
"Turun di sini.."
"lha? kok di sin.."
"hahah..apa kalian tidak tau? di dunia perbatasan waktu, kalian akan menemui monster di semua tempat yang kosong.."
"dan jika kau berhasil membunuhnya, itu dapat meningkatkan stats dan skill mu.." jelas Louis membuka pintu delm..kereta kencana..ehe..
"jadi sekarang kita akan mulai dengan quest yang mudah..mungkin sperti menaklukan monster junggle? dan juga anemon?"
"jujur aku tak mengerti semua yang kau katakan.."
"hahah..nanti akan ku jelaskan..pertama tama kau harus turun terlebih dahulu.."
"oh..benar.."
"hei? apa kau tak mengenakan gaun yang ku sediakan.."
"berapa kali harus kukatakan..AKU TAK AKAN PERNAH NENGENAKAN GAUN ANEH ITU!!"
"puft..hahahah..sudah ku duga..ya sudahlah..memakai apapun kau tetap cantik!"
"cih..aku tak butuh pujian..tapi apa kau tak punya senjata untuk kami?"
"oh benar aku lupa mengatakannya.."
"tuan muda louis..ini adalah katana , dan perlengkapan yang kau minta untuk di sediakan.." ucap barley yang ketika itu datang membawa katana , tongkat sihir , cakar , dan kaos tangan tahan api.
"hahah..trima kasih barley..jangan lupa untuk menyiapkan festival untuk malam nanti.."
"apa kau paham sekarang Riko?"
"ti..maksudnya?"
"ini adalah senjata yang akan kalian gunakan untuk mejalankan quest..kau berhak memilihnya sesuai kemauanmu.."
"kalau begitu aku akan memil--"
"aku AKAN MEMILIH TONGKAT SIHIR" teriak ka Nadin seketika menyela Riko dan mengambil tongkat sihir.
"aku ingin memilih itu..huft.." batin Riko
"yah..kalau begitu aku akan memili--"
"AKU AKAN AMBIL CAKAR!" teriak ka Miki menyela Riko.
"cih..aku awalnya ingin memilih itu! kalau begitu akan ambil kao--"
"AKU AKAN PILIH KAOS TANGAN TAHAN API!" kata Ka Vino yang juga menyela Riko
"APA MAKSUDNYA INI!? AKU SAMA SKALI TAK DI BERI KESEMPATAN MEMILIH!!!" teriak Riko stelah di sela oleh kakaknya berulang kali..
"hohoh..kau kan bisa memilih katana.." kata ka Nadin terlihat licik.
"CIH..AKU BAHKAN TAK PERNAH MENGGUNAKANNYA!!!!!"
"wuis..apa ini?" ucap ka Miki saat sesuatu sperti layar elektron terlihat di punggung tangannya.
"klek.."
"klek.."
"klek.." sesaat satu persatu kakak kakak Riko pun menekan tombol di layar elektron mereka masing masing..
"apa..yan.."
"maaf Riko tapi kami telah menyesuaikan senjata dengan stats kami jadi kau terpaksa harus memilih katan.."
"LU SEMUA SENGAJA KAN!?
"keknya yang musti gua taklukan di sini tiga orang ini deh.." kata Riko mengambil katananya.
"eh!?"
"hua lari!!! ada monster menjijikan di sono!!" teriak ka Nadin lalu bergegas bersembunyi.
"cih dasar payah.."
"SPLASH..." Riko pun segera menebas monster kecil itu.
"waw..tak ku sangka ini sangat Ringan ."
"hahah..itu karena kau telah menyesuaikannya dengan stats mu.."
"tunggu sejak kapan aku.."
"klek.."
"apa yan!!!"
"KU RASA AKU MEMANG HARUS MENEBAS KALIAN!"
"HEHEH TEMAN TEMAN..BAIKLAH AYOK KITA MULAI QUESTNYA..EHE.." kata Louis menghentikan perkelahian Riko dan kakak kakaknya.
"Riko di belakangmu!" teriak ka Nadin menunjuk belakang Riko
"ap.."
"AAAAA!! LARI WOY LARI!!"
"he?? apa yang terjadi!? mengapa di tempat luas seperti ini ada pasukan monster junggle! bukankah!!! monster junggle hanya berada di hutan..!!"
"AYOLAH APA YANG SEBENARNYA TERJADI!!!!"