As By Inside

As By Inside
Chapter 18 Dira Sangat Khawatir Dengan Samsul



Akhirnya pelajaran mata kuliah Professor Bambang sudah selesai, Dira dan May langsung bergegas untuk menemui Panca di lift lantai 4.


Sesampainya di depan pintu lift lantai 4, Dira langsung menjatuhkan tubuhnya dan langsung memeluk tubuh Samsul yang terbaring di lantai.


Dira mencoba membangunkan Samsul yang terbaring lemah tak berdaya di lantai.


"Sayang bangun sayang, Ini aku Dira cewe kamu. Sayang bangun sayang please hiksss" Dira yang menangis.


Setelah itu Dira langsung berdiri dan sebuah tamparan mendarat ke pipi Panca, Dira yang sangat marah kepada Panca langsung memakinya.


"Eh woi Ca, kenapa nih cowo gua ? Lu apain cowo gua hah ?"


Panca setelah melihat Dira yang sangat marah kepadanya itu bungkam seribu bahasa.


Dira melanjutkan memarahinya "Woi Ca jawab !!!!"


May mencoba menenangkan Dira "Dir, sabar dulu ya Dir. Kita coba kasih kesempatan Panca dulu ya"


Dira yang sesenggukan dan masih marah perlahan mau mendengar nasihat May untuk Panca berbicara.


Akhirnya Panca mulai berbicara "Jadi gini Dir, Tapi lu jangan emosi dulu yak Dir"


"Hmm iya, dah cepet bilang ke gua !!!" Gertaknya.


"Jadi ketika kita keluar dari ruang kelas si Samsul minta gua temenin dia ke Wc dulu katanya mau boker yaudah gua temenin dulu" Panca mulai menjelaskan


"Hmm terus" Bete Dira.


"Nah setelah sejam selanjutnya kita mulai tuh melakukan pencarian tentang posisi Joko dan teman-temannya, nah terus kita ingin mencoba turun ke lantai tiga. Nah terus ketika kita sampai di sini dia mengerang kesakitan karna habis di pukul di bagian lehernya dan abis itu dia pingsan" Jelasnya.


"Terus lu tau ga siapa yang mukulin cowo gua ?"


"Enggak Dir, dia tuh pakai topeng wajah khas pencurian gitu Dir, trs tubuhnya cunkring dan tinggi gitu Dir" jelas Panca


May menyimak deskripsi yang di sampaikan Panca itu pun berbicara.


"Hmm kayanya gua tau deh Dir itu siapa. Dia tuh sepertinya namanya Tono Dir, dia anak satu jurusan dengan kita tapi dia sudah bergabung dengan komplotan Willie dari pertengahan semester satu yang lalu Dir.


"Tono yang anak bego itu ?" Tanya Dira.


"Iya Dir, dia anak bego itu cuma hanya karena bapanya orang pejabat mangkanya dia bisa kuliah di sini, dan ternyata nih Dir dia udah mengincar lu dari zaman ospek kita" ujarnya.


"Kenapa dia mengincar gue May ?" tanya Dira.


"Karena lu cantik Dir, dia mau pacarin dia dan mau memakai tubuh lu untuk di jual ke orang eh tapi gagal karena cowo lu nembak lu duluan Dir. Mangkanya yang di pukulin itu dia bukan lu Dir"


"Maksud lu May ? Gua mau di jadikan objek pemuas nafsu orang lain begitu ?" Dira marah.


"Iya Dir, untungnya ada Samsul yang selalu bela lu, jadi tolong lu jaga Samsul dengan baik ya Dir, dia sayang ke lu Dir, dia ga mau lu kenapa-kenapa Dir. Mangkanya ketika lu dapat notif dari Joko si Samsul langsung ngamuk dan keluar kelas" ucapnya.


