
"HAHAH! AKHIRNYA AKU YANG MENANG!"
"eh!!! ba..bagaimana bisa!?" balas ka Vino tak percaya ,
"hahah! apa kau tau aku sudah mempersiapkanmya khusus bagi siapapun yang mengeluarkan joker!!!"
"DENGAN INI KA VINO DI NYATAKAN KALAHHH!!!"
"hahha! tak kusangka dia yang menang!" lanjut ka Miki meletakkan kartunya..
"TAPI AKU TAK TERIMA!! MAIN LAGI!" sambung ka Vino yang benar benar tak bisa menerima kekalahan.
"puft..hahaha.." Riko yang mendengar itupun tertawa terbahak bahak..
"yang benar saja bagaimana bisa kau menang!"
"ITU NAMANYA EPICK COMEBACK!!HAHA" balas Riko yang masih saja tertawa...
"epick comeback!?..yang benar saja! hahah" balas ka Nadin yang juga ikut tertawa di susul dengan tawa lainnya.
"ku rasa mereka benar benar akrab.." gumam seseorang yang mengintip dari balik jendela luar..
"mereka pasti sesuai harapanku.." batin orang itu lagi lalu bergegas pergi..
malam panjang itupun akhirnya berlalu..
malam yang di penuhi tawa dan candaan yang mungkin bisa di katakan kurang berfaedah...
hanya saja itu membuat ikatan Riko dan kakak kakaknya menjadi semakin erat , seperti itulah saudara bukan?
tiada hari tanpa perkelahian antar satu sama lain.. tapi tidakkah kau berpikir untuk bisa berusaha memahami satu sama lain..?
lanjut ke cerita , malam indah itupun akhirnya berlalu..saatnya mereka menanti quest berikutnya yang akan mereka lakukan besok..
"cit..cit..cit.." terdengar kicauan burung yang merdu di pagi itu..
"srek! hei Riko! bangunlah! ini sudah pagi!" perintah ka Nadin sambil membuka tirai jendela kamar istana..
"silau!!" balas Riko lalu menutupi dirinya dengan selimut..
"kita akan melakukan quest hari ini! bodoh!!" balas ka Nadin menarik selimut Riko , namun Riko masih saja menahannya dengan erat..
"kalian pergilah tanpaku!" ujar Riko dari dalam selimut ..
"kau bodoh ya! apa kau mau ketinggalan!!" balas ka Nadin yang masih saja berusaha melepaskan selimut Riko..
"hmm..kalau di jual ini harganya bisa sampai berap..."
"srekk!! BAIKLAH HAHAH SIAPA BILANG AKU TIDAK PERGI!" Teriak Riko bergegas keluar dari selimut dan tertawa tidak ikhlas..
"aku memang bodoh!" batin Riko lalu bergegas mandi..
selang beberapa menit kemudian louis, Riko dan kakak kakaknya pun sampai ke tempat Quest,
"baiklah..apa kalian sudah menguasai skill kalian?" tanya Louis ,
"hahah tentu saja!" balas Riko yang masih bersenang senang bersama para monster ,
"apa yang dia lakukan..!" batin Louis menatap datar Riko..
"hahah..mungkin aku sudah menguasai ini.." lanjut ka Nadin mengayunkan tongkat sihirnya..
"aku juga...!" sambung ka Vino menyembur nyemburkan api dari tangannya..
"Hiaaa! TENTU AKU JUGA!" dan terakhir ka Miki yang sedang berusaha membunuh seekor monster mirip kelinci..
"huaw..stats ku meningkat!" ucap Riko saat melihat layar elektron di punggung tangannya.
"hahah..hei Riko! berikan aku katana mu!" perintah Louis mengulurkan tangannya..
"hah? ada apa?"
sesaat louis pun mengusap katana Riko lalu katana Riko pun mengeluarkan sinar berwarna biru ,
"mau kau namakan apa pedangmu?"
"nama!?"
tentu saja! kau harus menamai senjatamu!"
"eh..em..siapa ya? aku sama skali tidak tau?.."
"bagaimana kalau.."
"Hey! Riko! Rill memanggilmu untuk bertemu dengannya!" Teriak ka Nadin sambil melambai lambaikan tangannya..
"eh? aku? ada urusan...