
Sementara itu Aku, Panca, Dira dan Joko telah tiba di rumah sakit, walaupun dengan meringis kesakitan akupun mencoba untuk menikmati hidup yang sudah di rancang oleh Tuhan kepadaku.
Sepanjang perjalanan aku mencoba untuk mengalihkan rasa sakitku di kakiku.
Mulai dari permainan batu gunting kertas, permainan lego yang di bawa oleh Joko, dilanjutkan oleh permainan tebak gambar dan lain sebagainya.
Sesampainya di rumah sakit aku pun langsung di tandu untuk masuk ke rumah sakit karena sangat tidak memungkinkan untuk berjalan.
Beberapa menit kemudian kita sampai di ruang ICU. Aku di temani oleh perempuanku Dira dan Joko.
Sementara itu Panca sedang berada di ruang administrasi
"Suster, saya ingin mengurus administrasi untuk teman saya. Bagaimana caranya ?" Tanya Panca.
"Oh begini mas, caranya yaitu, mas isi keterangan di form setelah itu mas nya tinggal membayar saja deh"
"Oh begitu ya sus, baik saya isi form ini ya"
"Baik mas"
Sementara itu di ruang ICU, aku langsung di periksa oleh dokter bagian tulang dan sendi.
Dira dan Joko menunggu hasil pemeriksaan medis
Di saat yang sama di ruang administrasi, suara notifikasi dari handphonenya berdering.
Dia langsung mengecek handphonenya dan muncul notifikasi dari rektor dengan tertulis "Pagi nak Panca, saya rektor Universitas Gajah Duduk ingin bertanya kepada kamu"
Panca langsung merinding setelah mendapat pesan dari rektor Universitas Gajah Duduk, dia langsung mengirim screen shoot ke dalam grup yang isinya aku, Dira, Panca, May, Joko beserta kedua kaka tingkat itu.
Dia mengetik pesan ke grup itu "Guys gua merinding asli !!!"
"Kenapa Ca ?" Ketikku.
"Lu kenapa sob ?" Ketik Joko.
"Iya lu kenapa Ca ?" Tanya Dira.
"Hooh lu kenapa Ca ?" Ketik May.
Panca membalas pertanyaan kami semua "Gini guys, jadi rektor baru aja kirim pesan ke gua guys"
Kami yang berada di grup itu bertanya-tanya "Hah rektor ? Mau ngapain dia ?"
"Gua ga tau guys, mungkin soal si Willie willie itu" Ucapnya.
"Yaudah coba tanya Ca" Suruhku kepadanya.
"Iya Sul, lu udah masuk ICU kan ya ?" Tanya Panca.
"Udah kok, ini gua lagi di periksa" ketikku.
Setelah berbincang di dalam grup, Panca pun pamit kepada mereka yang ada di grup
"Guys, gua pamit dulu yak, gua mau tanya ke rektor soalnya"
"Oke Ca, di tunggu info selanjutnya" Ucapku.
"Iya Ca, gua tunggu kata dia apa yak" ketik Dira.
"Gercep ye Kang Donat" ledek Joko
"Oke Banteng, btw teng lu ngapa manggil gua kang donat ?" Balas Panca.
"Karena lu gua liat-liat lu suka banget makan donat Ca, mangkanya gua ledek lu gitu"
"Ye, lu ga tau aja sih Jok. Di donat ada sebuah filosofi hidup tau." Bela Panca.
"Emangnya apa filosofi hidupnya ?
"Setiap orang memiliki keteduhan di lingkaran terkecilnya tau Jok hehehe" Bela Panca dalam ketikannya.
"Ye bisa aja lu ngelesnye hehehe" Goda Joko.
Aku menengahi ledekan antara mereka berdua "Dah, masih aje lu ledek-ledekkan" ketikku.
Ku menegur Panca "Ca, katanya lu mau tanya ke pak rektor ? Gimana dah ?"
Dia membalas chatku "Hehehe iya Sul, lupa gua. Yaudah gua tanya ke pak rektor itu dulu yak." Pamitnya.
"Yaudah, tar kl dia bilang apa oper kesini yak" Suruhku.
Akhirnya dia meninggalkan grup whatsapp, sementara itu aku masih di periksa oleh dokter yang bertugas untuk memeriksaku.
