengan pedangnya. sepertinya akan terjadi pertempuran sengit di kalingga.
----------×××××-------------
***Maaf para pembaca sekalian mohon bantuanya untuk konfirmasi dengan like atau jempolnya sukur-sukur bisa di vote, author sedang mempertimbangkan untuk menyelesaikan novel ini jika memang sedikit peminatnya hal ini karena kesibukan dan lain sebagainya di dunia nyata.
konfirmasi yang saya maksud adalah untuk memastikan jika memang para pembaca benar-benar menikmati atau menginginkan kelanjutan dari novel ini***.
mohon maaf sebelumnya s