
"Aaaa sekarang Aurel udah masuk sekolah. Gue seneng banget."
"Gue kangen banget rel sama Lo."
"Iya rel. Kita kangen banget sama Lo."
Teman-teman Aurel langsung menyambut Aurel yang baru saja turun dari motor Farel dengan pelukan hangat mereka. Seperti biasa, Aurel dan Farel memang berangkat sekolah bersama. Farel yang melihat pemandangan itu hanya tersenyum hangat.
"Oh iya, semalam Lo sama Farel dinner ya? Kita liat postingan Lo di ig"
"Aaaaaa sosweet banget lagi surprise dari Farel buat Lo."
"Jadi mauuuu."
Ucap teman-teman Aurel lagi dengan kehebohan mereka.
"Eh kita masuk kelas yuk, masa ngomongnya di parkiran? Ntar gue ceritain. Gak usah heboh sendiri deh kalian. "
Ucap Aurel yang mulai jengah dengan kehebohan teman-teman nya di parkiran sekolah.
"Sayang, aku masuk kelas dulu ya."
Pamit Aurel pada Farel sembari mengelus lembut wajah Farel.
"Aku anterin ya?"
Tawar Farel pada Aurel.
"Gak usah. Aku bisa sendiri kok. Lagian kan ada temen-temen aku juga. Kamu masuk kelas aja ya."
Ucap Aurel yang menolak tawaran Farel. Ia hanya tak ingin merepotkan Farel terus menerus.
"Ya udah kamu hati-hati ya. Kalau kamu ngerasa sakit, izin pulang aja sama guru, terus samperin aku biar aku Anter kamu pulang."
Ucap Farel yang masih khawatir dengan keadaan kekasihnya itu.
"Lama banget sih pamitan nya. Kita udah kayak obat nyamuk aja disini."
Sindir teman-teman Farel. Aurel dan Farel, langsung menoleh pada mereka lalu tertawa kecil.
"Aku udah Gak papa kok. Ya udah aku ke kelas dulu ya."
Ucap Aurel lagi, lalu langsung bergegas pergi ke kelas bersama ketiga temannya.
***********
"Aaaaa sumpah romantis banget sih kalian."
"Gue jadi mau ."
"Sosweet bangett."
Ucap teman-teman Aurel, setelah Aurel menceritakan dinner nya bersama Farel tadi malam yang sangat amat romantis itu. Tentunya teman-teman Aurel sangat berdecak kagum sekaligus iri atas kebahagiaan mereka. Mereka bahkan sangat menginginkan sosok laki-laki seperti Farel yang selalu bisa menciptakan kebahagiaan untuk Aurel.
"Makanya cari cowok dong."
Ledek Aurel pada teman-teman nya.
"Belum ada yang nyangkut rel di hati kita. Ya Gak?"
Tanya Jessica pada Sherly dan audy.
"Bener banget tuh. Kalau belum cinta sama seseorang masa mau di paksain."
Jawab Sherly.
"Iya bener tuh kata Jessica. Do'ain aja ya rel. Supaya kita bisa dapetin cowok yang tipe nya hampir sama kayak Farel."
Ucap Audy sembari Menaik turunkan alisnya menatap Aurel.
"Cowok kayak Farel itu cuma satu di dunia. Dan itu cuma Farel. Gak ada cowok yang tipe nya kayak Farel. "
Balas Aurel dengan sangat percaya diri.
"Dih pede banget Lo. Kalau nanti ternyata ada, gimana?"
Tanya Sherly pada Aurel.
"Gak akan ada. "
Jawab Aurel sembari menatap teman-teman nya dengan percaya diri.
"Dasar cewek nya Farel. Pede banget jadi orang."
Ledek Audy.
"Tau nih."
Timpal Jessica.
"Iya deh gue do'ain semoga dapat cowok kayak Farel."
Ucap Aurel dengan pasrah. Teman-teman Aurel langsung tersenyum penuh kemenangan menatap Aurel.
"Nah gitu dong rel. Sebagai teman itu, harus saling mendukung dan mendo'akan"
Ucap Sherly dengan nada sok bijak nya.
"Makasih loh rel buat do'anya. Semoga tercapai ya"
"Amiin"
Ucap Jessica dan Audy . Seketika tawa mereka pecah, Karena keributan yang sebenar nya sangat aneh ini. Teman-teman Aurel sangat bahagia bila melihat Aurel bahagia. Dan kebahagiaan Aurel terletak pada Farel, jadi mereka harus mendukung apapun yang membuat Aurel bahagia.
****
"Minggu depan akan ada lomba cerdas cermat antar kelas di sekolah Kita. Kalau emang Lo merasa pantas untuk Farel, gue harap Lo bisa ikut sebagai perwakilan kelas Lo dan bertanding dengan gue, sebagai perawakilan kelas gue,"
Ucapan itu sontak membuat langkah Aurel yang baru saja keluar dari toilet menjadi terhenti. Aurel langsung menoleh ke asal suara yang sepertinya berada di belakang dirinya sekarang.
