
Sebulan pun berlalu, aku yang sakit terkena ACL setelah dihantam kakinya sudah sembuh. Ini sebuah anugerah karna proses penyembuhan aku lebih singkat daripada orang lain.
Aku terpaksa selama sebulan mengikuti kelas dan mengikuti ujian semester dari pihak universitas dari rumah sakit.
Kini saatnya aku sudah diperbolehkan untuk pulang, dokter berpesan kepadaku dan sahabatku.
"Sul, kamu lain kali berhati-hati ya dengan orang lain" Ujar Dokter itu.
"Siap Dok, aku pasti bakal lebih berhati-hati atas orang jahat" Kataku dengan nada yakin.
Akhirnya kami berempat keluar dari rumah sakit dan langsung menuju ke parkiran tempat abangnya May menunggu.
Sesampainya di parkiran rumah sakit, aku menepuk pundak cewekku, May, Joko, dan Panca.
"Guys, thanks ya udah mau temenin gua selama di sini"
"Santai Sul, sebagai imbalannya nih karena kita udah temenin lu, gimana kita jalan-jalan ke rumah lu ? Ok ga guys ?" Usul Joko ke teman-temannya.
Panca yang mendengar usulan Joko langsung menerka maksud Joko yang ingin bermain di rumahku "Aelah lu Jok, bilang aja lu mau main ke rumahnya Samsul karna mau makannya aja kan ? Hahaha"
Mendengar candaan Panca, kami berempat pun tertawa
Joko pun dengan perasaan malunya itu menjawab "Hehehe tau aja kalian kalau misi kita disana numpang makan dan jalan-jalan"
Saat menuju ke mobil yang di kendarai oleh kakanya May, aku meminta teman-temanku "Guys, tunggu sebentar. Ada hal yang ingin gua sampaikan"
May, Panca, Joko, dan tentunya perempuan kesayangan Dira itu berhenti dan menengok ke arahku.
"Ada apa Sul ?" Tanya Joko.
"Iya nih, lu lama banget jalannya" Sahut May.
"Apa nih Sob ? Tumben lu ngomong, biasanya lu diem" Tanya Panca.
"Iya sayang, ada apa ?" Sahut Dira yang menghampiriku.
Setelah keempat sahabatku sudah menghentikan langkahnya, aku pun mulai menyampaikan maksudku "Jadi gini guys, tolong kalian nanti kalau di rumah gua jangan sampai orang tua gua tau peristiwa yang gua alami selama gua kuliah ya guys" Pintaku.
"Siap sayang" Respon Dira.
"Kalem aja bro" Sahut Joko.
"Sans bro, kita bisa jaga rahasia kok" Ucap May.
"Sans bro, kita ada buat lu apapun itu. Jangan takut ini rahasia kita" Panca yang menenangkanku
Dira tiba-tiba bertanya kepadaku dengan nada yang serius "Eh sayang, tapi kan kaki kamu belum sembuh total, apa orang tua kamu ga curiga kalau jalan kamu masih kesulitan walaupun kita nanti berbohong kepada mereka ?"
Setelah mendengar perkataan Dira, aku pun langsung menghentikan langkahku kembali begitu pun dengan mereka bertiga.
"Lah iya juga sayang, kakiku masih belum baik nih. Gimana ya caranya biar ga ketahuan ?" Sahutku.
"Gua tau, gua pernah baca di google. Cara memanipulasi jalan kita agar seperti tampak normal yaitu metode Topurak" Kata Panca.
"Hah apa Ca Ketoprak ?" Tanya Joko.
"Ye lu mah makanan mulu nih si Joko" Kata Panca.
"Iya nih, lu mah Jok jok. Malah makanan mulu pikiran lu" Kata Dira.
"Hehehe sory sory guys, kan gua ga tau" Joko yang salah tingkah.
"Jadi gini guys, metode Topurak yaitu metode manipulasi totok, pukul dan gerak yang berfungsi untuk melemaskan otot, tendo dan jaringan ikat sekitar sendi yang mengalami nyeri guys" Jelas Panca.
Aku yang bingung pun bertanya kepada Panca "Jadi manfaat metode Topurak itu bermanfaat untuk apa Ca ?"
"Bermanfaat untuk mengembalikan posisi ankle di tempat yang seharusnya ya walaupun nih masih ada rasa nyerinya sih setelah di lakukan metode itu" Jelas Panca kepada teman-temannya.
