Aurel

Aurel
10



"Ayo naik. Kok malah ngelamun?"


ucapan Farel itu membuyarkan Lamunanku. Sebenarnya sangat canggung di boncengi Denggan  seorang laki-laki. Aku membalas ucapan Farel dengan anggukan.


"Kamu kenapa? Kok dari tadi aku perhatiin Diem terus ?"


"Gue gak papa kok."


Balasku. Di jalan suasana hening diantara kami terjadi entah dorongan apa yang membuat Farel tiba-tiba mengerem secara mendadak. Sontak itu membuat aku kaget dan secara tidak sengaja mengeratkan tanganku di pinggang Farel. Sangat erat . Karena aku tak bisa membayangkan kalau aku sampai terjatuh ke belakang.


"Eh Lo sengaja ya berhenti mendadak, biar gue peluk? Dasar modus Lo!"


Aku berbicara dengan kesal yang menyeruak.


"Enggak kok aku bener-bener  Gak sengaja. Tadi tiba-tiba kucing lewat di depan motor aku. Aku kaget dan secara Gak sengaja berhenti mendadak. Maaf ya udah buat kamu kaget."


Ucap Farel dengan rasa bersalah nya. Ketika aku mendengar ucapan Farel aku melirik ke depan motor Farel, benar saja ada kucing yang masih terdiam di depan motor Farel. Mungkin kucing itu juga sedang merasa kaget. Entahlah.


"Awas aja Lo kalau berani macam-macam sama gue. Gue pasti in kalau lain kali gue Gak mau pulang bareng lagi sama Lo!"


Aku memperingati Farel. Dan membuat Farel terkekeh mendengar ucapan kU.


"Gak ada yang lucu. Ngapain ketawa?"


Ucapku ketus.


"Abisnya kamu lucu kalau lagi marah. Jangan marah dong jelek tau. Jadi Gak cantik lagi."


Ucapan Farel membuat pipiku kembali merah padam. Aku memberi sebuah hadiah cubitan keras di pinggang farel. Dan aku juga memukul lengan nya dengan kesal.


"Udah ah. Jadi Gak Lo Anter gue pulang? Kalau Gak gue turun disini. Gue bisa kok pulang sendiri."


Aku kembali mengeluarkan sikap ketusku.


"Jangan gitu dong. Masa cewek cantik pulang sendiri. Ya udah kita lanjut lagi yaa perjalanannya."


Ucap Farel dengan lembut.


*********


"Rel udah sampai nih di rumah kamu. Tadi kamu nunjukin rumah kamu yang ini kan?"


"Rel kok Diem? Ini udah sampe loh di rumah kamu."


Aku merasa ada yang mengelus rambutku. Dan aku mulai mengerjap kan mataku secara perlahan. Tak terasa kami sudah sampai di depan rumahku


"Ya ampun udah sampe ya? Aduh maaf ya gue ketiduran. Btw thankss ya Lo udah mau nganter gue pulang."


Ucapku sembari menuruni motor besar Farel.


"Iya Sama-sama . Udah Gih sana masuk. Langsung mandi terus istirahat ya,"


"Besok kamu masih harus sekolah kan. Ya udah kalau gitu aku pamit pulang yaa. Assalamu'alaikum."


Dia memberiku perhatian sembari mengelus rambutku dengan halus. Saat ia akan pergi , aku dengan sigap menahan lengannya dan membuatnya menatapku heran. Sambil mengerinyit kan dahinya heran.


"Kenapa?"


Tanya Farel lembut.


"Maaf ya tadi gue udah marah-marah sama Lo di jalan. Sekali lagi makasih Lo udah mau nganter gue pulang"


Aku menjawab kebingungannya tadi .


"Iya sama-sama santai aja. Ya udah aku pulang dulu yaa. Sampe ketemu besok di sekolah. Byee"


Farel kembali pamit kepadaku. Lalu aku balas dengan anggukan sembari tersenyum.


"Byee"


Aku menjawab Farel. Lalu Farel tersenyum. Setelah itu ia berlalu dari hadapan kU.


----------------------------------------------


"Tumben non diantar cowok pulangnya? "


Pertanyaan bibi yang di sertai senyum jail nya berhasil membuatku berhenti senyum-senyum sendiri. Dan langsung mencium punggung tangan bik imah


"Ehh ada bibik. Iya bik itu Temen aku. Namanya Farel. Bukan Temen sekelas sih"


Jawabku pada bibik .


"Cieeee non udah mau nih di antar cowok pulangnya? Biasa nya non kan paling anti di antar cowok pulang"


Bibik kembali menggoda aku dan membuatku tersipu malu.


