
Selama di perjalanan Menuju tempat dinner, hanya suasana hening yang menyelimuti mereka. Aurel sibuk memperhatikan pemandangan malam hari dari luar jendela mobil Farel, Sedangakan Farel fokus menyetir mobilnya sambil sesekali melirik Aurel.
"Sayang."
Panggil Aurel yang berusaha memecahkan Susana hening di antara mereka.
"Iya?"
Jawab Farel dengan nada lembut. Sembari menoleh pada Aurel sejenak.
"Sebenarnya kamu mau bawa aku dinner Kemana sih?"
Tanya Aurel pada Farel. Sedari tadi, Farel tidak Memberi tahu Aurel Kemana mereka akan pergi.
"Nanti juga kamu bakal tau."
Ucap Farel sembari mengelus pucuk kepala Aurel.
"Ih ngeselin main rahasia-rahasiaan"
Balas Aurel sembari mengerucutkan bibirnya yang membuat Farel terkekeh
************
Kini mobil Farel terparkir di depan sebuah taman tulip yang sangat indah. Taman itu di penuhi bunga tulip berbagai macam warna yang terhampar luas. Rerumputan segar berwarna hijau menambah kesan rindang di taman ini. Semua ini sungguh indah.
"Aaaaa keren banget."
Pekik Aurel girang saat sudah keluar dari mobil Farel. Aurel sangat antusias melihat pemandangan di taman ini. Farel yang melihat antusias dari kekasihnya itu hanya tersenyum gemas.
"Ternyata Bunga tulip lebih indah dari bunga mawar ya?"
Tanya Aurel sembari menoleh pada Farel. Farel menganggukkan kepalanya, pertanda ia setuju dengan penuturan Aurel. Aurel kembali fokus dengan taman tulip ini.
"Kita mau dinner di sini?"
Tanya Aurel lagi pada Farel. Farel hanya menjawab pertanyaan Aurel dengan senyum manis nya. Dan hal itu Membuat Aurel mendengus kesal.
"Ih aku lagi nanya ini. Kok malah senyum-senyum sih?"
Aurel mencibir atas sikap Farel yang tak menjawab pertanyaan nya.
"Sekarang aku mau tutup mata kamu sebentar ya."
Ucapan Farel sontak membuat Aurel kaget. Untuk apa mata nya di tutup?
"Ngapain mata aku di tutup? Aku Gak mau ah. Apaan Sih kamu aneh-aneh aja deh."
Balas Aurel yang tak setuju dengan permintaan Farel.
"Sebentar aja kok sayang. Mau ya?"
Bujuk Farel dengan wajah memelas nya. Aurel menarik nafas nya pasrah.
"Iya.. Deh iya"
Balas Aurel pasrah. Aurel hanya tak tega melihat wajah kekasihnya yang memelas itu. Farel langsung berdiri di belakang Aurel, lalu menutup mata Aurel dengan kain hitam pekat.
Setelah itu ia mengarahkan Aurel untuk berjalan.
"Aku takut."
Ucap Aurel sembari berjalan atas arahan Farel.
"Ada aku sayang."
Balas Farel berusaha membuat tenang kekasihnya itu. Aurel menghentikan langkahnya atas arahan Farel di dekat hamparan bunga tulip yang sangat indah itu. Setelah itu, Farel membuka kain penutup mata Aurel, lalu ia bergegas pergi. Dan kini hanya Aurel sendiri di taman yang sepertinya private itu.
Aurel membuka matanya karena sudah tak ditutup kain itu lagi. Tapi saat ia membuka matanya ia sangat terkejut. Kenapa Farel tidak ada di dekatnya?dimana Farel?
"Farel"
Panggil Aurel yang sudah mulai panik.
"Sayang"
Panggil Aurel lagi yang tak kunjung menemukan Farel.
Rasa takut menyelimuti Aurel. Bagaimana tidak? Di taman private ini hanya ia sendiri. Tak ada satu orang pun.
