
"KA MIKI JADI PRISAI GUA!"
"OKEH AYOK! CEPETAN GUA DI BELAKANG NTAR KA NADIN YANG NGAWASIN!"
"tolong..hiks..tolong" terdengar suara tangisan anak kecil dari sisi sebelah kanan ujung tempat itu.
"hah?"
"hiks..tolong.."
Riko pun mengubah arahnya berjalan , dan ia pun medekati asal suara itu.
"WOY RIK! LU NGAPAEN SIH! CEPETAN CABUT JIMATNYA! ARAHNYA KAN KE KIRI! KO LU KE KANAN SIH!?"
"RIKO AWAS DEPAN ELU!" teriak ka Nadin ,
"BUM!"
"huft hampir ajah..RIKO LU NGAPAEN KE SANA SIH!? CEPETAN CABUT JIMATNYAA!"
namun Riko tak berkutip dan hanya berusaha mendengarkan suara di sekitarnya.
"suaranya hilang?"
"itu suara dari mana ya? kok kayaknya gua kenal banget ama suara itu.." batin Riko tak menggubris kakaknya .
"SIALAN GUA DI KACANGIN! CEPETAN NAPA SIH RIK!"
"IYA..SABAR DIKIT NAPAA!" balas Riko kesal
"di mana sih..DAPAT!" Riko pun segera mencabut Jimat itu dan seperti sebelumnya
perlahan pecahan kaca pun mulai berhamburan..
"hahah..kalian sudah melewati tahap tahap awal berada di dunia perbatasan waktu ini.."
"ini suara yang tadi tapi kok..suaranya jadi suara ringan ya? sebelumnya kan berat?"
"ini hanyalah tahap tahap percobaan apa kalian layak..jika kalian ingin kembali ke dunia asal kalian maka kalian akan melewati tahap terakhir yang akan jauh lebih sulit dari ini.."
"namun tentu saja..sekarang aku akan membiarkan kalian beristirahat..hahah selamat bersenang senang!semoga beruntung!!"
"hah? istirahat? maksudnya mengasah ke mampuan? atau menaikkan skill kayak di film film?"
"AAAA!!!!!"
"WOY KITA DI LANGIT!? KOK BIRU BIRU SIH!? ITU AWAN ITU BENERAN AWAN!? AAAA!!!!" teriak ka Nadin panik.
"paan sih Ribut banget.." balas ka Miki
"eh iya? ini langit kan..? tunggu kalau ini langit berarti..AAAAAAA!!! WOY! KLU KITA JATOH! KITA BISA MATI WOY!!WOYYY!" teriak ka Miki saat menyadari mereka jatuh.
"cih..gua pikir dia gak takut..kan ka Vin.."
"huhu..sweswesweasasws..." bisik ka Vino yang ketika itu benar benar ketakutan hingga membaca bacakan hal yang tidak masuk akal.
"gilak..ni orang sama ajah..gaje banget sih!" batin Riko lagi.
"tenang ajalah..di sini gravitasinya gak berat berat amat kok!" kata Riko yang terlihat santai.
"hmm..katanya kita istirahat? mungkin semacam persiapan ke level atau tahap selanjutnya kan?" batin Riko ketika mendarat.
"gua udah mati?! gua udah mati blom sih?!"
"yah enggak lah!"
"eh? di sini kita udah bisa ngeliat?"
"iya karna gua berfungsi sebagai pendengaran gua denger tadi pemberitahuan dari itu apa sih namanya suara suara dari langit.."
"cih.. gi mana bilangnya yak.. katanya kita di suruh istirahat.. mungkin semacam menaikkan lev.."
"istirahat?! yes..akhirnya gua punya waktu istirahat juga..yahow..klu gitu gua dluan yak.."
"klu istirahat pasti di sini ada banyak cewek cewek cantik..heheh.." batin ka Vino.
"ya udah berarti kita siapin diri kan? tapi apa boleh ya? kita misah? bukannya kita musti ngelengkapin satu sama lain?" tanya ka Miki ,
"tapi klu istirahat berarti kan sepenuhnya? buktinya kalian udah bisa ngeliat skarang?"
"suara apaan tuh?" tanya ka Miki ketika mendengarkan suara bising dari samping..
"dan semua juga skarang udah bisa denger, berarti..