
"LUMI!?"
"ya?"
"ku rasa tadi aku mendengar.."
"kenapa? aku baik baik saja..hehe..mungkin hanya sekedar halusinasimu saja.." ucap Lumi sambil tersenyum
"benarkah? tapi tadi.."
"sudah kukatakan aku baik baik saja kok..kau tak perlu khawatir, lagi pula mana mungkin aku akan menerima hal buruk di perpustakaan tenang seperti ini..ya kan?"
"kalau begitu.."
"ku rasa ada yang aneh..aku tak pernah melihat Lumi sesemangat ini sebelumnya dan juga , aku tak mengatakan hal buruk? apa yang dia bicarakan..? mungkin aku harus mengujinya.."
"hei Lumi..aku ingin melihat Rekaman masa laluku tentang seorang anak laki laki yang memotong Rambutku..bisakah kau memperlihatkannya padaku..?"
"Rekaman? masa lalu? apa yang kau bicarakan?" tanya Lumi mengerutkan keningnya.
"sudah ku duga.." batin Riko dengan tegas dan pasti.
"tidak..tidak apa apa kok..aku pergi dulu..ku kira ada sesuatu yang terjadi.." balas Riko bergegas keluar perpustakaan.
"hmm? kalau begitu.."
"aku akan membiarkanmu pergi.." jawabnya dengan suara dingin , seketika aura Lumi itu pun berubah ..
"auranya berubah! hey ada yang tidak beres!!" batin Riko lalu bergegas melarikan diri namun sekejap setelah ia membuka pintu
"apa yang!?!?!?" Riko terkejut saat melihat Ruangan setelah Pintu bukanlah istana melainkan sebuah tempat dengan corak lantai aneh dan dinding tak berujung ,
"hahah untuk apa kau berlari bocah sialan?" kata Lumi palsu yang seketika keluar.
"sudah ku duga kau bukan Lumi!"
"hmm? aku penasaran harus ku apakan dirimu?"
"BODOH! aku harus mencari jalan keluar dari sini!"
"baguslah tadi aku sudah mempersiapkan katana untuk berjaga jaga..tapi apa aku bisa melawannya dengan katana ku?" batin Riko mengepal erat katana nya..
"hmm? hahaha apa yang kau pikirkan..membunuhku dengan katana kecil itu? apa kau gila?"
"cih..aku terlihat sperti orang bodoh! yang benar saja!!"
"jika itu hanya ilusi , lalu di mana pintu aslinya.." batin Riko mencoba mencari jalan keluar namun ,
"hahah! maaf tapi aku tak akan MEMBERIMU WAKTU UNTUK BERPIKIR!!!" teriak nya lalu mengarahkan jarum jarum yang menyerang dari setiap sudut..
"AKU LENGAH!!!"
"SRINGG!!!! SPLASH!!!"
"hah!?!??! apa yang..!?!" teriak Riko saat terkejut serangan segala arah tadi di tangkis oleh seseorang yang tiba tiba saja datang ,
"bagaimana bis..hei!! punggungmu tergoress!!" Tegur Riko pada orang berjubah itu , sekejap orang itupun membuka penutup kepalanya.
"maaf apa aku mengagetkanmu?"
"HUAA!..LOUISS!?!?..bagaimana bisa..!?"
"hehe..aku hanya mendengar keributan , itulah sebabnya aku ke sini.."
"apa yang!?!?! BELAKANGMU!!"
"SRING!!!" sesaat Louis menangkisnya dengan sebuah kertas jimat ,
"apa yang?..bagaimana kau.."
"jangan dulu menanyakan itu..sekarang yang terpenting adalah keluar dari ilusi aneh ini!" kata Louis mengeluarkan Jimat dari layar elektronnya lalu menempelkan empat Jimat hingga membentuk sebuah pintu.
"BODOH!!!" teriak Lumi palsu itu dari dalam ilusi ruangan.
"louis?"
"ya? maafkan aku..lagi lagi aku mengagetkanmu hehe.." kata Louis sambil tersenyum tipis seperti menahan sakit ,
"hei? apa kau terluka?"
"aku tak pernah melihat Riko khawatir seperti ini sebelumnya..ada apa dengannya.." batin Louis dengan wajah semakin memerah..
"apa punggungmu sakit? maaf karna aku lengah,..kau harus melindungiku! maaf!!" ujar Riko lagi merapatkan kedua tangannya ,
"hahah..tidak apa apa kok.."
"tapi Louis..apakah skillmu..."
"Jimat?...."