
"Ih apaan sih. kan kamu yang minta. Bukan aku yang mau."
Elak Aurel yang tak ingin terus digoda Farel.
"Iya deh iya. Makasih ya, kapan-kapan cium aku lagi ya"
Goda Farel lagi. Aurel membelalakan matanya mendengar ucapan Farel. Lagi? Oh tidak!!!! Aurel sangat tersipu malu.
"Gak mau. Kamu modus ih!! "
Ucap Aurel sembari menjauhkan dirinya dari Farel yang membuat Farel terkekeh.
"Biarin. Modus sama pacar sendiri, Gak papa dong? Daripada aku modusin cewek lain?"
Tanya Farel .
"Aaaaa Gak mau. Pokoknya kamu Gak boleh modusin cewek lain"
Pekik Aurel sembari memukul lengan Farel berulang kali. Sampai akhirnya ia menghentikan aksinya dengan sendirinya Karena kelelahan.
"Capek?"
Tanya Farel saat kekasihnya menghentikan aksinya memukuli lengannya.
"Capek"
Rengek Aurel manja yang membuat Farel membawa nya kedalam pelukan Farel.
"Ya udah. Kita makan Ice cream ya"
Ucap Farel lembut yang masih memeluk Aurel. Aurel langsung mengangguk setuju. Lalu Farel melepaskan pelukannya kemuadian menggandeng tangan Aurel menuju kios Ice cream yang Aurel inginkan.
"Hhmm enaakkk."
Ucap Aurel yang kini sudah mendapat Ice cream yang ia inginkan. Dengan lahap Aurel menyantap Ice cream itu.
Farel yang tak begitu menyukai Ice cream memutuskan tidak membeli Ice cream. Ia Hanya menunggu kekasihnya itu melahap Ice creamnya. Farel tersenyum melihat kekasihnya yang seperti anak kecil saat memakan ice cream.
"Pelan-pelan sayang makan nya."
Ucap Farel sembari membersihkan noda Ice cream di bibir Aurel. Aurel menatap Farel sembari tersenyum. Ya Tuhan, Aurel sangat bahagia malam ini bisa menghabiskan waktunya dengan Farel.
"Kamu mau?"
Tawar Aurel sembari menyodorkan Ice cream miliknya di hadapan Farel. Farel langsung menggeleng cepat. Farel tak begitu suka dengan Ice cream.
"Cobain deh. Enak lho,"
Tawar Aurel lagi. Namun Farel kembali menggeleng cepat.
"Ih cobain!"
Paksa Aurel agar Farel mau mencoba Ice cream miliknya. Aurel menyuapkan Ice cream nya pada Farel. Akhirnya dengan sangat terpaksa Farel menerima Ice cream yang di suapkan Aurel untuknya.
Aurel dan farel terlibat obrolan seru sembari duduk di kios Ice cream itu. Banyak hal yang mereka bicarakan. Sesekali mereka tertawa karena Aurel dan Farel sama-sama menceritakan hal lucu.
Mereka sangat bahagia malam ini. Akhirnya hubungan mereka kembali membaik. Aurel dan Farel sangat bersyukur karena masih bisa merasakan waktu kebersamaan mereka yang sangat membuat mereka sama-sama bahagia.
***
Aurel memutar bola matanya jengah dengan kebiasaan kekasihnya itu. Bayangkan saja, pagi ini Farel mendatangi rumah Aurel dan mengajaknya untuk menemaninya bermain basket di sekolah masih padahal masih pagi buta.
"Sumpah gue kayak kambing congek disini gara-gara Farel. Egghh harusnya gue masih tidur di rumah bukannya nungguin dia main basket."
Aurel menggerutu di dalam hatinya. Ia menatap Farel masih asyik bermain dengan benda yang berbentuk bulat berwarna oranye itu.
Aurel melirik jam tangan yang melingkar di pergelangan tangan kirinya.
Gumam Aurel sembari mengucek matanya yang masih berat.
