
"ada urusan apa kakakmu memanggilku?"
"aku juga tidak tau?"
"hmm.."
"hey..Riko dia menunggumu di cafe dekat gang kecil di pusat kerajaan!"
"baiklah..aku segera kesana!!"
tak lama kemudian , Riko pun sampai ke pusat kerajaan.
namun ,
tak lama saat Riko turun dari kendaraan berkuda itu , Riko melihat Rill di depan gang bersama seorang nenek..
"hei tua bangka! rakyat jelata seperti dirimu tak pantas menerima koin hasil quest ini! pasti kau mencurinya! BERIKAN PADAKU!" ujar Rill pada nenek itu dan merampas koin yang ada di tangannya.
"Bodoh! mengapa bangsawan sialan sepertimu menjadi anggota petualang yang di sebut sebut para pahlawan itu!?!?!?" batin Riko saat melihat nenek yang di tindas Rill.
"oh Riko kau sudah datang.." kata Rill menyambut Riko sperti barusan tak terjadi apa apa..
"bodoh..untuk apa tersenyum padaku!" batin Riko menatap dingin Rill lalu seketika merampas uang quest yang ada di tangannya.
"berikan padaku!"
"hei nek..terima kasih atas jubah yang waktu itu kau berikan padaku..jangan sungkan..uang quest ini sudah menjadi milikmu.." kata Riko tersenyum manis ke arah nenek itu.
"apa yang dia.."
"hmmph..heh..aku ingin bertanya padamu..apa yang akan kau bicarakan denganku jika aku adalah seorang rakyat jelata?"
"apa maksud.."
"sudahlah..tak ada gunanya juga..jika kau menyuruhku datang ke sini untuk hal yang tidak penting , aku akan segera pergi!"
"bu..baiklah.."
"sampai jumpa.." ucap Riko dengan tatapan dinginnya lalu pergi meninggalkan Rill.
"cih! bangsawan sial--"
"aduh!!.."
"HEI! APA YANG KAU PIKIRKAN!? APA KAU TAK PERNAH BERPIKIR RILL SAKIT DENGAN PERLAKUAN DINGINMU TADI!?"
" SELAMA INI AKU SUDAH TIDAK TAHAN MELIHAT SIKAP DINGINMU DI DEPAN SEMUA ORANG RIKO!" teriak orang itu memarahi Riko..
"cih yang benar saja..hei mata empat! apa kau berpikir aku bisa diam melihat--"
"SUDAHLAH! AKU TAK MAU KAU MEMBANTAH PERKATAANKU!"
" AKU HANYA INGIN KAU BERPIKIR UNTUK TIDAK MENYAKIRI ORANG LAIN DENGAN SIKAP BODOHMU ITU!"
"kau sama skali tak tau apa yang terjad--"
"BODOH! SUDAH KUKATAKAN UNTUK TIDAK MEMBANTAH!!!" teriak ka Nadin lagi lalu menampar Riko
"apa yang manusia ini sebenarnya pikirkan!? ia bahkan tak mengetahui apapun!?"
" apa dia ingin mengikuti drama drama sperti di tv tv!? dasar bodoh!" batin Riko terdiam setelah di tampar berulang ulang oleh kakak pertamanya itu.
"ASAL KAU TAU SAJA! AKU SELALU MEMBENCIMU!!KU RASA KAMI SEMUA BENAR KARNA MENGANGGAPMU TAK BERGUNA! DASAR!"
"KAU TAK PERNAH MEMBANTU ATAU MELAKUKAN HAL UNTUK KAMI! KAU HANYA MEMBEBANI!"
"APA KAU TAK PERNAH SEKALI PUN BERPIKIR BAHWA IBU SELALU MEMARAHIMU AGAR KAU LEBIH SEDIKIT BERGUNA BAGI KELUARGA!"
" DASAR ********!" teriak ka Nadin terus mencaci maki Riko atas permasalahan kecil.
"cih..BODOH!! hanya karena ini saja dia sampai memberitahukan semuanya!"
" bagaimana jika hal besar! benar benar bodoh!" batin Riko yang hanya terdiam menerima pukulan dan tamparan serta makian dari kakaknya.
"AKU BENAR BENAR MEMBENCIMU!" itulah kata kata terakhir yang ia katakan sambil menendang Riko dan pergi.
keributan itu akhirnya mengundang perhatian warga di tempat itu hingga suara bisikan orang orang pun terus terdengar di mana mana..
"bodohnya aku jika memikirkan apa yang barusan ia katakan.." batin Riko terus terdiam di tengah tempat semua orang menatap.
"sudahlah..aku pun tak berdaya menghadapi itu semua...."