
"hah!?" ucap anak itu lalu berlari, ketika Riko menyadari keberadaannya.
"ada apa denganmu ?"
"eh? dia lari?" batin Riko tak menggubris louis yang sedang bertanya.
"hei?"
"o..oh tidak.."
"cih..Riko kenapa sih , dari tadi bengong mulu..ntar kesambet baru tau rasa.." bisik ka Nadin pada ka Miki, dan ka Miki pun mengiyakan.
tak lama kemudian ,
"baiklah..kita sudah sampai.. ini kamar untuk dua orang wanita.. dan juga kamar lainnya untuk dua orang pria.." jelas barley sesaat sampai di kedua kamar kerajaan itu.
"Gua satu kamar ama MATA EMPAT?? ntar gua di manfaatin mulu ama dia..yang bener aja sih.." batin Riko lalu melirik ke arah ka Nadin yang saat itu terkagum kagum dengan wajah tampan Rill.
"kalian semua boleh kok pergi ke tempat apapun di istana ini..anggap ini rumah kalian sendiri.."
"dan jangan sungkan untuk meminta tolong kepada para pelayan di sini.." kata louis tersenyum manis dan memperlihatkan ruangan ruangan di istana yang begitu luas.
"tunggu..kurasa ini perlakuan spesial, karna spertinya,"
"tidak banyak warga, atau siapa pun yang bisa merasakan hidup enak di istana, kecuali para bangsawan bukan?" batin Riko lalu melirik louis yang masih saja tersenyum.
"bisakah aku bertanya mengapa perlakuanmu begitu baik pada orang baru spertiku?"
"WOY RIK! LU MIKIR APA SIH!" batin ka Nadin terkejut dengan pertanyaan Riko.
"mungkin saja, aku merasa liburan kalian tidak akan menyenangkan, jika kalian harus melaluinya sendiri tanpa bantuan apapun benarkan?"
"RIK..LU NANYA APA SIH..UNTUNG BANGET TAU GAK DI KASIH ISTANA KAYAK GINI..yah walau pun gak ada internet sih..TAPI LU GAK AKAN DAPET YANG KAYAK GINI DIMANAPUN..!" bisik ka Miki dengan nada menekan.
"yah..bener tuh yang di bilangin si louis..inikan liburan..jadi stidaknya nyantai dikit lah.." sambung ka Vino membenarkan ucapan Louis tanpa tau maknanya.
"Ayolahhh..mereka kok gak nyadar sih..jelas jelas tadi si Louis bicara tentang liburan,"
pdahal kita kan belum ngasih tau apa apa ke dia..!" batin Riko..lalu Louis pun pergi meninggalkan mereka berempat.
"baiklah..selamat bersenang senang semoga beruntung!" ucap Louis bergegas pergi.
"GAK SALAH LAGI!"
"inikan kata kata yang gua denger di tahap ke dua sebelum masuk ke dunia super aneh ini..jika dia emang bener orangnya.."
"PASTI DIA TAU JALAN TERCEPAT KELUAR DARI SINI..kenapa dia gak langsung ngasih tau aja sih susah banget!"
"hmm..gua gak boleh ngasih tau semua dulu..gua harus mastiin dulu dugaan gua gak salah..karna di situasi kayak gini, ga mungkin mereka percaya ama gua.." batin Riko lagi lalu masuk ke kamar besar itu.
"woah..gak salah lagi..ini emas beneran..gak KW..!" ucap ka Nadin mengelus dinding emas yang berkilau itu.
"eh? ada ruang tengahnya juga?.." kata ka Vino saat menyadari terdapat Ruang tengah agar kami berempat bisa bercakap cakap.
tak lama kemudian ,
"kriek.."
"hah? bunyi ini lagi!" ucap Riko lalu segera berbalik ...