Dan Aurel mendapati satu sosok perempuan yang sedang melipat kedua tangannya, dan tersenyum licik pada nya.
Laura! Oh god! Apalagi yang akan dia perbuat.
"Maksud Lo apa?"
"Ya, kalau emang Lo merasa pantas untuk Farel, Lo harus ikut cerdas cermat ini untuk mewakili kelas Lo. Dan gue, akan menjadi lawan Lo di cerdas cermat nanti, sebagai perwakilan kelas gue "
Ucap Laura dengan menatap Aurel dengan tatapan tajam sembari tersenyum licik.
"Lo gak berhak nilai gue pantas atau Gak buat Farel dari cerdas cermat ini. Karena cuma Farel dan gue sendiri yang bisa menilai itu semua."
Balas Aurel dengan penuh penekanan. Ia tak habis Fikir dengan ajakan Laura.
Laura tertawa kecil setelah mendengar ucapan Aurel tadi.
"Lo takut kalah sama gue? Makanya Gak mau menerima tantangan gue? Ya terserah Lo aja sih. Emang nya Lo Gak mau buktiin sama gue kalau Lo itu pantas untuk Farel? Lagian gue mau tau, apa otak Lo masih pinter semenjak kecelakaan yang Lo alami itu? gue rasa udah gak sepintar dulu. Kan syaraf Lo sempet ada kerusakan. Jadi lo Gak akan mungkin menang lawan gue,"
Balas Laura sembari tertawa meremehkan. Jadi, Laura sengaja memberi tantangan ini untuk Aurel, karena ia kira kemampuan otak Aurel tak sama lagi seprti dulu karena kecelakaan yang Aurel alami? Kini Laura kembali menatap tajam ke arah Aurel.
"Untuk apa gue membuktikan kalau gue Pantas atau gak buat Farel sama Lo ? Seharusnya, gue membuktikan itu semua ke Farel bukan sama Lo!"
Balas Aurel lagi dengan penuh penekanan kembali.
"Tapi it's oke lah. Tantangan Lo boleh juga. Gue terima tantangan Lo. Dan Lo harus tau kalau kemampuan otak gue gak akan pernah berubah sampai kapanpun. Kita liat aja nanti, siapa yang akan menjadi pemenang di perlombaan itu."
Lanjut Aurel lagi dengan penuh keyakinan kalau ia sangat pantas untuk Farel.
"Gue tunggu Lo di cerdas cermat nanti. Tapi ingat, kalau Lo kalah, berarti Lo gak pantas buat Farel."
Ucap Laura lagi.
Apa-apaan ini? Mengapa akhir dari tantangan nya di buat seperti ini oleh Laura?
Aurel di nilai pantas atau Gak buat Farel dari cerdas cermat ini? Oh Tuhan, ini benar-benar tantangan yang aneh untuk Aurel. Aurel bukan takut untuk menghadapi Laura, tapi ia hanya tak mau Laura menjadi besar kepala saat tantangan nya di terima. Kalau tantangan itu diterima bukankah Aurel tak yakin dengan dirinya sendiri?Berarti Aurel merasa kalau ia tak pantas untuk Farel? Tapi kalau tantangan itu tak di terima, Laura pasti akan meremehkan Aurel, dan Laura juga akan menganggap aurel takut dengan tantangan nya.
"Oke. Tapi kalau Lo yang kalah, Lo harus jauhin Farel. Dan jangan pernah ganggu hubungan gue sama Farel lagi!"
Ucap Aurel lagi memperingatkan.
"Sayang kamu dari mana aja sih? Aku dari tadi cari kamu."
Ucapan seseorang yang baru saja datang, membuat Aurel dan Laura beralih fokus. Ya, seseorang yang baru saja datang di antara Aurel dan laura adalah Farel.
"Ini tadi aku abis... Abis dari toilet."
Ucap Aurel gelagapan. Farel mengerinyit kan Dahinya dan menatap Aurel dengan bingung. Mengapa wajah Aurel sangat tegang? Dan kenapa ada Laura di sini? Apa yang sedang mereka bicarakan? Sepertinya Aurel sedang emosi.
Batin Farel yang masih bingung dengan ekspresi tegang kekasihnya itu.
"Aurel, Farel gue pulang dulu ya."
Pamit Laura lalu hendak pergi dari hadapan Aurel dan Farel.
"Kamu kenapa sih sayang? Kok muka nya tegang gitu?"
Tanya Farel pada Aurel sesaat Laura sudah pergi dari hadapan mereka.
"Eng...enggak papa kok. Tadi aku cuma Gak sengaja nabrak Laura aja."