Akhirnya ia memutuskan untuk duduk di bangku yang terbuat dari semen yang batas di tepi lapangan. Ia menidurkan tubuhnya dengan rasa kantuk yang masih menyelimuti dirinya. Hingga akhirnya ia terlelap dan masuk kedalam alam mimpinya.
"Woy rel! Tuh cewek Lo tidur noh. Lagian Lo tega amat sih bangunin dia pagi-pagi gini buat nemenin Lo main basket."
Ucap Ryan yang baru menyadari Aurel sedang berbaring. Farel langsung mengikuti arah pandangan Ryan yang tertuju pada tepi lapangan.
"Lagian gue sengaja biar dia biasa bangun pagi. Gue kan Gak mau cewek gue jadi Kebo. Masa cantik-cantik kebo sih. 'Kan Gak lucu banget."
Balas Farel yang kini kembali menatap Ryan.
"Yee. Lo Gak kasian apa sama dia? Lo tuh kalau punya hobi jangan nyiksa orang."
Ucap Haris.
"Biarin aja sih Aurel kan cewek gue. Kenapa jadi kalian yang repot?"
Balas Farel yang sewot lalu ia berlari ke tepi lapangan untuk mengahampiri kekasihnya, Aurel.
Farel mengangkat sedikit kepala Aurel agar ia bisa duduk dan ia menjadikan pahanya sebagai sandaran untuk kepala Aurel. Ia mengusap lembut rambut Aurel sembari menatapnya dalam.
"Sayang bangun yuk. Aku udah selesai nih main basket nya."
Kata Farel dengan sangat lembut sembari menunduk mencium kening Aurel.
"Hmmm"
Aurel hanya bergumam tak jelas tanpa berniat membuka matanya yang sedikit kecokelatan itu.
Farel menggelengkan kepalanya saat melihat sikap Aurel yang sangat sulit untuk dibangunkan dari tidurnya.
"Ternyata cewek gue kebo banget ya? Lo Harus sabar Farel. Untung Lo cinta sama dia. Kalau nggak udah gue ceburin ke empang deh"
Batin Farel sembari mengelus dadanya.
Teman-teman Farel tampak sedikit berlari menghampiri Farel.
"Widiih pagi-pagi udah ngliat bidadari tidur. Cantik banget bidadarinya."
Ucap Aldo sembari merapat Aurel yang masih tertidur di pangkuan Farel. Farel yang mendengar ucapan Aldo langsung menoleh dan menatap Aldo tajam.
"Mata tuh dijaga! Kayak Gak ada cewek lain aja yang Lo liatin. Kenapa harus cewek gue?!"
Ucap Farel dengan nada ketusnya. Aldo masih tak bergeming memperhatikan Aurel.
"Emang Gak ada cewek lain lagi rel yang bisa gue liatin. Semua cewek di sekolah ini biasa aja cuma cewek Lo yang paling cantik"
Gumam Aldo pelan namun masih dapat di dengar oleh Farel. Aldo langsung mendapat jitakan di keningnya dari Farel. Sehingga Aldo langsung meringis kesakitan.
"Kalau Lo berani macem-macem sama cewek gue, gue bisa pastiin hidup Lo Gak akan tenang! Ngerti!"
Ancam Farel dengan menatap Aldo tajam.
"Ahayy Lo si make godain cewek orang. Rasain dah tuh jitakan ya Farel. Untung cuma jitakan coba kalau pembunuhan. Beh Lo belum tau aja Farel sadis cuyy. Apalagi soal Aurel. Bisa-bisa Lo di bunuh"
Ledek Ryan sembari terkekeh melihat wajah masam Aldo.
"Gue kan cuma terpesona aja sama kqecantikan Aurel. Emang salah? "
Ucap Aldo yang tak terima dengan ucapan Farel dan ryan.
"Ya jelas salah! Masih nanya lagi Lo?! Aurel itu udah jadi milik gue. Gak ada satu orang pun yang bisa ngelirik dia kecuali gue. Karena gue cowok nya."
Bentak Farel yang sepertinya terbawa emosi