
"RILL?"
"aduh..apa aku mengagetkanmu?"
"ma..maafkan aku! aku sama sekali tidak sengaja!!"
"hahah..tidak apa apa..aku datang untuk melihat adikku..apa kau melihatnya?"
"ta..tadi dia pergi ke kerajaan bersama Riko..tapi Rill aku benar benar minta maaf sudah membuatmu basah.."
"duh..gila..gua nyiram manusia paling ganteng di dunia aneh ini.." batin ka Nadin dengan wajah penuh amarah untuk dirinya sendiri.
"ya sudah kalau begitu aku akan pergi menyusul adikku sampai jumpa..tetap semangat tidak usah memikirkanku..aku baik baik saja..!" kata Rill melambaikan tangan dan bergegas ke kerajaan.
"AAA! WOY GUA DI SEMANGATIN ORANG PALING GANTENG SEDUNIA! AMPUN!" teriak ka Nadin .
dan tanpa ia sadari karena semangatnya begitu besar tongkatnya pun memperoleh kekuatan begitu besar, hingga ia pun menghabisi semua monster di wilayah itu.
"tring!" terdengar pemberitahuan peningkatan stats milik ka Nadin.
"huaw apa ini sperti milik Riko?" tanpa pikir panjang ka Nadin pun menekannya dan tongkatnya pun semakin berkilau juga mana yang ia rasakan semakin membara.
"hei Riko? apa kau tak berniat untuk membeli apapun di sini?" tanya Louis mencairkan suasana.
"tidak.."
"apa kau yakin? karna di sini ada sangat banyak hal menarik..apa kau tak berniat ingin mengetahuinya?"
"tidak.."
"yang benar saja..aku sudah menjelaskan panjang lebar dan ia hanya menjawab dengan satu kata?" batin louis sambil tersenyum tipis.
"hei..aku ingin menanyakannya lagi padamu.."
"yi..ya?"
"apa yang membuat seorang pangeran terhormat sepertimu begitu baik pada orang asing dan baru spertiku?"
"oh..salah ya?"
"juga dari mana kau bisa tau kedatanganku?"
"oh itu..suatu saat aku akan memberitaumu.." balas louis sambil mengedipkan mata sebelahnya.
"cih..apa dia berniat buruk padaku.." batin Riko menatap Louis dengan tatapan sinis.
tak lama kemudian ,
"Hei anak muda.. apa kau tak berniat untuk bermain main sedikit denganku?" terdengar suara seorang berandalan yang mabuk dan menggoda seorang pelayan .
"hanya sebentar saja hahaha.." kata berandalan itu lagi mengganggu pelayan itu.
saat ini yang Riko herankan adalah mengapa pelayan dan juga para penduduk yang lain tak segera membantunya..hingga pelayan itu di dorong dan terjatuh..
"aah!! tolong!" teriaknya gemetaran
"Splash!.."
"hei jangan berani menyentuhnya.." ucap Riko yang ketika itu datang dan mencoba serangan jarak jauhnya.
"apa yang kau pikirkan!"
"cih..bodoh!"
"splash!" Riko pun memenggal tangan berandalan itu hingga berdarah dan ia pun melarikan diri.
orang orang yang melihat ketika itupun menatap Riko dan suasananya pun menjadi hening.
"cih..sbenarnya aku tak ada urusannya dengan ini..hmmph.." kata Riko lalu segera pergi.
"waw..Riko menjadi sangat hebat walau ini baru pertama kalinya ia meningkatkan Skillnya.." batin Louis terkagum kagum saat melihat kejadian itu dan kemampuan Riko.
"hmm? ada apa?"
"ti..tidak apa apa.."
"ya sudah..apa kau bisa menunjukan sesuatu yang bisa sedikit menghiburku di sini?"
"oh tentu saja kau ingin aku menunjukkan apa?"
"terserahmu saja.."
"ku rasa dia memang sesuai keinginanku.." batin Louis dengan wajah sedikit memerah.
"bum!" seketika kembang api pun mulai bermunculan ,
"hei Riko! spertinya festivalnya sudah di mulai hahah! ayo bersenang senang!" ucap louis lalu bergegas masuk ke pintu masuk festival.
"Hei LOUI!" panggil Riko namun
"LOUIS!! AKU ING--" terdengar suara Rill dari belakang Riko namun suaranya sekejap berhenti dan hilang..
"he? bukankah itu suara Rill.." gumam Riko lalu berbalik, namun ia tak menemukan apapun ,
"hmm?"