Aurel

Aurel
6



Sejak kejadian Farel menangkap aku saat aku ingin terjatuh kenapa perasaan ku beda? Antara perasaan benci dan aneh. Dan kata-kata yang ku ucapkan waktu itu ke teman-temanku kalau aku " Gak akan pernah mungkin jatuh cinta sama Farel" Kenapa perkataan itu membuat ku menjadi takut. Aku takut kalau justru omonganku waktu itu menjadi kenyataan.                                                


"Aduh Gak mungkin! Masa tiba-tiba gue mikirin cowok sinting itu sih? Gak boleh! Pokoknya gue Gak boleh ada perasaan apapun sama dia. Lagian masa iya gue..."


Ucapanku berhenti tiba-tiba karena ada suara yang menghampiriku dari belakangku .


"Ayooo ngelamunin siapa Lo?hhmm kayaknya ada yang lagi jatuh cinta nih". Seperti biasa para temanku. Gak ada kerjaan jadi main terus ke rumahku.


"Siapa yang ngelamun? Gak ada yang ngelamun. Sok tau deh kalian". Aku menjawab mereka


"Tuhh buktinya senyum sendiri kayak orang yang lagi jatuh cinta. Jangan bilang....Lo mikirin Farel ya??"


Tebak Audy


"Hah mikirin dia? waaah ngarang kalian. Ngapain mikirin dia kerajinan. Emang gue mau dikasih apa kalau mikirin dia?".


tanyaku sambil tertawa


"Dikasih cinta kali rel"


"What? Cinta? Apaan sih kalian. Pake ngomongin cinta segala. Kayak ngerti aja."


Ledek ku pada mereka.


"Ya ngerti lah. Wajah bahagia Lo itu menggambarkan kalau Lo sedang jatuh cinta."


mereka balik meledekku.


"Dih apaan sih? Siapa yang bahagia?Tau ahh males ngomongin cinta. Gue Gak jatuh cinta sama siapapun.


"Masa? Masa sih? Bohong kali ah? Tuh pipinya merah . Pipi Lo merah karena ada dua kemungkinan, yang pertama Lo beneran suka sama dia jadi Lo salah tingkah . atau kemungkinan ke 2, Lo beneran Gak suka sama dia jadi tiap diledekin kita Lo marah?"


"Pipi gue merah karena kemungkinan yang ke 2"


"Ya udah tapi kalau Lo ternyata suka sama dia Lo bohong dong sama kita? Ngakunya Gak suka padahal di dalam hati sangat merindukannya"


Mereka mendesakku.


"Adduuh udah S T O P ngomongin dia mulu gue males banget dengarnya ."


 


Keesokan pagi nya....


pagi pagi sekali aku sudah mandi untuk bersiap berangkat sekolah karena pagi ini aku akan meminjam buku terlebih dahulu di perpustakaan sebelum masuk ke kelas. Begitu sampai di sekolah aku langsung bergegas ke perpustakaan. Hanya aku yang berada di dalam sana. Aku menemukan buku yang aku cari di rak buku sebelah ujung perpustakaan. setelah aku menemukan buku yang aku cari, aku langsung bergegas menuju kelas. Mungkin karena terlalu terburu-buru.


Ketika aku keluar dari perpustakaan setelah meminjam buku tadi aku secara tidak sengaja menabrak seseorang. Sontak saja semua buku yang aku pegang jatuh semua ke lantai. Aku menyadari kalau aku yang salah. Aku Gak bisa hati-hati. Tapi anehnya orang yang aku tabrak menolong aku merapikan buku yang tadi jatuh ke lantai.


"Farel?"ucapku dalam hati. Ternyata dia lagi. Aku sepertinya harus sia-siap berurusan lagi sama dia.


"Maaf gue Gak sengaja".


aku meminta maaf padanya aku dari awal mengira kalau dia akan membentak-bentak lagi tapi ternyata....


