As By Inside

As By Inside
Episode 24 : Orang Tua Kelompok Willie Demo



Setelah kurang lebih bertarung dua jam akhirnya Kak Toya dan kawan-kawannya kembali ke loby kampus.


Dengan peluh keringat yang bercucuran dan nafas yang terengah-engah mereka berjalan menuju ke loby.


Sesampainya di loby, Kak Toya tidak menemui keberadaan kami. Akhirnya kak Toya chat kepada May.


"May, kalian dimana ?" Tanyanya di dalam chat.


"Kita ada di ruang serba guna kak. Kondisi cowo-cowo sangat memprihatinkan"


Kak Toya terkejut "Hah ? Serius ?"


"Iya kak, mangkanya ke sini" pinta May.


"Oke, oke kalau begitu. Kaka ingin beli air sama yang berasa-rasa, kalian ada yang mau nitip kah ?"


Lalu May bertanya kepada kami yang berada di ruang serba guna


"Guys, kalian mau apa ? Tuh mau di traktir sama kak Toya" Tanya May.


"Hmm, gua mau sari nutri jeruk May" Request Joko.


"Lu mau apa Sul ?" Tanya May.


"Gua boleh request makan aja ga May ? Gua lapar dan perih banget kayanya abis kena bogeman mereka tadi." Pintaku.


"Bentar yak Sul, gua chat Kak Toya dulu"


Setelah itu May chat kembali ke kak Toya


"Kak, kalau Joko mau sari nutri jeruk kalau Samsul mau makan tuh, kaka boleh ga kita request makan ke kaka ?"


"Silahkan atuh May, boleh semua kok" Balasnya.


"Oke kak aku tanya Samsul dulu" Ketik May.


Setelah itu May bertanya kepadaku "Nah udah boleh nih, lu mau makan apa Sul ?" Tawar May.


"Hmm, gua mau ketoprak aja May, kalian mau juga kan ?" Tanyaku.


Dira, Joko, Panca turut mengangguk tanda setuju.


"Oke Sul, gua chat Toya dulu, mohon bersabar ya hehehe" pinta May.


Akhirnya May kembali chat Kak Toya "Kak. Aku, Samsul, Panca, Dira, Joko sama Kak Siti juga mau toprak aja biar sekalian belian ga bolak balik kakanya. Kasian kaka udah mau di repotin oleh kita" Sungkan May.


"Hehehe ga kok May, justru gua mau balas jasa sama bang Dirman" Kata Kak Toya.


"Kenapa gitu ? May yang penasaran


"Ada deh, tar aja gua ceritanya bareng kalian. Dah dulu yak kita lagi di jalan nih" Ketiknya


"Oke kak, ati-ati di jalan ya kakaku sayang" Goda May di whatsapp.


"Yeee, ok deh May, see you guys" Ketiknya


Sementara itu aku sedang di manja oleh Dira, Joko tertidur dengan pulasnya,


"Ayang peluk aku" Manja Dira.


"Cini cini sayang aku peluk kamu" Balasku.


Sementara itu tiba-tiba di luar sana terjadi keramaian seperti orang demo, Aku yang penasaran itu berusaha mendirikan tubuh ini namun langsung di cegah oleh Dira.


"Sayang, kamu mau kemana ?"


"Aku mau keluar sayang, mau lihat demo sayang" Ujarku.


Dira dengan tegas menolak rencanaku yang keluar.


"Gak, gak, gak !!! Kamu aja masih sakit sayang. Udah kamu disini aja !!! Tolak Dira.


"Tapi sayang ? Aku penasaran sayang"


"Gaada tapi-tapian !!! Dah disini aja ya sayang" Mohon Dira


"Hmm yaudah deh" Beteku.


Kak Siti berkata kepada kami semua "Yang disini tolong jangan kemana-mana ya. Kaka ga mau kalian kenapa-kenapa. Tetap disini"


"Oke kak"


Sementara itu di lapangan banyak orang-orang yang demo, mereka berdemonstrasi kepada pihak kampus "Bebaskan anak kami, bebaskan kami"


Akhirnya Kak Siti tiba di sumber suara, dia langsung menemui orang yang sedang berdemo tersebut.


"Maaf pak, bu. Kalian siapa ya ? Kok malam-malam begini kalian demo ?" Tanyanya ramah.


Salah seorang dari pendemo itu mengenalkan diri kepada Kak Siti "Kita dari orang tua mahasiswa yang di keluarkan dari kampus ini, kamu siapa ?


