
Setelah berkomunikasi dengan mahasiswanya, pak rektor langsung menelpon satpam yang berada di lapangan.
"Halo pak, tolong kirimkan rekaman cctv lapangan dua hari yang lalu ya" Pintanya.
"Kalau boleh tau untuk apa ya pak ?" Tanya satpam itu.
"Begini pak, tadi kata temannya yang lagi di rumah sakit dia kena cedera ACL"
"cedera ACL itu apa ya pak ?" Tanyanya.
"Itu lho, cedera tempurung lutut. Sama seperti kasusnya Siti tapi penyebabnya berbeda" Terang Rektor itu.
Dengan terkejutnya satpam itu berkata "Waduh pak, itu kan susah sembuhnya"
"Ya mangkanya itu, itu semua karna orang-orang suruhan Willie yang kena malah anak baru kita
"Walah begitu, lalu untuk apa bapak meminta rekaman CCTV kepada saya ?"
"Saya meminta rekaman CCTV karna ingin menyimpan bukti kejahatan yang telah mereka lakukan saat rapat dengan wali murid pak"
"Oalah begitu, baik pak saya kirimkan kepada bapak"
"Baik pak, di tunggu ya"
Akhirnya satpam itu menuju ke pos nya, dia berjalan dengan sangat cepat hingga beberapa saat kemudian dirinya sudah tiba di post.
Dia langsung mengecek rekaman cctv dengan media televisi.
Setelah itu pak satpam langsung menyimak dengan saksama. Dia mengecek rekaman itu dengan sangat teliti dan hati-hati.
Setelah itu dia di kejutkan oleh rombongan yang di duga maling yang berjumlah kurang lebih 10 orang.
Satpam itu langsung bergumam dalam hatinya "Pantes Samsul cedera, lah wong ga ngotak. Samsul bertiga sedangkan lawannya sepuluh orang mana Samsul sekali berantem melawan 6 orang"
Setelah mengecek rekaman CCTV, Pak Satpam itu langsung memasukan rekaman CCTV ke sebuah flashdisk.
Setelah memasukkan rekaman CCTV ke dalam flashdisk, Pak Satpam langsung menuju ke ruangan rektor.
Sesampainya di ruang rektor, satpam itu mengetuk pintu "Tok, Tok, Tok"
Pak Rektor yang merespon suara ketukan pimtu itu bertanya "Siapa ya ?"
Pak Satpam itu menjawab "Ini aku Budi pak, saya ingin memberikan rekaman CCTV kepada bapak"
"Oh begitu, langsung masuk saja pak ke dalam pak. Pintunya ga di kunci kok" Sahut Rektor
Akhirnya Pak Budi itu masuk ke ruangan rektor. Sesampainya di ruangan rektor, satpam itu langsung memberikan flashdisk yang berisi rekaman CCTV.
"Ini ya pak rekaman CCTV di lapangan yang bapa minta. Saya pamit ya pak dari sini, assalamu alaikum" Tuturnya dengan ramah.
"Sama-sama Pak Bud, ya sudah pak silahkan kembali ke markas bapak"
Setelah satpam itu pergi, dia langsung membuka file yang ia terima dari Pak Budi.
"Hmm, kali ini dugaanku benar jika Samsul memang kena hantam sama mereka. Mana dia cuma bertiga sedangkan preman suruhan mahasiswa drop out itu.
Akhirnya beliau menyimpan rekaman CCTV itu di tempat yang aman dan setelah mengecek rekaman CCTV dia kembali bekerja kembali.
Sementara itu dari ruang Ortopedi, aku yang merasa jenuh di kamar mengajak mereka bertiga untuk bermain.
"Guys, main yuk. Gua bosen dah di sini"
Dira, Joko dan Panca beserta ke dua kaka tingkat menyambut baik ajakanku bermain
"Yuk, kita main apa guys ?
"Main mejiku hibiniu aja gimana guys ?" ajak Dira.
"Oke setuju !!!!!" sahut yang lainnya atas ajakan Dira.
Akhirnya kita memainkan permainan tersebut dengan riang gembira.
