Aurel

Aurel
23



Sinar matahari sudah sedari tadi memaksa masuk melalui celah jendela kamar Aurel.


Aurel mulai membuka matanya secara perlahan seiring mengumpulkan kesadarannya. Setelah matanya terbuka sempurna, ia mencoba meregangkan ototnya yang terasa kaku saat ia tidur. Hari ini ia merasa jauh lebih segar daripada hari kemarin. Keadaan nya semakin membaik, usai sakit kemarin. Setelah ia bermalasan di ranjang nya setelah bangun tidur tadi, sekarang ia memutuskan untuk mandi, agar tubuhnya terasa lebih Fresh.


"Pagi Ma, Pa"


Sapa Aurel pada kedua orangtuanya yang sudah menunggunya di meja makan untuk sarapan bersama. Setelah


Aurel mandi, ia memang memutuskan untuk turun ke bawah untuk sarapan bersama kedua orangtuanya. Karena ia pikir, kedua orangtuanya juga pasti telah menunggu nya. Benar saja, kedua orangtua Aurel telah duduk di meja makan.


"Pagi juga sayang."


Balas kedua orang tua Aurel secara bersamaan.


"Gimana keadaan nya ? Udah makin baik?"


Tanya mama Aurel sembari memberikan nasi goreng buatannya ke dalam piring putrinya itu.


"Udah kok ma."


Balas Aurel . Mama nya menganggukkan kepala nya dengan mengerti.


"Oh iya, mama sama papa Gak balik lagi ke singapore?"


Tanya Aurel pada kedua orangtua nya di sela ia menyantap sarapan nya.


"Papa dan mama sudah memutuskan untuk tidak tinggal lagi di singapore. Dan papa sudah memindahkan semua saham perusahaan kita yang di singapore ke Indonesia. Kita akan tinggal lagi di sini sama kamu sayang."


Jawab papa Aurel. Ucapan itu sontak membuat raut wajah Aurel menjadi sumringah. Ia menatap kedua orangtuanya tak percaya. Ia akan tinggal bersama lagi dengan kedua orang tuanya? Oh Tuhan, ini sangat membuat Aurel bahagia. Bagaimana tidak? Rasanya sudah lama , ia tidak tinggal bersama kedua orangtuanya.


"Papa sama mama serius?"


Tanya Aurel meyakinkan.


"Serius dong. Masa papa sama papa bohong."


Balas papa Aurel. Dan lagi ucapan papanya itu membuat Aurel sangat bahagia.


"Yeaayy akhirnya bisa tinggal bareng papa sama mama lagi. Aurel kangen banget sama mama dan papa."


Balas Aurel sumringah.


"Kita juga kangen sama kamu sayang. Makanya kita Gak mau lagi balik ke singapore. "


Ucap mama Aurel. Senyum bahagia tidak pernah lepas dari wajah Aurel setelah ia mendengar keputusan kedua orangtuanya tadi. Akhirnya sekarang ia tak tinggal sendiri lagi berasama bik imah, karena Akan ada mama dan papa nya yang menemani hari-harinya.


Setelah selesai sarapan, Aurel memutuskan untuk kembali ke kamarnya. Entah mengapa ia sangat malas melakukan aktivitas apapun hari ini.


Tiba-tiba ponsel Aurel berdering. Mata Aurel sangat berbinar, setelah ia melihat siapa yang telah menelepon nya.


"Assalamu'alaikum rel."


Sapa Aurel pada seseorang yang telah menelpon nya. Ya, orang itu adalah Farel.


"Wa'alaikumsalam. Pagi sayang"


Balas Farel.


"Pagi juga."


"Gimana keadaan kamu? Udah lebih baik belum?"


"Alhamdulilah udah baikan kok. Oh Iya kenapa pagi udah Nelfon aku?"


"Ya Gak papa. Cuma kangen aja sama kamu."


Balas Farel yang berhasil membuat Aurel tersipu malu.


"Oh"


"Gitu doang respons nya? Gak peka banget."


Ucap Farel dengan nada kecewa nya. Aurel mengerinyit kan dahinya heran. Ada yang salah dengan jawaban nya tadi?


"Terus mau nya apa sayang?"


Tanya Aurel.


"Kamu Gak kangen aku juga apa? Padahal aku berharap banget kalau kamu kangen sama aku."


Jawab Farel dengan nada kecewanya lagi. Jawaban Farel sontak membuat Aurel terkekeh.


"Aku kangen kamu juga kok. "


"Beneran kangen?"


"Iya bener."


Jawab Aurel meyakinkan Farel.