Ketika ia berjalan untuk mencari Farel, ia di kejutkan dengan banyak nya kelopak bunga mawar merah yang bertebaran di rumput taman ini. Sepertinya kelopak bunga mawar merah ini mengarahkan Aurel untuk berjalan ke suatu tempat. Akhirnya Aurel memutuskan berjalan mengikuti arahan kelopak bunga mawar merah itu.
Tapi tunggu dulu. Mengapa di setiap 1 meter rumput yang sudah di penuhi bunga ini terdapat 1 tangkai bunga mawar merah di lengkapi juga dengan 1 lembar kertas di tangkainya?Aurel berjalan sembari mengambil bunga mawar itu satu Persatu.
Bunga pertama terdapat tulisan di tangkainya.
"Aku suka mata kamu."
Bunga ke-2 terdapat tulisan juga di tangkainya.
"Aku suka wajah kamu"
Aurel kembali melanjutkan langkahnya untuk mengambil bunga dan kertas itu selanjutnya.
Bunga ke-3
"Aku suka hidung kamu"
Bunga ke-4
"Aku suka bibir kamu"
Bunga ke-5
"Aku suka senyum nya kamu"
Air mata Aurel sudah mengalir sejak membaca tulisan-tulisan di bunga mawar itu. Dan ia mulai melanjutkan langkahnya menuju bunga ke-6
Bunga ke-6
"Aku suka cantik nya kamu"
Bunga ke-7
"Aku suka baik nya kamu"
Bunga ke-8
"Aku suka sabar nya kamu"
Bunga ke-9
"Aku suka cinta nya kamu "
Aurel menghentikan langkahnya sejenak untuk menghapus air mata yang sedari tadi membasahi pipinya saat membaca tulisan2 di tangkai bunga mawar itu. Kini di tangan Aurel telah terdapat 9 bunga mawar merah dan tulisannya. Di depan sana sudah terdapat bunga ke-10 yang sepertinya bunga terakhir. Aurel kembali melanjutkan langkahnya untuk mengambil bunga terakhir.
Bunga ke-10
"Aku suka hidup dengan mu, aku suka mencintai kamu, dan aku suka dengan semua yang ada pada diri kamu. "
"Farel"
Ucap Aurel lirih. Air matanya tak kunjung berhenti untuk mengalir sejak tadi. Ia sangat tak menyangka atas surprise yang di berikan Farel untuknya.
Ya Tuhan. Kini Aurel sangat ingin memeluk Farel untuk menumpahkan semua haru kebahagiaan yang sudah di berikan Farel malam ini. Ini semua di luar dugaan Aurel. Semua ini sangat romantis.
Aurel melanjutkan langkahnya untuk mencari Farel. Tetapi langkahnya berhenti saat melihat laki-laki tampan yang sangat ia kenal sedang berdiri tak jauh dari letak bunga terakhir tadi. Laki-laki tampan itu tampak melemparkan kan senyum manis nya pada Aurel.
"Sini sayang"
Ucap laki-laki yang sedang tersenyum pada Aurel . Tanpa berfikir panjang, Aurel langsung berhamburan kedalam pelukan laki-laki itu.
"Makasih sayang, makasih banyak"
Ucap Aurel di dalam pelukan laki-laki tampan itu. Ya, laki-laki itu adalah kekasihnya, Farel. Aurel memeluk kekasihnya itu dengan sangat erat. Dengan senang hati, Farel membalas pelukan tak kalah erat dari kekasihnya itu.
"Hei kamu jangan nangis. Aku cuma mau buat kamu bahagia sayang."
Ucap Farel. Kini ia sudah melepaskan pelukan Aurel perlahan agar bisa menatap kekasihnya itu. sembari menangkup wajah Aurel dan menghapus air mata Aurel dengan tangan nya secara lembut.
"Jangan nangis lagi ya"
Lanjut Farel lagi sembari masih menghapus air mata yang dari tadi tak kunjung berhenti mengalir dari pelupuk mata kekasihnya itu.
"Ini romantis banget sayang. Aku bahagia banget. Makasih ya kamu udah buat aku bahagia malam ini."
