As By Inside

As By Inside
Episode 21 : Genk As By Inside Di Sekap



Setelah memakan waktu tempuh kurang lebih dua jam akhirnya kami berlima telah sampai di mekdi terdekat, kami pun langsung keluar dari goxar yang membawa kami dari kampus menuju ke mekdi.


Setelah ke luar dari goxar kami pun langsung masuk ke dalam mekdi. Setelah itu kita langsung memesan menu untuk kami makan.


Setelah itu kami duduk di bangku yang tersedia di restoran tersebut.


Lalu Dira bertanya dengan ketus kepada Joko "Woy, lu kemana aja saat cowo gua di hantam ?"


Joko menjawab dengan entengnya "Ya gua ga tau kl yang dihantam itu temen gua sendiri, sory yak Sul"


Aku bergumam sambil menganggukkan kepalaku "Iya Jok, tapi gua mohon ke lu biar keluar dari genknya mereka yak please"


"Tapi gua butuh uang Sul, bokap gua lagi kesusahan nih, jadinya gua terpaksa ikut genknya Willie deh"


"Hmm gitu, pantes aja lu berubah ternyata lu butuh duit. Ca mungkin lu bisa bantu si Joko buat penuhin kebutuhannya ?" kataku


"Ya gua bisa aja sih, kata bokap gua pas gua SMA sih setuju aja kalau gua bantu orang cuma orang yang di bantu harus tahu diri dan tidak menginjak- injak orang yang beri bantuan" lanjutnya.


"Bagaimana Jok ? Lu mau jok di bantu sama Panca ?" Tawarku kepada Joko.


"Yang benar nih Ca ? Tanyanya.


"Tapi, lu harus keluar dari genknya Willie. Bisa kan ?" pintaku.


"Gampang Sul, gua janji ke lu pada kalau gua keluar dari genknya dia" Ucapnya.


"Nah gitu, cakep dah kalau gitu" Ucap Panca dengan aksen betawinya.


Setelah berada di mekdi selama 2 jam, akhirnya kita berlima keluar dari resto mekdi dan memesan kembali goxar menuju ke kampus.


Panca meminta Joko untuk chat kating yang mengajak Joko ke jalur yang salah "Jok, boleh ga lu chat kating bangsat yang udah meracuni pikiran lu dengan mengajak lu mencuri" pintanya.


"Boleh kok sob, bentar yak.


Akhirnya dia mengeluarkan hpnya dan mengetik pesan "Kak, sorry ya gua keluar dari genk lu"


Setelah mengetik pesan ke kaka tingkat dia pun menunjukkan pesan wa yang dikirimin olehnya.


"Nah guys, done ya"


Aku,Dira, Panca dan May mengangguk dan langsung memeluknya dengan erat


"Nah begitu dong Jok, akhirnya temen gua bisa balik lagi ke dulu" ucap Dira


"Hehehe iya, makasih ya buat kalian yang udah sadarin gua" ujarnya sambil terharu.


Akhirnya mobil goxar pun tiba di parkiran dan langsung masuk ke dalam mobil goxar.


Satu jam kemudian kita berlika telah sampai di depan gerbang kampus dan kami pun langsung masuk ke dalam kampus.


Di gerbang kampus kami berlima langsung di sambut oleh sebuah bogeman mentah yang kami rasa berasa dari genk Willie.


Sebuah pukulan mengenai diriku, Panca dan Joko hingga kami bertiga jalan sempoyongan dan terjatuh. Sebuah bogeman lagi di layangkan hingga kami bertiga pun pingsan dan kami bertiga di tarik ke sebuah ruangan rahasia yang di jadikan base camp mereka


Dira dan May sangat ketakutan melihat kami bertiga di pukul dan langsung mengikuti genk Willie dari belakang.


Sesampainya mereka berdua di ruangan kosong, May langsung menelpon kaka ketua BEM


"Halo kak"


"Iya, ada apa May ?" Sahut ketua BEM


"Gawat kak, gawat !!!"


"Gawat kenapa May ?


Saat May sibuk menelpon, Dira dengan konyolnya masuk ke ruangan base camp Willie dan kawan- kawannya.


Aku, Panca dan Joko yang sudah tersadar dari pingsannya kami pun berusaha mencegah Dira untuk kembali ke ruang kelas.