"Hhmmm. Ya gitu deh bik. Udah ya bik aku mau ke kamar bersih-bersih badan dulu. Byee bik"


Aku tidak mau kalau pipi yang merona ini makin membuat bibik menggodaku. aku terlihat bibik yang masih tersenyum jail menatap kepergianku


Akhirnya aku selesai mandi dan berhasil mengusir penat. Tiba-tiba aku melihat ponselku yang menyala dan menghasilkan bunyi yang kecil. Pertanda kalau ada pesan yang masuk.


"Hai, Gimana udah mandi belum? Tapi kayaknya udah deh. Soalnya wangi nya sampe kesini. "


Pesan itu membuatku merasa kaget sekaligus senyum sendiri. Segitu perhatiannya Farel sama aku?


"Hai juga. Udah dong . Gue udah mandi. Emang nya Lo . Pasti Lo belum mandi . Soalnya bau nya masih tercium sampai sini."


Aku membaca pesan yang aku kirim itu. Sembari tersenyum aku mebaca balasan yang meledek farel itu.


"Aku udah mandi kok. Masa mau chattingan sama kamu belum mandi? Malu dong sama cewek cantik dan wangi ini. Mau di taro di mana mula tampan aku ini?"


Farel membanggakan dirinya . Membuat aku terkekeh.


"Dih PD banget. Siapa yang bilang Lo ganteng? Perasaan Gak ada tuh. Lo jelekk- sejelek-jeleknya "


Balasku ketus.


"Ya udah biarin aku jelek yang penting kamu cantik ;)"


"Apaan sih Lo? Gombal mulu kerjaannya"


Aku berusaha menutupi wajahku yang merona ini setelah mendengar ucapan Farel tadi.


"Siapa bilang aku gombal? Aku bicara sesuai fakta dan kenyataan. Oh iya aku besok pagi boleh jemput kamu Gak? Kita berangkat bareng ke sekolah"


Ucapan Farel membuat aku mengerinyit kan dahi heran.


"Hhmm gimana ya? Gue biasanya berangkat sekolah bareng sama teman-teman gue Kalau Gak gini aja deh Ntar gue tanya dulu sama mereka. Kalau mereka Gak keberatan, Nanti langsung gue kabari. Soalnya gue Gak enak sama mereka. Nanti makan mereka mau kesini makany gue mau tanya dulu deh sama mereka."


"Iya Gak papa kok aku ngerti. Itu juga kalau kamu Gak keberatan. Aku sama sekali Gak maksa kok. Kalau kamu keberatan juga Gak papa."


"Ya udah bentar ya gue mau chattingan dulu sama temen gue. Ntar gue kabarin.  Byee"


Untuk sementara aku berhenti mengobrol dengan Farel. Aku ingin mengirim pesan pada temanku soal Farel yang mau ngajak aku besok berangkat sejak lah bareng. Baru aku ingin mengetik pesan di group LINE kami. Tiba - tiba...


"Hai rel. Maaf Langsung masuk. Abisnya dari tadi kita ketuk pintunya Lo Gak jawab . Ya udah deh kita langsung masuk aja."


Ucap Sherly.


"Iya rel. Lo ngapain aja sih dari tadi ? Kita ketuk pintunya Gak di jawab. Dasar aneh Lo"


Jessica ikut menyambar. Bagaikan petir.


"Lagi sibuk chattingan sama siapa sih rel? Kok wajahnya berbinar gitu?cieeee"


Audy menggoda sembari mencolek daguku dan melirik ponselku. Aku yang menyadari hal itu langsung menyembunyikan Handphone di belakang tubuhku.


"Kepo"


Aku kembali menggoda mereka.  Dan aku melihat wajah mereka yang langsung cemberut seketika . Aku baru teringat soal ajakan Farel tadi.


"Iya deh. Gak usah  pake cemberut gitu kali . Kalau Gak di kasih tau. Jelek tau kalau cemberut."


Aku menghela napasku dalam . Aku harus kembali bersiap menerima ledekan dari mereka ini. Pasti setelah mereka mendengar ceritaku tanggapan mereka adalah menggodaku .


"Jadi gini... Barusan gue chattingan sama Farel . Terus dia  ngajak in gue buat berangkat sekolah bareng. Tapi gw belum jawab apa-apa karena gw Fikir kalian harus tau ini. Gue Gak mau buat kalian kecewa. Gue juga Gak mau dengan kedekatan gw selama ini dengan Farel justru membuat kita ngerasa jauh. Kalian lebih berharga dibanding kedekatan gue sama Farel."


Ucapku dengan jelas.


