
Akhirnya pertempuran itu kini di pegang oleh teman-temannya Kak Toya.
Sementara kami bertiga langsung menuju ke lobby kampus.
Kami berjalan dengan tertatih-tatih dengan kondisi luka yang lumayan parah.
Melihat kondisi luka yang lumayan parah yang aku alami membuat Dira langsung keluar dari pintu lobby
Sesampainya di depan lobby Dira langsung memelukku sambil menangis "Sayang, kamu mah ih. Udah tau kamu masih belum begitu fit, eh malah maksain diri untuk melindungi aku"
"Maafin aku ya sayang, aku bonyok seperti ini ya karna aku terlalu sayang sama kamu" Ucapku.
"Tapi sayang, ga begini caranya ihh !!! Kamu sangat berharga buatku, aku ga mau kamu kaya begini" Rengeknya manja.
"Hmmm, maafin aku ya" Gumamku.
"Janji sama aku abis ini ga bertarung-tarung lagi ya" Ucap Dira.
"Iya aku janji, jangan takut ya sayang" Janjiku.
Setelah itu aku, Panca dan Joko di bawa oleh Dira, May dan satu perempuan temannya Kak Toya ke ruang serbaguna yang terletak tak jauh dari lobby kampus.
Selang berjalan selama 15 menit kemudian Dira, May, dan teman perempuan Kak Toya telah sampai di ruang serbaguna kampus Gajah Duduk. Mereka bertiga membaringkan aku, Joko dan Panca untuk segera diobati.
Dira mengurus diriku, May mengurus Panca dan teman perempuan Kak Toya sedang mengobati Joko.
Dira yang berlatar belakang Palang Merah Remaja di SMA sangat telaten dan sangat perhatian dalam mengurus dan mengobati diriku.
"Sayang, sakit ga ?" Tanyanya yang diiringi senyum yang keluar dari bibirnya.
Aku yang meringis kesakitan "Aww, sakit sayang, pelan-pelan sayang"
"Kamu sih, kenapa sih malah ngajakin mereka duel ?"
"Sederhana saja jawabanku"
"Apa tuh, jangan bilang kalau kamu mau bela aku gitu ?"
"Hehehe, kok tau sih sayang ? Aku tuh sayang ke kamu. Aku bakal berkorban apapun buat kamu sayang" Ujarku yang cengengesan
"Sayang ihhhh" Ucapnya yang jutek.
Dira meneruskan pembicaraannya "Sayang dengerin aku, aku tuh mau bukan kamu aja yang berkorban buatku, tapi aku pun mau berkorban buat kamu karena cinta itu harus ada dua insan yang saling berkorban"
"Hmm maafin aku ya sayang. Aku salah" Ujarku yang sambil menunduk.
"Hmm, oke kalau begitu aku maafin kamu lagi, tapi jangan lakukan lagi lho sayang. Kamu mah bandel banget dibilangin sih ihh" ujarnya yang manja.
"Hehehe iya sayang, maklum lah cowo kan harus bisa melindungi cewenya" ujarku yang membela diri.
"Tapi ga kaya begitu sayang ihh, au ah !!!" Ngambeknya.
Sementara itu Joko dan Panca meledekku "Hayoloh Sul, Dira ngambek tuh hahaha"
"Bacot bet lu berdua !!!" kesalku.
Melihat aku yang di ledek oleh mereka berdua membuat May dan kaka tingkat tertawa.
"Udah ah, emang ye kalian rusuh mulu kerjaannya" Sahut Kaka tingkat.
"Au nih kak, omelin mereka aja" ucapku kesal.
"Joko, Panca dah jangan ledekin teman kalian, kasihan tuh" nasihat kakak tingkat itu.
"Hehehe maaf kak, kita cuma bercanda aja" Sahut mereka.
"Yaudah, btw Jok kamu gimana ? Sakit ga ?" Tanya kaka tingkat.
"Hmm, lumayan ga sih kak" Joko menghela nafasnya.
"Oh syukur deh kalau begitu" Ucap kak tingkat itu.
"Woy Ca, diem-diem bae lu ?" teriak May.
"Eh sory May, abisnya gua keenakan di pijet ama lu sih hahaha" ledek Panca ke May
"Ye semprul bisa aja lu" Ucapnya dengan logat betawi.
"Dah, dah kalian ini malah saling ledek aja" Lerai Kaka tingkat.
Setelah itu Panca bertanya kepada kak Tingkat
"Kak, kayanya aku pernah lihat kaka deh ? Tapi aku lupa dimana lihatnya" Tungkasnya.
"Ayo coba kamu inget- inget lagi Ca" Rayu kak Tingkat itu.
"Hmm, kayanya Kaka itu kak Siti bukan sih ?" Tebak Panca kek kaka tingkat itu.
