Aurel

Aurel
21



Sinar matahari yang sedari tadi memaksa masuk melalui celah jendela kamar Aurel , membuat Aurel terpaksa meninggalkan alam mimpinya. Secara perlahan ia membuka matanya seiring mengumpulkan kesadarannya. Saat ia membuka matanya, laki-laki yang sangat tampan adalah sosok yang ia lihat. Laki-laki itu tampak menyambutnya dengan senyum manis nya.


"Farel?"


Tanya aurel tak yakin. Mengapa Farel sudah datang ? Padahal ini masih sangat pagi.


"Hai sayang."


Balas Farel dengan senyum sumringah nya.


"Kamu ngapain pagi-pagi kayak gini udah dateng?"


Tanya Aurel yang masih tak mengerti dengan Farel yang datang kerumahnya pagi-pagi Sepeti ini.


"Emang Gak boleh ya?"


Tanya Farel sembari mengerucutkan bibirnya , pertanda ia kecewa . Tapi ekspresinya itu membuat Aurel tertawa kecil . Menurut Aurel ekspresi Farel yang seperti itu Sangat menggemaskan.


"Ya boleh sayang. Masa Gak boleh. Cuma kamu datengnya pagi banget makanya aku bingung."


Balas Aurel memberi pengertian. Ia masih tak mengerti saja. Yang Aurel tau, Farel itu sudah terbiasa bangun tidur saat sudah siang hari. Tapi kenapa sekarang pagi-pagi seperti ini ia sudah datang kerumah nya?


"Ya Gak papa dong. Aku udah kangen sama kamu. Makanya dateng nya pagi karena aku mau ketemu kamu.Oh Iya gimana keadaan kamu? Udah baikan?"


Tanya Farel yang sangat ingin mengetahui keadaan kekasihnya.


"Udah kok. Aku udah baikan. Eh kamu bangun jam berapa? Pagi banget ya? Ya ampun sayang kamu ngapain bangun pagi-pagi cuma karena mau ketemu aku?"


Tanya Aurel yang tak enak. Biasanya Farel kalau bangun tidur sangat jarang pagi-pagi. Tapi sekarang? Mungkin Farel harus melupakan kebiasaan lama nya yang selalu bangun siang demi kekasihnya. Mungkin ia sudah tak mampu Menahan rindu nya? Makanya ia bangun tidur sangat pagi hanya untuk bertemu dengan kekasihnya, Aurel.


"Gak pagi-pagi banget kok. Lagian aku rela kok bangun pagi-pagi demi ketemu kamu."


Ucap Farel menggoda Aurel yang memuat senyum Aurel mengembang pagi ini karena menerima godaan dari Farel.


"Oh iya . Aku bawa bubur ayam nih buat kamu. Sekarang kamu sarapan ya. Aku suapain."


Ucap Farel sembari membuka bungkus bubur ayam itu dengan telaten. Aurel tersenyum Kecil melihat perhatian yang di berikan Farel untuk nya. Ia yakin di luar sana banyak wanita yang menginginkan posisinya sekarang, menjadi wanita yang sangat Farel istimewakan. Sebenarnya ia juga tak menyangka kalau akan menjadi wanita yang sangat bahagia di dunia Ini atas semua perhatian dan kasih sayang Farel untuk nya. Bayangkan saja , di sekolah mereka, sangat banyak wanita-wanita yang mengagumi Farel. Tapi untungnya , Aurel yang dapat merebut hati seorang Farell Darwin, cowok yang sangat populer di sekolah mereka.


"Ayo dong sayang, makan Nya jangan males gitu. Nanti kamu Gak sembuh-sembuh kalau gitu cara nya."


Farel memberi nasihat pada Aurel sembari menyuapi aurel makan yang kelihatan nya sangat malas untuk makan. Mungkin ia masih tak nafsu makan usai sakit kemarin.


"Iya..iya.. Gak males lagi."


Balas Aurel pasrah lalu ia menerima dengan lahap makanan yang Farel suapkan untuk nya.


"Kamu Gak sekolah? Sekolah sayang, jangan bolos gara-gara aku."


Tanya Aurel yang sudah selesai menyantap sarapan nya. Ia baru ingat , mengapa kekasihnya tak berangkat sekolah?


"Sekolah kok sayang. Ini udah mau berangkat. Tadi rencana nya abis nyuapin kamu Sarapan , baru aku berangkat sekolah. Nah sekarang kan kamu udah sarapan, aku sekolah dulu ya. Nanti aku kesini lagi."


Ucap Farel pada Aurel sembari tersenyum lembut pada Aurel.


