
Setelah liburan yang berlangsung di rumah Samsul akhirnya jatah libur panjang dari Universitas Gajah Duduk pun selesai.
Sebelum turun ke lantai bawah aku memanggil perempuanku yaitu Dira, Joko dan Panca.
"Guys, sini deh" teriakku.
Joko yang sedang mandi di kamar mandi yang terletak di kamarnya teriak dari dalam kamar mandinya "Gua lagi mandi Sul" teriaknya.
"Oke, gua tunggu ya di kamar gua" teriakku
"Iyaaa Sul" sebalnya.
Setelah memanggil Joko karena Panca tidak menyautku membuatku harus melakukan chatting.
"Ca, lu ngapain ?" ketikku di pesan whatsapp.
Setelah menunggu beberapa saat akhirnya aku mendapatkan balasan dari Panca.
"Sory Sul, gua baru bangun nih ehehehe "ketik Panca.
"Yee, yaudah buruan sini yak. Ada hal yang ingin gua bicarain" balasku.
"Yaudah tunggu gua Sul."
Setelah mengetik pesan ke Panca aku menuju ke tempat tidur Dira, tempat tidur yang tepat di sebelahku. Dengan perlahan dan diiringi oleh perlakuanku yang memanjakannya mencoba membangunkannya.
"Sayang, ayuk bangun. Ini udah pagi lho" ucapku
Akhirnya Dira bangun dari tidurnya dan langsung mencium keningku.
"Pagi juga sayang, kamu udah bangun ya ?" sapanya dengan suara manja.
"Iya sayang aku udah bangun. Gimana tidurnya sayang ? Nyenyak ?" tanyaku.
Dengan matanya yang masih merem melek dan suaranya masih parau dia membalas perkataanku "Iya sayang, aku nyenyak tidur di samping kamu walaupun tidak satu ranjang denganmu" ujarnya
"Oh syukur deh" kataku sambil berjalan menuju ke kasurku.
"Sayang" ujarnya.
"Iya kenapa sayang ?" tanyaku.
"Boleh ga aku ke kasur kamu ?" tanyanya kembali dengan suara paraunya.
"Sini yank, ciee yang mau dimanja aku hehehe" ledekku kepadanya.
"Ihh kamu mah gitu, ledekkin aku aja terus" katanya.
"Hehehe maaf atuh yank, kan aku cuma bercanda aja yank hehe" candaku.
"Hmm, iya" ujarnya sambil bete.
Akhirnya Dira pun berjalan menuju ke tempatku, singkat cerita setelah berjalan dari tidurnya akhirnya dia sampai ke tempat tidurku.
Dia pun langsung merebahkan dirinya ke pahaku, dan aku langsung memanjakannya dengan mengelus rambutnya.
Saat aku mengelus rambut Dira, Panca datang ke kamarku dan Dira. Dia langsung bertanya kepadaku.
"Ada apa Sul lu manggil gua ?" tanyanya.
"Gini cuy, ini kan kita udah lama nih temenan gitu" ujarku
"Terus Sul, memangnya kenapa ?" Tanya Panca
"Ya gua mau beri nama untuk genk kita aja sih Ca sebenarnya" ujarku.
"Hmm, bagus sih usul lu" gumamnya.
"Enaknya nama buat genk kita apa ya ?" tanyaku
"Hmm, gimana kalau nama genknya dari nama nama kita aja Sul ?" tanyanya
"Hmm boleh sih, tapi apa ga kepanjangan Ca ?" pikirku.
"Iya juga sih" gumamnya.
"Gimana kalau nama genk kita bercanda ? " usul Dira.
Panca langsung menyanggah usulan Dira "Ogah ah Dir, jelek banget namanya" sanggahnya.
"Kok kamu bisa terfikir untuk beri nama itu sayang ?" tanyaku
"Ya abisnya kita selama di perkuliahan dan sekarang pun juga masih bercanda kan kita sayang ?" dalih Dira.
"Hmm, iya juga sih sayang" gumamku.
Saat kami bertiga sedang kesulitan dalam mencari nama untuk genk kita suara Joko pun terdengar dari balik pintu kamarku.
Akhirnya aku membuka pintu kamarku, dengan sedikit rasa sebalku kepadanya aku bertanya kepadanya.
"Jok, lu mandi apa berenang sih ? Lama amat lu Joko" gumamku yang sebal kepadanya.
