Avoid Differences

Avoid Differences
Episode 15



"apa kau pernah merasa kesepian?" tanya anak itu.


"eh??"


"apa dia menangis karna kesepian?" batin Riko.


"em..tidak.."


"lalu apa yang akan kau lakukan ketika kau kesepian?"


"aku..aku akan..fyuh..bisakah aku bertanya balik padamu? mengapa kau menangis ketika kau kesepian? dan mengapa kau merasa tak berguna ketika kau kesepian?"


"aku tak mengatakan tak berguna dan aku tidak menangis.."


"loh? lalu Rekaman itu?"


"ini sebenarnya bukan diriku..ini adalah dirimu.."


"HAH!?"


"apa kau tak menyadarinya?..apa kau melupakan masa kelammu dulu agar bisa memulai langkah baru tanpa menyelesaikan langkahmu yang sebelumnya?"


"kau berbohong bukan?"


"bukankah sebelum ke dunia ini kau sudah melihat kejadian saat kau kecil?"


"hah bagaimana kau bisa tau!?"


"skillku adalah melihat Rekaman waktu," ucap anak itu memperlihatkan Rekaman saat Riko menjelajahi ruang waktu dan masa lalunya saat itu.


"inikan..."


"seharusnya kau melihatnya saat itu..mengapa ketika kau tau kau telah lupa, kau meninggalkannya? apa kau tak pernah berpikir untuk mengingatnya kembali?"


"aku hanya..aku.."


"yang benar saja..aku tak tau harus mengatakan apa lagi!" batin Riko.


"kau tak harus menjawabnya..dan mungkin..sebenarnya kau sudah tau jawabannya.." mendengar itu Riko pun bergegas pergi dari perpustakaan itu.


"apa maksudnya itu..sejak kapan aku tau..cih.." batin Riko dalam perjalanan menuju kamar.


"Riko kau dari mana saja! kita harus memilih baju untuk quest besok tau!"


"oh iya aku lup..HEH!? BAJUNYA KOK..GAK INI BUKAN BAJU! INI GAUN!" teriak Riko saat melihat begitu banyak gaun gaun mewah yang menurutnya aneh.


"hmm? apa menurutmu ini tidak cantik?"


"huft..pdahal aku sangat ingin memakainya.."


"ya sudah kalau begitu..MULTI!!! KOMPOR!! BISAKAH AKU MEMINTA BAJU ZIRAH YANG DI SEDIAKAN DI KAMAR PRIA!" teriak Riko di ruang kumpul mereka.


"He?! apa kau gila!? kau tidak mengatakan kita akan memakai baju pria kan!?"


"hahah..tentu saja..karna baju pria adalah yang terbaik..hiehehe.."


"inilah alasan mengapa aku tidak pernah merasa punya adik perempuan..fyuh.." keluh ka Nadin putus asa.


"he..lalu maksudmu aku ini apa!?"


"tok..tok..tok.." terdengar suara ketukan pintu di kamar Riko.


"ya ada ap..he?" ucap Riko membuka pintu namun ,


"maaf..apa aku mengganggumu?" tanya Louis sambil tersenyum.


"ni orang kok senyum mulu sih.." batin Riko menatap sinis louis.


"tidak..kau sama skali tidak mengganggu.."


"kalau begitu aku hanya ingin mengatakan, baju khusus kalian akan kalian dapatkan stelah quest besok.."


"jadi untuk sementara..mm..heheh mungkin kau bisa memakai baju yang di sediakan.." bisik louis mengedipkan mata sebelahnya.


"heh..jangan harap aku mau mengenakan gaun aneh itu!" balas Riko lalu menutup pintu kamarnya.


"cih..tinggal bilang Ribet napa susah sih!?" batin Riko menghela nafas dan berbalik.


"hahah..dia benar benar menggemaskan.." batin Louis dari balik pintu.


besoknya


"huh..aku tidak cukup tidur semalam..hoaaa.." keluh Riko perlahan lahan mengejamkan matanya.


"hey..menurutku bukankah quest pemburu gurun itu akan jauh? di sana juga akan memakan lebih banyak mana dan tenaga kalian.."


"bagaimana jika kita memulai dengan quest yang lebih mudah?" tanya Louis dan semua mengiyakan.


"kalau begitu kita berhenti di sini.."


"Hah?!"