
Akhirnya Joko menjelaskan tentang kronologi di ketahuinya tempat persembunyian Willie sampai di gebuknya Samsul, Joko dan Panca.
"Jadi begini pak, aku di ajak oleh genknya Willie itu oleh Tono pak. Awalnya sih katanya mau di ajak cari duit eh ga taunya malah Tono mencuri." Jelasnya.
"Terus Jok, apakah tawaran dia kamu terima apa di tolak untuk gabung sama Willie ?"
"Awalnya kak Willie itu baik orangnya, suka traktir kita yang ada se genknya abis itu dia malah menyuruh kita untuk merancang aksi pencurian. Jadi jika bapak bertanya apakah saya menerima atau menolak ajakan jawaban saya yaitu saya terima"
Merespon pernyataan Joko, sang rektor mengeluhkan keputusan Joko mengapa dirinya menerima ajakan Tono untuk bergabung di kelompok Wiliie
"Duh Jok, mengapa diri kamu menerima ajakan Tono ?" Keluh Rektor itu.
Kak Toya membela keputusan Joko "Mohon maaf pak kalau saya lancang, menurut saya Tono dan Joko tidak bersalah deh ?"
"Kenapa begitu Toy ?" Tanya Rektor itu kepadanya.
"Ya karena mereka di ajak oleh entah itu temannya Willie atau Willienya sendiri pak" Argumen Kak Toya.
"Cukup make sense juga alasan lu Toy, betul juga pak argumentasi dari Toya. Mana mungkin mereka mau bergabung tanpa di ajak dan di iming-imingi seperti itu ?" Siti membenarkan argumentasi dari Toya.
"Hmm, kamu benar juga Toy" Gumam Rektor itu.
Setelah beberapa menit kemudian, rektor meminta kepada Joko untuk menceritakan ciri-ciri orang yang mengajak ke lembah setan.
"Jok, tolong ceritakan kepada kami ciri-ciri orang yang sudah mengajak kamu ke perbuatan yang salah" Pinta Rektor itu.
"Kalau aku sendiri pak, memang tidak ada dari Willie ataupun temannya yang mengajakku bergabung ke mereka tapi Tono orang yang pertama kali di ajak masuk ke mereka yakni orang dengan tubuh yang tinggi, kekar, rambut lurus yang rapih seperti orang yang habis sisiran. Mungkin bapak atau kakak semua tau deskripsi orang itu" Terang Joko
Mendengar deskripsi yang di terangkan oleh Joko, Toya langsung teringat ciri-ciri orang itu.
"Hmm, gua tau guys tinggi, kekar, rambut lurus itu Dani. Emang sial itu dia" Ingat Kak Toya.
"Dani ? Si mahasiswa abadi itu kah Toy ?" Tanya ketua Rektor.
"Iya Pak, dia memang bandit kampus ini pak !!!"
"Iya sih, berdasarkan hasil laporan kepolisian juga memang ada nama Dani. Jadi ya benarkan keputusanku untuk memberikan DO kepadanya ?" Tanyanya.
"Benar pak, bapak sudah tepat untuk memberikan tindakan tersebut" Imbuh Toya.
Setelah berbincang mengenai pelaku yang mengajak Joko ke lembah setan itu, kali ini Pak Rektor mengajak Joko untuk memberikan kesaksian mengenai dirinya dan Samsul kena hantam dari kelompok Willie.
"Nah Jok, sekarang kamu beri kesaksian tentang kronologi kalian kena bogem dari orang suruhan Willie, keterangan kamu akan di cocokkan terhadap CCTV. Jangan tegang namun jangan bohong ya Jok, apabila kamu bohong kamu siap menerima konsekuensinya" Ancam ketua rektor.
"Oh begini pak, ketika kita mau pulang kampus. Waktu itu kita berlima selesai mata kuliah Prof Bambang selama 3 SKS dan terdapat 1 mata kuliah tambahan untuk mengisi jadwal yang kosong. Kita pulang saat jam menunjukkan pukul 7 malam" Joko mulai memberikan keterangannya.