Ucap Aurel tulus sembari menatap mata Farel sangat dalam.
"Selagi jantungku masih berdetak, nadiku masih berdenyut, dan darahku masih Berdesir, Aku akan selalu membuat kamu bahagia. Karena kamu adalah utusan yang di titipkan Tuhan ke aku untuk aku bahagia kan"
Balas Farel dengan tulus. Dan kembali membawa Aurel kedalam pelukannya.
"Aku akan membuat kamu lebih bahagia dari ini sayang. Ini belum seberapa."
Batin Farel yang masih mendekap kekasihnya itu di dalam pelukannya.
"Ikut aku yuk"
Ajak Farel sembari melepaskan pelukannya pada Aurel dengan lembut.
Aurel mengernyitkan dahinya bingung. Farel akan mengajak nya Kemana lagi?
"Kemana?"
Tanya Aurel yang masih bingung dengan ajakan Farel.
"Udah ikut aja,"
Balas Farel sembari menggandeng tangan Aurel. Tak butuh waktu lama, kini Farel dan Aurel sudah sampai di sebuah tempat yang sangat menenangkan . Deru ombak seperti sedang membuat nada-nada yang indah. Pantai? Ya kini Farel dan aurel sudah berada di pantai yang tak jauh dari taman bunga tulip tadi.
"Pantai?"
Tanya Aurel tak percaya. Jadi taman Tulip itu sangat dekat dengan pantai? Hanya beberapa meter saja mereka berjalan, ternyata ada pantai di sekitar taman tulip itu.
"Iya sayang. Sekarang kita ada di pantai. Dan aku pengen kamu liat itu."
Ucap Farel sembari menunjuk suatu arah . Aurel mengikuti arah pandangan Farel yang sepertinya menunjuk sesuatu.
Seketika mata aurel membulat sempurna, mulut nya sedikit terbuka dengan keajaiban Tuhan yang sangat indah ini. Sunset? Ya, kini Aurel dan Farel sedang berada di hadapan matahari yang sedang kembali ke peraduannya. Sunset itu sangat dekat dengan mata Aurel dan Farel.
"Aaaa sumpah keren banget. "
Pekik Aurel sembari melirik Farel yang sedang tersenyum padanya. Aurel sangat gembira saat melihat matahari yang mulai terbenam. Pantai yang memiliki air berwarna biru, sangat kontras dengan sinar pantulan matahari yang sedang terbenam itu.
"Aku jarang-jarang loh liat Sunset."
Ucap Aurel lagi yang masih fokus dengan pemandangan yang sangat indah di hadapan nya kini. Farel yang melihat kebahagiaan Aurel hanya tersenyum gemas melihat sikap kekasihnya yang sangat kegirangan itu.
Tiba-tiba saat matahari sudah mulai memasuki peraduannya , mata Aurel kembali membulat sempurna dan ia juga menutup mulut nya tak percaya. Bagaimana tidak? Kini di hadapan nya sudah ada ratusan lampion yang terbang ke angkasa dan membawa spanduk besar bertuliskan "you're the reason, why i still life until right now"
Bagaimana bisa Lampion itu membawa spanduk yang bertuliskan kata-kata indah itu? Kini, langit yang sudah mulai gelap kembali di buat terang oleh ratusan lampion yang terbang ke angkasa itu. Ini sangat luar biasa indah. Ya Tuhan, ini seperti mimpi. Mata aurel tampak berkaca-kaca saat melihat ini semua. Aurel sangat yakin kalau ini adalah bagian dari surprise Farel juga. Ia langsung menoleh pada Farel, namun kini Farel tak ada di sampingnya.
Tiba-tiba, Aurel merasa ada yang melingkarkan pinggangnya dengan sepasang tangan yang kokoh. Sesaat kemudian Aurel tersenyum setelah ia mengetahui kalau tangan itu adalah milik Farel. Ya, saat lampion itu terbang ke angkasa, Farel memutuskan untuk pindah posisi berdiri di belakang Aurel, dan memeluk aurel dari belakang dengan sangat erat. Aurel mengelus tangan Farel yang memeluknya itu dengan sangat lembut.