"Ya ampun rel. Kita sama sekali Gak ngerasa jauh kok sama Lo semenjak Lo dekat sama Farel. Justru kita seneng. Bisa ngelihat Lo bahagia sama Farel. Kita nge dukung Lo rel. Kita Gak mungkin menyita kebahagiaan sahabat kita . Lo tenang aja yaa kita Gak papa kok. Ya kan? "


Ucap Audy sembari melirik Jessica dan Sherly yang dibalas dengan mereka anggukan cepat.


"Iya rel. Lo Gak usah mikirin kita. Ini saat nya Lo mikirin hati Lo. Kita justru seneng banget bisa ngelihat Lo bahagia gini sama Farel. "


Ucap Jessica meyakinkan aku. Dan di balas dengan Sherly.


" Terima rel. Lo harus terima ajakan dia. Gue yakin dia bisa jaga Lo dengan baik. Tadi aja Lo pulang bareng sama dia baik-baik aja kan. Gak di apa-apain? Lagian Gak mungkin lah dia mau menyakiti orang yang dia sayang. Itu Gak mungkin."


Sherly berbicara dengan nada memohon. Agar aku mau menerima ajakan Farel. Sesaat aku mengeluarkan air mata haru. Karena jujur aku sangat bahagia memilik sahabat seperti mereka. Yang selalu mengerti posisiku


"Kok pacar nya Farel nangis? Payahh"


Ledek Jessica. Dan membuatku menatapnya tajam. Siapa bilang aku kekasih Farel ?


"Udah jangan nangis mulu. Buruan sana kabarin Farel. Biar dia Gak Ngira Lo PHP. Ya walaupun gue tau kalau Farel itu ngerti banget sama Lo."


"Iya sana buruan. Kasihan dia udah nunggu dari tadi"


Temanku menuntut kuku agar mengabari hal ini dengan Farel.


*********


"Maaf ganggu Lo udah tidur belum? Kalau udah,  sorry deh ganggu."


Aku mengirim pesan untuk Farel. Tak lama pesan ku di balas.


"Enggak kok kamu Gak ganggu sama sekali. Lagian aku juga belum tidur. Ada apa?"


"Gue cuma mau ngabarin soal ajakan Lo tadi."


"Oh . Jadi gimana kamu  mau besok berangkat sekolah bareng aku?"


" iya gue mau  kok. Tadi gue udah tanya sama mereka. Dan mereka sama sekali Gak keberatan dengan ajakan Lo ini. Justru mereka seneng. Kita bisa berteman dengan baik."


"OK kalau gitu besok  aku jemput kamu yaa. Aku janji Gak bakal telat. "


"Sipp. Janji Gak bakal telat? Soalnya besok gue Ada ulangan. Gue juga Gak biasa telat"


Aku memperingati Farel.


"Iya aku janji. Ya udah kalau gitu, kamu istirahat sana. Jangan tidur malam-malam . Good night princess;) "


"Good night juga . Byee"


Obrolanku dengan Farel selesai.


"Ehh gimana? Jadi kan?"


Tanya Audy penasaran . Dan aku balas dengan anggukan sembari tersenyum.


"Cieeee. Pasti sekarang Farel seneng banget deh bisa berduaan lagi sama Lo besok. Kayak nya lo juga gitu seneng banget  wajahnya."


"Enggak biasa aja. Sok tau"


Aku membalas  ledekan Sherly  sembari menjulurkan lidah ku.


"Selamat deh buat yang besok berangkat bareng ke sekolah. Ciyeeee"


Jessica ikut menggodaku sembari mencolek daguku.


Aku memilih untuk tidur daripada meladeni ledekan mereka yang tidak penting.


"Ehh rel. Gue boleh nginep di sini Gak. Males mau pulang ke rumah udah malam juga. Lagian udah lama juga gue Gak nginep di rumah Lo. Besok juga gue mau liat Lo di jemput Farel. Pasti seru deh. Jadi tontonan gratis.boleh ya rel?"


Tany Sherly yang tampak memohon. Dan memasang muka melasnya padaku.


"Gue juga rel mau nginep di rumah Lo. Gue mau liat Farel jemput Lo besok. Asyik Seru dehh."


Ucap Jessica sembari memekik kegirangan.


"Gue juga Gak mau ketinggalan . Pokoknya gue juga mau nginep di Rumah Lo rel. Boleh kan?"


Tanya Audy yang tak mau kalah.


"Iya boleh. Udah ya gue mau tidur ngantuk"


Jawabku pada mereka yang membuat mereka memekik kegirangan .


"Asssiiikk. Makasih ya rel."


Ucap mereka secara bersama.


Aku yang memang sudah setengah sadar , hanya bisa mendengar pembicaraan mereka samar-samar. Karena memang aku sudah sangat Mengantuk sekali malam ini.


**********