Jawab Aurel dengan gugup. Aurel hanya tak mau, kalau Farel tau tentang permasalahan ini. Lagipula kalau Farel tau, pasti Aurel akan di larang oleh Farel untuk menerima tantangan dari Laura itu. Dengan alasan Aurel sudah sangat pantas untuk nya. Padahal, Aurel menerima tantangan itu, karena ia ingin membuat Laura malu atas tantangan nya sendiri. Dan Aurel juga tak ingin di bilang penakut oleh Laura. Lagipula, Aurel Sangat yakin dengan kemampuan otak yang di miliki nya. Ini perlombaan yang sangat sering di ikuti oleh Aurel. Karena Memang Aurel adalah murid yang pintar, ia selalu menjadi perwakilan sekolah untuk mengikuti Olimpiade-olimpiade bergengsi.
"Ya udah pulang yuk."
Ajak Aurel yang berusaha mengalihkan pembicaraan. Ia tak ingin Farel lebih banyak bertanya lagi. Setelah itu Farel menggandeng tangan Aurel menuju parkiran sekolah untuk mengambil mobil sport milik nya. Hari ini, Farel memang tak memakai motor ke sekolah. Karena ia masih tak ingin membawa kekasihnya itu menggunakan motor. Ia masih sangat trauma dengan kejadian yang menimpa kekasihnya itu.
*****
Di dalam mobil Farel, hanya suasana hening yang menyelimuti mereka. Aurel hanya menatap ke luar dari jendela mobil Farel. Tapi pandangan nya kosong. Seperti ada masalah yang sedang ia Fikirkan. Sedangkan Farel, ia sesekali melirik Aurel yang dari tadi lebih banyak diam.
"Gue yakin kalau kemampuan otak gue gak akan pernah berkurang. Dan gue juga yakin kalau gue itu pantes buat Farel. Gue harus yakin akan hal itu."
Batin Aurel yang berusaha meyakinkan dirinya sendiri. Ia harus yakin, kalau ia bisa mengalahkan Laura. Kecelakaan itu, tak akan membuat ia merasa kalah. Walaupun syaraf di kepalanya sedang berada dalam masa pemulihan usai kecelakaan kemarin, tapi ia tetap harus berusaha untuk menjadi pemenang di pertandingan itu.
"Tadi Laura gak berbuat yang macem-macam sama kamu kan?"
Tanya Farel sembari menatap Aurel sejenak dan kembali fokus menyetir mobil nya. Tapi tak ada jawaban dari Aurel. Aurel masih tak bergeming dari lamunannya. Hal ini, makin membuat Farel yakin kalau kekasihnya itu sedang ada beban Fikiran. Entah menagapa, Farel sangat khawatir pada kekasihnya itu. Ia Hanya takut kalau Laura melakukan sesuatu yang membahayakan keselamatan gadis nya itu.
"Sayang?"
Panggil Farel lagi yang memecahkan lamunan Aurel.
"Eh iya? Kenapa?"
Tanya Aurel yang tersadar dari lamunan nya. Farel menarik nafasnya panjang. Sebenar nya ada apa dengan Aurel? Kenapa ia melamun?
"Tadi Laura gak berbuat yang macam-macam sama kamu kan?"
Tanya Farel lagi.
"Enggak sayang. Dia gak berbuat apa-apa kok sama aku."
Balas Aurel sembari tersenyum pada Farel dan mengelus wajah tampan milik kekasihnya itu. Farel membalas senyum Aurel sembari menatap Aurel sejenak. Tapi entah mengapa Farel tak yakin dengan jawaban Aurel tadi. Senyum Farel pun sangat enggan terukir dengan indah, sepertinya masih ada rasa penasaran yang menyelimuti perasaan Farel. Makanya Ia sangat enggan tersenyum.
"Kamu langsung istirahat ya. "
Ucap Farel sembari mengelus wajah kekasihnya saat mobil Farel sudah sampai didepan rumah Aurel.
"Iya sayang. Kalau kamu udah sampai rumah, langsung kabarin aku ya. Kamu juga istirahat."
Balas Aurel sembari tersenyum pada Farel. Dan di balas anggukan oleh Farel.
"I love you"
Ucap Farel seusai mencium dahi Aurel dengan lembut.
"I love you too."
Balas Aurel sembari tersenyum lembut pada Farel. Setelah itu, ia memutuskan keluar dari mobil Farel untuk masuk kedalam rumahnya. Saat Aurel sudah memasuki rumah nya, Farel mengusap wajah nya kasar. Ia masih belum yakin dengan apa yang di katakan Aurel. Ia khawatir, kalau Laura melakukan sesuatu yang membuat kekasihnya itu kefikiran. Karena sedari bertemu Laura tadi, Aurel hanya melamun di dalam mobil Farel. Tatapan nya kosong. Seperti ada yang ia Fikirkan. Tapi Aurel tidak mau jujur terhadap Farel atas apa yang sedang terjadi pada dirinya.
"Kamu kenapa sih? Kok gak mau jujur sama aku?"
Ucap Farel yang kembali mengkhawatirkan kekasihnya itu.
Farel menarik napasnya dalam-dalam berusaha menghilangkan Segala kekhawatiran dirinya pada Aurel. Ia berusaha meyakinkan dirinya sendiri, kalau kekasihnya itu baik-baik saja,Tak ada yang perlu di khawatirkan.
***