Aku yang penasaran itu lalu bertanya kepada dokter yang bertugas.
Dokter yang bertugas itu menjawab pertanyaanku.
"Begini dik, berdasarkan hasil medis sementara kamu terkena cedera ACL" Jelas dokter itu.
"Cedera ACL itu apa ya dok ?"
"Cedera ACL itu maksudnya kamu cedera di bagian lutut kamu, dan biasanya bisa memakan waktu sampai 8 bulan penyembuhannya" Terang dokter itu.
"Wah, lama banget dok" Ucapku.
"Ya begitulah dik, ini soalnya cedera kamu parah banget, efek dari tendangan orang dan injakan orang bisa membuat org cedera parah"
"Oh begitu ya dok, jadi aku ga boleh kemana-mana dulu ?"
"Iya dik" balas dokter itu.
"Wah, lama sekali absen perkuliahannya, trs gimana dengan perkuliahanku ?"
"Ya, mungkin kamu bisa ajukan cuti kuliah kamu atau bisa menggunakan kursi roda"
"Oh begitu, terima kasih banyak informasinya" sahutku.
"Iya sama-sama dik, ya sudah kalau begitu saya pamit keluar dulu ya dik" Pamit dokter itu.
"Silahkan pak" Aku yang mempersilahkan dokter itu.
Akhirnya dokter itu keluar dari ruangan, setelah itu dokter bertemu dengan Dira, Joko dan Panca.
Mereka bertanya kepada dokter itu "Dok, bagaimana keadaan teman kami ?"
"Berdasarkan hasil pemeriksaan medis dan MRI, teman kalian yang bernama Samsul itu positif terkena ACL" Jelas dokter itu.
Dira yang kebingungan itu bertanya kepada Dokter yang bertugas.
"Dok, apa itu ACL ?"
"ACL itu maksudnya pergeseran yang terjadi tulang lutut ya"
"Ohhh aku mengerti, seperti cedera para pemain sepakbola kan ya dok" Tanya Panca.
"Betul itu dik"Sahut dokter itu.
"Kira-kira dia bisa sembuh ga ya Dok ?" Tanya Dira.
Saat Dokter ingin menjawab pertanyaan Dira, Panca mencegat jawaban Dira "Dok, apakah saya bisa menjawab pertanyaan cewe ini ?" Tanya Panca.
"Silahkan Dik"
"Jadi Dir, ACL itu bisa sembuh tapi sembuhnya itu lama. Biasanya memakan waktu sampai 6 bulan sampai 8 bulan lamanya Dir"
Dira seolah tak percaya atas perkataan Panca, dia langsung bertanya kepada dokter yang bertugas "Apakah benar yang di katakan oleh teman saya Dok ?"
"Yang di katakan teman kamu benar sekali dik, ini termasuk cederanya lumayan parah dan paling di hindari oleh siapapun" Ucapnya.
Setelah mendengar penjelasan dari dokter, Dira langsung duduk dengan lemas.
Dira lalu menangis sesenggukkan dan langsung di tenangkan oleh Joko.
Panca yang berbincang dengan dokter itu mengucapkan terima kasih "Dok, terima kasih banyak ya. Berikan kemampuan terbaik untuknya ya" Harap Panca.
"Sama-sama dik, insya allah kita akan berikan yang terbaik untuknya" Janji Dokter itu.
"Iya Dok" Jawab Panca.
"Ya sudah kalau begitu, saya pamit ya" ucap Dokter itu.
"Silahkan" Panca.mempersilahkan.
Akhirnya dokter itu pergi, Joko masih menenangkan Dira yang bersedih itu.
"Dah Dir, gua yakin Samsul pasti sembuh kok"
"Iya Dir, kita lalui semuanya bersama-sama ya"
Dira yang terisak-isak itu berkata "Kenapa sih kamu Sul ? Kamu yang berjuang untukku buat melindungiku tapi kamu juga yang harus menanggunya"
"Ya karena dia sayang elu Dir, dia ga mau lu kenapa- kenapa" sahut Panca.
"Kalem aja Dir, kita ada buat dia kok, jangan takut ya." Komitmen Joko.
"Terima kasih banyak ya guys udah selalu ada untuknya" Ucap Dira.
Joko dan Panca menjawab perkataan Dira "Sama-sama"