As By Inside

As By Inside
Episode 22 : Samsul Kembali di Serang Oleh Suruhan Willie



Setelah kami berlima terbebas dari genk nya Willie, kami pun bergegas menuju ke dalan ruang kelas.


Aku yang penasaran dengan bagaimana dengan kehidupan Kak Willie itu bertanya kepada Kak Toya


"Kak mau tanya boleh ? Itu kenapa bisa Willie bisa ga terdeteksi sama pihak kampus ?"


"Karena pihak kampus tidak mengetahui dimana mereka tongkrong. Kaka pun tidak tahu kalau mereka kumpul disini kalau bukan karena kalian lewat perantara May yang telpon aku, Terima kasih banyak ya guys" Ujarnya menjelaskan.


"Oalah gitu, pantesan aja mereka jadi brutal begitu" tuturku.


"Mereka dari kapan kak mulai sebagai bandit ?" Tanya Dira


May yang menyimak percakapan kami ikut perbincangan kami "Kata kaka gua, dia pas awal masuk langsung di ajakin kaka tingkat yang sekarang udah alumni.


"Oh begitu berarti kaya Joko sekarang ya May ?"


May menganggguk setelah mendengar statement dari aku.


Aku lalu meledek Joko "Nah Jok, lu mau ga masuk penjara ?"


"Ya gua ga mau lah, aneh lu Sul. Yakali gua mau masuk penjara wkwkwk" Tawa Joko.


"Siapa tau lu gitu" Ledekku.


Mendengar ledekkanku membuat kami semua tertawa.


Lalu Dira bertanya kepada kami "Kalian gapapa kan ?"


Aku, Joko, Panca mengangguk "Iya, kita gapapa kok"


"Syukur deh kalau begitu"


Tiba-tiba Dira langsung memeluk tubuhku dengan erat, lalu ia pun berkata "Sayang !!!!"


Aku membalas pelukannya dengan erat "Iya sayang ada apa ?"


"Huhuhu, aku khawatir sama kamu, kamu gapapa kan ?" tanyanya.


"Iya aku gapapa kok, kamu sendiri gimana ?" tanyaku.


"Uhh aku takut banget sayang, aku takut di lecehkan oleh mereka" sahutnya.


"Tenang ya, aku pastikan kamu tidak apa-apa. Aku janji bakal selalu di samping kamu." Aku menenangkannya.


Disaat aku sedang memeluk Dira, Joko mencolek diriku.


"Sul" Sapanya.


"Iya, kenapa Jok ?" Tanyaku.


"Maafin gua ya Sul, karena gua yang sempat salah jalan akhirnya lu yang kena" Joko meminta maaf kepadaku.


Selanjutnya Joko meminta maaf kepada Panca "Ca, gua minta maaf ya. Karena gua lu juga kena getahnya"


Kali ini Joko juga meminta maaf kepada Dira "Dir, gua minta maaf juga ya. Karena gua, lu hampir aja kena perkosaan"


Dira yang masih trauma tubuhnya di sentuh oleh gerombolan Willie langsung tegas menolak permintaan maaf Joko


"Lu tau ga Jok ? gegara lu gua hampir aja di lecehin !!! Jadi gua ga bakal mau maafin lu lagi !!!"


"Iya gua tau Dir, please maafin gua ya Dir" ucapnya menyesal.


Aku langsung memeluk Dira yang sedang di landa emosi.


Aku meminta Joko untuk mengerti perasaan wanita "Jok, ntar gua sampaikan ke Dira ya. Dia masih trauma sepertinya"


"Hmm oke lah Sul, gua mengerti" ucapnya pasrah.


Sepanjang perjalanan menuju kelas untuk mengambil tas kami masing-masing, Dira ketakutan dan sekaligus trauma atas kejadian yang menimpa kami.


Aku memeluk dia dan membelai rambutnya, sepanjang perjalanan Dira selalu bilang "Sayang, aku takut. Boleh ga aku bobo sama kamu aja di rumah kamu ?"


"Hmm, bagaimana ya sayang. Aku ke kost kamu aja deh gimana ?"


"Beneran kamu mau ke kost aku ? Aku mau banget kamu ke kost aku.


