Avoid Differences

Avoid Differences
Episode 6



 


"KENAPA WOY!! MATA EMPAT KENAPA LARI!!? ITU SUARA APA????" teriak Riko sambil berlari.


"SUARA? SUARA APAAN SIH! GUA CUMA LIAT BANYAK BANGET MAKHLUK ANEH..MAKANYA CEPET CEPET LARI!!" balas ka Nadin menggeleng gelengkan kepala.


 


"mereka bicara apa sih? trus kenapa kita lari?" batin ka Vino yang sejak tadi hanya ikut ikutan lari.


"sembunyi di sini!" kata ka Nadin lalu menarik Riko, Vino dan Miki.


"hah? sembunyi?" Riko masih heran terutama sejak tadi ia tak melihat apapun.


"apa sih..ga ada petunjuk sama sekali gitu?"



"apaan lagi nih? ada suara!" ucap Riko lalu berbalik .


"apaan? ga ada apa apa? gua ga denger apa apa!" balas ka Nadin menyangkal.


"apa yang? maksudnya gimana toh?" batin Riko yang semakin kebingungan, Riko pun berusaha agar mencari asal suara itu.


"Pasti ada sesuatu ," kata ka Nadin Lalu segera melihat sekeliling . berbeda dengan Riko, Vino dan Miki yang hanya melihat kegelapan , ka Nadin melihatnya seperti gurun.


lalu makhluk tadi adalah monster gurun yang menyamar di pasir pasir untuk menjebak siapapun yang menginjaknya.


tak lama kemudian,


"apaan tuh? apa itu Jimat!?" kata ka Nadin .


terus memperhatikan kertas yang tertempel di bebatuan dekat gurun, tempat jebakan para makhluk mirip monster tadi.


Riko pun hanya terus berjalan maju sambil menyodorkan tangannya ke depan. tak lama kemudian Riko merasa menabrak sesuatu yang tidak bisa ia lihat.


tentu saja Nadin berpikir , untuk apa kertas yang bentuknya seperti jimat ada di gurun sperti ini?


 


apakah sudah ada yang singgah dan pergi ke tempat ini sbelum ia dan saudara saudaranya?


tak lama kemudian , Riko mendengar suara yang bergema di langit langit tempat gelap itu .


"heheh..kalian sudah terjebak ke dalam perbatasan antara masa lalu dan masa depan , satu satunya cara agar kalian kembali adalah dengan menjadi satu--"


"hah!? menjadi satu?" batin Riko setelah mendengar suara keras itu.


"ayolah...sudah ku duga ini sperti di dalam anime..yang seketika terbawa ke dunia lain, lalu berusaha mencari jalan keluar untuk kembali ke dunia mereka , dengan petunjuk berupa suara yang terdengar dari langit..sperti itu bukan?..." batin Riko lagi .


sesaat Riko pun mulai berpikir fantasi adalah hal yang nyata , namun satu satunya hal yang paling ia sesali karena harus melalui itu semua bersama kakak kakaknya.


"Tapi..apa maksudnya jadi satu?.." Riko pun terus bertanya tanya dalam hatinya.


"Riko! gua liat kertas di ujung sana..kayaknya itu jimat deh..karna kertas kuning dengan tulisan, dan juga bentuk persegi panjang yang tertempel di bebatuan? kemungkinan besar itu jimat kan?" ucap ka Nadin pada Riko.


"Kak gak denger tadi apa yang di sampein pengurus dunia ini!?" ujar Riko dengan wajah marah namun .


"hah? gua gak denger apa apa kok dari tadi?.." jawab ka Nadin saat itu.


"hah? ka Miki denger kan?" tanya Riko lagi pada ka Miki .


"hmm..." jawabnya sambil menggeleng gelengkan kepalanya pertanda ia tak mendengar apapun.


"lalu Riko pun segera bertanya pada ka Vino namun ka Vino masih saja sibuk dengan handphonenya ,


"huft...yang benar saja.." keluh Riko...