"Iya ishh, mana pake teriak lagi lu Jok. Berisik tau " ucap Dira sebal.
"Lu kemana aja tadi Jok ?" tanya Panca.
"Hehehe maaf guys, gua makan dulu dibawah" Cengenges Joko.
Aku, Panca dan Dira menjawab dengan nada tinggi "Joko !!!! Ih pantesan lama lu. Dasar kentung lu ah !!!"
"Hehehe maaf ya kawan, abisnya gua lapar apalagi gua cium masakan yang dibuat emak lu Sul."
Setelah Joko masuk ke kamarku dan Dira, dia pun duduk di ranjang yang Dira tempati. Setelah itu ia kembali berbicara "Nah Sul, kenapa lu panggil gua ?"
Setelah dirasa semua sahabatku telah ke kamarku aku pun langsung bertanya ke mereka
"Guys, kita kan udah kenal nih. Yuk kita buat nama genk kita" ajakku.
"Boleh sayang, tapi namanya apa ?" tanya Dira.
"Gimana kalau namanya dari nama kita aja ?" usul Panca.
"Ga ah, terlalu panjang. Gimana kalau nama genk kita power rangers " usulku.
"Ogah ah sayang, dikira kita zaman SD apa kali ah" protes Dira.
"Ya sudah kalau begitu, nah Jok ada usul apa ?"
"Ya seperti yang gua sampaikan pas masuk ke kamar lu. Gua rasa sih As By Inside sih bagus" pikirnya
"Hmm boleh sih, itu maksudnya apa ya Sul kalay boleh tau ?" timbangku teehadap perkataan Joko.
"As By Inside itu maksudnya genk yang menggambarkan diri kita sendiri gitu Sul, Dir, Ca" ucapnya.
Joko meneruskan ucapannya "Gimana mau tidak usulan gua ?" tawarnya
"Usulan menarik dari lu Jok, gua boleh sih menggunakan nama itu. Bagaimana dengan yang lain ? Dir, Ca kalian ok dengan usulan Joko itu ?"
"Boleh sayang, aku sih setuju aja sayang" Dira memberikan persetujuan.
"Gua juga oke Sul, soalnya gampang diingat juga kan ? Tegas Panca
"Nah kalau begitu, sekarang yuk kumpul semuanya di ranjang gua. Kita setujui nama As By Inside ini ya guys" ajakku.
Saat aku, Panca, Dira dan Joko berkumpul di ranjangku. Ibuku memanggil kami berempat
"Joko, Dira, Samsul, Panca yuk makan dulu, Tante sudah masak nih" panggil ibuku.
"Baik bu" sahutku.
"Sebentar tante, kita lagi kumpul dulu" sahut Dira
Mendengar perkataan ibuku membuat janji kita untuk mengukuhkan nama As By Inside ini.
"Guys berhubung ibu gua udah manggil nama kita masing-masing nih, yaudah langsung aja kita sahkan aja nama genk kita aja ya" ucapku.
Dira, Panca, Joko mengangguk memberikan persetujuan kepada nama genk kita.
Sebelum diresmikan nama tersebut Joko bertanya "Eh Sul sory gua potong, gua mau tanya ini nama udah sekalian kan ketika kita ada kerja kelompok pas nanti perkuliahan ?"
"Iya Jok, biar praktis aja" ucapku.
"Oh oke, gas lah Sul" ucapnya dengan semangat
"Ya sudah kalau begitu, nama As by Inside kita resmikan !!"
Akhirnya nama itu di resmikan dan langsung di sambut oleh tepuk tangan oleh kami semuanya.
Setelah meresmikan nama genk kami berempat, kami langsung turun menuju ruangan tamu.
Sesampainya di ruangan tamu, kami berempat langsung duduk di kursi ruang tamu tersebut.
Ayahku memberikan wejangan kepada kami berempat.
"Kalian harus kompak ya nak, kalian harus cepat wisuda dan harus bareng-bareng juga kemanapun kalian pergi"
"Siap Om, kita udah buat nama perkumpulan juga kok om. Iya ga guys ?" ujar Joko.
"Oh gitu, ya sudah. Kalian tetap jaga diri ya. Pergaulannya di kuliah memprihatinkan soalnya" harap ayahku.
"Oke siap Om" ujar kami berempat