Avoid Differences

Avoid Differences
Episode 20



"hey! kau mengambil koinku!" teriak Louis pada seseorang berjubah yang barusan menyambar dan mencuri koinnya.


melihat itu , Rill pun bergegas menyusul Louis dan orang tadi segera pergi meninggalkan tempat itu.


"katana ini? Riko!?"


"haha..yang benar saja..apa itu yang kau katakan pada seorang pencuri?" kata sosok berjubah itu membuka penutup kepalanya.


"Riko!? apa yang kau lakukan?"


"hmm? berterima kasihlah padaku karna aku telah mengeluarkanmu dari situasi mengerikan tadi ," balas Riko melempar koin Louis.


"Louis..apa yang kau lakukan!? berlarian sperti itu di tengah festival sangat tidak sopan!" tegur Rill yang ketika itu datang.


"menurutku yang paling tidak sopan di sini adalah dirimu! bangsawan sialan!" batin Riko menatap dingin Rill.


"cih..baiklah aku akan menikmati festival membosankan ini , sampai jumpa.."


"waw...festival di sini keren banget! beda banget dengan dunia modern yang gua tempati sebelum ke sini.." ucap Riko terkagum kagum melihat begitu banyak hal yang mengagumkan.


"aku penasaran apa di sini ada atribut sihir yang dapat ku gunakan?"


"RIKO! apa yang kau pikirkan! mengapa seketika kau meninggalkan kami dan pergi sendirian! apa kau tidak memikirkan bahaya apa yang akan kau hadapi!" keluh ka Nadin menghampiri Riko.


"hah? bahaya? mungkin seharusnya kalianlah yang harus waspada terhadap bahaya yang akan kalian hadapi ketika bersamaku..!"


"ayolah..kau tak boleh ambil tindakan gegabah seperti itu oke..kita adalah party..jadi kita pun tak boleh mengambil langkah sendirian..!" usul ka Nadin bertindak sok sok bijak.


"cih..party!...gua ga ingat siapa yang ngebiarin gua ngabisin monster junggle sendiri tanpa bantuan PARTY..yang dia sebut sebut..hmmph!" batin Riko lalu menatap ka Nadin sebelah mata.


"di sini kalian rupanya..ayolah kita harus menikmati festival ini bersama..!" ujar ka Vino saat bertemu dengan Nadin dan Riko di perjalanan.


"hey? Riko apa kau masih marah?"


"puft..hahah marah? dari mananya cobak!" ucap Riko sambil tertawa.


"iya gua marah.." batinnya dengan ekspresi dingin dan suram.


"o..ow..gua punya firasat buruk tentang ini.." batin Riko ketika melihat kerumunan orang itu.



"jan sungkan sungkan ayo!" ajak ka Miki mendorong Riko masuk ke dalam kerumunan.


"Woy!! gilak gila!!! banyak banget orang! gua makin pusing!" batin Riko yang terombang ambing di tengah kerumunan orang yang berebut untuk menyaksikan pertunjukan sulap .


"akhirnyah! asli sih itu manusia gak ada tobat tobatmya ngerjain gua napa sih!!!" keluh Riko ketika berhasil keluar dari kerumunan.


"tak tak.."


"maafkan aku..apa aku menabrakmu?"


"hah?louis.."


"oh..Riko rupanya..apa yang kau lakukan di sini?"


"aku tidak melakukan apapun.."


"lebih tepatnya aku akan melakukan sesuatu yang dapat membalaskan dendamku pada para penghianat!" batin Riko mengerutkan keningnya.


"heheh..aku harap aku tidak mengganggumu..tapi apa kau malam ini tidak ingin hadir untuk jamuan kerabat kerabatku di istana?"


"hah?"


"kakak kakakmu berjanji padaku untuk datang dan mereka tadi sudah bersiap ,"


"BODOH! GUA DI TIPU LAGI!!!BENER BENER KALI INI GAK BAKAL GUA AMPUNIN DAHH!! GUA UDAH MARAH BANGET NEHH!!" batin Riko mengepal tangan dan katananya.


"sudah pasti aku akan ikutt heheh.."


"ya sudah kalau begitu.."


"hei tunggu aku!!"