"Malam boleh bangga memiliki jutaan bintang yang menemaninya, pagi boleh bangga memiliki matahari yang selalu hadir untuk menemani pagi, bahkan bunga juga boleh bangga memiliki mahkota yang senantiasa membuatnya terlihat lebih indah. Tapi kebanggaan mereka tak sebanding dengan kebanggaan aku memiliki kamu. Karena kamu tak akan seperti bintang yang meninggalkan malam saat pagi datang, dan kamu juga tidak seperti matahari yang meninggalkan pagi saat malam tiba, bahkan kamu juga tidak seperti mahkota bunga yang akan gugur saat musim kemarau tiba. Kamu adalah kamu, yang selalu bersatu dengan detak jantungku."
Ucap Farel dengan sangat lembut tepat di telinga Aurel. Ucapan itu sangat terdengar tulus. Kalimat itu spontan keluar dari mulut Farel tanpa ia rencanakan. Bahkan Aurel terlihat memejamkan matanya untuk menghayati setiap ucapan yang keluar dari mulut Farel yang sangat terdengar tulus itu. Aurel membalikan tubuhnya untuk menghadap Farel. Ia menatap manik-manik mata Farel. Mata yang selalu membuat nya merasa nyaman. Di genggam nya tangan Farel dengan sangat lembut.
"Kamu mampu menyempurnakan hariku layaknya matahari yang menyempurnakan pagi, Kamu mampu melengkapi hidupku layaknya bintang yang melengkapi malam, Bahkan kamu juga mampu membuatku merasa berharga layaknya Bunga akan mahkotanya. Kamu adalah kamu, yang selalu bersatu dengan nadiku."
Balas Aurel tak kalah tulus. Jawaban Aurel juga secara spontan keluar dari mulutnya tanpa ia rencanakan. Kini giliran Farel yang memejamkan matanya saat mendengar ucapan yang sangat tulus itu dari kekasihnya. Farel langsung membawa Aurel ke dalam pelukannya. Sungguh ia sangat mencintai gadis nya itu.
"I love you. Trust me, i Will keep my heart for you."
"I love you more"
Balas Aurel dengan berbisik juga. Aurel makin mengeratkan pelukan nya dengan Farel.
Semuanya mengalir di temani matahari yang perlahan kembali ke peraduannya. Farel memeluk Aurel dengan sangat erat. Begitu pula dengan Aurel yang sangat nyaman berada dalam dekapan laki-laki yang sangat ia cintai itu.
Setelah beberapa lama mereka berpelukan dan menyalurkan rasa cinta mereka masing-masing, Farel melepaskan pelukannya secara lembut dan menatap Aurel sembari tersenyum.
"Sekarang Kita makan ya. Kamu udah laper kan?"
Tanya Farel saat melepaskan pelukannya. Dan di balas oleh anggukan cepat oleh Aurel. Saat ini Aurel memang sangat lapar. Farel hanya terkekeh melihat sikap kekasihnya itu yang masih Sepeti anak-anak kalau sedang lapar.
"Ya udah yuk"
Ajak Farel sembari menggandeng tangan Aurel.
Aurel mengerinyit kan dahinya saat sudah memasuki restaurant ini. Kenapa pemandangan laut dapat terlihat jelas di sini? Bahkan semua Biota laut dapat di lihat dari dinding restaurant ini yang terbuat dari kaca. Seperti restaurant yang berada di dalam laut.
"Sayang"
Panggil Aurel pada Farel sembari masih terfokus dengan pemandangan indah di restaurant ini.
"Iya?"
Jawab Farel lembut.
"Restaurant ini ada di bawah laut ya? Kok pemandangan laut bisa kelihatan dari sini?"
Tanya Aurel yang masih bingung dengan semua ini. Sungguh ia sangat menyukai pemandangan bawah laut Sepeti ini. Terdapat Banyak jenis ikan dan biota laut lain yang berenang dengan gesitnya, belum lagi terumbu karang yang tumbuh dengan sangat indah.