"Nah Dir dengerin May, tolong setia sama si Samsul ya Dir" Timpal Panca


Dira pun menangis sejadi- jadinya setelah mendapat penjelasan dari May, tubuhnya pun lalu ambruk dan memegang kepala laki-laki yang sangat ia cintai itu


"Sayang bangun sayang, aku ga mau kehilangan kamu, kamu ga perlu berkorban seperti itu untukku. Aku sayang sama kamu Sul, tolong bangun Sul."


Panca bertanya kepada May "Lalu kenapa Joko bisa berubah se drastis itu ya May ?"


"Ada dua faktor sih kenapa Joko bisa berubah Ca"


"Pertama, dia diajak sama seseorang yang gua rasa sama si brengsek Tono yang kedua emang karna masalah ekonomi keluarganya yang tidak cukup bagus mangkanya dia ikut di genk pencuri Willie" Ucapnya.


"Kenapa lu yakin banget kalau genk pencuri Willie itu ada Willie yang join disitu ?" Tanya Panca.


"Kata para senior nih, sebenarnya sih Willie juga sama kaya Joko. Awalnya dia masih polos terus diajak sama kaka tingkat yang sekarang udah di Drop Out kampus ini"


Dira pun bangkit dari duduknya dan langsung berkata "Gua mau ketemu Tono atau siapapun itu yang ada di genknya Willie. Gua mau beri pelajaran ke mereka"


May dan Panca langsung berteriak ke Dira "Dir, lu jangan gila please. Bahaya masuk ke genk mereka"


Dira pun membalas perkataan mereka berdua "Bodo amat !!! cowo gua udah bela gua sampai dia begini, saatnya gua memperlakukan hal yang sama kaya dia !!!"


"Tapi Dir, lu cewe, gua juga ga mau lu nekat kaya gitu Dir, kalau mau gua suruh kawan gua yang namanya Toyo buat gua minta tolong buat jagain lu. Dia ketua BEM kampus ini dan dia juga hadir kok saat pembukaan ospek kita dulu"


"Maksud lu si Kak Siti ?"


"Bukan Dir, dia mah cuma bagian apa gitu di struktur BEM nya Toyo gua lupa"


"Oh begitu, kok lu tau seluk beluk kampus ini May ?"


"Ya iyalah gua tahu, kaka gua alumni kampus sini hehehe"


"Yee pantes aja May, yaudah sekarang kita bawa cowo gua ke klinik kampus" ajak Dira.


"Yaudah tunggu, gua mau chat kak Toyo dulu"


"Oke Sip, btw hp gua mana Ca ?" tanya Dira.


"Nih Dir hp lu" Panca memberikan hp Dira ke Dira.


Sementara itu May mengetik pesan ke kak Toyo "Kak boleh minta tolong ?"


Dan pesan yang di ketik May dibalas oleh Toyo "Ini siapa ya ?"


May membalas ketikan kak Toyo "Ini aku May adeknya bang Dirman, alumni kampus sini"


"Oh yang Dirman paling dihormati di kampus ini ?" tanya Toyo


"Betul bang, lu bisa kesini ? Temen gua pingsan nih abis di gebukin genknya Willie"


Kak Toyo kaget setelah melihat ketikan May "Lu serius May ? Yaudah lu ada di mana sekarang ? Biar gua sama anak genk gua kesana."


"Di lift lantai empat ya bang, tolong cepet ya bang" ketiknya.


"Oke" balas Toyo.


May berkata ke Dira dan Panca "Nah udah ya, gua dah bilang ke ketua BEM ya hehehe."


"Thanks May, emang dah lu keren relasinya hehe" ucap Dira


"Iya dong" puji dirinya sendiri.


Panca juga mengucapkan terima kasih kepada May "Thanks ya May udah selalu ada ke Dira, Dira pernah cerita ke gua dan Samsul kalau lu bestie terbaik yang dia punya dan thanks juga udah mau care tentang Samsul May"


"Udah kalem aja, justru gua juga mau ngucapin terima kasih ke lu ama Samsul karena udah menjaga dia dengan baik"


Panca membalas ucapannya May "Sama-sama"