Avoid Differences

Avoid Differences
Episode 21



"tunggu aku!" teriak Rill dari belakang louis dan Riko ,


"hmmph.." Riko pun hanya memandangnya sebelah mata dan kembali mengalihkan pandangan.


setelah kejadian di gang tadi, ia belum bisa melupakan kata kata Rill tentang Rakyat jelata yang menyedihkan..


itulah sebabnya Riko menjadi sangat membenci para bangsawan..


"baiklah..kita berangkat!" ucap Louis menekan tombol teleport di layar elektronnya .


"Fyuh.." keluh Riko saat sampai di istana .


"apa yang kau pikirkan! ganti bajumu sana!" tegur ka Nadin memakai gaun layaknya seorang putri.


"cih! aku memikirkan cara terbaik untuk membalaskan dendamku!" batin Riko kesal sembari menatap Sinis ke arah Kakak kakaknya yang menyebalkan.


jujur Riko merasa kecewa dan kesal karena ia tak dapat beraksi membalaskan dendamnya di tengah banyaknya para bangsawan yang datang.


"Rik.." panggil Louis namun ,


"jika kau berkata aku harus mengganti bajuku dan memakai gaun aneh yang sangat merepotkan itu.."


"maka aku tak akan mengikuti pestanya dan menikmati masa masa sendiriku di kamar!!" ucap Riko histeris lalu beranjak ke kamarnya.


"sialan!! bodohnya aku..mengapa tadi aku mengikuti mereka dan pergi ke tempat aneh ini!!"


" bukankah seharusnya aku menikmati festival di pusat kerajaan!" batin Riko memperhatikan pesta di lantai bawah istana.


"hmmph..padahal tadi aku berniat membeli atribut sihir di acara festival..huft..yang benar saja.."


"iaaaa!! hupss!!"


"hei! ini suara anak yang ada di perpustakaan waktu itu?..apa dia tidak keluar untuk merayakan festival?" batin Riko lalu bergegas pergi ke perpustakaan istana.


"ini perpustakaannya kan?" tanpa pikir panjang Riko mendorong pintu besar berlapis emas itu.


"hei.." panggil Riko dari balik lemari buku super besar.


"yah..apa yang kau lakukan di sini.."


"menurutmu bagaimana..dan juga..aku bertanya balik padamu apa yang kau lakukan di sini saat semua sibuk merayakan festival?" balasnya yang juga mengajukan pertanyaan.


"mm..aku rasa aku harus sedikit..istirahat mungkin?"


"istirahat? di perpustakaan?"


"aku hanya kaget mendengar suara keras tadi!" ucap Riko terus menyangkal anak itu.


"lagi pula apa yang kau lakukan di perpustakaan gelap ini sendirian?..terutama sejak saat itu aku tak pernah melihat seseorang pun datang ke tempat ini?"


"namaku Lumi , aku adalah penjaga istana dan perpustakaan kerajaan ini, karena skill ku dapat melihat rekaman kejadian di masa lalu aku sangat cocok di jadikan sebagai.."


"hmm..cctv mungkin.." batin Riko sekejap saat anak itu memperkenalkan diri.


"bagaimana? apa kau sudah menemukan jawaban pertanyaanku kemarin? atau dari awal kau sudah memang tau akan jawabannya?" ucap anak bernama lumi itu lagi sambil terus memainkan tongkat sihirnya.


"hmm..bagaimana ya..kesepian katamu?"


"menurutmu apa yang membuat seseorang menangis saat kesepian?"


"entahlah aku sulit mengingat semua yang terjadi.."


"lho? bukankah kau selalu berada di perpustakaan sendiria--"


"apa menurutmu itu? arti kesepian?"


"hah? sendirian?"


"lalu mengapa kau merasa kesepian saat begitu banyak orang di dekatmu?"


"itu..hey..Lumi..apa kau bisa menunjukkan padaku rekaman kejadian yang aku lihat di tahap awal?"


"tentu saja..aku masih ingin mengetahui banyak hal tentangmu.." balas Lumi terlihat licik dan memperlihatkan kejadian yang sempat Riko tinggalkan ketika itu..


perlahan mata Riko pun mulai berkaca kaca.."ku rasa aku..