"Iya sayang."
Jawab Farel atas kebingungan aurel. Saat mendengar jawaban Farel, Aurel langsung beralih fokus dari yang tadinya sedang asyik menikmati pemandangan bawah laut ini, sesaat kemudian menatap Farel dengan sumringah.
"Ya ampun, ini keren banget."
Ucap Aurel lagi dan kembali melihat pemandangan bawah laut ini dengan sangat antusias.
"Kamu suka?"
Tanya Farel lembut sembari mengelus rambut Aurel dengan lembut.
"Suka banget. Semua yang kamu kasih dari tadi buat aku juga aku suka banget."
Balas Aurel sembari menatap Farel dengan wajah bahagia nya.
"Ya udah kita duduk dulu yuk. "
Ajak Farel pada Aurel. Sedari tadi, mereka tak kunjung duduk. Karena Aurel yang masih sibuk memperhatikan pemandangan yang sangat luar biasa indah ini.
"Silahkan. Mau pesan apa?"
Ucap seorang pelayan restaurant dengan santun. Sembari memberi buku menu restaurant ini pada Aurel dan Farel.
"Kamu mau pesen apa sayang?"
Tanya Farel pada aurel yang masih fokus pada pemandangan di restaurant ini. Saat mendengar pertanyaan Farel, Aurel langsung beralih fokus pada Farel.
"Hhmm. Aku pesen steak sama hot chocolate aja deh. "
Balas Aurel atas pertanyaan Farel tadi.
Setelah Farel dan Aurel memesan makanan yang mereka inginkan, kini Aurel dan Farel sibuk kembali melihat pemandangan bawah laut yang sangat terlihat indah ini. Ia sangat menikmati suasana di restaurant ini.
Sembari menunggu pesanan datang, Farel memutuskan untuk memainkan Gadget nya dan mengecek sociall media miliknya. Saat Aurel sedang sibuk melihat pemandangan di restaurant ini, ia melirik Farel yang sedang membuka sociall media miliknya. Dahi Aurel berkerinyit saat mengetahui, Farel yang ternyata memiliki akun instagram.
"Kamu punya instagram?"
Tanya Aurel yang masih menatap ponsel Farel. Pertanyaan Aurel, membuat Farel beralih fokus dari ponselnya. Lalu menatap Aurel.
"Iya lah sayang. Emang aku kudet banget."
Jawab Farel atas pertanyaan Aurel tadi.
"Aaaa follow ig aku dong. Nanti aku follback. Masa kita udah pacaran tapi Gak saling followan."
Ucap Aurel dengan heboh. Farel tersenyum gemas sembari menggigit bibir bawahnya menahan gemas Nya terhadap kekasihnya yang sangat antusias itu. Setelah Aurel memberi tahu username instagram nya, Farel langsung mencari instagram kekasihnya itu. Lalu ia follow.
"Udah nih."
Ucap Farel sembari memperlihatkan kan instagram nya yang sudah mem follow kekasihnya itu. Tak lama, Aurel langsung mengambil ponselnya dan memfollback instagram Farel.
"Selfie yuk, terus nanti di posting di ig kamu sama ig aku juga."
Ajak Aurel pada Farel. Farel mengerinyit kan dahinya saat mendengar ajakan kekasihnya itu.
"Sejak kapan pacar aku jadi narsis gitu?"
Tanya Farel sembari mencubit pelan pipi Aurel.
"Sejak lama. Kamu nya aja yang Gak tau."
Balas Aurel sembari tertawa di ikuti Farel juga yang tertawa gemas dengan fakta baru tentang Aurel. Akhirnya mereka mulai berpose dengan berbagai macam ekspresi yang tentunya sangat lucu dan menggemaskan. Mereka berpose Menggunakan kamera ponsel mereka yang di gunakan secara bergantian.
"Aku mau post foto kita di ig, Sekalian juga sama video surprise yang tadi kamu kasih buat aku."