Seketika ruang serba guna menjadi ramai atas tepukan tangan kami semua.
"Sebelum kaka rawat aku, tadi pas aku sedang bertarung dengan preman udah nebak dari gaya jalannya. Eh ternyata beneran Kak Siti hahaha" tertawa Panca.
"Ihh kamu bener banget deh Ca. Masih inget ga Ca ? "Sahut Kak Siti.
"Oh kaka yang ngehukum aku nyanyi Blackpink pakai huruf O semua ya ?" Panca mengingat kembali peristiwa ketika OSPEK.
Semu orang di ruang serbaguna tertawa setelah mendengar perkataan Panca.
"Oh ini yang namanya Kak Siti ? Ayo gas kita balas perlakuan kak Siti ini karena sudah memperlakukan kita dengan malu" Timpalku.
"Hahaha sory ya Sul, Ca. Emang kaka iseng ke kalian kok, lagipula itu ide juga bukan dari kaka juga toh" Canda Kak Siti.
"Terus dari siapa memangnya ?" Tanyaku.
"Tuh tanya sendiri sama cewe mu tuh si Dira" Kak Siti menunjuk Dira.
Aku dan Panca secara spontan menegur Dira "Diraaaaaa..... Jadi kamu ya yang iseng ke kita berdua ?"
Dira tertawa "Hahaha maafin aku sayang, maafin gua yak Ca udah buat kalian malu pas Ospek. Gua sengaja karena gua tau kalian pasti ga suka sama K-Pop kan ?"
"Hehehe yaudah gapapa, untung cewe yang sering ngeselin ini jadi cewekku" Candaku.
"Ihh kamu mah, awas nih ya aku cubit kamu"
"Aww ayang sakit ah" Beteku.
"Hehehe maaf sayang" Ujarnya.
Sementara itu melihat kemesraan dari kami berdua membuat seisi ruangan menjadi berisik dan meledek kami berdua.
"Iya deh iya kalian doang dah emang yang berhak tinggal di bumi, kita mah cuma ngontrak aja " Kata Panca.
"Terus ae Sul, terus. Gua jiwa kejombloan gua bergejolak nih ngeliat keuwuan kalian" ucap si Joko.
"Tau emang nih Samsul dan Dira bikin iri aja kalian hahaha" Canda May.
"Semoga sampai menikah ya Sul, Dir. Hahaha" Ledek kak Siti.
Mendengar perkataan dari Kak Siti membuat kita berdua terkejut, lalu aku berkata kepada mereka "Lho, lho kak ? Maksudnya apa nih ? ucapku.
"Ya kaka cuma doa buat kalian. Emang salah ? Ehheeh" jawab kak Siti.
"Ya, ga salah sih. Cuma ya gimana ya kak ? Hehehe, aku ga enak sama kalian. Maafin gua sama Dira ya" ucapku meminta maaf.
"Iya gua juga minta maaf udah membuat kalian iri" Sahut Dira.
"Kalem aja kawan, yang penting kalian berdua bahagia dan pertemanan kita awet gapapa kok. Setuju ga guys ?" Imbuh Panca
"Nah betul tuh apa kata Panca" Joko menyetujui perkataan Panca.
May juga memberikan anggukkan kepala tanda setuju.
"Nah gitu dong sesama teman itu harus saling mendukung, semoga kalian awet ya jalinan pertemanan kalian" Imbuh Kak Siti
Kami berlima menjawab "Iya kak, Aamiin
Sesudah memberikan nasihat kepada kami, Kak Siti bertanya kepada Joko.
"Oh ya Jok, lu kata Toya sempat nyeleweng ya ?" Tanya Kak Siti.
"Nyeleweng gimana maksudnya ?" Tanya Joko balik.
"Ya lu kata Toya malah ikutan genk nya Willie yak ?"
"Hehehe iya kak, Si Tono mengajakku dan tau-taunya dia malah ngajak mencuri.
Aku yang penasaran dengan Genk Willie itu bertanya kepada Siti "Kak, kenapa Genk Willie sangat susah untuk di berantas di kampus ini ?"
"Ada dua penjelasan Sul mengenai Willie" Ucap Siti.
"Apa tuh ?" Tanyaku.
"Pertama, tempat berkumpulnya itu sangat sulit di akses" Ujar Kak Siti memberikan penjelasan kepada kami.
"Yang kedua, Willie itu anak pejabat di kota ini jadi di kampus ini pada takut, dan baru kalian aja yang bisa-bisanya mengusik ketentraman dari mereka. Mangkanya kalian lah yang di cecar sama dia" Ucap Kak Siti.
"Oalah gitu" Kataku.
"Oalah gitu, pantesan aja yang di cecar itu kita. Iya ga guys" ucap Dira.
"Kalian harus hati-hati ya guys" Harap Kak Siti.