Aku mengangguk setelah Dira berkata demikian.


Beberapa menit kemudian


Aku pun bertanya kepada teman-temanku "Guys, bolehkan kalian temani Dira ? Kasian dia trauma banget"


"Jok,Ca ? Gimana dengan lu pada ?"


"Oke deh gua mau. Ini juga dah malam, yuk gas balik ke kost" ajak Panca.


Akhirnya kami berlima telah sampai di dalam ruang kelas kami.


Satu persatu kami mengambil tas kami dari tempat duduk.


Setelah selesai mengambil tas kami masing-masing akhirnya kami keluar dari ruang kelas kami.


Saat di perjalanan saat menuju keluar dari pintu kampus kami tiba-tiba kami di hadang oleh se gerombolan preman yang kita ga tahu asalnya dari mana.


Dira yang masih trauma dengan Willie dan kawan-kawan langsung memeluk aku kembali dan air matanya mengalir kembali.


"Sayang, aku takut. Mereka siapa sayang ?" Ujarnya.


"Aku ga tahu sayang mereka siapa tapi sepertinya orang suruhan Willie deh" Ucapku.


"Terus aku gimana sayang ? Aku takut hikss"


"Ya udah kamu di lobby dulu bareng May ya"


"Terus kamu gimana sayang ?" Tanyanya.


"Aku, Panca sama Joko yang hadapin mereka sayang"


"Tapi sayang, aku ga mau kamu kenapa-kenapa"


"Tenang sayang" yakinku ke Dira.


Aku meneriakkan nama May "May, tolong bawa Dira dulu !!!"


Dira dan May akhirnya menyingkir dari pintu kampus menuju aula.


Setelah Dira dan May menyingkir aku pun langsung berteriak kepada preman "Woy, kalian siapa ? Kalian mau apa kesini ?"


Preman itu menjawab perkataanku "Oh ini yang namanya Samsul"


Aku dengan gaya yang santai menjawab "Iya gua Samsul, siapa kalian hah !!!"


"Kita orang suruhan Willie, katanya kita di tugaskan oleh dia untuk menghabisi kalian bertiga terutama lu Sul !!!" Tegas mereka.


"Hahaha yakin kalian ingin habisin gua ? Ayo maju kalian sini !!!"


Panca dan Joko yang ketakutan menjawab pertanyaanku "Sul, lu yakin bisa hadapin mereka ?" Mereka ber lima kita bertiga" ucap Joko


"Udah kita hadepin dulu, mau menyerah arau menang urusan belakangan !!" Seruku


"Yaudah deh gua ikut lu Sul" Ucap Panca.


Akhirnya pertempuran antara kami dan mereka tidak terelakkan lagi, Dira yang melihat kami berantem semakin ketakutan sementara May langsung menelpon kembali kak Toya sambil memeluk Dira.


"Halo Kak" ucap May.


"Halo May, iya ada apa ? Kalian di serang lagi ?" tanyanya.


"Kok kaka tahu sih, ayo kak bantu Samsul, please kak" Dira memohon.


"Oke kaka kesana sama genk kaka ya, kalian ada di mana ? Jangan takut Dir ya" bujuk Kak Toya.


"Kita ada di lobby kak, yang lainnya ada d lapangan sedang kena bonyok sama suruhan Kak Willie" Tungkas Dira.


"Oke sip, deket kok itu. Kita otw sekarang ya Dir. Jangan takut" Pinta Kak Toya.


"Iya kak, buru ya"


Sementara itu, kondisi kami bertiga sudah tidak karuan dengan luka bonyok di area muka. Para suruhan preman itu terus memukuli kami tanpa ampun.


Akhirnya setelah beberapa menit kemudian akhirnya bala bantuan dari Kak Toya datang membantu kami.


Kak Toya dengan temannya yang berjumlah sepuluh orang itu langsung menyerang para preman tersebut.


Kak Toya meminta aku, Panca dan Joko untuk ke lobby "Sul, sana gih kalian ke lobby biar di obatin kaka yang cewe"


Sambil terbata-bata dan terpincang-pincang aku pun menyingkir dari lapangan "I. I. Iya kak"


Akhirnya kami bertiga menyingkir dari lapangan.