Avoid Differences

Avoid Differences
Episode 8



 


"gu..gua te..tenggelem...tapi..gua bisa nafas?" batin Riko , Riko pun tenggelam semakin dalam.


namun semakin dalam Riko tenggelam semakin banyak udara yang Riko dapat untuk bernafas..berbeda dengan dunia nyata..


 


" hmmph..di dunia ini semua berbeda..kan?"


"entahlah..kata suara yang waktu itu gua denger, ini perbatasan antara masa lalu dan masa depan...iya kan?"



"RIKO!!" teriak ka Nadin saat berusaha menggapai tangan Riko..namun Riko menolak dan lebih memilih untuk tenggelam di banding ikut dengan kakak kakaknya.


"TU ANAK KENAPA SIH!? CARI MATI!?"


tak lama kemudian "he?!" ucap ka Vino terkejut mengetahui bagian yang di injaknya berubah menjadi air , sama sperti yang Riko alami , ka Vino pun perlahan tenggelam.


"Vino!?" panggil ka Nadin lagi namun sama sperti Riko ia tak bisa


"ini kenapa sih?!" perlahan lahan..satu persatu empat bersaudara itu pun tenggelam.


yah..mereka mengira mereka tenggelam, padahal mereka salah.. mereka hanya akan akan berpindah tempat. sebagai rintangan yang ke dua atau sebagai rintangan yang akan mereka hadapi selanjutnya.


seperti game saja yang memiliki level hanya saja, ini tanpa petunjuk.., jika ada maka semua harus mencarinya sendiri.


namun berbeda dengan yang lain Riko mengalami hal di luar dugaan..


sesaat Riko pun mulai mengejamkan matanya di dalam air..


"gua gak pernah senyaman ini sebelumnya.. sepi.. tenang..gak ada suara bising..gelap.. sendirian..tidak perlu terikat..bebas.."


"seseorang dengan sombongnya ..mengatakan tentang logika Cinta...kesepian..dan lain sebagainya..namun tidak ada satu pun dari mereka yang mengatakan hal yang masuk akal..Yang benar saja.."


"menurut mereka kesepian itu menyakitkan.. juga di anggap tak berguna..memang mereka tau apa?.."


"menurutku kesepian adalah suatu hal yang wajar..apa yang akan kau lakukan saat kau kesepian? haruskah kau menanyakannya pada dirimu sendiri?"


"ayolah yang benar saja..gua udah dramatis banget..paan sih..tapi jujur aja gua mungkin gak keberatan jika untuk kesepian dan..mungkin di anggap...tak..berguna.."


"menurut gua kesepian bukan sesuatu yang perlu di tangisi...kan?"


semakin dalam ia tenggelam sesaat semakin cerah...entahlah bagaikan ada kehidupan di bawah air itu,.. Riko pun mendarat di sebuah desa.



"ayolah yang benar saja..aku terdampar disebuah desa tak berpenghuni..yang dingin dan...puft hahah..gua kayak yang film film.."


"hmm..tapi bneran deh..di sini ada orang gak ya.." tanpa pikir panjang Riko pun berjalan jalan .


selagi ia melihat sekeliling "He? tunggu? ko ada yang aneh?"


"Gua udah bisa ngeliat!?" ucap Riko terkejut ketika menyadari semua kembali cerah.



"apaan sih.. gua bicara persis orang buta yang baru sembuh..fyuh.."


tak lama kemudian terdengar tawa dari kejauhan , Riko pun mendekati asal suara dan tawa itu...



"hah? itu ayah?"


"kok ayah bisa di sini? trus itu?"


"itu ka Nadin ama ka Vino kan? lah trus yang anak kecil kok mirip..."



"bukan mirip..it..itu kan emang beneran gua!" ucap Riko terkejut melihat anak kecil di belakang orang tua dan kedua kakaknya yang sedang bersenda gurau.


lalu Riko kecil itu pun berbalik dan memainkan selang yang di pegangnya..


"hah? itu beneran gua..kan?...