"Dir, lu jangan kesini please, disini bahaya tar lu bisa di perkosa mereka Kata Joko


Sementara itu genk Willie langsung memperhatikan tubuh si Dira, mereka bersorak sorai.


Dira langsung teriak saat salah satu bagian tubuhnya di pegang


"Awwww, tolong !!!!"


Sementara itu, di saat Dira sedang terancam akhirnya Kak Toya beserta kawannya datang dan langsung menendang pintu ruang kosong itu


Kak Toya beserta ke enam temannya berteriak


"Woy Wil, lepasin Dira !!!!"


Willie dengan tersenyumnya berkata "Oh lu mau jadi sok pahlawan ya Toy. Cewe ini siapanya lu hah ? Lu cowonya hah ?" Tanyanya dengan gaya petentang- petenteng.


Kak Toya menjawab sambil berteriak "Iya gua cowonya"


"Oh gitu, kalau mau nih cewe murahan lewati dulu genk ini" Tantangnya


"Oke siap, siapa takut" ucap kak Toya.


Akhirnya pertempuran antara genk Willie dan genk Toya dimulai.


May pun keluar dari ruangan itu sementara itu Dira menyelamatkan Joko, Panca dan Samsul dengan melepas ikatan tangan mereka.


Setelah melepaskan ikatan yang melingkari tangan Panca, Joko dan aku, Dira langsung memeluk diriku dan berkata


"Sayang, kamu gapapa kan ?"


"Iya aku gapapa, kamu gimana ? jawabku.


Kak Toya berteriak kepadaku "Woy Sul, Dir malah pacaran kalian. Buruan pergi dari sini sebelum Willie melepaskan tangan gua dan memukul gua dan akhirnya kalian di sekap !!!!" Tegas kak Toya.


"Iya kak sory, sory. Yaudah kita pergi sekarang sayang" ajakku.


"Siap sayang" sahut Dira.


Akhirnya Aku,Dira, Panca dan Joko kabur dari ruangan kosong yang dijadikan basecamp.


Setelah membebaskanku, kondisi Kak Toya dan kawan-kawan semakin terdesak dan di saat kondisi kak Toya dan teman-temannya terdesak akhirnya ada bantuan dari pihak kepolisian yang datang ke kampus dan langsung tiba ke ruang kosong yang di dampingi oleh rektor Universitas Gajah Duduk.


Polisi itu berteriak "Angkat tangan kalian semuanya !!!!!" Gertak polisi itu.


Saat polisi tiba di lokasi itu, Genk Willie langsung kalang kabut ingin meloloskan diri dari tangkapan pihak kepolisian.


"Wah gawat cuy, ada polisi. Ayo kabur guys !!!" Teriak Willie ke temannya.


"Jangan ada yang melarikan diri !!! Kalian sudah terkepung !!!" Gertak polisi tersebut.


"Kalian ini ya hanya bisa memalukan nama kampus !!!" Tegas Rektor Universitas Gajah Duduk.


Dengan muka melasnya mereka berkata "Maafkan kita pak"


"Tidak ada kata tapi, mulai sekarang kalian semua saya Drop Out !!!!, silahkan pak kalau bapak ingin bawa mereka ke kantor"


Pak polisi itu menjawab "Oke siap pak, segera kita proses mereka"


Akhirnya genk Willie keluar dari kampus itu, kak Toyo beserta rektor Universitas Gajah Duduk bergegas menghampiri Dira, aku, May, Panca dan Joko.


Mereka bertanya "Kalian gapapa ?"


Kita berlima menjawab "Gapapa kak dan Pak Rektor"


"Terima kasih banyak sudah mengungkap persembunyian Willie dan kawan-kawan ya nak" Ucap Pak Rektor"


"Sama-sama pak, o iya memang ada apa ya dengan kak Willie ?" Tanyaku penasaran.


"Nanti kalian di jelaskan oleh Ketua BEM kita saja ya" Serah Rektor Universitas tersebut.


"Mas Toya, tolong jelaskan ke anak-anak ini ya mas, saya mau ada meeting" Ujarnya sembari pergi dari ruang persembunyian Willie


"Siap Pak, terima kasih banyak pak atas bantuannya" Ucao Ketua BEM.