
singkatnya , ini pertama kali Riko percaya fantasi benar benar ada.......
"jan bilang dia mo gigit tangan gua!?" batin Riko lalu bergegas menjauhkan tangannya dari kucing itu.
namun tak di sangka, kucing cerdik itu malah mencakar wajah Riko, hingga wajah Riko pun luka dan berdarah.
"AW! KUCING! SALAH GUA APA SIH!!" teriak Riko mengelus lukanya lalu meninggalkan kucing itu , namun.
saat Riko kembali ke tempat ia menyimpan kucing kucing tadi , kucing kucing itu menghilang .
"hah? seingat gua tadi di simpan di sini deh?" batin Riko bergegas mencarinya "atau mungkin udah di bawa mata empat kali ya?" batin Riko .
tak lama kemudian , "Rik..bantuin gua masak yuk.." kata ka Nadin yang seketika muncul dari dapur
"lho? kucingnya?" tanya Riko lagi.
"Kucing? kucing apa?" balas ka Nadin sperti tak mengetahui apapun.
"hah? Riko pun meraba wajahnya yang tadi sempat di cakar.
"ga ada???" batin Riko terkejut mengetahui luka tadi hilang tanpa jejak. "tapi gua ingat banget deh tadi kan..." batin Riko lalu berbalik.
"he???! kandangnya juga hilang??!" batin Riko lagi terkejut mengetahui kandang kucing kucing yang tanpa ia sadari telah menghilang.
"apa yang? seingat gua tadi..tadi kann!?" batin Riko yang masih tak percaya .
"ah..lu kenapa sih mending bantuin gua mas...." namun Riko bergegas melarikan diri sbelum mata empat meminta tolong.
"Cih! kirain gua mau apa! tu orang kalo gua baik dikiiit aja..gua langsung di manfaatin!" gumam Riko stelah berhasil melarikan diri.
"tapi apa tadi gua ngeyel doang ya? pas nangkap kucing? apa gua baru bangun gitu?" tanya Riko lagi lalu Riko pun segera menyalakan Computer .
hari hari selanjutnya, Riko sudah tak memedulikan kejadian itu dan menganggapnya tak pernah terjadi.
hari hari libur pun berlalu, tiba saatnya mulai pembelajaran online. hari pertama mungkin tidak buruk , karena Riko masih punya semangat belajar yang tinggi.
namun berbeda dengan hari hari sebelumnya , hari ini semangat belajar Riko turun hingga ia pun berniat bolos sekolah dalam beberapa hari.
"huft..males banget sih! tugas gua udah numpuk banget lagi!" keluh Riko ketika ia bangun dari tidur paginya.
"Rik..lu udah bangun..bantuin gua yok!" kata Ka Nadin yang ternyata juga tertidur di kamar Riko .
"cih..ni orang berapa kali juga gua bilang gua gak maooo!!!" keluh Riko lalu bergegas keluar kamar.
"bot! bot! lu musti liat ini deh!" panggil ka Miki kakak ke dua Riko atau yang biasa Riko panggil multifungsi. Riko pun hanya menatapnya dengan tatapan sinis .
tak lama kemudian "eheh..bot! gua mintol do.." namun kata kata Ka Vino saat itu di sela Riko yang seketika berteriak.
"AAAAAAA!!!!" teriak Riko dengan wajah putus asa , "hidup gua di rumah apes banget woy!" batin Riko sejenak menatap sinis ke arah Kakak kakaknya .
"entah mengapa gua lebih ngarap ni orang orang aja yang ngilang di banding kucing kucing waktu itu..." batin Riko lalu menghela nafas.
tak lama kemudian , entah apa yang terjadi saat itu namun seketika suasananya pun berubah .
"apa yang!?!?" batin Riko kaget saat merasakan lantai yang di injaknya miring .
"HE?!?!? INI KENAPA!?" teriak ka Nadin yang ketika itu juga merasakannya
"lho!?" lanjut ka Miki yang juga bingung dengan situasinya.
"apa yang? jadi bukan gua doang skarang?" batin Riko melihat ekspresi kakak kakaknya. sesaat Riko berpikir mungkin fantasi benar benar..."AAAAAA!!!"....