Avoid Differences

Avoid Differences
Episode 14



"jelas banget gua liat anak kecil tadi..kok ngilang sih!" ucap Riko ketika mengejar anak kecil mencurigakan tadi sampai ke lantai bawah .


tak lama kemudian , jendela depan istana seketika memancarkan cahaya putih yang terlihat begitu indah .



"woah..apa itu bulan purnama?"


"tunggu..lha? inikan dunia perbatasan waktu? apa iya di sini ada siang dan malam?" tanya Riko saat melihat pemandangan di malam itu.


"hahah tentu saja..apa ada yah? dunia yang bertahan tanpa siang dan malam sebagai waktu istirahat dan waktu bekerja mereka?" tanya louis yang seketika muncul.


"el..kau..? bagaimana bisa kau berada di sini?"


"hmm? bukankah seharusnya aku yang menanyakan itu padamu? apa yang kau lakukan di sini sendirian di malam hari?" balas louis yang juga mengajukan pertanyaan.


"oh itu..hei..loui..louis.."


"sialan..susah banget sih namanya.." batin Riko


"hey..apa kau punya adik perempuan?"


"adik? perempuan?..hahah yang benar saja..aku anak terakhir.."


"lho? jika kau anak terakhir lalu anak perempuan itu siapa? jika ia bukan bangsawan..apa dia pelayan? apa ada pelayan sekecil anak itu di sini?"


"dan jika ia adalah sepupunya mengapa aku tak melihat siapapun kerabat bangsawan di sini?.." batin Riko terdiam dan tak menjawab atau membalas kata kata Louis barusan.


"hey!..lagi lagi kau melamun..sebenarnya apa yang sedang kau lamunkan ?" tanya louis menyadarkan Riko.


"owh..ti.tidak apa apa kok.."


"hmm..Riko apa kau mau ikut di jamuan kerabat kerabat keluargaku besok? tenanglah..kau akan di hormati nanti..kau tak perlu khawatir.."


"he? kerabat? kerabatmu baru akan datang besok?"


"iya..karena besok hari yang spesial untuk masyarakat di kerajaan ini. jadi mungkin akan di adakan festival sebagai perayaan dan mungkin sperti pesta besar bukan? haha bukankah itu liburan yang lebih menyenangkan..?"


"lagi lagi dia mengungkit tentang liburan..entahlah apa aku salah , namun aku masih belum yakin.."


"jujur saja aku harap aku salah"


"oh iya! anak tadi.."


"haruskah aku mencari anak sekecil dan selincah itu di istana sebesar dan seluas ini!??" ucap Riko lalu menghela nafas.


"hedeh ya sudahlah..besok saj.."


"huaw..bulannya biru! terang banget..!"



"di dunia sbelumnya, gua gak pernah liat bulan segede ini!" kata Riko lalu bergegas mencari pintu belakang agar ia bisa melihat bulan purnama lebih jelas.


tak lama kemudian ,


"hmm..apa ini pintu belakangnya?" tanpa pikir panjang , Riko pun mendorong pintu itu dan


"eh? perpustakaan?"


"gua gak tau di istana ini juga ada perpu.."


"hiks..hiks..tolong..tolong aku.." terdengar tangisan dari sudut perpustakaan besar itu.


"eh? inikan suara yang gua dengar waktu..HEI! APA DI SINI ADA ORANG? BUKANKAH AKU MENDENGAR SUARA TANGISAN?" teriak Riko sambil mencari asal suara itu.


"eh?" Riko terkejut melihat seorang anak dengan tatapan dingin sambil melihat Rekaman waktu, kejadian saat anak itu masih berumur sekitar 2 tahunan.


"emm..apa aku mengganggumu?" tanya Riko namun anak itu hanya menatapnya dengan tatapan dingin.


"owh..ya sudah kalau begitu aku akan per.."


"tak..srek..!" anak itupun menarik baju Riko saat Riko bergegas pergi .


"eh?"