"Ya udah. Kamu hati-hati ya. Jangan ngebut bawa motornya. Aku Gak mau kamu kenapa-napa,"


Pesan Aurel pada Farel yang membuat Farel kembali tersenyum padanya. Perasaan Farel menghangat saat mendapati perhatian Sepeti ini dari Aurel. Apakah Aurel merasakan perasaan yang sama saat mendapat perhatian dari Farel? Entahlah.


"Iya sayang. Ya udah aku berangkat sekolah dulu ya. I Love you"


Pamit Farel pada Aurel sembari mengelus lembut rambut kekasihnya itu.


"I love you too,"


Setelah itu Farel keluar dari kamar Aurel untuk segera berangkat sekolah. Tak lama Farel pergi ,mama dan papa Aurel masuk kedalam kamar anaknya itu.


"Hai sayang. Seneng dong pagi-pagi udah di dateng in pacar."


Goda mama Aurel pada anaknya. Sembari meletakkan Segelas susu hangat dan beberapa makan lain untuk putrinya.


"Apaan si mama."


Balas Aurel sambil tersipu malu.


"Eh sayang , dulu mama sama papa itu kan nge larang kamu buat pacaran tuh. Karena takutnya kalau kamu punya pacar , dia Gak bisa jaga kamu dengan baik .Tapi kok sekarang kita malah ngedukung kamu pacaran ya? Aneh. "


Ucap mama Aurel yang terlihat bingung sendiri. Aurel tertawa kecil mendengarkan ucapan mama nya. Ya, orang tua Aurel memang tak pernah mengizinkan anaknya untuk menjalin cinta dulu dengan cowok manapun. Tapi setelah mereka tau, kalau Aurel ternyata diam-diam sudah memiliki kekasih , di tambah lagi kekasih Aurel itu adalah Farel , seorang laki-laki yang bertanggung jawab, kenapa sekarang orang tua Aurel malah mendukung?Aneh , tapi memang begitu kenyataan nya.


"Itu tanda nya, Farel sudah berhasil membuat kita yakin kalau dia bisa menjaga Aurel dengan baik dengan sifat tanggung jawab nya."


Balas papa Aurel atas kebingungan istrinya tadi.


"Oh Iya bener juga ya Pa. Mama jadi salut sama Farel. Dia bisa membuat kita yakin kayak gini . "


Ucap mama aurel yang setuju dengan ucapan suaminya itu.


"Sekarang papa Gak sendirian lagi untuk jagain kamu, karena sekarang sudah ada Farel yang sangat bisa menjaga kamu dengan sifat tanggung jawab yang dia punya."


Ucapan papa Nya berhasil membuat Aurel tersenyum .


Kalau orang Tuanya sudah yakin? Kenapa ia tidak? Sekarang ia justru sangat yakin kalau Farel benar mencintai nya. Karena Farel mencintai nya, pasti Farel tak akan mungkin membiarkan orang yang dia cinta di sakiti oleh orang lain. Pasti Farel akan menjaga Aurel dengan penuh tanggung jawab sebagai orang yang dia cinta. Aurel sangat yakin akan hal itu.


"Oh iya mama hampir lupa . Kamu belum sarapan kan? Ini udah mama bawakan sarapan untuk kamu."


Ucap mama Aurel .


"Aku tadi udah sarapan ma. Di bawain Farel bubur ayam."


Balas Aurel yang membuat senyum mama nya mengembang.


"Ooh jadi udah sarapan ya? Ciee dibawain sarapan sama Farel."


Mama Aurel kembali menggoda anaknya.


"Ih mama. Ngeledekin aku mulu."


Ucap Aurel yang langsung merubah ekspresi wajahnya menjadi cemberut.


"Iya deh maaf. Becanda sayang. Ya udah mama sama papa keluar dulu ya."


Pamit mama Aurel pada anaknya .


Setelah itu mereka memutuskan untuk keluar dari kamar anaknya karena takut mengganggu istirahatnya.


Kini tinggallah Aurel sendiri di dalam kamarnya. Ia masih terfokus oleh ucapan orang tuanya tadi , kalau mereka yakin Farel bisa menjadi pelindung Aurel dengan sifat tanggung jawab yang dia punya.


"Apa Farel bisa menjaga kepercayaan orangtua gW? Apa dia bisa lebih meyakinkan orang tua gue kalau dia bisa menjaga gue. Arrrrgghh!"


Batin Aurel. Aurel hanya takut kalau Farel tidak Bisa menjaga kepercayaan orangtua nya untuk menjaga ia.


"Gue yakin Farel bisa menjaga kepercayaan itu. Gue yakin dia bisa menjaga gue , seperti keinginan orangtua gw selama ini."


Batin Aurel lagi. Ia berusaha menghilangkan rasa ke khawatiran nya itu. Ia mencoba membuang jauh-jauh Fikiran buruk itu. Ia harus yakin , kalau Farel bisa menjaga kepercayaan orangtua nya dengan baik.


***