"Iya Gak papa . Tapi lain kali hati-hati yaa. "


jawabnya lembut lalu ia pergi dari hadapanku. Tiba-tiba saja aku teringat kejadian kemarin siang. Sikap nya sama seperti kemarin dia sangat lembut. Hingga saat ini aku masih belum mengerti kenapa dia jadi bersikap manis padaku Kemana sikap kasarnya selama ini kepada orang lain?


"Dihh ngapain gue ngurusin dia coba? Seharusnya gue Bodo amat dia mau baik kek , mau lembut kek urusan dia. Gak jelas nih otak jadi bingung sendiri gara-gara mikirin keanehan sikap dia dari kemarin "


Bell masuk berbunyi....


"Anak-anak buka buku cetak Fisika kalian halaman 90". Ucap guru paling menyebalkan bagiku. Kami di perintah agar mengerjakan soal latihan di buku cetak. Aku bingung dari tadi kok Gak konsen belajar ya? Tumben.


"Ehh rel lo kenapa? Sakit". Audy memastikan keadaanku


"Gak papa"


"Rel apaan sih yang Lo fikirin kayaknya Lo Gak konsen deh belajarnya? Sherly bertanya pada kU.


"Gue konsen kok. Kalian tenang aja yaa," ku memberi penjelasan kepada mereka agar mereka tak panik.


Tak terasa Bel istirahat berbunyi...


"Guysss masa tadi ada yang aneh deh dari Farel".


aku ingin menceritakan kejadia aneh dan lucu tadi pada teman-temanku.


"Hah? aneh? Maksud Lo apa sih?". Jessica bertanya dengan penasaran.


"Iya aneh. Masa tadi pas gue keluar dari perpustakaan karena abis minjem buku, Gak sengaja gue nabrak orang dan Gak tau nya orang yang gue tabrak itu Farel. Terus gue kan ngerasa kalau gue yang salah karena gue terlalu buru-buru jalan .otomatis gue yang minta maaf sama dia duluan. Gue kira dia bakal marah-marah sama gue tapi nyatanya dia ngomong ke gue lembut banget. Pokoknya aneh deh dari biasanya"


Jelasku panjang lebar dengan teman-temanku.


"Serius Lo rel. Kenapa jadi begitu tuh anak? Aneh. Mimpi apa dia Semalem?"


Jessica juga ikut bertanya pada dirinya sendiri.


"Terus gimana perasaan Lo rel?


Tanya Sherly sambil tertawa cekikikan


"Senang Gak rel di lembut in kayak gitu?"


Audy bertanya padaku dan berhasil membuat tatapan mataku tajam.


"Gimana apanya? Siapa bilang gue senang ? Kalian tuh ya kalau ngomong asal aja deh. Justru malah gue bingung sama si cowok Sinting itu bukannya senang . "


Jawabku ketus .


"Iya deh sensitif amat si neng."


Jawab Sherly dengan nada menggoda sambil menyentuh daguku dan tertawa cekikikan.


Bel masuk pun telah berbunyi nyaring


Entah kenapa sedari tadi aku tidak konsentrasi belajar. Entah apa yang sedang kU pikirkan aku juga bingung .


Ucapan itu berhasil membuat aku bangun dari lamunannku . Dan aku menoleh padanya. Aku baru menyadari kalau pelajaran sudah berganti seingat ku tadi sebelum istirahat masih pelajaran fisika tapi ternyata tanpa aku sadari kalau pelajaran sudah berganti menjadi pelajaran Bahasa Indonesia. Itu adalah suara ibu Rika dia adalah guru Bahasa Indonesia.


"Saya baik-baik aja, Bu. Cuma sedikit pusing saja. Maaf saya tidak konsentrasi tadi"


Jawabku berdusta. Entah kenapa aku bisa berbohong pada guruku sendiri. Tapi memang jujur aku sendiri bingung kenapa aku jadi tidak konsentrasi belajar.


"Apa kamu ingin beristirahat di rumahmu? Ayo silakan saya izinkan"


Kekhawatiran jelas tampak di wajah guruku ini.


