As By Inside

As By Inside
Episode 20 Samsul Mengajak Makan Joko Di Luar Area Kampus



Dira menenangkan aku yang emosiku sedang memuncak.


"Sayang, dah yuk jangan emosi. Aku mau kamu sembuh"


Aku pun mengangguk setelah mendapat perhatian dari Dira lalu aku punengucapkan terima kasih kepada Dira "Sayang, terima kasih banyak ya"


Dira pun tersenyum setelah aku tersenyum kepadanya dan berucap "Sayang aku mau di hug kamu, boleh kan ?"


"Boleh kok, sini aja sayang ke dadaku dan pundakku, tapi pelan-pelan ya sayang"


Akhirnya Dira memelukku dan langsung langsung ku balas dengan membelai rambut indahnya.


"Sayang" ucapnya.


"Hmm, iya ? Ada apa sayang ?"


"Jangan tinggalkan aku ya sayang, aku khawatir sama kamu"


"Iya tenang aja ya sayang, aku ga bakal ninggalin kamu"


Setelah bermesra-mesraan, Kak Toyo bertanya kepadaku "Sul, lu kata Panca di gebukin sama genknya kak Willie ?"


"Iya kak, jadi begini ceritanya. Kita semua itu sebenarnya hanya ingin menyelamatkan kawan kita Joko. Dia sejak masuk genknya Willie kak"


"Terus Sul ?" Tanya Kak Toyo dengan penasaran


"Iya, gua mergokin genk nya Willie di kantin mereka ingin melakukan aksi pencurian di kampus ini, nah gua pura-pura beli somay terus gua tau semua informasi soal Willie and the gank. Trs gua abis itu gua sengaja jatuhin badan gua sampai bumbu somaynya jatuh ke temannya Willie, gitu deh" Jelasku


"Terus, apakah genknya Willie dendam ke lu Sul ?"


"Mungkin begitu si kak, mangkanya gua yang jadi kena sasaran" Jelasku.


"Terus lu ingat ga Sul ciri ciri orang yang udah gebukin lu Sul ?"


"Aku sih justru ga liat orangnya kaya apa, mungkin Panca inget dan melihatnya" Sahutku.


"Oh begitu, nah Panca gimana ? Lu inget kan ciri-cirinya kaya apa ?"


Akhirnya Panca mulai memberi tahukan ciri-ciri orang yang gebukin Samsul.


"Dia orangnya cungkring kak, terus dia juga pakai topeng wajah khas untuk orang melakukan pencurian" kata Panca.


May memotong perkataan Panca "Nahkan benar dugaan gua, pasti si Tono pelakunya, ayo kita tanya dia sekarang kak !!!" Ajak May.


"Setuju !!! Gua gedek sama tuh orang" Seru Dira.


"Aku, Panca dan kak Toya langsung melarang Dira dan May.


"Husst sayang ga boleh ?" ucapku.


"Kenapa sayang ? Kok ga boleh sih ? Kan kamu udah di sakiti oleh mereka ?" Tanyanya.


"Aku tahu kok sayang, tapi lawan aku bukan kaleng-kaleng nih, kita harus persiapkan strategi untuk membalas ini sembari menyadarkan kawan kita si Joko"


"Betul tuh Sul, mereka sangat berbahaya sekali. Kalau tidak segera bahaya nanti Joko semakin terperosok" Setuju Panca.


Setelah beberapa saat kemudian, suster kembali masuk ke dalam ruangan pemeriksaan Samsul. Ia menyerahkan tagihan yang harus dibayar kepada Samsul.


Aku mendadak cemas setelah melihat tagihan klinik kampus yang nominalnya lumayan untuk diriku yang orang tuanya berkerja sebagai petani.


Dira yang melihat aku yang cemas langsung memeluk diriku.


"Sayang, kamu kenapa ? Kok cemas ?" tanyanya.


"Aku takut orang tuaku tahu kalau aku abis di gebukin dan aku juga takut ga bisa bayar klinik ini.


"Tenang Sul, gua yang bayar" Inisiatif kak Toya.


"Yang benar kak ? Apakah tidak memberatkan kaka ?"


"Kalem Sul, ya udah gua cabut dulu yak. Soalnya ada kelas nih" Pamit Kak Toya.