"Hmm gitu Ca, pinter juga lu Ca soal beginian hahaha" Canda Dira.
"Hehehe iya dong, karna gua pernah ngalamin pas gua cedera ACL pas gua ikut lomba tingkat SMA. Dokter bagian ortopedi merekomendasi itu soalnya selain tentunya gua baca juga sih hehe"
"Keren lu Ca" Pujiku kepadanya.
"Wih keren lu, salut gua punya temen kek elu" Puji May kepada Panca.
Aku yang penasaran dengan penjelasan yang telah di lontarkan oleh Panca bertanya kepadanya "Ca, terus gua harus gimana ? Apa gua harus balik lagi ke rumah sakit ?"
"Harusnya sih begitu Sul, sebentar gua tanya kepada dokter ya" Panca menahan aku dan kawan-kawan.
"Oke Ca, tolong agak cepat ya, kaki gua sakit nih" Pintaku.
"Oke sob" Sahutku kepadanya.
Akhirnya dia bergegas menuju ke dalam rumah sakit, dia menuju ke dalam ruang ortopedi.
Dia bergegas dengan cepat dan cenderung berlari.
Sesampainya di depan ruang ortopedi, dia langsung masuk ke ruang tersebut dan bertanya kepada dokter itu.
"Dok, mohon maaf mengganggu waktunya dokter" Ucapnya dengan sopan.
"Iya mas tidak apa-apa, ada apa ya ?" Tanya dokter itu.
"Jadi begini dok, saya ingin bertanya. Atas pasien Samsul kira-kira wajib kontrol atau pakai metode khusus saja ya dok ?"
"Oh itu, dia tetap harus kontrol mulai minggu depan setiap 2 minggu sekali. Nanti akan kita tangani dia sebaik mungkin sampai cedera ACL nya sembuh.
"Wah lama juga ya dok, aku kira bisa sekarang dengan metode Topurak" Sahut Panca.
"Oh ga bisa langsung mas, kita harus pantau dulu lutut dia, apakah bisa sembuh di 2 minggu awal ini atau belum" Jelasnya.
"Oh begitu, baik dok terima kasih banyak penjelasannya"
"Sama-sama mas" jawab dokter itu.
Akhirnya Panca keluar dari ruang ortopedi, dia langsung bergegas untuk menemui teman-temannya.
Setelah berjalan sekitar 30 menit, Panca telah sampai di parkiran.
Aku dengan sedikit terpincang-pincang langsung menghampiri Panca
"Ca, gimana ? Boleh ga gua lakukan metode yang lu bilang ?" Tanyaku.
"Maaf Sul, tadi kata dokternya belum boleh, karna lu harus di pantau dulu selama 2 minggu ini dan minggu selanjutnya harus rawat jalan"
"Oh begitu, ok deh gapapa Ca. Thanks ya" Aku mengucapkan terima kasih kepadanya.
"Sama-sama, o iya Sul. Anak-anak yang lain kemana ? Kok sepi ?" Tanya Panca.
"Mereka udah di dalam mobilnya kakanya May, yaudah yuk kita masuk ke dalam. Kasian mereka udah nungguin"
"Oke Sul, kita ke mobil" Ujarnya.
Akhirnya aku dan Panca bergegas untuk menuju ke mobil May. Panca menuntunku dengan sangat hati-hati.
Setelah berjalan kurang lebih 30 menit aku dan Panca telah tiba di depan pintu mobil May, Dira yang berada di dalam meminta tolong kepada Kakanya May untuk membukakan pintu.
"Kak, minta tolong bukakan pintunya dong untuk Panca dan cowo gua" Pinta Dira.
"Oke Dir" Jawab Kaka May.
Setelah menunggu, akhirnya pintu mobil terbuka dan kami berdua langsung masuk ke dalam mobilnya Kak May.
Setelah itu Kakanya May menutup pintu mobilnya dan langsung bertanya kepada kami semua.
"Ada yang ketinggalan ga ?"
"Gaada kak, ayo lets go kita pergi" Ucapku dengan semangat.
"Oke, kalian mau kemana memangnya ?" Tanya kaka May.
"Kita ingin ke rumah Samsul kak" Sahut Dira.
"Oke gas, lets go ke rumah Samsul" Ucap Kaka May.
Akhirnya mereka pergi dari rumah sakit menuju ke rumahku. Perjalanan memakan waktu 3 jam dari lokasi rumah sakit.