"Tidak, Bu, terimakasih,"


Aku menjawab ucapan Bu Rika agar Ibu Rika tidak khawatir padaku.


Pelajaran kembali di lanjutkan . aku berusaha untuk konsentrasi kali ini. Dan syukurlah aku berhasil konsentrasi saat pelajaran di lanjutkan.


Kkrriiiiiiiingg


Bel pulang sekolah telah berbunyi dengan nyaring


Murid - murid berhamburan keluar dari kelas masing-masing. Saat aku keluar dari kelas ada yang menghampiriku.


"Rel tadi sorry ya gue Gak sengaja nabrak Lo di depan perpustakaan."


Ucap orang itu lembut dan dengan tatapan hangatnya.


Orang yang menghampiriku itu adalah Farel. Aku semakin bingung dengan sikapnya yang berubah drastis seperti ini


" Yang salah gue kali, kenapa Lo yang minta maaf? kan tadi gue yang nabrak Lo duluan."


Aku menjawab ucapannya tadi.


Belum Farel menjawab pernyataanku ada suara yang berdehem diantara aku dan Farel.


"Eekkhheem"


Tema-temanku berdehem secara bersamaan yang membuatku sedikit kaget.


"Ada apaan nih Tumben banget akur?"


Ucap audy


"Tau, gak biasa-biasanya nya. Biasanya kalau ketemu kayak kucing sama tikus yang berantem"


Sahut Jessica


Ucapan Jessica sedikit membuatku dan Farel terkekeh .


"Ya udah rel gue duluan yaa. Sekali lagi sorry. Byee"


Pamit Farel pada ku. Aku bingung dengan semua ini .Entahlah mungkin dia sedang ada masalah hingga membuatnya Taubat.


"Ciyeeee ada yang lagi berbunga-bunga nih hatinya. Eh tadi pertanyaan gue blm di jawab apaan sih yang kalian omongan tadi?"


Ucap Audy yang kembali penasaran.


"Dia Gak ngomong apa-apa cuma minta maaf soal yang tadi kita tabrakan di depan perpustakaan"


Jelasku pada Audy. Audy hanya mengangguk


 


Aku dan teman-temanku mengenakan jaket kulit berwarna hitam yang biasa kita kenakan kalau kita mengendarai motor.


Di depan gerbang sekolah..


Kami menghentikan motor nya secara tiba-tiba aku bingung kenapa mereka menghentikan motor mereka. Otomatis aku juga ikut menghentikan motor ku. Aku lagi mau bertanya apa alasan mereka menghentikan motornya masing-masing. Aku sudah di cecar oleh mereka dengan berbagai pertanyaan.


"Rel Lo kenapa sih? Lo sakit ya? Dari tadi Lo aneh deh. Biasanya kan Lo ceria banget tapi kenapa hari ini Lo beda?atau ada yang lagi Lo pikirin?"


"Gue juga Gak tau gue lagi mikirin apa?gue sendiri aja bingung"


Aku menjawab dengan jujur.


"Guyysss kayaknya bener deh lagi ada yang jatuh cinta nih"


Aku menatap tajam ke arah Sherly yang mengeluarkan ucapan itu


"Siapa? "


Aku bertanya dengan polos


"Lo lah siapa lagi?"


Jawab Sherly dengan santai


"Iya kayaknya lagi ada aroma cinta bersemi di sini"


Audy menyambar sherly dengan gelagat sok tau nya.


"Gue jatuh cinta? Sama siapa?"


Aku juga bingung dengan ucapan mereka.


"Hhmm sama siapa ya?menurut Lo? Hati Lo tuh lagi di mampir in siapa sih rel?"


Jawab Jessica


"Gak tau ah . Udah Gak usah bahas hal yang Gak penting deh mending kita pulang ayukk"


Ajakku pada teman-temanku. Aku tidak ingin pembicaraan ini berlanjut terlalu jauh.