
Satu minggu pun berlalu, kini saatnya fase baru akan segera dimulai. Ya fase yang akan aku alami yakni sebagai seorang mahasiswa. Menjadi seorang mahasiswa di salah satu universitas terbaik di negeri ini menjadi satu kebanggan tersendiri untukku yang berlatar belakang keluargaku yang tidak kaya raya seperti orang tua yang lain. Banyak orang yang memimpikan hal yang sama untuk bisa berkuliah disini, aku salah satu orang yang sangat beruntung yang tidak hanya berkesempatan untuk berkuliah di universitas elit ini tapi juga berkuliah dengan biaya yang sangat rendah lantaran diriku mampu menembus beasiswa pemerintah.
Pada pagi hari yang cerah ini diriku sudah bangun dari tempat tidur dan langsung bergegas untuk pergi ke kamar mandi rumahku.
"Wihh, gua ga sabar menjalani perkuliahan ini. Pokoknya gua harus cumlaude pokonya, gua ga sabar ketemu teman-teman baru gua di perkuliahan" Gumamku dalam hati
Sekitar setengah jam kemudian aku pun telah selesai mandi, aku langsung bergegas menuju ke kamarku. Aku memakai pakaian terbaik yang aku miliki untuk masuk perkuliahan perdanaku yakni kemeja, celana chinos kesayanganku, chelsea boots dan tak lupa ku semprot dengan parfurm.
Setelah dirasa sudah rapih dan wangi aku pun langsung keluar dari kamarku, setelah 15 menit kemudian aku langsung bergegas ke meja makan yang terletak di lantai bawah.
Setibanya di lantai bawah, ayahku menyapa "Eh anakku yang paling tampan. Mau kemana nih nak ? Kok rapih sekali ?"
"Hehehe iya nih yah, aku hari ini mau kuliah pertama kalinya." Sahutku.
Ayah tersenyum melihatku, setelah itu ia berkata kepadaku "Oh begitu ya nak, mau ayah antarkan tidak nak ke kampus kamu ?"
Akupun berusaha menolak tawaran yang ayah berikan "Yah, tidak perlu repot untuk mengantarkan aku ya ayah. Aku kan udah dewasa yah hehehe."
"Bukan persoalan kamu dewasa atau tidak. Tapi ini bentuk kasih sayang yang diberikan ayah kepadamu nak, mohon diterima ya nak." Tungkasnya.
"Yasudah deh yah, padahal aku ga mau merepotkan ayah. Tinggal naik kereta saja sudah sampai kok lagipula kan ayah sibuk bertani bukan ?"
Ayahku tersenyum setelah mendengar perkataanku "Begini nak, kamu itu tidak merepotkan ayah kok. Sesibuk apapun itu tapi ayah tetap sayang sama kamu."
"Ahh ayah, terima kasih banyak ya yah" Ucapku terharu.
"Sama-sama nak."
Selang tiga puluh menit kemudian aku sudah selesai melakukan sarapan, dan aku langsung menyalami ibuku untuk menuju ke kampus.
"Bu, aku berangkat kuliah dulu ya."
"Iya nak, hati-hati di jalan ya nak. Jaga diri kamu." Ucap ibuku.
"Baik bu" Ujarku yang meninggalkan rumah.
Selang dua jam menempuh perjalanan akhirnya aku sudah sampai di kampus yang aku idam-idamkan itu. Aku langsung memberikan helm yang telah aku pakai selama perjalanan dan tak lupa aku mengucap terima kasih kepada ayahku.
"Terima kasih banyak ya pak." Ucapku.
"Sama-sama nak."
Aku pun bergegas menuju ke kampus dan disana bertemu teman-teman baru, di tempat ini sepertinya aku nyaman dengan lingkungan yang asri, sejuk.
"Hmm, gua rasa gua nyaman disini deh, soalnya adem banget hawanya." Gumamku.
Disaat aku menikmati tempat baru ini aku dikejutkan oleh tepukan yang ada di pundakku.
Saat ku menengok ternyata yang menepuk yaitu Panca, "Hei Ca."
"Cie elah, makin kece aja gua liat-liat lu Sul." Ujar Panca.
