Avoid Differences

Avoid Differences
Episode 31



"jimat...?"


"hei..apakah itu sikap kalian pada seorang tamu?..." ujar Lumi palsu keluar dari ilusi ruangan itu .


"hmm..maaf tapi seingatku aku tak pernah mengundang tamu sperti dirimu.." balas Louis mempersiapkan empat jimat di tangannya.


"apa skillnya benar benar jimat??" batin Riko terus memperhatikan jimat yang di pegangi Louis .


"apa yang akan kau lakukan padaku dengan kertas bodoh itu!?"


"lihat saja nanti!"


sekejap louis melompati dinding lorong istana .


"woah..hebat! aku tak pernah tau skillnya akan sehebat ini.." batin Riko dengan mata yang terus tertuju pada Louis.


"apa yang dia lakukan! kenapa menatapku sperti itu!?" batin Louis mengalihkan pandangan.


"hei Riko! aku ingin kau mencabut jarum yang berada di punggung boneka ini! KARENA INI HANYA SEKEDAR BONEKA YG DI KENDALIKAN..! baiklah aku mengandalkanmu!!" perintah Louis agar Riko berhenti memperhatikan dirinya.


"oh benar!" sekejap Riko bergegas melompati jarum yang sedang menyerangnya ,


"dan! YAK!!"


Riko pun berhasil mencabut jarum berukuran lengan manusia itu dari punggung lumi boneka itu dan menghentikan ilusi dan serangannya .


"apa ini hanya boneka?"


"lalu di mana lumi aslinya?" tanya Riko meraba raba boneka yang tadi terjatuh dan tergeletak di lantai.


tak lama kemudian , Nadin pun sampai ke istana dan bergegas istirahat untuk petualangan bersama party barunya besok . tentu saja secara Rahasia .


Nadin menaiki tangga istana dengan tatapan sinis ke arah Riko dan Louis yang melihatnya saat itu.


"ada apa dengannya?" tanya Louis mengerutkan keningnya.


"entahlah..aku tidak tau.." balas Riko menghela nafas.


besoknya ..


"hoaa!..ku rasa aku tidur nyenyak semal--"


"eh? ka Nadin udah ga ada?"


"GUA TELAT!? KOK GUA GAK DI TUNGGUIN SEHH!?!?!?" teriak Riko saat menyadari ka Nadin sudah tak ada di atas ranjang.


"apaan sih Rik teriak teriak mulu!!" ucap ka Vino mengucek matanya ,


"eh? ka Vino masih di sini?"


"ka Miki juga?"


"lah trus..ka Nadin..kemana?"


"ah udahlah..ga usah mikirin dia! lagian..lu marahan ama dia kan?"


"ya iya sih..tapi.."


"okeh kita siap siap aja buat quest!"


selang beberapa menit kemudian Louis dan party lain bergegas pergi untuk menjalankan quest.


"CIAPS!!!" teriak ka Miki ketika berhasil menghancurkan seekor monster anemon .


selang beberapa detik setelahnya ,


Riko pun mencoba memeriksa layar elektronnya yang sejak tadi tak memberikan tanda tanda bertambahnya stats dan skill mereka .


padahal sejak tadi Riko telah menghabisi begitu banyak monster anemon.


"ko aneh banget yak? dari tadikan gua udah ngebunuh banyak monster..ko stats gua ga nambah sih," batin Riko ketika mengotak atik layar elektron di punggung tangannya.


"hey louis , apa ada sesuatu yang terjadi?"


"hah? apa maksudmu?"


"aku penasaran mengapa sejak tadi stats dan skillku tak pernah meningkat"


"oh , setiap stats dan level skill punya perbedaan tahapan, jadi untuk level yang lebih tinggi mungkin kau membutuhkan tahap yang lebih sulit atau mungkin lbh banyak"


"tapi,.."


"ku rasa monster yang ku bunuh sudah lebih dari cukup untuk dua stats bukan?" batin Riko memperhatikan monster anemon yang berhasil di bunuhnya .


"ka Nadin dari tadi kok belum balik ya , dia ngapain sih!" batin Riko lagi lalu melanjutkan quest .


"hey Riko! jika kau merasa kurang puas dengan monster anemon , aku akan mengajakmu ke quest pertamamu!" ajak Louis mengedipkan mata sebelahnya.


"quest pemburu gurun ya , " ucap Riko lalu sekejap mengingat ka Nadin saat di tahap awal dunia itu ,


"ayolah yang benar saja , untuk apa aku mengingat--"


"AAAA!!!!"


"eh !? KA-------