Setelah beberapa menit kemudian game berjalan tiba-tiba telfon Kak Siti berdering "Kringgggg"
Akhirnya Kak Siti berdiri menjauhi kami yang sedang bermain. Lalu dia berjalan menuju ke meja.
Sesampainya di meja, dia mengambil handphonenya dan langsung mengangkat panggilan telfon "Halo pak, iya ada apa ya pak ?"
"Oke baik pak, terima kasih banyak atas informasinya"
"Sama-sama nak, di tunggu dengan segera ya"
Setelah mendapatkan telpon dari Rektor, dia kembali ke teman-temannya.
Aku langsung bertanya kepadanya "Kak telpon dari siapa ? Kok kayanya dia memanggil nama kami berempat ?"
"Oh itu, Telpon dari Rektor Sul" Jawabnya.
"Untuk Apa kak dia telpon dan meminta kami kembali ke kampus ?" Tanya Dira.
"Entahlah dek, mungkin ingin kalian memberikan ke saksian atas rencana pencurian dan di serangnya kalian"
"Oalah begitu, yaudah ges diantara kita berempat kecuali Samsul yang mau kembali ke kampus siapa ?" Tanya Dira.
"Gua aja deh Dir, gua kan penyebab ini semuanya terjadi" Usul Joko.
"Oalah begitu, Ca. Lu mau ikut ga ?" Tawar Dira kepada Panca.
"Ga deh Dir, thanks. Gua mager ke kampus soalnya hehehehe" Tolak Panca.
"Yeee, yaudah Jok kabarin kita ya gimana hasilnya nanti gapapa lewat grup WA kita ajaa" Pinta Dira.
"Oke guys, gua pamit dulu. See ya semuanya" Sahut Joko.
Akhirnya Siti, Toya dan Joko keluar dari ruang ortopedi. Mereka menuju keluar dari rumah sakit.
Setelah menempuh perjalanan sekitar 1,5 jam melalui jalan tikus akhirnya mereka tiba di kampus melalui pintu belakang.
Sesampainya mereka bertiga di pintu belakang, akhirnya langsung menancap gas motor yang mereka naiki untuk masuk ke kampus.
Sesampainya di oarkiran motor mereka langsung turun dan menuju ke halaman depan dan lapangan depan kampus.
Setelah sampai di lapangan mereka bertiga terkejut karna gerombolan massa pendemo sudah sampai di depan gerbang.
"Buset dah mereka bener-bener memperjuangkan anaknya supaya tidak masuk penjara" Ucap Joko dengan terkejut.
"Ya namanya juga orang tua Jok, mereka bodo amat dengan anaknya mau salah mau benar yang penting mereka tetap bela" Ujar Toya.
"Iya sih kak, ya sudah yuk kita ke ruang rektor saja" Ajak Joko.
"Ok Jok"
Akhirnya mereka bertiga meninggalkan lapangan dan menuju ke ruang rektor.
Mereka menempuh perjalanan dari lapangan depan hingga ke ruang rektor memakan waktu kurang lebih setengah jam lamanya dengan menggunakan lift kampus.
Sesampainya di ruang rektor mereka langsung mengetuk pintu ruang rektor.
"Siapa yang disana ?" Tanya rektor.
"Halo pak. Ini kami bertiga Joko, Toya, Siti" Sahut Kak Siti.
"O iya sebentar saya bukakan pintu dulu" Ujarnya.
"Baik pak, terima kasih banyak"
Setelah menunggu kurang lebih lima belas menit di depan ruangan rektor akhirnya rektor itu membuka pintu ruang kerjanya.
Kami bertiga di persilahkan duduk di sofa panjang yang terletak di ruangan panjang.
"Silahkan nak duduk disana ya" Ujar Rektor tersebut.
"Baik Pak, terima kasih banyak atas jamuannya pak" Ucap Toya dengan ramahnya.
"Sama-sama pak"
"O iya nak Joko, bapak ingin bertanya boleh ?" Sambung Pak Rektor tersebut.
"Tanya apa ya pak ?" Ujar Joko
"Begini nak, bolehkan ya kamu ceritakan tentang kronologinya Willie dari awal ?"
"Boleh pak" Ujarnya