"Terus Jok"
"Ya kita di hadang ketika sedang berada di lapangan sama kurang lebih 10 orang preman yang wajahnya ditutup" Terang Joko.
"Terus kalian berantem ?" Tanya rektor.
"Betul sekali pak," Jelas Joko.
"Nah pas Samsul kena ACL itu bermula ketika aku dan Panca sudah stag tidak bisa kemana mana lagi, kita berdua mereka ber delapan orang mengepung kami berdua. Badan kita sudah banyak luka, nah Samsul ini datang membebaskan kami dan dia di keroyok sepuluh orang yang mana sebelum itu salah seorang memukul lehernya hingga ia terjatuh dan setelah itu dia di keroyok rame rame dan kaki sebelah kanan di hantam pak secara membabi buta" Kata Joko.
"Terus wanita yang ada di CCTV siapa ?" Tanya Rektor itu.
"Ketika darah kita bercucuran itu Dira datang bersama May temannya. Mereka yang menyeret kami berdua untuk segera di tangani" Kata Joko.
"Oalah begitu, saya paham Jok. Terima kasih banyak sudah memberikan keterangan ya Jok."
"Sama-sama pak, dengan senang hati" Imbuh Joko.
Kak Siti menambahkan kesaksian dari Joko "Kenapa hanya Panca dan Joko yang kita seret untuk kita tolong ? Jawabannya yaitu kita kurang orang sementara Toya telat datang untuk bantu menyelamatkan Samsul" Siti menyalahkan Toya.
Toya pun menyadari kesalahannya dan meminta maaf "Iya pak, saya sadari kesalahan saya yang telat membantu kalian. Andai saja teman gua Anto yang jago bela diri karate datang di waktu yang tepat mungkin ga bakal seperti ini." Sesal Kak Toya.
"Gapapa Toy, aku paham. Mungkin Anto sedang ada kelas mangkanya telat" Bela Rektor itu kepada Toya.
"Terima kasih banyak pak atas pembelaannya" Ucap Toya.
Setelah dua pertanyaan itu, rektor meminta asistennya
"Tolong di catat ya semuanya"
"Baik pak"
Setelah mengajukan dua pertanyaan, Kini Pak rektor bertanya untuk yang terakhir kalinya.
"Begini guys, apakah peristiwa ini ada kaitannya dengan penangkapan Willie atau bukan ya ?"
Orang yang berada di ruangan rektor itu kompak menjawab pertanyaan dari rektor itu "Betul sekali pak, Lantas apa lagi kalau bukan karena itu ?"
"Hmm, baiklah kalau begitu. Terima kasih banyak Jok, Toy, Sit sudah mau memberikan informasi dan kesaksiannya kepada saya. Saya harap peristiwa yang menimpa kalian berlima tidak terulang lagi seperti kasus ini."
Joko, Siti dan Toya kompak mengaminkan harapan dari Ketua Rektor "Aaamiin"
"Ya sudah kalau begitu, silahkan untuk kalian untuk keluar dari ruangan ini karena saya akan melakukan meeting dengan wali mahasiswa dari Willie ya nak." Ucap Rektor itu.
Mereka bertiga menjawab dengan kompak "Sama-sama pak, ya sudah kami pamit dulu ya pak. Assalamu alaikum, selamat siang pak"
Pak Rektor meminta asistennya untuk menelpon satpam kalau pertemuan sudah bisa di lakukan.
"Tolong telpon satpam yang ada di bawah ya, bilang kalau pertemuannya sudah mau di lakukan" Pinta Ketua Rektor kepada asistennya.
"Baik pak, laksanakan" Ucap asistennya.
Akhirnya mereka bertiga menyalami kepala rektor Universitas Gajah Duduk, satu persatu dari kami bertiga bergegas untuk meninggalkan ruangan rektor diikuti oleh asisten yang bertugas untuk menelpon satpam yang ada di bawah.
Setelah beberapa menit kemudian Joko, Kak Siti dan Kak Toya sudah keluar dari ruang rektor.
Mereka bergegas untuk kembali ke rumah sakit untuk menjenguk Samsul.