Ucap Aurel yang mulai sibuk mem posting satu Persatu moment indah mereka. Tadi, saat ia mendapat surprise dari Farel yang berupa lampion dan spanduk itu, Aurel memang memutuskan untuk mengabadikan moment yang sangat romantis itu dengan cara membuat video nya di ponsel miliknya. Ia tak ingin kehilangan memory satu moment pun dengan kekasihnya itu. Akhirnya Aurel dan Farel memutuskan untuk memasukkan foto yang barusan mereka abadikan ke akun instagram pribadi milik mereka.
Aurel memasukkan foto itu di instagram miliknya dengan caption
@aurelcareliaaa The reason why i still happy until now @farelldarwin
Farel pun mempost foto yang sama dengan Aurel di instagram pribadi miliknya di sertai caption
@farelldarwin I don't know what can i do without you @aurelcareliaaa
Sesaat kemudian sudah banyak notifikasi yang masuk di akun instagram mereka masing-masing. Banyak sekali komentar followers mereka tentang postingan mereka itu. Semua nya sangat mendukung hubungan Aurel dan Farel.
"Jarang-jarang loh notif aku jebol gini. Tapi yang bikin kesel semua komentar nya tentang kamu. "
Ucap Aurel dengan mendengus kesal. Memang benar adanya, semua komentar di postingan itu, dominan di tujukan untuk Farel. Walaupun tak sedikit juga yang menujukan komentar nya untuk Aurel. Farel yang melihat wajah kesal milik Aurel itu tersenyum sembari mencubit pelan wajah gadisnya itu.
"Gemesin banget sih kamu kalau lagi kesel."
Ucap Farel sembari masih terus mencubit pipi aurel dengan gemas, Karena Aurel sedang memasang wajah kesalnya. Aurel yang mendapat cubitan di pipinya itu berusaha tak menghiraukan nya, Karena ia masih terfokus dengan ponselnya.
"Postingan aku juga komentar nya kebanyakan tentang kamu."
Ucap Farel lagi yang membawa Aurel ke dalam pelukannya setelah tadi mencubit pipi Aurel.
"Silakan di nikmati."
Ucapan sang pelayan Yang tiba-tiba datang itu membuat Farel dan Aurel beralih fokus. Pelayan itu membawa makanan yang di pesan oleh Farel dan Aurel, lalu meletakkan nya di meja yang berada di hadapan Aurel dan Farel saat Ini.
"Makasih mbak."
Ucap Aurel dan Farel secara bersamaan. Aurel menatap makanan itu dengan tatapan berbinar. Karena ia memang sangat lapar. Ia dengan lahap menyantap makanan itu. Farel yang melihat sikap kekasihnya itu hanya tersenyum Menahan gemas nya terhadap kekasihnya itu.
"Pelan-pelan sayang makan nya."
Ucap Farel sembari membersihkan sudut Bibir Aurel yang terkena noda makanan. Aurel hanya mampu tersenyum hangat mendapat perhatian Sepeti ini dari Farel. Bahkan kini, wajahnya sedang memanas karena merona yang ia alami setiap kali di berikan perhatian dan di goda oleh Farel.
Kini Aurel dan Farel sudah selesai menyantap makan malam mereka. Tetapi, karena Aurel yang masih ingin menikmati Susana di restaurant ini, akhirnya Farel mau tak mau mengikuti keinginan Aurel yang masih ingin berada di restaurant ini.
"Thanks for romantic dinner, Honey "
Ucap Aurel pada Farel sesudah ia menyantap makanan nya.
"Everything for you Mrs. Darwin"
Balas Farel di iringi senyum jail nya. Aurel membelalakan matanya saat mendengar ucapan kekasih nya itu.
Aurel berusaha menahan senyum nya. Ia juga berusaha menutupi wajahnya yang ia yakini sedang merona saat ini.
"Apaan sih kamu."
