
"seingatku..terakhir kali aku bermain permainan menyebalkan itu aku di bom dua puluh kali dalam dua puluh kali permainan dan tak pernah sekali pun menang.."
"permainan itu benar benar tak mendukung keberuntunganku!" batin Riko lalu mebalut dirinya dengan selimut lagi .
"hahah! malam ini kita akan bermain ini! hahah RIKO! kau harus ikut jika tidak aku akan menjual katanamu pada seseorang yang sudah ak..."
"baiklahh! aku main!!"
"cih trik murahan!" batin Riko melipat tangan dan mengerutkan keningnya.
"aku akan..."
"kalian juga harus main! jika tidak aku akan mengumbar rahasia kalian depan semua or.."
"BAIKLAH! KAMI MAIN!" teriak ka Miki dan ka Vino kesal.
"hahha..apa kau tak tau aku adalah jenderal di sekolahku!" ujar ka Vino dengan sombongnya.
"cih! asal kau tau saja! aku adalah juara lima kali double joker dan pemilik skor tertinggi di sekolahku..!"
"sialan..pasti aku kalah..mana mungkin aku yang sudah dua puluh kali di bom di sekolah melawan jenderal dan pemenang berturut turut di sekolah mereka!" batin Riko menatap ketiga kakaknya dengan tatapan putus asa.
"hahah..aku tak perlu khawatir..karna Riko sangat buruk dalam permainan ini..jadi aku tda mungkin kalah.." batin ka Miki menatap licik ke arah Riko ,
"kenapa menatapku!"
"cih mereka semua menatap licik ke arahku..! aku berfirasat buruk tentang ini! lagi pula bagaimana bisa aku tertipu dengan trik murahan! argh! bodoh!!!!"
"baiklah..karna kurasa kurang seru jika bermain biasa, kita akan mengadakan hukuman!!" usul ka Nadin menatap licik Riko Vino dan Miki
"baiklah siapa takut!" balas Vino lantang..
"aku pun terima.." sambung ka Miki
"glek.." Riko hanya bisa menelan ludahnya dan tak berkutip..
"hahah..baiklah..kalau begitu..YANG KALAH JONGKOK!!" teriak ka Nadin dengan lantang.
"hahah..ternyata cuma it--"
"bodoh! kenapa di tambah sih!"
"hohoh..melayani kita selama beberapa hari..hmmhehe.." sambung ka Vino ,
beberapa detik kemudian Vino Nadin dan Miki pun saling menatap sesaat lalu mengarahkan pandangannya ke arah Riko..
Riko yang melihat itupun hanya terus menelan ludahnya sendiri..
"apa yang kupikirkan!! bodoh! di saat saat sperti ini aku tdak mungkin menang!!" batin Riko ketika ka Nadin mulai membagikan kartu.
"baiklah kita mulai!" ucap ka Nadin mengeluarkan tiga clofer..
"hahah..lihat saja nanti!" sambung ka Vino dengan mengeluarkan lima clofer..
"kejam..apa dia tau aku punya empat clofer?" batin Riko hanya terus menatap kartunya tanpa harapan..
selang beberapa menit berlalu..dan permainan masih saja sengit , ka Vino dengan dua kartu dan punya kemungkinan besar untuk menang!
di susul oleh ka Nadin yang tinggal memegangi empat kartu di tangannya dan juga Miki dengan empat kartunya..
sesaat Riko pun menghela nafas..
"sudah pasti aku kalah.." batin Riko yang terus memperhatikan tujuh kartunya yang tersisa tentu saja tdak ada kemungkinan untuk menang..
"hahah! saatnya melihat kehebatanku!" ujar ka Vino mengeluarkan joker merah..lalu segera menurunkan kartu terakhirnya namun..
"eitss...aku rasa aku bisa melawan!" ucap Riko lantang..
"hmm? benarkah?"
"hahah! tak kusangka kau sepayah itu KOMPOR!" teriak Riko mengeluarkan 4 kartu yang sama ,
"yang benar saja! aku di bom!!"
"heheh..ku rasa keadaan kita berbalik sekarang.." ucap Riko lagi mengeluarkan kartu as..satu persatu dan!
"HAHAHA!! WIA THE CAMPION!!--"
"eh?!"