Avoid Differences

Avoid Differences
Episode 28



"bodoh! bodoh! bodoh!" batin Nadin terus terusan menghina Riko dalam hatinya.


"hei mata empat apa kau melihat Riko?" tanya Miki pada Nadin yang ketika itu sampai di istana .


"bodoh! bukannya menyambutku kau malah menanyakan anak sialan dan tak berguna itu!"


"apa sih yang kau pikirkan!!" bentak ka Nadin memarahi Miki yang bahkan tak mengetahui apapun..


"hah? kaulah yang seharusnya berpikir! tak ada gunanya melampiaskan amarahmu pada orang lain! bodoh!"


"APA HAK MU MENYALAHKANKU!"


"dasar bodoh! tentu saja Miki benar..tak ada gunanya melampiaskan amarahmu pada orang lain!" sambung Vino yang tiba tiba datang..


"cih! apa yang kalian pikirkan! apa kalian tak tau aku sekarang sedang kacau! dasar bodoh! kenapa kalian membantahku! aku benci kalian!" ucap ka Nadin lalu berlari keluar dari istana.


"cih! dia benar benar mewarisi sikap bodoh ibu!" kata ka Vino pada Miki


"itu benar..hanya ingin di dengarkan tapi tak mau mendengarkan..dasar egois! aku tak percaya dia menjadi kebanggaan ibu dan ayah.." balas Miki sambil memperhatikan ka Nadin yang berlari keluar.


"huaa! BODOH! MEREKA SEMUA BODOH!" teriak ka Nadin lagi saat keluar dari istana..


"lebih baik aku menemui Rill untuk menenangkan pikiranku!" gumamnya lagi lalu pergi ke cafe di pusat kerajaan tempat tadi Rill memanggil Riko bertemu..


"aku yakin dia masih ada.."


"emm..? apa dia sudah pergi?"


" yah..ya sudahlah.." setelah menyadari kepergian Rill Nadin pun bergegas keluar cafe,


namun belum lama setelah ia keluar, ia pun melewati gang kecil di dekat cafe itu dan mendengar suara suara bising..


"lho? sangat jelas aku bisa mendengarkan suara dari gang ini.."


"namun aku tak melihat siapapun di sini..ada yang aneh.." batin Nadin lalu memasuki gang kecil tempat Rill pernah di sergap dan di rampok..


"tidak ada siapapun di sini..apa hanya perasaanku saja?" batin nya lagi lalu menyandarkan tangannya di dinding belakang, namun..


"eh!? apa ini!? jalan rahasia!" sekejap Nadin pun terhisap oleh ilusi dinding itu , dan tembus di sebuah tempat yang ramai.


"apa ini..PASAR!?" teriak Nadin saat menyadari ia telah berada di pasar gelap kerajaan.


"ini...tempat apa ini.."


"hei.." panggil seseorang dari arah samping Nadin ,


"iya..ada ap..."


"HUAA! DIA TAMPAN!" batinnya ketika melirik ke arah orang yang memanggilnya..


"anu..apa kau memanggilku barusan?"


"benar..apa aku mengejutkanmu?"


"ti..tidak sama skali..ada apa memanggilku?"


"tongkat itu...apa kau seorang petualang?"


"iya.."


"lalu mengapa kau sendirian?"


"aku..aku.."


"huft..mana bisa aku menjawab lelaki tampan ini bahwa aku punya party yang benar benar menyebalkan!" batin Nadin membuang muka dan mengerutkan kening..


"iya aku sendirian , apa kau punya keperluan denganku..?"


"tidak..aku hanya penasaran di mana kau mendapatkan tongkat sihir langka seperti itu..heheh.."


"te..terima kasih ini bukan apa apa di banding pedang milikmu.."


"oh..kau menyadarinya ya..hahah bicara soal itu , aku kekurangan party..apa kau mau bergabung bersama party ku? tentu kami akan menerima wanita cantik seperti dirimu.."


"eh? aku?"


"bagaimana ini? apa aku harus menerimanya?"


"ku rasa aku mungkin bisa menerimanya.."