"Hehehe iya dong, kan gua mau terlihat kece juga kek elu Ca." Candaku
"Yee, tapi gua akui lu kece kok sob." Ujarnya yang menepuk pundakku.
"Thank you sob " Ujarku.
Setelah berbincang mengenai pakaian yang aku pakai, aku bertanya kepada Panca mengenai daftar nama-nama calon mahasiswa.
"Ca, lu udah tau belum ?"
"Tahu apa Sul ?" Tanyanya
"Lu tahu di ruang kelas apa yang lu akan masuk ?" Ujarku.
"Oh gitu, yasudah langsung aja ke mading skuy."ajakku
Akhirnya kami berdua menuju ke mading universitas yang terletak di aula utama di kampus tersebut. Disana banyak informasi yang berkaitan dengan kampus dimulai dari nama-nama yang akan mengikuti kelas mata kuliah.
Selang tiga puluh menit kemudian aku dan Panca sudah sampai di mading yang terletak di ruang aula tersebut. Banyak orang dari jurusan hukum yang sudah menunggu pengumuman tentang nasib mereka di fakultas tersebut.
Selagi menunggu pengumuman aku dan Panca menemui Joko dan Dira, mereka sedang mengantre dengan rapih di depan aula tersebut.
Hai Jok, lu udah tau lu di kelas apa nanti ?" Tanyaku.
"Belum nih Sul, lu gimana ?"
"Belum nih Jok. Lama ga ya kira-kira pengumumannya akan ditempel ?" Tanyaku lagi.
"Mungkin sebentar lagi kali Sul." Ucap Dira.
"Iya Sul, sabar aja dulu ya, oke ?" Ujar Panca.
"Oke guys, terima kasih banyak yaa" Ujarku.
Setelah menunggu sekitar sepuluh menit, akhirnya pengumuman tentang nasib mereka yang ada di fakultas hukum Universitas Gajah Duduk, langsung saja kami berempat bergegas untuk mencari tahu nasib kami masing-masing"
Setelah kami berempat berhasil mencari kesempatan untuk menjadi paling awal, akhirnya aku, Joko, Dira dan Panca bisa bernafas lega karena kami berempat satu kelas bersama-sama untuk semester ini.
"Guys, kita sekelas nih" Ujarku.
"Yes, gua seneng banget" Ucap Dira dengan riangnya.
"Seneng napa lu Dir ?" Tanya Joko.
"Iya nih, lu seneng napa ? Ucap Panca."
"Eh gapapa guys, gua seneng karna gua ga usah cape-cape cari lagi kelompoknya. Kan gua bisa masuk kelompok lu bertiga. Gitu maksud gua guys." Ucap Dira yang diiringi pipinya yang merah.
"Alhamdulillah ya guys, Tuhan memberikan kita start yang baik ke kita ya guys." Ucapku.
"Hooh, benar tuh apa kata lu Sul." Ujar Panca.
"Ya sudah, kita langsung aja ke kelas kuy." Ajakku.
Panca,Dira dan Joko menjawab dengan kompaknya "Skuy."
Akhirnya kami berempat langsung ke tempat kelas yang telah kami ketahui dari selebaran kertas yang ditempel di aula tersebut.
"Guys, lu pada tau ga kita di kelas apa ?"
"Kalau ga salah si di Hukum 1 Sul kelasnya kita." Ucap Joko.
"Iya nih, kalau ga salah kita di Hukum 1 deh Sul." ucap Dira.
"Setau gua nih Sul si gitu." Panca menambahkan.
"Ya sudah kalau begitu, kita cari ruang kelas hukum 1."
Singkat cerita, akhirnya kami berempat sudah mengetahui dimana ruang kelas hukum 1 tersebut, ruang itu yang terletak cukup jauh dari aula tempat ditempel pengumuman itu, ruang hukum 1 terletak di pertengahan lantai 4 diantara ruang kelas pajak 2 dan ruang ruang kelas psikologi 1.
"Huh guys, akhirnya ya kita sampai di ruang kelas kita" ujarku yang menyekat keringat yang keluar dari dahiku.
"Iya nih, cape gua" Ujar Joko.
"Yaudah yuk langsung masuk aja" Ajak Dira.
"Yuk." Ucapku.