Avoid Differences

Avoid Differences
Episode 2




"WOY! GUA PIKIR NTAR MALEM KEK ATAU BESOK! HUAAA!" batin Riko lalu bergegas ke kamarnya.


"tapi bagus sih gua bisa nyantai di rumah..ga perlu capek capek ke sekolah lagi hieheh..heheh.." gumam Riko sambil tertawa licik.


"tapi satu satu masalah di sini adalah...


"gua..gua..BAKAL TINGGAL SERUMAH LAGI AMA KAKAK KAKAK YANG SUPUER SUPER DUPER NYEBELIN AAAAAA!!!!!!" teriak Riko di kamarnya.


"yang jelas hidup gua pastinya bakal sempurna bangat kalo mereka ga ada.." batin Riko lalu melipat tangannya.


tak lama kemudian, Riko pun segera turun ke lantai bawah untuk makan malam dan menonton namun,


"HUOY KOMPOR! LU AWAS LU BALIK KE SINI! GUA TABOK LU!" teriak ka Nadin kakak pertama Riko yang biasa ia sebut "mata empat..".


 


seketika mata empat pun melirik Riko, "hmm..hehe" mata empat pun tertawa dan memberikan Riko sapu yang patah.


"ha?" tanya Riko kebingungan


"udah..pegangin aja" jawab mata empat lalu naik ke kamarnya di lantai dua .


 


"he!? ko ini bisa pat.." namun kata kata Riko di sela ibunya saat mengetahui sapu kesayangannya patah.


"RIKO! ITU SAPU KESAYANGAN IBUK!!! KENAPA DI PATAHIN INI..AMPUN INI MAHAL BANGET INI KUALITASNYA BAGUS BA



"wahai kakak..sejujurnya aku ingin tau maksud dari semua inih!!!" batin Riko setelah di marahi habis habisan oleh ibunya.


Riko pun kembali ke lantai dua lalu meggedor gedor pintu kamar kakak kakaknya.


"cih! munafik! gua di tinggal di bawah mereka enak enakkan di kamar!!!" batin Riko lalu kembali ke kamarnya.



tak lama kemudian,


"hohoh..semua udah kumpul yah..ayah rindu banget ama kalian huhuu.." kata Ayah Riko.


"yang benar saja..pdahal si kompor kan sering manas manasin rumah klu dia pulang..huft.." batin Riko memperhatikan ka Vino kakak kedua Riko yang terlihat santai santai saja, padahal barusan mematahkan sapu kesayangan ibunya.


"okeh jadi kalian pasti udah tau kan kenapa kalian semua bisa pulang kerumah di waktu yang bersamaan, padahal masih harus melanjutkan pendidikan di luar kota.


ini karena wabah cored ini jad" namun kata kata ayah Riko di sela ibunya ,


"POKOKNYA! KALIAN GA BOLEH ADA YANG SAKIT! KALO ADA YANG SAKIT IBUK BAKALAN KASIH MINUM JUZ BAWANG PUTIH DAN PERASAN DAUN PEPAYA!" ancam ibu Riko.


 


"oi..oi..DAUN PEPAYA TU PAHIT BANGET! SIALAN..klu gua flu atau batuk dikit aja lidah gua bisa ampe mati rasa neehhh!" batin Riko lagi.


"hmm..jadi..sekarang denger denger di adakan belajar online kan yah?" tanya ayah Riko.


"iya.." jawab Riko dan saudara saudaranya kompak.


"yah..tapi biar wabah gini juga ibu masih harus kerja..jadi gak jarang ibu bakalan keluar rumah.."


"tapi ibu bakal bikin peraturan baik yang pulang atau pergi dari rumah ini harus di semprot pake insvektan!"


" kata ibu Riko dengan tegas.


"lho? apaan insvektan?" tanya Riko lalu miki alias multifungsi kakak ketiga Riko pun membuka tirai di belakangnya dan menunjukkan tumpukkan anti septik



"apah..yangh???" Riko terkejut melihat begitu banyak botol berisi antiseptik dan insvektan..


"hmh..jadi kita di rumah ini harus rajin pakai insvektan..juga harus menjaga kesehatan-