Aurel

Aurel
7



Kenapa mereka belum menyalakan motornya kembali ? Teman-temanku memang selalu saja membuatku sebal. Tapi mereka juga selal membuat ku merasa nyaman walau sesekali suka memuat ku sebal. Menghentikan motor secara tiba-tiba memang kebiasaan mereka.


"Eh, Rel kita boleh Gak mampir dulu di rumah Lo? "


Ucap Sherly


"Iya, Rel Kita ngobrol dulu ya di rumah Lo sambil numpang makan ya, Rel. Boleh kan? Gue laper nih uang jajan gue yang di kirim nyokap, bokap udh menipis hehehe"


Dengan nada memohon nya Audy meminta persetujuan ku


"Ya bukannya biasanya begitu? Hallaah Gak usah sok baru kenal gitu deh sama gue. Ya udah ayuk tunggu apaan lagi?"


Aku meledek mereka sehingga mereka tertawa cekikikan.


----------------------------------------------


Tiba di rumahku....


"Assalamu'alaikum bik. Tolong Bukain pagar nya bik"


Pintaku pada asistenku yang bernama bik imah. Di rumah sebesar ini aku memang hanya tinggal berdua saja bersama bik imah karena mama dan papaku harus menyelesaikan proyek nya di singapore untuk beberapa tahun. Jadi aku sudah terbiasa hidup mandiri tanpa orang tuaku karena mereka memang sering meninggalkan ku kepada bik imah sejak kecil karena pekerjaan mereka. Jadi bisa di bilang bik imah Itu seperti orang tuaku juga, Aku sangat menyayanginya. Dia menjagaku dari kecil kalau mama dan papaku sedang tidak ada di rumah.


"Wa'alaikumsallam. Sebentar non "


Terdengar suara bik imah dari dalam rumah. Tak lama bik imah sampai di pagar dan membuka pagar untuk aku dan teman-teman. Aku Mencium tangan bik imah setiap hendak pergi dan pulang dari mana pun adalah kebiasaan ku karena seperti yang tadi aku bilang bik imah sudah aku anggap seperti orang tua ku sendiri.


"Silakan masuk non"


Bik imah memang sangat patuh dengan semua perintah orang tuaku dan aku juga karena bik imah sudah mengabdi dengan orang tuaku sejak aku belum lahir. Jadi sudah sangat dekat dan patuh dengan semua perintah mama dan papa.


"Terimakasih bik"


Balas ku sambil tersenyum


"Terimakasih ya bik"


Teman-teman ku ikut mengucapkan kalimat yang sama.


"Sama-sam nona cantik. Ayukk masuk bibik buatkan minum dulu yaa" sahut bik imah sambil tersenyum dan langsung menuju dapur membuatkan kami minum


Sambil menunggu bik imah membuatkan kami minum aku dan semua teman ku bercanda gurau dan Kembali mempermasalahkan aku dan Farel . Mereka tertawa cekikikan bila mengingat kejadian aneh tadi soal berubahnya sikap Farel yang mendadak lembut .tak begitu lama kami menunggu bik imah datang membawa nampan yang berisikan 4 gelas orange jus yang pastinya lezat . Dari luar nya saja aku sudah tidak sabar meneguk jus itu karena cuaca yang panas hari ini membuatku makin haus begitu pun dengan semua temanku mereka langsung meneguk jus itu tanpa berhenti sejenak. Setelah mereka puas minum baru mereka berhenti sejenak mengambil nafas sepertinya.


"Bik makasih yaa jus nya enaakkk banget kebetulan aku juga lagi haus. Panas-panas gini emang enaknya minum jus. Eh ternyata bibik tahu aja aku mau nya jus hehehe. Makasih ya bik"


Aku berbicara lembut sehingga membuat bibik tersenyum


"Iya, Bik. Ya ampun makasih banyak buangett ya bik jus nya . Aku emang dateng ke sini karena mau numpang makan sama minum. Ehh bibik bisa aja nebaknya hahaha"


Sambut Audy yang sepertinya juga girang di buatkan jus. Kita memang sepertinya norak sekali dengan jus hehehe.


"Makasih banyak yaa bik"


Ucap Sherly dan Jessica secara bersamaan sesaat mereka saling menatap Lalu tawa kami pun pecah.


Jawab bik imah dengan sopan.


Lalu kami tersenyum mendengar ucapan bik imah . Lalu bik imah pun berlalu dari kami.


"Ehh mau ke kamar gue Gak kita ngobrol nya di kamar aja yuk. Bisa sambil tiduran. Capek nih. Mau istirahat. Kalau kalian Gak mau juga gak apa sih."


Ajakku pada teman-temanku dan mereka balas dengan anggukan.


"Ayukk gue juga mau numpang istirahat di kamar Lo ya rel. Boleh Gak?"


Tanya Jessica padaku .


"Ya boleh lah tadi kan udah gw ajak. Ayuukk buruan gue capek nih"


Ucapku terburu-buru karena memang hari ini sangat melelahkan.


----------------------------------------------


Di kamarku..


Aku menghempaskan tubuhku di ranjang king size. Di ikuti ketiga temanku. Ranjang ini memang sangat besar jadi kami berempat pun bisa tidur disini. Kebetulan tubuh kami memang proporsional bisa di bilang tubuh kami memang kecil. Jadi tidak heran kalau kami BIsa tidur di sini berempat.


"Rel"


Panggil Jessica


"Hhmmm"


Balasku dengan berdehem lembut saja sembari memejamkan mataku melepas lelah.


"Kayaknya Farel itu suka deh sama lo"


"Hah? ngacok Lo. Gak mungkin Farel suka sama gue dan begitu pun sebaliknya gue juga Gak mungkin suka sama dia. Lo kalau ngomong jess sembarangan aja"


Aku kaget mendengar ucapan Jessica dan aku langsung membuka mataku. ucapannya itu tidak akan pernah terjadi.


"Kata gue juga gitu kayaknya Farel tuh suka sama Lo. Sikapnya tuh bener-bener aneh tau gak? Yang tadinya dia kasar sama Lo tiba-tiba berubah drastis gtu."


Sherly menyambar perkataan dengan cepat.


"Iya Rel Gak mungkin kalau Farel Gak ada rasa sama Lo sikapnya berubah drastis gtu. Pasti Ada sesuatu yang membuat dia berubah kayak gitu. Dan gue yakin penyebab berubahnya sikap Farel jadi lembut kayak gtu karena dia suka sama Lo,"


Audy juga ikut berbicara . Mengapa teman-temanku jadi sok tahu gini sih? Mereka membuatku bingung dengan pernyataan mereka. Darimana mereka tahu secepat itu kalau Farel berubah kayak gtu karena dia suka padaku. Tidak! . Itu semua hanya tebakan mereka yang tidak penting.


"Kayaknya sikap Farel kayak gitu Gak ada hubungannya sama gue deh. Ya kalau emang dia suka sama gue. Kenapa dia harus merubah sikapnya. Kan bisa suka sama orang lain tanpa ngerubah sikap diri kita sendiri."


Jawabku yakin.


"Rel dia itu mau bikin Lo tertarik sama dia. Ayolah Rel. Lo percaya sama kita. Dia itu suka sama Lo dia tertarik sama Lo. Lagian cowok mana sih yang Gak tertarik sama Temen gue yang satu ini? Udah cantik, pinter, udah gitu berani dalam membela kebenaran."