Kak Siti mulai memperkenalkan diri "Perkenalkan nama saya Siti, saya mahasiswa di kampus ini dan saya juga jabat jadi wakil dari ketua BEM kampus ini"


"Oh begitu" Ujar salah seorang pendemo yang berbincang dengan Kak Siti.


"Iya pak. O iya bapak dan Ibu ada apa ya ? Kok rame-rame ke kampus ini ? Padahal kan sekarang jam 12 malam"


"Kita dari orang tua anak yang bernama Willie dan kawan-kawan yang di penjara di Polres Jogjakarta. Kita menuntut supaya mereka di bebaskan karena tidak ada bukti anak kita mencuri" Ujar sang pendemo.


Mereka yang lain membenarkan salah satu ucapan dari orang tua mahasiswa itu "Benar, bebaskan anak kami !!!" teriak mereka.


Kak Siti dengan santainya menjawab aspirasi dari mereka "Pak, bu mohon maaf ya. Pertama ini universitas bukan kepolisian, yang kedua ini sudah pukul jam 12 malam jadi tunggu besok pagi saja ya pak, bu. Kita fasilitasi antara orang tua mahasiswa dengan rektor ya pak, bu."


"Oh ya sudah kalau begitu, tapi janji ya kita ditemukan dengan rektor" Sahut mereka.


"Iya saya janji"


"Ya sudah kalau begitu, ayo kita pergi dari sini. Besok pagi kita kembali ke kampus ini !!!" ajak salah seorang pendemo.


Akhirnya pendemo itu pulang dari kampus, sementara itu Kak Siti kembali ke ruang serba guna.


Tak selang beberapa menit kemudian, Kak Toya telah sampai di kampus. Dia langsung bertanya kepada Kak Siti.


"Sit, itu mereka siapa ? Kok rame banget jalan dari arah kampus kita ?"


"Oh itu, mereka orang tuanya Willie, mereka protes karena pihak kampus memenjarakan anaknya"


"Lah kok begitu ?" Tanyanya.


"Entahlah mungkin mereka tidak tidak tahu kalau anaknya melakukan percobaan pencurian"


"Hmm gitu, ya udah kalau begitu. Btw anak-anak ada dimana ?"


"Ada tuh di ruang serba guna" Ujarnya


Setelah berbincang, akhirnya mereka berdua menuju ke ruang sebaguna.


Setelah menempug kurang lebih 600 Meter akhirnya mereka telah sampai ke ruang serba guna dan mereka berdua langsung duduk selonjoran di ruang serba guna tersebut.


Kak Toya memberikan 6 bungkus ketoprak pesanan kami kepada Joko dan Joko mengasihkan ketoprak itu kepada kami semua satu persatu.


Aku yang penasaran itu bertanya kepada kak Siti "Kak, tadi ada apa ya ? Kok rame banget di luar ?"


Kak Siti memberikan penjelasan kepada kami berlima "Oh tadi tuh kaka temuin pendemo Sul"


"Untuk apa mereka demo kak ? Bukankah kalau demo itu biasanya di kantor pemerintahan ya ? Kok malah di kampus sih ? Lagipula mana demonya jam segini lagi kaya gaada kerjaan aja mereka" Keluhku.


"Ya namanya juga negara ini negara demokrasi Sul, mereka juga punya hak sebagai warga negara."


Sambung kak Siti lagi "Mereka demo ke kampus sepertinya dari keluarga Kak Willie dan kawan-kawan deh"


Aku yang mengeluh setelah mendengar penjelasan Kak Siti "Ya elah gerombolan mereka lagi, kenapa mereka kak ?"


"Ya karena mereka ga terima kalau anaknya masuk penjara"


Dira kesal, lalu dia memberikan pernyataan kepada kami semua "Yaelah, udah salah malah di bela duh"


Kak Toya mendengar percakapan kami ikut berbincang dengan kami.


"Ya namanya juga orang tua Dir, orang tua mana yang mau anaknya masuk penjara"


Kak Siti membenarkan ucapan Kak Toya


"Nah betul tuh omongannya Toya"


"Ya udahlah ya, itu hak mereka guys, dah yuk kita makan ketopraknya. Tar ga enak lho" Ucap Panca.


"Yuk guys makan dulu, abis itu kita berbincang lagi" Ajak Kak Toya.


"Yuk" Sahut kami berlima