"Ya udah kalau gitu nanti malam aku jemput kamu ya. Aku mau ngajak kamu dinner sama aku. "


Ucapan Farel membuat Aurel mengerutkan dahinya bingung.


"Kamu mau ngajak aku Dinner?"


Tanya Aurel meyakinkan.


"Iya sayang. Kamu mau kan?lagian waktu sebelum kamu sadar aku kan juga udah janji sama kamu , kalau kamu udah sembuh aku bakal ajak kamu Dinner. "


"Ya udah, nanti malam aku jemput kamu ya. Jangan lupa dandan yang cantik."


Ucap Farel lagi.


"Emang selama ini aku Gak cantik?"


Tanya Aurel dengan mengerucutkan bibirnya. Farel terkekeh mendengar nada kecewa dari kekasihnya itu.


"Kamu selalu cantik sayang. Tapi malam ini harus lebih cantik ya."


"Oke."


"Ya udah jangan lupa ya Assalamu'alaikum."


"Wa'alaikumsalam."


Sambungan telepon pun terputus. Wajah Aurel tampak sangat bahagia. Ia amat penasaran Farel akan membawa nya dinner Kemana. Apakah akan romantis seperti dinner mereka waktu itu? Atau lebih romantis? Entahlah.


**


"Assalamu'alaikum. Malam om"


Sapa Farel pada papa Aurel yang sedang duduk di ruang tamu .


"Wa'alaikumsalam. Malam juga Farel. Ayo silakan duduk."


Balas papa Aurel yang langsung menoleh Ke asal suara.


"Iya om makasih."


Kini Farel sudah duduk di sofa ruang tamu.


"Maaf om sebelumnya. Saya mau minta izin sama om untuk mengajak Aurel dinner malam ini ."


Kini Farel meminta izin pada ayah dari kekasihnya itu dengan nada yang serius.


"Om izinkan kamu. Tapi kamu harus janji bisa menjaga anak om dengan baik."


Balas papa Aurel sembari menatap Farel.


"Saya akan menjaga Aurel lebih dari saya menjaga diri saya sendiri ."


Ucap Farel dengan mantap.


"Makasih om."


Lanjut Farel lagi.


"Sama-sama Farel."


Balas papa Aurel sembari tersenyum pada Farel.


"Ya ampun anak mama cantik banget."


Ucap mama Aurel pada Aurel saat ia sedang menuruni anak tangga.


"Mama bisa aja."


Balas Aurel dengan tersipu malu.


Aurel sangat terlihat cantik dengan gaun berwarna biru pastelnya yang di lengkapi berlian di bagian pinggangnya dengan panjang Dress hanya sebatas lutut. Rambutnya di biar kan terurai dengan model curly di bagian bawah dan terdapat jepitan permata pula di dekat telinga nya. Jepitan permata itu membuat nya terlihat anggun. Ditambah lagi dengan make up yang sangat natural membuatnya makin terlihat menawan. Seketika Farel dan papa Aurel langsung beralih fokus.


Aurel tampak menghampiri papa nya dan Farel yang sedang duduk di ruang tamu.


"Ayo kita berangkat."


Ajak Aurel saat Farel bangkit dari duduknya.


"Kamu cantik banget."


Gumam Farel pelan. Namun sangat terdengar jelas oleh Aurel. Seketika wajah Aurel merona saat mendengar pujian dari kekasihnya itu. Aurel hanya melirik papanya yang sedang berada di hadapan mereka saat ini. Papanya hanya melemparkan senyum nya saat menyadari kalau anaknya sangat grogi di puji kekasihnya di depannya.


"Om, tante kita pergi dulu ya. Assalamu'alaikum."


Pamit Farel pada kedua orangtua Aurel sembari mencium punggung tangan kedua orangtua Aurel.


"Wa'alaikumsalam "


"Ma,Pa Aurel pergi dulu ya sama Farel."


Pamit Aurel pula pada kedua orangtua nya.


"Iya sayang. Kalian hati-hati ya."


Balas kedua orangtuanya.


Setelah berpamitan pada kedua orangtua Aurel, kini Aurel dan Farel memasuki mobil Farel yang sudah terparkir di depan pagar rumah Aurel.


"Silakan masuk tuan putri."


Ucap Farel sembari di iringi senyum manis nya saat ia membuka pintu mobilnya untuk Aurel dan mempersilakan Aurel masuk ke dalam mobil nya.


"Makasih sayang."


Balas Aurel sembari membalas senyum Farel. Setelah itu ia memasuki mobil Farel di susul Farel.


---------