"Oke kak, thanks ya udah mau bantu aku dan teman-temanku" Sahutku.


"Tenang Sul, kalau ada apa-apa bilang ke May aja yak" pinta Kak Toya.


"Oke kak"


"Ada yang punya saran bagaimana cara untuk mengembalikan Joko untuk tidak mencuri ?" Kataku.


"Bagaimana kalau dengan pancingan seorang wanita ? May yang memulai pembicaraan.


"Maksud lu May ?" Tanyaku.


"Ya, gua atau cewe lu bisa aja jadi pemikat genk Willie untuk bebasin Joko secara mereka suka sama tubuh dari cewe lu" ucapnya dengan enteng.


Aku yang mendengar May berbicara seperti itu membuat darahku mendidih, dengan tegas aku berbicara "Gak, Gak dan gak !!!! Dira ga bakal di jadikan umpan seperti itu !!!! Gua ga setuju atas pendapat lu May !!! ucapku


Sul, boleh ga kalau kita ajak makan si genknya Willie terus kita negosiasi saja di tempat makan, gimana ?" Usul Panca.


"Nah gua setuju sama usulan Panca" Dira memberikan persetujuan.


"Nah gua setuju sama lu Ca, mendingan ini aja daripada usul May. Terlalu berbahaya" Ucapku.


Setelah di lakukan jejak pendapat akhirnya usulan Panca yang di terima oleh Dira, aku dan May.


Singkat cerita setelah kurang lebih tiga minggu akhirnya aku keluar dari klinik.


Aku di sambut oleh Panca, May dan sebuah pelukan hangat dari Dira kekasihku.


"Sayangggg, ciee udah sembuh nih" ujarnya dengan manja.


"Hehehe iya sayang, terima kasih banyak ya udah mau merawatku di sela jadwal perkuliahan" kataku.


"Eh Ca, gimana dengan absen gua di mata kuliah ? Tanyaku


"Aman sob, tenang aja. Gua, Dira sama May udah bilang kok kalau lu sakit"


"Oh syukur deh, o iya Joko gimana ? Dia kuliah gak ?


"Joko sih tadi kuliah, iya ga Dir ?" tanya Panca ke Dira.


"Iya dia kuliah kok cuman....." ucap Dira yang terputus.


"Cumannya kenapa sayang ?" Tanyaku.


"Iya temennya sih Tono tono tuh selalu melihat ke aku terus, aku risih sayang" rengeknya.


"Usst dah ya, sekarang aku udah balik ke kamu, aku pastikan kamu aman ya"


Dira mengangguk dan kita kembali ke ruang kelas.


Setelah berjalan kurang lebih satu jam dari klinik menuju ke ruang kelasku tibalah aku dan teman-temanku ke dalam ruang kelas.


Mereka langsung menyambut kedatanganku dan juga menyalamiku termasuk Joko.


Aku, Dira, May dan Panca langsung duduk ke kursi kampus dan mulai mengikuti pembelajaran kuliah yang selama tiga minggu aku absen.


Tak selang beberapa lama dosen hukum publik masuk ke dalam ruang kelas dan mulai mengajarkan materinya.


Akhirnya setelah dua jam pelajaran, mata kuliah hukum publik telah berakhir. Aku langsung menarik tangan Joko untuk mengajak makan dirinya.


"Jok, yuk makan. Gua yang bayarin dah" ajakku.


"Boleh deh Sul, udah lama juga ga kumpul sama


lu, Dira ama Panca" Joko menerima ajakanku.


Akhirnya aku, Joko, Dira, May dan Panca keluar dari ruang kelas menuju keluar kampus.


"Lu mau makan apa Jok ?" Tawarku.


"Hmm, gua mau makan MCD, kalian mau makan apa guys ?" Tanya Joko.


"Boleh deh, gua ikut sama lu aja biar sama. Kan kita satu aliansi hehehe" ucap Panca.


"Yee aliansi, lu kira pertemuan internasional kali ah" ucap May.


"Hehehe, maaf guys, kayanya gua terlalu ikut sama berita dunia hari ini.


"Yaudah deal yak kita makan MCD" Ucapku.


"Deal !!!" Ucap teman-temanku.