Ucap Aurel dengan tersipu malu. Terlihat sekali wajahnya yang sangat merona saat mendengar ucapan dari kekasihnya itu. Farel yang melihat sikap kekasihnya itu yang masih malu-malu hanya mampu terkekeh dan langsung membawa kekasihnya itu kedalam pelukan nya. Ia sangat gemas bila melihat wajah Aurel yang merona saat di goda nya.
Mereka menghabiskan waktu malam ini dengan bercanda gurau dan bercerita. Aurel dan Farel tampak sangat bahagia dengan dinner mereka malam ini.
"Kita pulang ya? Biar kamu istirahat. Lagian Udah malam juga."
Ajak Farel saat mereka selesai bercanda gurau setelah dinner. Ia mengajak Aurel untuk pulang, Karena hari yang kini sudah larut malam. Aurel membalas dengan anggukan sembari tersenyum. Karena memang ia juga sudah merasakan mata nya yang sudah sangat berat karena kantuk yang menyerang nya.
*********
"Sekali lagi makasih banyak ya sayang buat malam ini."
Ucap Aurel pada Farel . Kini mereka sudah tiba di rumah Aurel.
"Iya sayang, sama-sama"
Balas Farel sembari mengelus pucuk kepala gadis nya itu, dan memeluknya dengan erat. Aurel juga membalas pelukan hangat dari kekasihnya itu tak kalah erat.
"I'm so Lucky to have you."
Ucap Aurel dengan lembut di dalam pelukan Farel.
"Me too."
Balas Farel dengan nada yang tak kalah lembut.
"Ya udah kamu masuk sekarang. Langsung istirahat ya. "
Ucap Farel saat Aurel melepaskan pelukan nya.
"Iya sayang. Kamu hati-hati ya, I love you."
Ucap Aurel .
"I love you too"
Balas Farel dengan senyum manis nya sembari kembali mengelus rambut kekasihnya itu dengan penuh sayang.
Setelah itu, Aurel memutuskan untuk masuk kedalam rumah nya.
"Sekarang papa gak sendirian lagi jaga kamu. Liat deh dia jaga kamu kayak jaga berlian."
Ucap papa Aurel, saat Aurel baru memasuki rumahnya. Saat mendengar ucapan papa nya itu, Aurel tersenyum lembut. Ucapan papa nya sangat benar.
Farel memang sangat menjaga Aurel dengan penuh tanggung jawab. Sedari dinner tadi, Farel selalu menggenggam tangan Aurel, pertanda kalau ia sangat tak ingin Aurel jauh dari nya. Ia ingin selalu mengawasi gadisnya itu. Agar tak ada satu orang pun yang berani menyentuh apalagi menyakiti gadis nya itu.
"Aurel juga sangat bersyukur, bisa memiliki Farel."
Jawab Aurel sembari tersenyum pada papanya.
"Pa, Aurel mau istirahat dulu ya."
Pamit Aurel pada papanya. Dan dibalas anggukan oleh papa nya. Setelah itu, ia langsung bergegas ke kamar nya untuk beristirahat.
Saat sudah mengganti dress nya dengan piyama hello kitty nya, Aurel memutuskan untuk membaringkan tubuhnya di ranjang king size nya. Ia sangat lelah hari ini. Walau tak bisa di pungkiri, kalau semua rasa lelah itu tidak begitu terasa karena kebahagiaan yang ia rasakan malam ini. Saat aurel ingin menutup matanya untuk menuju alam mimpi, tiba-tiba ponsel Aurel berbunyi, pertanda ada pesan masuk. Aurel langsung meraih ponselnya di nakas untuk mengetahui siapa yang telah mengirimkan pesan untuknya.
"Good night sayang. Have a Nice dream"
Isi pesan yang ternyata dari Farel itu, membuat Aurel tersenyum .
"Good night too Honey."
Balas Aurel atas pesan dari Farel tadi. Setelah ia membalas pesan Farel, ia memutuskan untuk segera beristirahat. Karena mulai besok pagi, Aurel sudah ingin kembali menjalani aktivitas nya di sekolah. Ia merasa keadaan nya sudah makin membaik, makanya ia memutuskan untuk kembali bersekolah pada esok hari.
***